KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Zhan Chen


__ADS_3

Orang dari Sekte Awan Giok berkata arogan di depan Jun Shao dan dia memiliki tubuh yang lebih gemuk dari orang-orang seusianya. "Memang itulah kenyataannya! Kau mau apa?"


"Kau!" Jun Shao mengepalkan tangannya dan merekatkan giginya.


Sebelum tangan Jun Shao sempat memberi pelajaran pada orang Sekte Awan Giok itu. Orang dari Puncak Wu Hua itu buru-buru menghentikannya terlebih dahulu. "Jun-shixiong tidak perlu repot-repot mendengarkan celotehan keledai gendut itu, jangan membuang-buang napas untuk hal yang percuma!"


Wajah orang gemuk dari Sekte Awan Giok itu langsung berubah jelek dan dia berteriak marah. "Dasar sialan! Kau bilang aku gemuk?! Gemuk! Gemuk! Gemuk! Itu kata-kata yang aku benci sialan! Aku hanya sedikit berisi!"


Saat membuat kegaduhan seperti ini, tiba-tiba pedang panjang segera dia keluarkan untuk menghunus ke arah Jun Shao, namun saat orang itu melakukannya pedang itu langsung terhenti oleh pedang yang memiliki bilah ramping dalam kecepatan singkat sampai kedua pedang itu berdentang keras, sebelum berputar dan terlempar ke udara.


Klang!


Orang dari Sekte Awan Giok itu langsung membanting lututnya ke tanah saat melihat siapa yang menghentikan serangannya. "Tetua Zhan Fething!"


Zhan Fething sama sekali tidak meliriknya, dia acuh dan memasukkan kembali pedangnya sendiri sebelum dia kemudian berkata sopan kepada Jun Shao. "Aku mewakili Sekte Awan Giok untuk meminta maaf karena ketidakmampuan mendidik mereka dengan benar. Sungguh sangat di sesalkan jika seharusnya kedua belah pihak yang seharusnya akur untuk Kekaisaran Yin, tapi malah selalu di hancurkan oleh ketidak tahu aturan dari orang-orang ku."


Jun Shao sudah dua kali mendengar permintaan maaf dari Zhan Fething untuk kedua kali saat dia melihatnya. Yang pertama adalah saat Zhan Fething meminta maaf pada Jing Yiran karena ulah menghadang kapal apung mereka Zhan Chen saat waktu perjalanan. Jun Shao memang tidak menyukai orang-orang dari Sekte Awan Giok karena sikap arogansi mereka, tetapi untuk Zhan Fething dia memiliki pandangan yang lain padanya.


Selain berkata dengan memperhatikan kesopanan. Zhan Fething memiliki kepribadian yang hangat, yang membuat dia menjadi layak sebagai Tetua puncak termuda, bukan hanya di nilai dari kemampuan bertarungnya yang luar biasa melainkan sifatnya yang sesuai untuk memperlihatkan keramahan atau penaklukan itu selalu di lakukan pada waktu yang tepat.


Seperti sekarang, selain mudah tersenyum Zhan Fething tidak ragu untuk mewakili meminta maaf dari kesalahan orang lain meskipun posisinya lebih tinggi dari Jun Shao.

__ADS_1


Setelah memberikan salam yang pantas pada Zhan Fething, Jun Shao dan orang dari Puncak Wu Hua itu kemudian pergi mencari tempat lain.


Zhan Fething melayangkan matanya ke arah Jing Yiran sedetik kemudian dia tersenyum saat dia bisa melihat teman lama, lalu matanya beralih ke arah wanita yang duduk di platform tinggi kemudian dia menempati kursi yang kosong di sebelahnya. Wanita itu mengenakan jubah berwarna hijau halus yang berbeda dengan jubah para murid Sekte Awan Giok. Tampilannya sangat anggun, dan kedatangannya di platform yang mayoritas laki-laki sangat menarik perhatian, karena dia kultivator perempuan terkuat yang sudah mencapai tahap duo king!


Satu-satunya praktisi tertinggi dari Sekte Awan Giok Hijau!


Wanita itu melirik Zhan Fething di sebelahnya kemudian secara acuh melihat ke arah panggung yang sudah ada dua sosok yang berdiri di sana, bisa di lihat dari jubah hijau terang adalah Zhan Chen dan pakaian putih biasa pastilah lawannya yang bernama Lau Luo dari puncak Yilin yang berada di bawah bimbingan Shao Yi Chen


Zhan Fething memulai membuka obrolan. "Sayang sekali yang kamu cari tidak ada di sini Tetua Jie."


