KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Pendidikan dasar


__ADS_3

Meskipun melihat polosan seseorang yang semua rambutnya belum tumbuh adalah hal yang biasa, tapi tetap saja melihatnya bisa memberikannya tekanan di musim gugur.


Wajah Mo Yiyang terlihat sedikit kelabu dan menekuk.


Lau Luo yang sedang berendam kemudian dia beralih ke sisi bibir sungai, dia melipatkan tangan untuk menyanggah kepalanya lalu mendongak ke arahnya. "Apa kau tidak pernah di ajarkan oleh gurumu, jika mandi pakai tangan bukan pakai kaki, kenapa tangan ku tidak boleh basah?"


Mo Yiyang mendengus ringan dan membuang wajahnya ke tempat lain. Orang dari permukiman primitif memang suka berkata seenaknya, tanpa berpendidikan.. kenapa dia merasa seolah di gurui di sini?


Dia berkata sinis. "Kau jangan bercanda seperti tidak tahu apapun, mandi adalah kebutuhan umum manusia, kau jangan bertanya pada ku cara melakukannya seperti tidak tahu cara melakukannya."


Jika tahu bahwa Lau Luo memang tidak tahu caranya mandi, karena seumur hidup tidak pernah mandi sekalipun, dia akan kembali pingsan dan muntah berdarah-darah dan rahangnya terbanting karena sangking terkejutnya.


Karena sepertinya, nenek moyangnya kera pernah mandi, kenapa orang yang hidup di tempat terbelakang di dunia kultivasi tidak pernah mandi?


Pasti kerak yang membandel yang menempel di kulit Lau Luo, semuanya adalah keringat yang menumpuk sampai-sampai baunya dan di lihat saja sudah mengerikan.


Mo Yiyang mendesah nafas panjang dan mengusap dadanya.


Karena penciumannya berubah setelah berlatih qi, Lau Luo seolah menertawai dirinya sendiri selama ribuan kali.Tawa Lau Luo lepas tidak tertahan sampai gelembung bening keluar di pucuk ekor matanya.


Dia mengusapnya dengan jari tangannya. "Kau benar mengejekku seperti kubangan keledai yang baunya mengagumkan."


Dan dia melompat ke permukaan, dan tentu saja di sambut Mo Yiyang dengan dorongan menjauh dan tangannya menutupi sebagian wajahnya sebelum matanya sempat melihat burung kecil milik Lau Luo dia sudah menutup erat matanya.


"Kenapa melompat dari air?"


"Aku sudah selesai."


Tatapan mata Mo Yiyang membuat nanar, menyusut saat dia melihat di antara celah jarinya sendiri dan benar orang udik itu sudah selesai mandi dan sekarang memakai pakaian.


"Kau sudah selesai?"


"Mn." Lau Luo berdehem ringan dan mengangguk.

__ADS_1


Mo Yiyang mencoba bertanya lagi, "Hanya itu?"


Raut wajah mulai merajut di alis Lau Luo, dia mengeryitkan keningnya. "Mn, emang apa lagi yang perlu di lakukan? Mandi ya mandi, dan aku sudah selesai."


Dia tidak mengerti, ini yang di sebut mandi oleh Lau Luo? Dasar orang primitif! Oh, ayolah! Itu hanya mencelupkan tubuhmu ke air tanpa menggosoknya dan menyabuninya, tentu saja tubuh Lau Luo masih hitam karena semua kotorannya belum tercongkel dan semuanya masih menjadi kerak keringat di kulit!


Dan lihat saja rambut yang tidak bersih itu membuatnya mendengus jijik. "Mandi lagi! Kau masih berantakan! Sama sekali tidak bersih! Ulangi lagi!"


Lau Luo berhenti sejenak, dia merasakan penciumannya semakin sensitif dan tajam setelah belajar qi, dia juga bisa mencium aroma di tubuhnya tidak sepenuhnya hilang. Tapi aroma yang lebih menusuk itu terletak di pakaiannya.


Uhuk! dia berbatuk sesak, karena pakaian berubah dengan aroma yang mengerikan yang padahal kemarin, dia tidak mencium bau sebusuk ini sebelumnya.


Karena sebenarnya tidak, aroma baju compang-camping itu sudah mengerikan sejak awal, hanya saja penciuman Lau Luo sekarang sudah menjadi penciuman manusia normal.


