KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Ujian memasuki sekte VI


__ADS_3

Chuxi melihat Cao Tao yang sama sekali tidak bisa mendukung dengan tingkat kegagalan lebih tinggi, dia sendiri lalu membantunya mengeluarkan racun dari tubuh Cao Tao dengan mengalirkan energi spiritual ke punggungnya. Pekerjaan itu sangat sulit, Chuxi harus berkonsentrasi selama dua hari penuh sebelum Cao Tao menjadi abu di sebabkan oleh Racun Panas karena tidak bisa di netralisir.


Selama dua hari penuh itu, Chuxi sekarang merajut alisnya yang sudah penuh dengan keringat, dia mengulurkan tangannya perlahan secara bersamaan juga muncul energi berwarna murni yang membantu mengeluarkan racun di tubuh Cao Tao tiga kali lebih besar.


Cao Tao yang masih setengah sadar, sebelum dia benar-benar pingsan. Dia melihat ke arah wajah Chuxi yang melakukan pengobatan padanya dengan terpaksa, entah dia harus bersyukur apa tidak karena jika ada orang sekarat di depan Chuxi, pasti gadis itu tidak akan peduli.


Chuxi menyelamatkan Cao Tao hanya untuk citra masakannya saja.


"Aku hanya bisa membantu mu mengeluarkan Racun Panas, kau berhasil atau tidak itu tergantung pada hidupmu sendiri!"


Jika keinginan hidup Cao Tao sangat tinggi, dia tidak akan berakhir menjadi abu. Mengerti apa yang di katakan Chuxi, Cao Tao mulai menyalurkan qi ke organnya sendiri dari Racun Panas.


Saat dua hari sudah berlalu, Cao Tao masih memejamkan matanya di Mata Air Dingin. Karena dua hari harus mengeluarkan energi spiritual tanpa henti, Chuxi merasa kelaparan. Chuxi kembali menangkap ikan di Mata Air Dingin dan membakarnya, seolah lupa Demonic Beast ikan beracun dia juga menangkapnya dari sana.


Chuxi mengigit dua ikan matang dan mengamati ke arah sumber Mata Air Dingin.


Jadi ini tempat yang pernah di rumorkan tentang dingin dan panas dalam keseimbangan? Chuxi menganggukkan kepalanya, seberapa beruntungnya dia bisa menyerap Racun Panas melalui selera makannya yang menjijikan dan aneh


Mata Air Dingin adalah tempat yang di cari-cari di seluruh Jianghu dunia persilatan untuk menjalankan pelatihan. Meski Demonic Beast sering hidup di Mata Air Dingin yang berbahaya, seseorang yang berhasil menjalani pelatihan di sini pasti tubuhnya akan kebal dengan jenis racun, setara tingkat Racun Panas atau yang lebih rendah.


Chuxi mengelus perutnya yang sudah membuncit, dia bersendawa nikmat. "Ah, ikan bakar segar adalah yang terbaik."


Saat Cao Tao kembali sadar, dia berdiri kesusahan dan menghampiri Chuxi. "Nona Wan'er.. anda masih berani memakan ikan di sini?"


Cao Tao tersenyum kecut, lagi-lagi Chuxi menawarinya untuk memakan ikan panggang dari Mata Air Dingin. Sepertinya Cao Tao akan mengalami syok ikan untuk beberapa waktu ke depan...


"Haha.. nona Wan'e, kali ini aku akan menangkap kepiting dan membakarnya sendiri."

__ADS_1


Hampir tiga jam Cao Tao mendapatkan tiga kepiting biasa, bukan jenis Spirit Beast dengan daging raksasa atau Demonic Beast menyeramkan yang di tangkap Chuxi, tapi kepiting biasa? Itu hanya sebesar genggaman tangan, dan daging yang sedikit.


Chuxi tersenyum sinis. "Dengan tiga kepiting kecil itu tidak akan cukup sebagai sisa makanan di antara gigi-gigi ku."


Cao Tao, "...."


Suara ganas tiba-tiba terdengar, dan dia buru-buru menghabiskan tiga kepitingnya yang sudah matang. Cao Tao lalu melihat sekumpulan binatang liar dengan taring yang terbuka perlahan menghampiri mereka.


Binatang ganas itu mendekat, karena lagi-lagi di picu api yang di buat Chuxi sebagai bakaran. Cao Tao melirik Chuxi di depannya dengan nyala api yang besar, kemarin Chuxi membuatnya untuk membakar Demonic Beast dan cukup beruntung tidak ada binatang apapun yang mendekat, tapi sekarang? Sial! Cao Tao tidak dalam kondisi prima untuk bertarung dengan puluhan serigala liar!


Chuxi meringkas lengan pakaiannya. "Aku harus melawan puluhan serigala? Ayolah, aku akan melayani mu!"


