KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Berlatih dengan Immortal Shangya IV


__ADS_3

Sekarang sudah lebih dari enam bulan Lau Luo berlatih tanding secara tangan kosong dengan Kera Beast. Kekuatan dan pengalaman tempurnya mengalami peningkatan, tubuh yang semula kurus seolah-olah seperti seujung kayu itu sekarang terlihat berisi dengan otot-otot yang tidak lazim untuk seorang yang hampir berusia tujuh tahun itu.


Jika di bandingkan awal pertarungan Lau Luo yang selalu terdesak dan terluka parah, dia sekarang mampu mengimbangi pertarungan seorang setara kultivator tingkat dou zhe tahap awal. Tapi tingkat ranah praktisinya masih tetap saja forqing qi tingkat satu dan yang anehnya sama sekali tidak mengalami kenaikan meskipun kekuatannya telah meningkat.


Alasannya dia tidak bisa melatih kultivasinya tanpa pembimbing, karena selama hidup Lau Luo berada di desa kumuh dengan pemahaman sedikit, dia tidak bisa melakukan penerobosan seorang diri, tidak bisa mengenali berbagai sumber daya atau kegunaannya untuk apa, tapi hal yang mendasari tingkat kultivasinya tersendat adalah qi iblis yang ada di dalam dirinya.


Dalam pelatihan bersama Immortal Shangya masih ada waktu setengah tahun untuk Lau Luo belajar tentang berbagai sumber daya dan sejenisnya serta beberapa trik beladiri.


Tapi kelihatannya Immortal Shangya tidak tertarik untuk mengajari Lau Luo di luar topik menyamarkan qi iblis, dan orang itu seakan terlihat tidak peduli jika Lau Luo masih di tingkat praktisi yang rendah.


Dan tidak mengalami kenaikan sedikitpun.


Meskipun demikian, dia juga tidak tahu alasan apa sampai Immortal Shangya repot-repot untuk mengajarinya menekan qi iblis.


Ketika selesai berlatih tanding seperti biasanya, Lau Luo segera mendatangi Immortal Shangya, pria remaja itu pasti berada di kamar tidur bagian sayap barat di mana jendelanya menghadap ke arah luar tempat pelatihan Lau Luo dengan Holy Beast yang masih tingkat rendah, jendela yang ada di ruangan itu juga berguna untuk mengawasi pelatihannya dari dalam selama dia berlatih.


Dia melihat Immortal Shangya yang tidak menggunakan pakaian putih bersulam sutra seperti biasanya. Hanya pakaian luar sejenis sederhana, namun kehadiran Immortal Shangya seakan hanya seorang pria remaja tampan yang bersandar karena lelah, dia bersandar pada dipan sambil berekspresi lembut.


Pakaian luar juga sedikit melonggar dan dia memiliki lekuk teratur yang tipis, dan saat itulah pertama kalinya Lau Luo melihat pakaian formal lain Immortal Shangya yang di ikat begitu rapi dan layak di lihat, seolah dia bukan lagi seorang abadi melainkan seorang penyair yang ada di kota besar.


Pada pandangan pertama, orang bisa tahu pria remaja itu terlahir sempurna, dan simpul sepi di wajahnya seperti seseorang yang di asingkan karena keabadian.


"Shifu, kau sepertinya melamun?" Setelah mengetuk pintu kamar Immortal Shangya, Lau Luo baru saja masuk.

__ADS_1


Immortal Shangya menghela nafas, tangannya melambai dan satu tangan kirinya menepuk tempat di sebelahnya untuk membiarkan Lau Luo mengambil tempat duduk di sebelahnya


"Aishhh, aku memikirkan betapa rumitnya nasibmu di masa depan.." Immortal Shangya berkata sambil memijat keningnya, dia juga mengambil obat lalu memutar wadah porselen yang di dalamnya hanya tinggal ramuan herbal yang masih sedikit.


Immortal Shangya langsung melengkungkan bibirnya dan tersenyum, dan dia mulai mengoleskan salep penyembuh pada tangan Lau Luo yang sekujur kulitnya sudah meninggalkan jejak memar kebiruan, sedikit berkopeng dan sedikit kulit-kulitnya yang mati juga terkelupas.


"Bocah, kau sekarang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Jika di bandingkan memar dan luka pertama kali, memar di tanganmu sekarang tidak berarti. Atau, aku akan kesulitan mencari lagi Liur Seribu Naga berusia tiga hari."


Immortal Shangya tertawa gentir begitu mengingat sewaktu dia menunggu para naga untuk meneteskan air liur mereka, dan itu sudah menghabiskan waktu selama satu bulan bagi Immortal Shangya untuk mendapatkannya.


