KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Shu Zi Jiu adalah orang yang telah merawatnya


__ADS_3

Dia sudah bersiap-siap berekspresi kecut, pasti akan mendapatkan sesuatu mengusikkan dan membuatnya jengkel. "Ya kita perlu mengeringkannya lebih dulu."


Benar juga memakai pakaian basah dan lembab di cuaca seperti ini, bisa membuat siapapun masuk angin.


Lau Luo melonjak. "Bantu aku menyuci rambut ku juga."


Mo Yiyang menjemur pakaian Lau Luo di ranting pohon terdekat, dia lalu kembali duduk di bibir sungai. Dia membasahi rambut hitam Lau Luo yang tidak panjang namun juga tidak terlalu pendek, dia kemudian menggosokkan daun wewangian yang dia temukan.


Membantunya keramas, rasanya seperti mencuci ujug rambut ekor kuda. Sambil menahan mengeluh, dia melakukannya sangat handal, bahkan sampai memijat kulit kepala Lau Luo yang memberikan perasaan rileks dan juga nyaman.


Dia merasa sangat bangga saat ini. "Bagaimana?"


"Bagus, bagus, sangat nyaman dan bertalenta menjadi tukang pijat."


Mo Yiyang, "...."


Merasakan pijatan kepala yang menghilangkan lelahnya Lau Luo tanpa sadar mulai tertidur, karena aroma daun yang di gunakan untuk membersihkan rambutnya terasa segar membuatnya mengantuk.


Mo Yiyang hanya bisa tersenyum hangat melihat Lau Luo tertidur jika seperti ini memang benar-benar terlihat seperti anak kecil yang normal, jika dia tidak tahu dan tidak menyaksikan sendiri orang ini di masa depan bertalenta menjadi seorang kultivator iblis.


Dia tidak terlalu dekat dengan adik laki-lakinya di dalam kekaisaran, tapi dia bisa begitu mudah dekat dengan bocah yang telah menyelamatkan nyawanya dua kali ini.


Jika Mo Yiyang tidak bertemu dengan Lau Luo, pasti dia sudah menjadi santapan binatang buas karena kakinya terluka dan dalam keadaan pingsan, memikirkan dia mati di usia muda, tiba-tiba semua sumsum tulangnya bergidik ngeri.


Mo Yiyang menghela nafasnya mengetahui Lau Luo tidak terbangun. Ah tidak! bukan waktunya menghela nafas, dia harus cepat menyelesaikan pekerjaannya sekarang.


Lau Luo sudah berendam di genangan air dua kali. Jadi dia tidak ingin membuat bocah itu masuk angin karena berendam terlalu lama di sungai.


Tentu saja dia membersihkan kotoran di tubuh Lau Luo dengan cepat, dan menghindari area burung Phoenix itu sebelum Lau Luo terbangun.


Dia menyeka air yang menggenang di pelipisnya, dan mengangkat orang itu ke atas serta menyelimuti bocah itu dengan pakaiannya yang sudah kering.


Kemudian kembali ke dirinya sendiri, Mo Yiyang mendengus jijik dengan bau busuk di tubuhnya sendiri, sekarang dia yang harus membersihkan diri dan dia perlu mandi sekarang.

__ADS_1


Keringat dekilnya, sudah mirip dengan aroma busuk pemukiman primitif!


*


Hal yang membuat Lau Luo terbangun pertama kali adalah aroma harum yang asing dengan penciumannya, dia mengenduskan hidungnya seperti seekor anjing yang mengendus tulang. Dia terbangun dan membuka matanya mengikuti aroma wangi yang menyebar.


Aroma itu semakin kuat dan tajam, sampai Lau Luo menemukan sumbernya yaitu dari bocah laki-laki yang terlihat cantik yang baru dia kenal.


Tapi meskipun begitu, orang yang pertama kali sempurna di matanya dan tanpa celah masih Shu Zi Jiu.


Karena Shu Zi Jiu adalah segalanya, orang yang memperlakukannya tinggi meskipun dia orang yang rendahan dan satu-satunya orang yang tersenyum lembut dan selalu melihatnya dengan mata hangat.


Mo Yiyang berbalik dan melihat Lau Luo yang bersih, yang langsung membuatnya terkejut.


Mo Yiyang begitu terkejut melihat perubahan Lau Luo yang sangat besar. Awalnya Lau Luo orang yang kurus dan jelek, tapi sekarang menjadi seorang bocah laki-laki yang sangat tampan dan juga penampilannya sebenarnya mengagumkan. Dia tadi tidak melihatnya dan tidak menyadarinya dengan jelas karena dia berusaha menjaga matanya dari burung phoenix, jadi ketika dia bisa benar-benar memperhatikannya.


