
Chuxi melihat senang waktu pemilik Tong membawa nampan pesanannya, sup iga kambing itu langsung memberi aroma gurih, dia menahan liurnya yang ingin keluar menetes. Chuxi meletakkan semangkuk sup iga kambing terlebih dahulu di depan Lau Luo, agar dia mencobanya.
"Makanan ini sangat nikmat, bisa meningkatkan kadar bahagia.. kuahnya gurih dan sedikit asin tapi benar-benar sangat lezat." kata Chuxi sedikit ngelantur dan tersenyum.
Dia menatap Lau Luo penasaran, waktu Lau Luo mengambil sup iga kambing sesuap di bibirnya, Chuxi memandang tanpa berkedip. "Hei, tiup dulu itu masih panas! kau ingin membuat mulutmu membengkak karena melepuh?!"
Setelah Lau Luo mencicipi sesuap.
"Bagaimana? hemm? Pasti enak kan?" kata Chuxi.
"...."
Chuxi sedikit mematung karena Lau Luo masih diam, Ah! mungkin ini yang di namakan selera orang berbeda karena lidah mereka juga berbeda!
"Menurut mu.. tidak enak ya?"
"Ini.." Lau Luo meletakkan sup iga kambing kembali ke meja, dia tidak ingin menghabiskan supnya dalam sekali teguk.
Setelah beberapa saat. "Sangat enak, seperti masakan Ah Jiu-ge."
Chuxi sedikit tertegun, dia kira sup iga kambing tidak mirip dengan masakan Shu Zi Jiu sama sekali yang lebih banyak membuat sup sayuran, meskipun ada daging buruan, Shu Zi Jiu akan menambahkan lobak yang paling banyak ke dalam supnya dari pada daging!
Chuxi, "...."
Melihat Lau Luo yang memakan lahap, Chuxi mengambangkan senyumannya. "Jangan di makan sedikit-sedikit. jika habis, aku akan memesankannya lagi."
Lau Luo mengangguk lalu menghabiskan sup iga kambing dengan sekali teguk, setelah beberapa saat dia sudah menumpuk beberapa mangkuk kosong di meja dan memulai meminta lagi untuk ketiga kalinya.
Suara asing menghampiri meja Chuxi dan Lau Luo. "Bolehkah aku bergabung dengan kalian?"
Lau Luo tidak menghiraukan dan masih sibuk dengan sup iga kambing, sedangkan Chuxi melihat ke arah sumber suara. Matanya melihat seorang gadis yang lumayan cantik, dan terlihat anggun.
Menurut Chuxi penampilan gadis itu sedikit memikat meski kalah jauh dengan dirinya. Dia berkata sinis, "Bukankah kau melihat kursi kami penuh? Apa matamu buta, kau melihat dengan mata kaki ya?"
Tidak ada yang buta di sini, masih ada dua kursi kosong di sebelah Chuxi dan Lau Luo.
__ADS_1
Gadis itu sedikit merasa tidak enak setelah di usir Chuxi terus terang. "Ah, ma-maafkan aku, namaku Can Sua. Jika tidak di perbolehkan aku akan mencari meja lain. Aku ingin mengetahui makanan yang kalian makan, i-itu sepertinya terlihat sangat enak."
Can Sua tidak ingin mengusik lebih jauh, dia kemudian duduk di meja tidak jauh dari mereka.
Chuxi mendesah pelan acuh, dia melirik Can Sua yang mengambil meja lain dengan penampilan Can Sua yang terlalu mencolok dan menarik banyak perhatian.
Karena kapak berukuran satu meter, besinya terlihat begitu berat dan tajam. Tinggi kapak itu menutupi tinggi tubuh Can Sua, meskipun besar dan berat gadis itu terlihat tidak kesulitan waktu membawa kapak itu di punggungnya.
Itu menarik perhatian, karena gadis itu selalu membawa kapak di punggung dan tidak menaruh di tempat saat makan.
Can Sua adalah anak dari ayah pekerja logam, dan tugasnya sendiri adalah mengantarkan pesanan orang-orang yang memesan senjata dari ayahnya. Saat dia sedang mencari alamat orang yang memesan kapak, tenaganya sedikit lebih lemas seperti terserap dan dia segera mencari restoran makan untuk mengembalikan tenaganya lagi.
Saat melihat di sekitarnya Can Sua seketika terkejut mengetahui mata beberapa pria menatapnya intens, mereka langsung mendatangi meja Can Sua.
"Wajahnya lumayan untuk kita jual sebagai budak."
