KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Pertandingan menentukan puncak III


__ADS_3

Setelah senjata spiritual miliknya runtuh ketika bertabrakan tubuh berlian milik Lau Luo tadi, pria berotot itu kembali lagi beradu beberapa serangan dan pukulan, saat mereka mencapai sepuluh pertukaran serangan berturut-turut nafasnya hampir habis sedangkan lawan yang lebih pendek darinya terlihat masih stabil, bahkan lawannya seolah-olah tidak kehilangan tenaga sedikitpun.


Dia kembali berteriak. "Apa kau benar-benar hanya di ranah forqing qi tingkat satu?!"


Lawan yang berdiri di depannya, masih bersikap sangat tenang, matanya menyimpit acuh seperti ingin mengakhiri pertandingan dalam sekali serangan berikutnya sedangkan pakaiannya yang berwarna putih polos itu tidak tahan untuk sedikit berkibar. Lau Luo terlihat seolah tersenyum tetapi juga seakan sebuah senyuman yang sangat dingin, dengan ilmu qigong yang ringan dia sudah berdiri di belakang pria berotot itu dengan satu tangannya bersiap untuk menyerang. Ketika dia berniat untuk menyerang, pria berotot itu langsung menggeram karena mengetahui lawannya lebih unggul, dia tidak bisa kehilangan muka untuk berakhir menyedihkan apalagi ketika ada banyak sekali orang yang menonton.


"Saudara! Karena kehancuran senjata spiritual ku, tidak ada baiknya kita terus melanjutkan pertarungan ini!" Pria berotot itu menagkupkan satu tangannya dan membungkuk kecil memberi hormat untuk memberi akhir pertandingan yang damai. Menyerah, tidak lebih buruk dari pada harus kalah dari bocah yang lebih pendek darinya.


Lau Luo menyibak pakaian di lengannya yang berwarna putih, nadannya menyenangkan telinga dan dia melakukan jenis penghormatan yang sama. "Terimakasih untuk kemurahan hati saudara untuk undur diri."


Di kursi para pemilik puncak, Bu Qi Qi selalu menerima murid di ranah forqing paling rendah karena Puncak Xia Hua miliknya adalah puncak terbawah. Dia juga sudah bersiap menerima murid dengan bakat sampah untuk memasuki Xia Hua, Bu Qi Qi mengeryitkan kening kesal saat dia tahu ada salah satu murid dengan forging qi tingkat satu yang lulus ujian dan diaberpikir kali ini juga akan menerima sampah yang lain, namun ada hal yang menarik perhatian Bu Qi Qi saat ini yaitu ketika pertandingan kulit bocah itu menghancurkan senjata spiritual tingkat tiga.


Saat melihat kemampuan Lau Luo, Bu Qi Qi tidak bisa melepaskan kemampuan unik itu untuk memasuki Puncak Xia Hua di bawah bimbingannya, meskipun tingkat praktisnya masih terlalu rendah, dia harus mendapatkannya agar memasuki puncak Xia Hua.


Meskipun masih terlalu rendah, tapi bocah itu seperti giok yang belum di tempa kemurniannya.


Jika Bu Qi Qi mengurus murid itu dengan tulus, dia akan menjadi kebanggaan Puncak Xia Hua agar namanya terdengar di antara pemilik puncak.


Bu Qi Qi lalu melirik Shao Yi Chen yang bersikap acuh tapi matanya memperhatikan murid yang juga dia incar. "Dewa puncak Shao, aku kira kualifikasi rendah bocah itu tidak layak untuk memasuki Puncak Yilin. Sebaiknya anda tidak perlu memperhatikan bibit cacat sepertinya, karena ujung-ujungnya dia akan memasuki Puncak Xia Hua milikku."


Shao Yi Chen terlihat biasa, dia berkata dengan perkataan yang seperti pisau di telinga Bu Qi Qi. "Pemilik puncak Bu, aku menginginkannya untuk di jadikan Shidi murid pertamaku. Saat Jing Yiran mengatakan ingin menjadikannya sebagai Shidi, aku sebagai Shifu harus memenuhi permintaan murid kesayangannya."

__ADS_1


Saat mendengarnya cangkir yang di genggam Bu Qi Qi bergetar dan dia memuntahkan isinya karena terkejut. Bahkan lebih terkejut lagi yang membuat Bu Qi Qi kehilangan perkataannya karena tidak bisa percaya adalah murid pelantaran inti yang selalu bersikap acuh tak acuh kini meminta Shao Yi Chen secara langsung untuk mengambil seorang adik beladiri junior?!


"Dewa puncak Shao, jangan gegabah! Hanya dengan permintaan satu murid, anda tidak bisa membiarkan bakat rendah menghancurkan nama agung Puncak Yilin!"


Shao Yi Chen berkata pasti. "Siapa yang bilang dia bakat rendah? Dia seperti giok hitam di tumpukan besi-besi, aku akan melatihnya untuk meningkatkan kemampuannya dan kualifikasinya."