Jie Yanling memutar matanya dengan bosan. "Dia tidak di sini untuk menonton muridnya, itu bagus. Jika aku melihatnya di sini, yang berdiri di panggung bukan Zhan Chen dan murid dari dia. Melainkan aku yang akan di sana untuk mencabut tendonnya secara langsung."


Orang yang bisa menegurnya dalam jarak itu hanyalah Zhan Fething. "Tetua Jie, tarik kembali auramu. Kamu melemahkan orang-orang sekte mu sendiri di jarak seratus meter seperti ini."


Setelah Jie Yanling menarik kembali auranya, orang-orang dari Sekte Awan Giok di sekitar mereka yang sempat tertekan langsung melarikan diri di sekitaran Jie Yanling menjadikan tempat itu kosong melompong. Siapa yang tahu mood wanita itu bolak-balik mengeluarkan aura pembunuh sesukanya! Dia menariknya, mungkin sedetik berikutnya saat moodnya jelek Jie Yanling akan mengeluarkannya meskipun di sekitarnya adalah murid di sektenya sendiri!


Selain kehadiran tiba-tiba Jie Yanling yang menarik perhatian, sekarang dua orang yang berdiri di atas panggung sudah menarik perhatian banyak orang. Melihat Lau Luo sudah berdiri di atas panggung dengan Zhan Chen, Xian Zi berdiri di bawah panggung untuk memberi semangat.


"Luo-shidi! Kau jangan sampai kalah dengan dia, atau uang taruhan ku akan hilang! Kau harus memberi dia pukulan yang bagus!"


Entah sejak kapan Xian Zi sudah melepaskan pakaian gelamornya yang dia gunakan di Jurang Emas, menjadi jubah khas murid puncak Yilin yaitu pakaian biru langit dengan pola awan putih, saat mengenakannya tubuh proporsional Xian Zi akan terlihat jauh lebih berwibawa seperti yang seharusnya terlihat dari seorang murid Dewa puncak Shao, Shao Yi Chen.

__ADS_1


Deng Lun tahu betul jika Xian Zi tidak masalah dengan uang, tapi setelah tahu Xian Zi memasuki rumah perjudian dia sedikit terkejut. "Zi-shidi berapa umurmu sekarang sudah tahu caranya berjudi?"


Xian Zi mengipasi dirinya dengan santai. "Hahaha.. lagipula perjudian bukan seperti arak yang perlu mencapai usia tujuh belas tahun dulu untuk meminumnya. Kau hanya perlu memiliki uang atau tidak bisa melakukannya!"


Deng Lun berdehem sedikit kemudian bertanya. "Berapa banyak yang kau taruhkan?"


Xian Zi sambil berpikir sejenak. "Ah aku lupa! Aku sering sekali menghabiskan uang, mungkin sekitar seribu keping emas?"


Sebenarnya sekte mereka sama sekali tidak memiliki kapal apung dan hanya bisa menyewanya untuk acara besar seperti untuk menghadiri Konferensi Pedang Tunggal. Tapi dengan uang Xian Zi, setidaknya uang itu bisa di gunakan untuk membeli satu kapal apung kemudian sekte mereka bisa naik menjadi sekolah beladiri kelas dua dalam sekejap!


Begitu tahu Xian Zi menghabiskan uangnya ke Jurang Emas yang sepertinya akan sia-sia, Deng Lun tiba-tiba tertawa sakit.


Deng Lun, "...."


Mengetahui apa yang ada di pikiran Deng Lun, Xian Zi tersenyum menarik mulutnya ke atas untuk tertawa yakin. "Shixiong, apa kamu pikir itu akan sia-sia? Kamu tidak percaya dengan kemampuan adik junior terakhir kita untuk menang melawan Zhan Chen?! Aku percaya uangku akan kembali menjadi dua kali lipat! Bahkan jika uangku hilang percuma juga tidak apa-apa, tapi aku tidak mengharapkan Luo-shidi untuk kalah!"


Xian Zi lalu menarik sudut alisnya dan bertanya pada Jing Yiran. "Benarkan Yiran-shixiong?"


Jing Yiran berkata sambil menatap ke arah panggung. "Apa yang di katakannya memang benar, tapi bertarung melawan Zhan Chen mungkin akan jauh lebih sulit bagi Luo-shidi."


"Akan lebih baik dia kalah bagiku daripada harus mengalami luka yang serius nantinya."

__ADS_1


__ADS_2