KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Pedang Bintang Jatuh


__ADS_3

Setelah pertandingan di umumkan, keduanya masih berdiri di sana. Saling melihat satu sama lain, tapi tidak ada gerakan dari keduanya untuk membuat serangan terlebih dahulu. Mungkin karena suasana yang pas untuk mengungkit masa lalu, Zhan Chen adalah orang pertama yang membuka mulutnya untuk memotong keheningan di antara keduanya.


"Kamu bernama Lau Luo dari puncak Yilin bukan?"


Zhan Chen kemudian melanjutkan untuk berkata. "Apa kau mengetahui bagaimana belang gurumu? Pasti kau tidak mengetahuinya karena dewa puncak Shao itu telah menutupi sifat busuknya dengan sangat sempurna! Aku katakan padamu, bahwa dendam kami Sekte Awan Giok sangat besar padanya!"


Lau Luo masih mendengarkan pembicaraan Zhan Chen dan masih berteriak di depannya. "Sewaktu shifu ku, guruku terkena penyimpangan qi, dewa puncak Shao itu membawanya ke dalam gua! Siapa yang tahu apa yang bisa dia lakukan pada wanita di titik lemahnya dalam keadaan yang tidak sadar! Bagi Shifu-ku kemuliaan adalah yang paling tinggi daripada nyawanya! Tapi dia.."


Untuk menjaga nama Jie Yanling di hadapan kultivator di dunia persilatan, rumor memalukan itu hanya beredar di antara orang-orang Sekte Awan Giok, cerita itu menjadi salah satu dendam yang membuat Sekte Awan Giok memiliki Kebencian besar terutama untuk orang dari puncak Yilin.


Penyimpangan qi terjadi, jika energi yang beredar di dalam tubuh mengalami kekacauan. Biasanya di picu jika seseorang telah mengalami pertempuran besar yang membebani tubuh mereka. Penyimpangan qi bisa membahayakan nyawanya jika tidak ada seseorang yang mau menanganinya, banyak sekali kultivator yang meninggal di tengah-tengah terobosan mereka saat terjadi penyimpangan qi namun jika mampu melewatinya, kultivasi mereka akan meroket naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam sekejap.


Melihat Jie Yanling masih hidup dan duduk di kursi platform, menurut cerita dari Zhan Chen pasti penyimpangan qi pada Jie Yanling sudah di hilangkan Shao Yi Chen melalui teknik kultivasi ganda. Namun teknik kultivasi ganda biasanya di lakukan oleh para kultivator pasangan, mereka akan melakukan itu untuk menarik qi kacau dari pasangannya saat melalui hubungan intim.


Lau Luo berkata. "Karena gurumu bisa hidup berkat Shifu ku kenapa kau tidak datang ke Yilin dan membanting lutut mu untuk mengucapkan rasa terimakasih?"


Zhan Chen tertawa.


"Kemuliaan Shifu ku lebih tinggi dari pada nyawanya! Dia akan lebih memilih mati membanggakan sebagai seorang pendekar di jalan pendekar! Dari pada hidup setelah di p*erkosa oleh gurumu yang tidak tahu malu!"


Dia mulai menarik pedangnya dalam keadaan menghunus dan langsung melompat ke arah Lau Luo, kejadian itu sangat cepat sampai tidak kasat mata karena ilmu meringankan tubuh Zhan Chen sangat tinggi, gerakannya gesit dan kecepatannya seperti seekor elang predator yang setelah mengintai untuk waktu yang lama kini terbang menukik untuk melahap apapun yang ada di depannya.


"Rasa terimakasih? Bah! Dalam mimpimu!"

__ADS_1


Menerobos jarak sepanjang sepuluh meter, Zhan Chen menebas langsung ke arah Lau Luo menggunakan pedang sepanjang lima kaki, pedang yang lebih panjang satu kaki dari ukuran normal. Bilahnya terlihat hitam dan kuat, orang-orang akan tahu hanya dengan melihatnya pedang itu juga pasti lebih berat dan keras meski hanya di lihat dengan mata telanjang.


Pedang yang di murnikan secara berkala lebih dari seribu kali karena menggunakan unsur logam dari pecahan-pecahan meteor jatuh, hingga pedang itu terkenal sebagai Pedang Bintang Jatuh. Karena proses pembuatannya sangat sulit serta melibatkan besi langit, Pedang Bintang Jatuh menjadi salah satu jenis artefak senjata dengan kualitas yang paling tinggi.


Pedang yang membuat semua orang berdecak iri begitu melihatnya, salah satu orang yang agak pendek yang menggunakan pakaian hijau terang itu berteriak kagum.


"Itu dia! Pedang Bintang Jatuh milik Chen-shixiong! Artefak itu yang paling berkualitas tinggi!"


Mendapat ujung Pedang Bintang Jatuh yang di arahkan padanya, ekspresi Lau Luo agak berubah. Pedang Zhan Chen sangat kuat karena di tempa menggunakan meteor, jika pedangnya di gunakan untuk menahan serangan Zhan Chen secara langsung, pedangnya sendiri akan mudah rusak dalam tiga serangan pertama. Sambil berfikir bagaimana menangani kekuatan pedang Zhan Chen, Lau Luo memutar tubuhnya untuk menghindar.


