KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Kau harus memanggil ku dage


__ADS_3

"Kau sinting!"


Dengan nafas yang terengah-engah Lau Luo menyarungkan pedangnya, dia mengambil belati di punggungnya dan memberikannya pada Jing Yiran.


Mata Zhang Zihan menyala panas, meskipun dia tidak mengalami luka apapun di pertempuran, tapi kekalahannya membuatnya kehilangan nama yang juga akan mempermalukannya.


Salah satu bandit gunung mendatanginya untuk memeriksa keadaan Zhang Zihan, dengan marah dia menendang bawahannya. Zhang Zihan melompat ke atas kuda, dan melemparkan cincin penyimpanannya ke arah Lau Luo. Dia berkata pada puluhan bandit gunung yang dia bawa. "Ayo pergi!"


Lau Luo dengan refleks menangkapnya dan dia lalu membuka tangannya, yang di berikan Zhang Zihan adalah cincin yang terbuat dari logam. Dia lalu berjalan pergi, para warga membukakan jalan dan mata mereka menatap kekaguman pada Lau Luo, karena secara tidak langsung Lau Luo telah mengusir para bandit itu dari desa mereka dan membuat desanya menjadi aman.


Para warga tidak berani menghampiri Lau Luo, selain bocah itu masih asing, darah di tubuh Lau Luo membuatnya terlihat sangat menyeramkan. Pakaiannya yang putih kini berlumuran darah seperti selimut merah, sedangkan mereka yang melihatnya mereka semua hanya bisa menelan ludah tertegun dan tidak berani mendekat ke arahnya sedikitpun.


Berbeda dari yang lain Can Sua langsung menghampiri Lau Luo untuk memapahnya, dan meletakkan tangan dingin Lau Luo di pundaknya.


"Ayah! Cepat rawat luka saudara Luo!"


Can Zao sedikit binggung, dia tidak memiliki kemampuan menyembuhkan orang, yang dia tahu hanyalah menempa dan membuat senjata. Jika luka goresan, Can Zao bisa mengoleskan salep obat. Tapi berbeda dengan luka dalam yang sampai menembus tubuh, Can Zao tidak pernah melakukan perawatan luka sekalipun.


"Can'er aku tidak bisa menyembuhkan luka separah ini.."


Ketika Can Sua mendengar Can Zao hanya membuatnya semakin gelisah, dia dengan gusar melihat wajah Lau Luo yang memucat. Bibir yang awalnya kemerahan sekarang kini kehilangan warnanya menjadi biru kehitaman dan memutih.


Mata Lau Luo menyapu wajah Chuxi yang sangat tercengang cemas, Chuxi kehilangan semua perkataannya saat melihat keadaannya, dan dia ingin menghampirinya tapi kakinya gemetar begitu melihat banyaknya darah yang keluar dari tubuh Lau Luo.


Jing Yiran datang ke Can Sua dan mengambil alih Lau Luo, saat Jing Yiran memapah tubuh setinggi bahunya Lau Luo telah kehilangan kesadarannya.


"Kau terlalu memaksakan tubuhmu Xiao Luo."


/Xiao : kecil.

__ADS_1


Seperti yang di janjikan Jing Yiran, jika Lau Luo memenangkan permainannya dia akan menjadikannya sebagai adik seperguruannya di puncak Yilin. Karena tubuh Lau Luo pendek dan lebih kecil dari pada tinggi Jing Yiran saat ini, dia memanggilnya dengan sebutan Xiao Luo atau Luo kecil.


Saat Jing Yiran membopong Lau Luo menggunakan dua tangannya, dia bisa merasakan tubuh itu lebih ringan dari yang terlihat, dan beberapa tulang terasa menonjol, terasa sangat kurus dan memprihatinkan, ketika dia menemukan seberapa kurus Lau Luo dia merasa menyesal melihat daging kurus itu berusaha memenangkan pertarungan yang dia buat. Sekaligus pertarungan yang membuat Lau Luo mengalami sejenis luka itu, jadi dia harus menyembuhkannya.


"Aku akan bertanggung jawab menyembuhkan semua lukanya." Jing Yiran membawa Lau Luo ke tempat Can Zao. "Apa kau tidak masalah aku merawatnya di tempatmu, pemilik Zao?"


"Tentu saja tidak masalah!" Can Sua memandu dan membukakan pintu, lalu menyiapkan tempat yang bersih.


Jing Yiran meletakkan Lau Luo dengan hati-hati, dan berkata pada Can Sua. "Ambilkan air yang hangat, serta semua obat yang kamu miliki."


Can Sua segera mengambilnya, lalu berbalik saat Jing Yiran memanggilnya lagi.


"Dan obat bius.. aku akan menutup lukanya, dia akan kesakitan jika tidak membiusnya." Jing Yiran juga menyuruh Chuxi untuk membersihkan darah di tubuh Lau Luo, dan dengan hati-hati Chuxi menanggalkan pakaian Lau Luo yang berlumuran darah.


