KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Arwah penasaran Nagong Yi IV


__ADS_3

Setelah tahu wajah Nagong Yi berubah menjadi sangat mengerikan, Nyonya Wei mencari obat penyembuh ke manapun sampai dia menemukan ramuan yang bisa menyembuhkan bekas luka di wajah Nagong Yi, Nyonya Wei langsung menerapkannya dan butuh waktu sekitar satu bulan penuh untuk penyembuhan semua luka merembet dan melepuh di sekujur wajah Nagong Yi dan saat penyembuhannya, selama satu bulan itu keluarga Nagong menolak kunjungan keluarga Zao, terutama Zao Tian.


Tidak di sangka ketika Zao Tian menyusup ke halaman keluarga Nagong, dia akan menemukan Nagong Yi akan melewatinya begitu saja tepat di depan matanya. Zao Tian mengikutinya dan terus mengikuti, gadis itu membawa bambu kering panjang di tangan kanannya, meraba jalan menggunakan bambu sebagai petunjuk jalan di depannya.


Zao Tian memanggil namanya. "Yi'er.."


"...." Nagong Yi menghentikan bambunya dan langkah kakinya juga ikut berhenti, dia bisa mengenali suara Zao Tian. Tangan Nagong Yi bergerak, butuh waktu sangat lama untuk dia berkata. "Kakak Zao?"


Wajah terbakar Nagong Yi sudah sembuh dengan terampil, wajahnya yang berubah hitam dan merah karena uap panas sekarang, telah menjadi putih seperti sebelumnya dan kulit yang terkelupas sudah menjadi kulit yang baru membuat semua lukanya tidak lagi meninggalkan bekas, namun dari semua itu mata Nagong Yi tidak bisa di sembuhkan dari kebutaan.


Zao Tian bukan orang yang bodoh untuk melihatnya dengan jelas, saat Nagong Yi berbalik pergi menggunakan tongkat bambunya dia menghentikannya.


Dia meraih tubuh Nagong Yi ke dalam pelukannya. "Jadi karena ini selama satu bulan aku tidak bisa menemui mu?"


"Yi'er apa kamu kira setelah kamu hanya cacat sedikit aku akan membatalkan pernikahan kita? Jangan bertindak bodoh, aku bukan hanya menyukai matamu.. tapi semuanya setelah ini kita masih tetap menikah."


Hanya cacat sedikit? Jika berani bertaruh, apakah Zao Tian benar-benar menyukainya apa tidak, dia masih meraih tangan Zao Tian, Nagong Yi mengangguk. "Baiklah kakak Zao."


Pernikahan sudah di laksanakan, dan selama beberapa hari ini Nagong Yi serta Zao Tian tinggal di rumah kecil yang mereka buat. Kehidupan pernikahan mereka seperti pada pasangan umumnya, terutama pada hal menjalani malam pertama Nagong Yi tidak akan menolak sentuhan Zao Tian, karena bagaimanapun Zao Tian adalah suaminya dan Nagong Yi juga memiliki perasaan padanya.


Dan hari ini sudah genap satu bulan pernikahan mereka, dan pada akhir bulan Zao Tian akan mengunjungi keluarga besarnya sejenak dan dia tidak bilang pada Nagong Yi jika dia akan pulang dini hari atau besok.


Namun tidak di sangka, malam itu Nagong Wei akan tetap datang bahkan saat dia sudah menjadi buta.


Di sisi lainLau Luo yang berdiri melihat memori arwah Nagong Yi tidak bisa melakukan apapun selain mengepalkan tangannya saat menyaksikan Nagong Wei langsung dan hampir mengembuli putri angkatnya begitu ada kesempatan. Kejadian didepan Lau Luo bisa dibilang kejadian yang paling membuat arwah Nagong Yi tidak pernah naik ke langit, dan arwah Nagong Yi masih terpaksa terikat dengan dunia fana untuk membalas dendam penyebab kematiannya yaitu ayah angkatnya sendiri, Nagong Wei.

__ADS_1


Tapi ironisnya Nagong Yi tidak bisa melihat, dia mengira seseorang yang menyentuhnya adalah Zao Tian. Dia tidak akan menolak jika itu Zao Tian, sedikit gemetar dan rasa trauma dia mengigil dan tubuhnya ingin menolak, tapi Zao Tian adalah suaminya. Saat dia merasakan ketakutan dan trauma Nagong Yi pasti akan mengigit keras bibir bawahnya seperti sekarang sampai membuatnya berdarah.


Brak, pintu terbuka. Nagong Yi hanya bisa merasakan orang di dekatnya langsung bertindak panik, Nagong Yi tidak tahu siapa yang membuka pintu tapi dia langsung meraba-raba selimut dan menarik selimutnya ke atas.


"Kalian?! Binatang!" Suara Zao Tian terdengar sangat murka dan tidak kenal ampun, seolah tindakan di depan matanya adalah hal yang bisa membuat dia sangat tercengang.


Itu adalah suara yang keras yang di dengar Nagong Yi. Nagong Yi sangat mengenali suaranya dengan jelas, "Siapa.. itu kamu Kakak Zao?"