Dia mengumpat keras, dan mengacungkan jari tengahnya ke atas.


"Fu*ck! Tahi kalian semua!! Sepertinya aku di kutuk abadi sekarang, karena abadi menyulitkan ku untuk bertemu dengan Luo-didi!


*


"Rasanya seperti.. seseorang sedang mengumpati ku." Seorang pria berambut perak itu mengusap hidungnya yang terasa gatal, dia bernama Immortal Shangya.


Kedatangannya ke Gua Iblis Tersembunyi karena dia merasakan sedikit kekuatan qi iblis di sana, Immortal Shangya mengikutinya. Kekuatan tipis yang tidak asing itu bukan berasal dari orang biasa, melainkan dari Mobei-jun yaitu kaisar iblis dua ribu tahun yang lalu, tapi bocah laki-laki berusia enam tahun dengan rambut hitam legam, memiliki qi iblis yang ada pada dirinya membuatnya harus terpaksa datang dan melihatnya sendiri.


Lau Luo yang kebetulan melihat penampilan langsung terkejut dan dia buru-buru mengeluarkan pedang dari tutupnya.


Immortal Shangya menatap dengan sedikit kekuatan dia membuat pedang Lau Luo menjadi lebih berat.


Dia melihat Lau Luo yang langsung tersungkur menyedihkan ke tanah, Immortal Shangya langsung akhirnya kembali lagi menarik tekanannya. "Aku sedikit berlebihan.."

__ADS_1


Dengan gelang baja di kaki dan tangan Lau Luo sudah menyulitkannya, harusnya tubuh manapun sudah hancur saat mereka mendapatkan aura tekanan dari Immortal Shangya yang sudah menjadi seorang abadi.


"Bocah, mau ku bantu berdiri?" Immortal Shangya menahan keterkejutannya melihat fisik tubuh Lau Luo yang tidak hancur sambil mengulurkan tangannya.


Lau Luo menepisnya dengan keras. "Aku bisa berdiri sendiri!"


Immortal Shangya mengambangkan senyuman melihat Lau Luo terlalu terkejut seperti yang dia duga. "Kau terlihat memusuhiku. Bocah, apa kau kira aku kakek-kakek karena rambutku putih yang terlihat sinting dan gila?"


Dan Immortal Shangya sedikit bercanda. "Ini putih alami bukan faktor usia.."


Lau Luo di sisi lain segera bertanya. "Apa yang kau coba inginkan?!"


Immortal Shangya segera mengerti saat melihat wajah kurang bersahabat dari Lau Luo, bocah laki-laki di depannya menganggapnya sebagai musuh ataupun bukan itu bukanlah kesalahan. Tepatnya enam tahun yang lalu, Immortal Shangya pernah menyaksikan petir yang mengelegar di atas rumah keluarga Luo dan menghancur bangunan itu menjadi berkeping-keping, dan dia juga dua tahun lalu pernah mendatangi Lau Luo sendiri.


Immortal Shangya segera merasa bersalah. "Bocah aku katakan ini karena aku peduli padamu.."


"Di dalam dirimu ada semacam qi yang bukan murni, kultivator taois atau kultivator yang menempuh jalan kebenaran akan menganggapnya sebagai qi sesat, dan qi itu bisa di sebut sebagai qi iblis. Kekuatan itu juga di pandang sebagai kesalahan di dunia beladiri, dan suatu hari nanti jika kamu memilih untuk melatih kekuatan itu kau akan menjadi orang yang di harapkan kematiannya oleh banyak orang."


"Karena kekuatan itu juga, suatu saat orang-orang akan menjauhi mu, membenci mu, mengejar-ngejarmu untuk di bunuh dan membuat segala macam penderitaan padamu yang tidak berujung.."


"Apa kau siap dengan tanggungan memiliki qi iblis itu?"


"Aku tidak tahu.." Lau Luo segera merajut keningnya. "Tapi, apakah aku bisa menjadi kuat?"


Selama ini dia merasa sangat lemah, karena dia masih sangat lemah Lau Luo seakan tidak memiliki kekuatan untuk bisa melindungi siapapun, bahkan dia tidak memiliki kekuatan besar untuk bisa melindungi Shu Zi Jiu.


Dia mengepalkan tangannya sampai kukunya menembus daging tangannya sendiri. "Jika dengan qi iblis bisa membuat aku bisa menjadi kuat serta bisa melindungi orang yang paling kuinginkan.. menderita sedikit itu tidak ada apa-apanya."

__ADS_1


Asalkan Lau Luo bisa melindungi Shu Zi Jiu dan membalaskan semua kebaikan yang pernah di berikan untuknya.


Immortal Shangya, tersenyum kecil. "Bocah, qi iblis bukan barang seperti yang kau pikirkan.."


__ADS_2