Gerakannya tidak cepat ataupun lambat, dengan mulus menghindari serangan Zhan Chen namun juga terkesan biasa dan juga terlihat agak kurang berbakat karena gerakannya sangat sembrono.


Meskipun serangannya di hindari dengan setipis helaian rambut, wajah Zhan Chen sangat tenang tetapi dalam pikirannya dia tidak tahan untuk terkejut.


Melihat kemampuan Lau Luo untuk bisa menghindari serangannya, Zhan Chen merasa perlu sedikit lebih serius.


Sebelumnya dia memandang rendah kemampuan Lau Luo setelah mengetahui kekuatan lawan di pertarungan mereka saat di kapal apung lebih lemah darinya. Sekarang Zhan Chen menurunkan kemungkinan kemenangannya dari delapan puluh persen, menjadi hanya enam puluh persen untuk kemenangannya sendiri.


Zhan Chen memegang pedangnya secara horizontal di depannya, mulai mengarahkan kekuatannya pada Pedang Bintang Jatuh, kekuatan yang meluap kembali membuat bilah pedangnya bersinar dengan cahaya spiritual merah. Seolah-olah larva panas bergelombang besar mengamuk untuk menelan orang yang ada di depannya.


Jarak mereka sangat dekat sampai membuat Lau Luo tidak punya waktu untuk bereaksi menghindari serangannya, secara alami Lau Luo harus bergerak dengan ilmu meringankan tubuh miliknya. Menyalurkan energi ke pedangnya yang tanpa merek, akibatnya pedang keperakan itu lebih terang dan cahaya keperakan itu terpancar dari bilahnya.


Pedang kurus yang di rekomendasikan oleh Duan Yanyue waktu itu, tanpa keretakan kini bersilangan dengan pedang kokoh kemerahan milik Zhan Chen.

__ADS_1


Duar-


Panggung itu tiba-tiba di penuhi dengan suara gemuruh yang keras, kedua pedangnya saling bertabrakan sampai membuat debu-debu di sekitar keduanya melayang, untuk sesaat panggung itu sepenuhnya di tutupi oleh debu dan kedua orang itu menghilang di telannya.


Pada saat itu, semua penonton bisa melihat bayangan yang melayang di atas panggung. Jubah cyan berwarna putih polos, yang tingginya hampir mencapai dua kaki. Berdiri di sana sendirian, lengan pakaiannya yang panjang langsung bergerak-gerak oleh angin yang berhembus. Kepalanya sedikit condong ke bawah, dan matanya masih mengamati apa yang terjadi di atas panggung dengan mata yang berwarna hitam.


Orang dari Puncak Liu Hua berteriak terkejut. "Teknik Angin Meniup Awan! Itu hanyalah teknik paling dasar yang sederhana, aku tidak menyangka bahwa teknik yang paling membosankan untuk berlatih bisa sangat luar biasa seperti ini!"


Teknik Angin Meniup Awan adalah teknik paling dasar yang di ajarkan dari Sekte Pedang Patah, setelah melihat bagaimana Lau Luo mampu mengimbangi serangan Zhan Chen menggunakan teknik ini. Tiba-tiba semua murid ingin melatih teknik dasar apapun dengan sungguh-sungguh setelah mereka kembali ke sekte mereka nantinya.


Orang yang mendengarnya kemudian berkata. "Kamu benar, aku kira teknik Angin Meniup Awan adalah teknik paling lemah dan sia-sia!


"Melihat teknik Angin Meniup Awan di lakukan dengan benar, sebenarnya teknik itu menjadi teknik yang luar biasa! Sebenarnya dengan teknik ini, memungkinkan kaki kita menginjak angin yang telah di padatkan dengan gelombang energi sekitar, orang yang melihatnya seolah-olah merasa pengguna teknik bisa terbang di udara."


Orang yang mengatakannya adalah Bin He, dia di terima di puncak Wu Hua bersama Jun Shao, di bawah Tetua puncak Qing Su.


Bin He melihat ke arah panggung kemudian berdecak kagum, dia merasa bahwa prestasinya untuk lolos ujian penerimaan dari sekte sebagai salah satu yang teratas itu tidak ada apa-apanya sekarang. Kekuatan hanya bisa di nilai dari seberapa besar yang bisa di keluarkan, jika Bin He yang berada di posisi Lau Luo dia pasti ragu menggunakan teknik dasar Sekte Pedang Patah untuk melakukannya agar bisa menang.


Dia pasti akan berpikir untuk menggunakan berbagai macam teori praktis yang paling kuat, untuk mengimbangi kekuatan serangan Zhan Chen.


Tapi bukan teknik yang paling dasar.


Zhan Chen melihat ke atas dan berteriak pada Lau Luo. "Bocah sombong! Ingin menang dariku hanya dengan teknik paling lemah?! Apa otakmu miring?"

__ADS_1


__ADS_2