Nagong Yi juga mendengar suara lain yang mencemooh, sepertinya suara ayah angkatnya itu. "Ck ck aku sudah bilang pada mu agar tidak menikah sebelumnya."


"Siapa yang mengira berapa kali aku telah melakukan ini?"


"Tuan Wei!" Zao Tian segera memberi pukulan yang mulus di wajah Nagong Wei, dia menarik pisau di pinggangnya. Matanya menatap Nagong Wei dengan ganas seakan mampu memotong Nagong Wei menjadi ribuan daging.


Zao Tian membentak. "Berapa kali kalian melakukannya?!"


"Nagong Yi! Kau hanya melakukannya dengan ku sekali di malam pertama, jangan bilang.. jangan bilang kau memang bersedia? Atau kau gunakan kebutaan mu mencari alasan mengira binatang ini adalah aku?!"


Wajah Zao Tian hitam kabut, dia tidak berhenti di sana dan dia masih berteriak dengan seluruh tenaga yang dia bisa. "Nagong Yi! Alasan apapun aku tidak percaya!"


Nagong Yi tidak mengatakan apapun, sebaliknya merasakan cengkraman lehernya menjadi longgar Nagong Wei langsung melesatkan senjata pematik dari tubuhnya, logam itu langsung melesat ke titik fital Zao Tian namun terlebih dahulu sudah di halagi punggung Nagong Yi yang tiba-tiba ada di tengah mereka.


Nagong Yi memang buta, tapi begitu merasakan firasat bahaya dia akan berlari ke arah Zao Tian. Dia memutahkan seteguk darah dan langsung jatuh ke tanah, karena Zao Tian tidak berniat untuk menangkapnya. Nagong Yi, langsung membentur keras ke tanah, juga darah terus mengalir dari punggungnya dari ujung pisau seperti sungai kemerahan yang tidak bisa berhenti.


Nagong Yi bahkan merasakan lebih jijik pada dirinya sendiri, bagaimana bisa.. bagaimana bisa dia tidak tahu jika itu adalah Nagong Wei! Dia bahkan merasa namanya seperti kotoran, dia lebih memilih tidak berniat untuk menjelaskan daripada mengalami kematiannya.

__ADS_1


Zao Tian baru menyadari orang yang telah menjadi tameng pisau adalah Nagong Yi, dia mengambilnya ke pangkuan. "Setidaknya katakan sesuatu Nagong Yi! Tidak, Yi'er.. katakan beri aku alasannya."


Tapi Nagong Yi yang telah buta itu, seluruh tubuhnya sudah berubah memucat dan kaku.


Nagong Wei cukup terkejut dengan suasana yang berubah, dia mengambil pisau yang terbuang oleh Zao Tian dan cepat menusuk Zao Tian dari belakang. Dia sudah membunuh Nagong Yi, dia harus menghilangkan saksi tersisa dan membunuh keduanya. Lalu menjadikan kematian mereka adalah kasus perampokan.


Keesokan harinya berita kematian pernikahan tidak sampai satu bulan itu terdengar di dua kepala keluarga, beritanya tidak begitu jelas tapi para perampok itu sudah tertangkap dan di eksekusi oleh Nagong Wei karena kesedihan telah kehilangan putri angkatnya.


Saat ingatan arwah penasaran Nagong Yi membuyar, Lau Luo baru bangun dari ingatan arwah Nagong Yi, dia memijat kepalanya dan merasakan pusing di kepala yang berdenyut.


Jing Yiran langsung menghentikannya. "Luo-shidi kamu harus istirahat lagi, apa kau masih merasa pusing?"


Lau Luo menggelengkan kepalanya dan berkata pada Nyonya Wei. "Hanya memasang mantra pengusir arwah dan membakar uang tidak akan membuat arwah penasaran Nagong Yi menghilang.."


Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan perkataannya. "Kecuali urusan yang mengikat arwah Nagong Yi di dunia fana terpenuhi."


Saat mendengarnya, Xian Zi bertanya. "Bagaimana bisa kita tahu keinginan orang yang sudah lama mati? Nagong Yi sudah lama mati, kita tidak tahu keinginannya apa sebelum dia meninggal."


Kerasukan mayat memang mengancam jiwa untuk penggunaannya, namun juga bisa di gunakan media penyampaian dari dua dunia yang sudah berbeda antara dunia fana dan dunia arwah, saat penyampaian keinginan itu terjadi bisa membawa mereka untuk melihat masa lalu pemilik arwah sebelum mereka meninggal.


Karena tahu kerasukan arwah itu terjadi pada Lau Luo, Jing Yiran bertanya. "Apa yang di inginkan Nagong Yi?"


Lau Luo melihat arwah penasaran Nagong Yi di dekat Deng Lun. "Balas dendam pada Tuan Wei."


Dia masih dalam keadaan setengah tersadar, Lau Luo melihat arwah Nagong Yi di dalam ruangan itu. Terutama arwah Nagong Yi yang mengenakan pakaian ungu gelap, rambutnya memiliki dua gelungan, kulitnya seperti kulit orang mati putih pucat, dan dia memegang bambu kering dan juga matanya mengalirkan darah dari kedua ujungnya.

__ADS_1


__ADS_2