Shao Yi Chen memperhatikan Lau Luo yang berdiri di platform, ucapan Lau Luo terdengar sangat lihai dengan keramahan seperti seorang anak bangsawan yang berpendidikan. Di nilai dari pakaian putih Lau Luo, meskipun sederhana dan berwarna putih polos namun bahannya sangat mulia dan terlihat jauh lebih megah dari seragam terbaik yang bisa di sediakan oleh Puncak Yilin. Dia berpikir bagaimana cara Jing Yiran mengenal anak bangsawan seperti Lau Luo seseorang yang bisa terlihat mengagumkan. Saat memikirkannya, Shao Yi Chen langsung berpikir kusut dan rumit, bahkan wajahnya sudah terlihat mendung.


Bu Qi Qi berbatuk pelan kemudian menunjuk ke arah Cao Tao, berkata dengan hati-hati setelah menyadari wajah Shao Yi Chen lebih gelap dari biasanya. "Bagaimana dengan murid di sana? Aku dengar dia mampu menangani Racun Panas, praktisinya juga di atas rata-rata. Bukankah dia sudah memenuhi kualifikasi untuk masuk ke Puncak Yilin?"


Shao Yi Chen meliriknya kemudian berkata. "Saudara Bu, bukankah tahun-tahun kemarin Sekte Pedang Patah mendapatkan murid yang jauh lebih baik dari yang kau tunjuk? Dan aku sama sekali tidak menerima mereka selama bertahun-tahun sampai sekarang."


Jika Shao Yi Chen tidak cukup puas dengan bakat murid-muridnya, maka dia akan melemparkannya ke Puncak Erlang Xiao.


Puncak Erlang Xiao, adalah puncak ke-dua setelah Puncak Yilin. Tentu saja semua muridnya dengan bakat yang luar biasa, memiliki cukup murid hampir seratus. Jika di bandingkan dengan jumlah tiga murid dari Puncak Yilin, Puncak Erlang Xiao adalah tempat yang sangat luas untuk bisa menampung seribu murid namun bangunannya tidak lebih besar dari rumah bambu di Puncak Yilin.


Bu Qi Qi menelan serat, dengan statusnya sebagai pemilik puncak terendah, dia tidak bisa menarik murid yang sudah di incar oleh Shao Yi Chen dengan segala pertimbangan. Bu Qi Qi masih berkata saat melihat Su Wan'er di atas platform dengan lawan pemuda yang kuat, dan dari tingkat praktisinya mereka memiliki ranah yang sama.


"Dewa puncak Shao, bagaimana dengan dua kandidat terbaik di sana? Anda bisa mengambilnya untuk Puncak Yilin juga.."


Shao Yi Chen mengabaikannya, garis-garis dingin di wajahnya kemudian berfokus pada pertandingan selanjutnya. Bu Qi Qi tertawa samar melihat kesombongan Shao Yi Chen, sungguh kesombongan dan sikap acuh yang ingin dia patahkan!

__ADS_1


Di arena platform tidak jauh dari mereka, Chuxi melihat lawan di depannya adalah seorang laki-laki yang berusia sekitar tiga belas sampai empat belas tahun.


Dia berkata dengan acuh. "Apa kau ingin menyerah sekarang? Ketahuilah aku tidak akan memperlakukan mu dengan lembut."


Bu Qi Qi melihat ekspresi pemilik sekte dengan sangat penasaran, wajah Gu Hangjun sangat dingin dan juga gelap, ketika melihat Chuxi dia seperti melihat orang lain. Jadi Bu Qi Qi segera bertanya."Pemilik sekte, anda tidak ingin menyambut Su Wan'er dengan suka cita dan mendukungnya dari sini?"


Mata Gu Hangjun bersirat merah dengan kemarahan. "Setelah dia pergi dari sini, dia bukan lagi cucuku. Aku bertanya-tanya kenapa dia kembali ke sekte ku dan siapa yang mengijinkannya?"


Setelah berpisah bertahun-tahun dengan Su Wan'er, dia tidak menyangka hal pertama yang di ucapkan cucunya adalah untuk melewati mayatnya. Sebegitu bencinya Su Wan'er dengan pilihan yang dia ambil dengan para petinggi marga Deng.


Gu Hangjun menghela nafas. "Andaikan Wan'er tidak bersikap keras kepala seperti ibunya."


Ibu kandung Su Wan'er menikah dengan laki-laki yang di benci oleh Gu Hangjun, setelah menikah dan mempunyai Su Wan'er. Lelaki itu langsung pergi tanpa jejak, Gu Hangjun tidak bisa membiarkan nasib yang sama pada Su Wan'er seperti ibunya. Jadi dia sudah memilih Deng Lun dengan ketat yang tidak akan meninggalkan Su Wan'er seumur hidupnya.


Saat memikirkan ayah Su Wan'er adalah laki-laki yang b*ngsat, Gu Hangjun mengumpat keras. "F*ck!"


Bu Qi Qi yang kebetulan sedang mendengarnya sangat terkejut, dia berkata lembut pada Gu Hangjun yang suka mengumpat untuk menghancurkan citranya sendiri sebagai pemimpin sekte beladiri yang terkemuka.


Sekte Pedang Patah yang semua jalur beladiri dan kultivasinya akan menempuh jalan kebenaran, yaitu sekte taois terkemuka pertama yang ada di bawah naungan langit.


"Perhatikan kosa kata anda pemimpin sekte."

__ADS_1


__ADS_2