Karena kesaktian mata Lau Luo bergetar perlahan dan bulu mata yang panjang itu bergerak. Matanya terbuka dan masih melihat kecemasan di wajah Chuxi, dia tidak ingin di pandang lemah oleh orang yang ingin dia lindungi sekarang.. dan Chuxi adalah salah satunya, selain Ah Jiu-ge.


Chuxi terlonjak. "Kau! Bisa-bisanya Luo didi! Di situasi sekarang kau masih memikirkan rasa malu! Aku bahkan pernah melihat dan menyentuh burung Phoenix kecilmu!"


Jing Yiran, "...."


Suara Chuxi sangat keras dan membuat Jing Yiran kehilangan fokus menyalurkan energi spiritual ke luka perut Lau Luo, meskipun energi spiritual tidak bisa mengobati luka tapi masih bisa menghentikan pendarahan.


Jing Yiran mengusir Chuxi, kehadirannya di sini hanya mengganggu proses pengobatannya. "Kau keluar dari sini kau hanya akan menghambat penyembuhan, atau aku akan bilang pada pemimpn sekte.."


"Baiklah!" kata Chuxi mendapat ancaman dari Jing Yiran, dia tidak bisa berbuat apapun jika Jing Yiran mengadukan pada pimpinan Sekte Pedang Patah, Gu Hangjun juga yang termasuk kakeknya.


Chuxi keluar dengan kesal, bahkan tangannya tidak bisa berbuat apapun untuk membantu Lau Luo.


Can Sua juga tidak di perbolehkan Jing Yiran untuk ikut campur, pasti gadis itu juga tidak lebih dari Chuxi dalam menganggu proses pengobatan, jadi Can Zao yang membawakan air hangat dan meletakkannya di atas meja sebelah Jing Yiran melakukan pengobatan.

__ADS_1


Can Zao juga meletakkan semua obat yang dia punya, dia merasa sedikit tidak enak karena memiliki persediaan obat bius yang sedikit.


"Ini sudah termasuk semua obat bius yang aku miliki." Can Zao tidak mengetahui apapun untuk menyembuhkan luka, dari pada menganggu pekerjaan Jing Yiran dia memilih keluar dan membantu sedikit jika di perlukan.


Luka itu lebih dalam dari yang Jing Yiran bayangkan, luka di perut Lau Luo cukup serius tapi yang paling parah adalah luka di punggung Lau Luo, tapi untungnya luka itu tidak melukai jantung dan hanya meleset sekitar setengah cun.


/1 cun : 1,11 sentimeter.


Yang pasti akan sangat membahayakan jika mengenai jantung Lau Luo dari belakang bahkan jika hanya mengores saja


Jing Yiran membutuhkan alat untuk menjahit luka itu, dengan sedikit obat bius yang dia dapatkan, Lau Luo akan kesakitan secara sadar saat lukanya perlahan di jahit nanti. Jing Yiran meminta Can Zao untuk membawakan benang dan jarum luka sebagai alat medis yang akan dia gunakan.


"Pemilik Zao, luka ini perlu di jahit apa kau memiliki benang dan jarum luka?"


Can Zao mendengarnya dari luar dan segera membawa apa yang di katakan Jing Yiran, dia memiliki jarum di toko senjatanya dan benang milik Can Sua. Dia langsung menyerahkannya. Can Zao menelan ludah ngeri mengetahui tubuh kurus tidak lebih dari cagak bambu itu harus mengalami jahitan yang dalam.


"Apa perlu sampai menjahit lukanya? Itu akan sangat menyakitkan karena obat bius yang aku miliki hanya sedikit.."


Jing Yiran menggeleng pelan. "Luka ini dalam dan lebar, aku tidak bisa hanya dengan memperbannya dan membubuhkan ramuan herbal saja.. itu tidak akan sembuh."


Lau Luo pasti akan memberontak kesakitan saat Jing Yiran memulainya. "Pemilik Zao, apa kau bisa memegangi tangan dan kakinya?"


"Aku tidak bisa, aku lemah saat melihat darah dan melihatnya saja membuat kepalaku pusing." Kata Can Zao.


Sampai saat ini Can Zao menjaga tubuhnya agar tidak pusing dan pingsan melihat luka Lau Luo, dia tidak bisa membantu di sana lebih lama.


Jing Yiran mengangguk mengerti, dia lalu melepaskan pita birunya yang melilit tangannya. Jing Yiran kemudian mengikat kaki dan tangan Lau Luo agar tidak memberontak saat proses penjahitan lukanya di mulai.


"Aku menyembuhkan mu dengan sangat kesusahan, setelah sembuh, karena aku lebih tua ku pastikan kau memanggilku kakak, kau harus memanggilku Dage!"

__ADS_1


__ADS_2