Yang menderita di sini adalah Mo Yiyang, dia harus terbiasa dengan bau busuk di pemukiman primitif yang jarang mandi!


Baiklah jika orang-orang itu sebenarnya bukan kanibalisme, melainkan sekumpulan orang dengan otak tumpul!


Dia segera mengerti apa yang di maksud Lau Luo. "Kemarikan pakaian mu, aku akan menyucikannya."


Burung Lau Luo..


Burung dari orang yang semua rambutnya belum tumbuh dan tentu saja itu..


Burung phoenix kecil yang tidak bisa terbang!


Apa dia bisa mempermasalahkannya? Karena penampilannya sekarang seorang pria, tentu saja dia harusnya biasa saja jika melihat berbagai jenis burung yang berbeda-beda sekalipun..


Burung terkecil seperti burung pipit di depan matanya sekarang.


Lau Luo kembali menceburkan dirinya ke air sungai, dia melihat bangga ke arah Mo Yiyang. Selain wajah itu baik dan bagus dalam penampilan, ternyata orang itu seorang penjahit baju yang rapi dan pencuci baju yang baik. "Ngomong-ngomong, saat melihatmu, aku seperti melihat kakak perempuan Chuxi, kau seperti gadis yang memiliki ketrampilan."


Mo Yiyang menjawabnya cepat. "Tidak! Aku seorang pria yang tampan, jangan lihat aku sebagai seorang gadis."

__ADS_1


"Xiaoyi, kau tidak mau berteman lama dengan ku? Apa kau sendiri ingin segera keluar dari sini dan kembali ke dalam kekaisaran?"


Mo Yiyang mendengus. "Tidak, di sini tidak ada yang bagus sama sekali."


Kemudian Lau Luo mengangkat pundaknya dan menurunkan acuh dan sedikit menekuk bibirnya dengan kesat. Dia mengkerutkan mulutnya. "Seperti yang di harapkan."


Lau Luo melihat ke arahnya dan waktu berjalan sangat membosankan, sampai-sampai semua waktu yang membosankan itu hanya di gunakan untuk Mo Yiyang mencuci bajunya yang compang-camping lebih dari tiga kali.


"....."


Memikirkan seberapa bencinya orang itu dengan hal kotor, membuat Lau Luo menenggelamkan kepala sampai ke rambutnya. Dia menahan nafasnya sampai nafasnya terputus menciptakan gelombang suara kecil di dalam air.


Dia buru-buru naik ke permukaan dan mengibaskan rambut hitam legamnya, sampai tetesan airnya mengenai Mo Yiyang yang sibuk menyucikannya baju.


Mo Yiyang berteriak. "Jangan main-main dan mandilah dengan benar!"


Melihat orang itu marah padanya, Lau Luo hanya diam panjang dengan bibir mengkerut ke depan. Entah kenapa orang di depannya semakin mirip dengan kengerian perempuan saat marah, benar-benar mirip!


Lau Luo mengambil cepat pakaiannya dan menyembunyikan di belakang. "Jangan mencuci pakaian berulang kali, membuang-buang waktu."


Meskipun tubuh kotor Lau Luo mengusiknya, Mo Yiyang tetap bersikukuh dengan perkataanya. "Cuci lagi!"


Lau Luo mendekat ke arah Mo Yiyang dan berkata dengan jelas. "Tidak perlu di cuci lagi!"


Karena Lau Luo berjalan semakin dekat, tentu saja burung yang seperti pipit kecil itu terlihat semakin jelas sampai sampai dia tidak tahu lagi harus memutar matanya ke arah mana untuk menghindari burung phoenix kecil yang tidak bisa terbang!


Dia hanya bisa memutar matanya ke arah lain, setidaknya ke manapun, meskipun dia terlihat seperti seratus persen pria tampan, tapi dia masih syok melihat bagian bawah milik pria yang sebenarnya sekarang juga tidak bisa di lihat.


Dia masih tujuh tahun, tapi dia juga belajar pendidikan dasar gender lawan jenis. "Baiklah pakai bajunya."


"Tidak mau."


"Tidak?"

__ADS_1


"Pakaiannya masih basah, kau ingin membunuh ku karena demam!"


"...." Dia lupa.


__ADS_2