Dia sangat terkejut.


Mengetahui Mo Yiyang memperhatikannya, Lau Luo bertanya. "Apa yang kau lakukan?"


"Aku sedang memberikan kaki dan tangan ku." Luka di punggung Mo Yiyang belum sepenuhnya sembuh, jadi dia tidak bisa mandi menyeluruh agar lukanya tetap kering. Karena itu, Mo Yiyang hanya sekedar mencuci tangan dan kakinya seperlunya saja.


Lau Luo berdehem ringan, tapi penciumannya yang tajam semakin merasakan aroma wewangian yang menurutnya asing, dia mengendus.


Melihatnya begitu, Mo Yiyang mengendus pakaiannya sendiri, tapi dia tidak menemukan keanehan yang di maksud Lau Luo, dia hanya bisa merasakan pakaiannya pengap karena belum pernah dia cuci.


"Apa?" tanya Mo Yiyang memastikan.


Lau Luo mengangguk. "Wangi, seperti wangi-wangian obat-obatan."


Mo Yiyang kembali mengendus pakaiannya, meskipun samar dia akhirnya bisa mencium aroma yang di maksud Lau Luo.


"Ah, maksud mu salep teratai?"

__ADS_1


Lau Luo merajut alisnya penasaran. "Ya, apa itu?"


Mo Yiyang tersenyum kecil membuatnya ingin mengacak rambut hitam Lau Luo yang sekarang sudah rapi.


"Kau tidak pernah melihatnya? Ini salep obat-obatan yang berguna untuk mengusir kedinginan, sejenis ramuan herbal yang terbuat dari bunga teratai dan bunga itu biasanya tumbuh di atas air."


Melihat Lau Luo yang menekuk wajahnya, Mo Yiyang memukul pundak kecil Lau Luo pelan untuk menghiburnya. "Apa kau kedinginan setelah mandi? Tapi maafkan, semua salepnya sudah habis hehe.."


Mungkin saja di desa ini sulit untuk menemukan bunga teratai atau salep sejenis ini, karena di sungai yang jernih ini saja tidak ada satupun bunga teratai yang berkembang jadi sulit untuk meracik salep yang di gunakan untuk penghangat dari musim dingin.


"Sudah habis, apa mendapatkannya sangat susah?"


Mo Yiyang mengangguk. "Kalau di sini bisa jadi sangat susah mendapatkannya, tapi di dalam kekaisaran ramuan dan salep sejenis ini tergolong pasaran dan mudah di dapatkan."


Lau Luo terdiam sejenak saat mengingat gejala hipotermia ketakutan Shu Zi Jiu pada hawa dingin, jika dia bisa masuk ke dalam kekaisaran maka dia bisa mendapatkan sejenis ramuan serupa, dia tidak tahan begitu mengingat ekspresi wajah Shu Zi Jiu yang mengigil karena pertahanan tubuh orang dengan senyuman lembut itu sangat rendah pada hawa dingin untuk sedikit saja.


Bahkan di cuaca hujan, tubuh lemah Shu Zi Jiu akan lebih dingin dari besi dan kulitnya yang pucat hampir seperti balok es, rambut dan bulu mata Shu Zi Jiu juga akan tiba-tiba membeku membuatnya menderita dan mengigil dalam kedinginan jika hipotermianya akut.


Lau Luo tidak tahan.


Dia tidak tahan jika orang yang menurutnya adalah segalanya harus menderita.


Shu Zi Jiu adalah orang yang telah merawatnya, memungutnya dari puing-puing saat dia masih bayi dan orang yang menyelamatkannya dan yang dengan mata kehangatan membuat kesempatan untuknya hidup.


Jika dia hidup, dia hanya punya alasan untuk membalaskan satu kebaikan yang di berikan Shu Zi Jiu dengan sepuluh kebaikan.


"Ayo kita kembali."


Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan ranting pohon yang memiliki tanda patahan dari Yiyang. Dan setelah berjalan sebentar saja, mereka bisa melihat gubuk jerami reyot yang hampir rubuh di depan mata mereka berdua.


Di depan gubuk itu juga ada seorang gadis kecil dengan pipi tembam saat melihat keduanya, gadis itu langsung menjatuhkan keranjang jerami yang berisikan sayur itu ke tanah. Dia menutup mulutnya yang terbuka lebar, berteriak senang untuk dua laki-laki yang tengah cemas di dalam gubuk.


"Jiu ge! Yi ge! Lihatlah siapa yang datang!" Chuxi berteriak. "Ini Luo-didi sudah kembali!"

__ADS_1


__ADS_2