Ketika ramuan itu habis, Immortal Shangya akan meminta Guo Qilin untuk meraciknya lagi. Selama enam bulan ini, Immortal Shangya sudah enam kali mencari bahan-bahan aneh yang di katakan oleh Guo Qilin untuk membuat salep penyembuhan.


Selama beberapa waktu terakhir ini Lau Luo melihat kebaikan Immortal Shangya, tapi itu tidak menghilangkan kecurigaan Lau Luo terhadap Immortal Shangya meskipun mengakuinya sebagai guru.


Immortal Shangya juga segera menjawabnya. "Aku akan mengajarimu semuanya saat sudah menguasai sebagian kecil memalsukan qi iblis milik mu, atau kau sudah menjadi sedikit lebih lumayan dari pada sekarang."


Lalu Immortal Shangya mengeluarkan pil berwarna kuning dan sedikit berwarna gelap dari cincin ruang penyimpanannya. "Ini adalah Pil Penempa Roh yang aku sempurnakan sendiri untuk memperkuat semua susunan tulang, dan jika senjata spiritual level tujuh memotong tanganmu itu akan sulit terputus."


Melihat gaya bertarung Lau Luo yang tidak mempedulikan apapun, Immortal Shangya sedikit merasa khawatir ketika bocah itu bertemu lawan yang sulit di hadapi, Lau Luo tanpa peduli akan meraih kemenangan dengan kaki atau tangan yang sudah buntung. Karena itulah Immortal Shangya membuat Pil Penempa Roh agar tulang Lau Luo terbentuk kembali menjadi lebih keras dan kuat.


Immortal Shangya menariknya dan melenyapkan kembali ke cincin ruang. "Aku akan memberikan padamu besok, sekarang temani aku mengisi perut terlebih dahulu, kita cari buruan, aku sudah lapar."


Saat mereka berada di hutan untuk berburu, sudah ada kepulan asap hitam yang mengepul, kayu bakar juga sudah hampir habis tapi satu yang masih kurang yaitu daging panggang.

__ADS_1


Lau Luo menghela nafas dan mematikan apinya, Immortal Shangya membuat api bakar terlebih dahulu sebelum mendapatkan buruan sedangkan saat ini sudah berlangsung hampir setengah jam.


Immortal Shangya datang sambil membawa beberapa kelinci di tangannya, dia mengatupkan mulutnya terbata dan terkejut saat melihat pembakarannya hanya tersisa arang. "Bocah, aku sibuk mencari daging kelinci dan kau. mematikan apinya?"


Lau Luo tidak tahan untuk mengurui orang yang menjadi gurunya. "Dimana-mana orang akan mengolah daging dan mendapatkannya terlebih dahulu, sebelum membuat tungku api pembakaran karena itu akan menyala percuma."


Segera setelah itu Lau Luo segera hilang di telan semak-semak, begitu dia kembali tidak sampai sepuluh menit, rusa segar sudah menggantung di punggungnya. Dia lalu memotong bagian daging rusa menggunakan tebasan angin, menusuknya menggunakan kayu panjang, dan mengolah sedikit bahan di sekitarnya kemudian memanggangnya.


Immortal Shangya lalu melepaskan kelinci dari tangkapannya, dia mendapat dua ekor kecil hampir setengah jam sedangkan Lau Luo mendapatkan satu tangkapan besar tidak sampai sepuluh menit.


"Kau pandai sekali berburu ya?" Seorang Immortal sepertinya tiba-tiba ingin berdecak iri.


Lau Luo meliriknya kemudian berkata. "Shifu itu karena kau mencari kelinci di sekitar sungai yang tandus, maka lama untuk mendapatkannya. Kau seharusnya mencari di tanah dengan sejenis ilalang yang tumbuh lebat, bisanya mereka bersembunyi di sana atau sekedar untuk mencari makan."


Kelebihan Immortal Shangya adalah wajahnya yang tampan dan kekuatannya yang luar biasa, tapi semua isi di dalam otaknya hanyalah minus. Lau Luo langsung tertawa karena meskipun seseorang mengalami langkah keabadian sekalipun, mereka pasti ada juga kekurangannya.


Seperti Shu Zi Jiu, dia adalah pemikir taktik yang pintar tapi tubuhnya sangat lemah pada hawa dingin. Atau Yuan Yi, ketahanan tubuh yang kuat tapi isi otaknya juga minus. Sedangkan Jing Yiran dan juga Chuxi adalah bentuk orang spesial, mereka pintar dan juga memiliki bakat yang melimpah.


Immortal Shangya mengambil satu gigitan daging rusa yang sudah matang, bukan hanya aromanya yang sedap, tapi rasanya juga enak.


"Bocah kau hanya memanggangnya seperti yang aku lakukan, kenapa rasanya berbeda sekali?"


Dia menelannya. "Jelas ini lebih enak!"

__ADS_1


__ADS_2