Can Sua terkejut dan dia mengambil nafas dalam-dalam sebelum berbalik sedikit untuk melihat pria berumur tiga puluhan tahun, Can Sua berusaha menyembunyikan panik dan gelisah di matanya.
Dia kemudian berkata setenang mungkin seperti salah di pendengarannya. "Para paman, restoran ini masih ramai sekali bisakah anda sekalian tidak membuat kegaduhan?"
Pria berumur tiga puluhan tahun itu lalu melihat sekitarnya, beberapa orang di restoran sudah menatapnya. "Kau ada benarnya bocah."
Can Sua terlihat cukup tenang, padahal di tubuhnya dia mencoba menyembunyikan gemetar. Dia masih bisa aman dengan keramaian restoran, tapi begitu dia melewati gang sepi di jalur tujuannya, beberapa pria tadi pasti akan langsung menculiknya.
Dia bisa menunggu di restoran ini sampai pria berumur tiga puluhan tahun itu melupakan niatnya, tapi pelanggan Can Sua kali ini tidak menerima keterlambatan untuk pesanan kapaknya. Apa yang harus dia lakukan, dia kembali berpikir optimis, menerima marah dari pelanggannya lebih baik dari pada harus terjual sebagai budak.
Untuk itu, Can Sua harus menunggu di restoran sampai pria tua yang mengincarnya pergi.
Lau Luo masih saja memakan sup iga kambing, padahal mangkuk kosong sudah banyak menjuntai di depannya.
Chuxi melihatnya sedikit menelan ludah, karena bagaimana caranya membayar semua tagihan nantinya. Dia mengaruk bagian belakang lehernya yang berkeringat dingin untuk mencoba mencari cara.
Chuxi mengigit jarinya menggunakan giginya. Lari? Ataukah berhutang? Mereka bisa langsung lari, tapi nantinya pemilik Tong tidak akan menjual lagi sup iga kambing pada mereka lagi.
"Luo didi.. kau ingat pelajaran ku pertama?"
__ADS_1
Lau Luo menjawab dengan mulut yang penuh. "Ingat."
Di desa kumuh Chuxi mengajari hal mendasar pada Shu Zi Jiu, Yuan Yi dan Lau Luo cara membaca dan menulis, mengenakan pakaian bersih, mandi tiga kali sehari serta cara berburu binatang untuk makan.
Tapi dia lupa mengajari mereka tentang pengenalan mata uang..
Saat memikirkannya, tiba-tiba semua giginya ngilu.
"...." Chuxi tersenyum sakit.
"Tapi aku tidak memiliki uang, jika kita makan di sini kita harus membayar mereka."
Lau Luo mengeluarkan kantong hitam dari pakaiannya dan memberikan pada Chuxi, kemudian dia menunjuk salah satu pelanggan yang terlihat gusar karena tidak bisa membayar.
"Aku meminjam darinya, coba lihat apa di dalamnya ada uang." kata Lau Luo.
Chuxi membuka kantong hitam itu yang ada beberapa keping uang, tapi jumlahnya masih kurang untuk membayar pesanan mereka. "Aku tidak ingat pernah mengajarimu untuk mencuri."
Lau Luo berkata dengan tersenyum, "Tapi aku ingat kau bilang untuk mengambil semua hal yang bisa di manfaatkan."
Chuxi melihat orang yang uangnya di ambil Lau Luo. "Jadi, ini kesalahan ku karena mengajarimu demikian?"
Lau Luo mengangguk.
Pria yang uangnya di curi Lau Luo terlihat sangat menjaga kantong hitamnya dengan hati-hati saat bertubrukan dengan Lau Luo di pintu masuk, membuat celah untuk dia bisa mengambilnya.
"Bagus." kata Chuxi.
"Lain kali ambil lebih banyak, karena ini masih kurang."
"Itu mudah."
Chuxi mulai memutar otaknya, uang itu masih kurang untuk membayar. Chuxi mencari seseorang yang bisa di manfaatkan, dia lalu memanggil nama gadis yang tadi berbicara dengannya. Meja itu agak jauh, Chuxi meninggikan suaranya agar bisa di dengar.
Dia mulai tersenyum memasang ekspresi akrab di wajahnya. "Hei yang di sana! Can Sua! Kamu temanku kan?"
__ADS_1
Can Sua terkejut dan melihat ke arah Chuxi. Dia bisa melihat Chuxi tersenyum merkah ke arahnya dan berkata manis.
"Bukankah kita teman? Jadi kemarilah! Kita makan sup iga kambing yang sangat lezat ini bersama-sama bagaimana?!"