KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Pedang Bi*ch


__ADS_3

Lau Luo ingin sekali menggaruk hidungnya ketika mendapat tatapan berat dari Can Zao karena mata orang itu memberinya beberapa atmosfer yang menekan dan kurang bersahabat.


Dia sedikit menelan ludah sebelum dia berkata. "Aku akan membayar perbaikan senjatanya, tapi aku tidak memiliki uang sekarang.. tapi aku akan membayar paman Zao begitu aku memilikinya."


Can Zao tidak suka dengan bocah laki-laki di depannya, bocah itu terlihat seperti pengemis yang miskin. Meskipun Lau Luo bisa mengalahkan bandit gunung dan memperlihatkan kemampuannya, dia tidak bisa merestui Can Sua pada bocah itu.


Setidaknya Can Sua harus mengenal pria kaya untuk menunjang kehidupan putri kecilnya saat dewasa.


Can Zao tidak menyembunyikan tatapan permusuhan pada Lau Luo.


"Bocah gembel seperti mu punya apa? Diamlah! Aku akan memperbaikinya secara cuma-cuma, anggap ini sebagai balasan karena kau telah menyelamatkan putriku!"


Can Zao masuk ke dalam toko bagian belakang untuk menempa pedang Lau Luo, dia berbalik dan berteriak. "Hmmp! jangan harap aku akan merestui mu dengan Can'er."


Lau Luo, "...."


Sepertinya terjadi kesalahpahaman, Lau Luo hanya berusia enam tahun, dia tidak sedang mencari seorang istri sekarang dan atau apapun itu.. dia tidak berminat dan tidak tertarik.


"Ya, trimakasih." Dia hanya berkata sekedarnya sebelum dia kemudian beralih berbicara dengan Can Sua. "Apa ayahmu selalu seperti itu pada pelanggan mereka?"


Can Sua menggelengkan kepalanya bersalah. "Tidak, ayah hanya salah paham sedikit tentang ini.."


Chuxi baru saja memasuki toko dia bersenandung ringan saat melihat-lihat senjata yang terpajang. Chuxi tidak terbiasa dengan pedang, dia kemudian ke area belati, dia mengambil salah satu belati berwarna perak.


Chuxi bergumam sendiri. "Ini lumayan, tapi aku sudah memiliki satu belati yang bagus."


Seperti yang pernah di katakan sebelumnya, Can Sua sekarang membawa Chuxi untuk berendam air hangat dan setelah selesai dia memberikan satu pakaian putih pada Chuxi dan Lau Luo.


Can Sua sedikit mematung ketika melihat dua bocah yang seperti pengemis karena tubuh kotor serta mengenakan pakaian compang-camping dan berlubang di beberapa tempat, sekarang mereka berdua terlihat seperti penyair kecil ketika tubuh mereka sudah berubah sangat bersih.


Tangan Can Sua tidak tahan untuk menyentuh rambut hitam itu yang terlihat halus mengkilat.


"Saudara Luo, apa kau tidak pernah mendengar jika rambutmu begitu hitam sebelumnya?"


Can Zao yang baru selesai menempa senjata terbelalak marah melihat kelakuan putrinya.


"Can'er! Jauhkan tanganmu!"


Chuxi menepis tangan Can Sua dengan kesal. "Tidak ada yang pantas menyentuhnya selain aku, jika ada gadis lain yang berani melakukannya itu tidak lebih dari aku! Hei, aku akan memotong tangan mu untuk kedua kalinya!"


Can Sua meniup tangan kanannya yang berubah memar.

__ADS_1


Lau Luo menatap Can Zao. "Apa kau sudah selesai menempa senjataku paman Zao?"


Can Zao melemparkan pedangnya pada Lau Luo. "Aku merombaknya menjadi ringan sesuai dengan tangan mu yang kecil seperti tulang bambu bocah! Dan mengenai tanda dari bandit gunung aku sudah merubahnya menjadi tanda lain."


Lau Luo menangkapnya dan membuka pedang itu dari tutupnya. Bukan hanya berubah ringan, tapi pedang itu juga menjadi lebih bagus seperti senjata baru. Lau Luo melihat tanda api di permukaan pedangnya, sebelum dia berkata. "Terimakasih sudah merombaknya dan memperbaikinya."


Pedang itu sangat ringan, sampai Lau Luo menganggapnya mudah rapuh.


"Bagaimana jika aku mencobanya?"


Selain ringan, pedang itu juga di lapisi dengan logam berlian untuk menambah kekuatannya. Can Zao sedikit berbangga. "Aku membuat senjata yang benar-benar bagus kali ini, tentu kau harus mencobanya."


Lau Luo mengangguk. "Jadi, aku boleh meminjam senjata terkuat di sini?"


Can Zao memerintahkan Can Sua untuk mengambil pedang yang memiliki lapisan berlian sepenuhnya. Can Sua mengambilnya dan memberikan pada Can Zao.


Can Zao membuka pedangnya. "Pedang ini memiliki seratus persen lapisan berlian yang aku tempa selama dua tahun, aku menamainya Zuanshi, sedangkan milikmu hanya tiga puluh persen lapisan berlian."


"Kau bisa mencobanya melawan Zuanshi."


Zuanshi dan pedang Lau Luo saling berbenturan selama tiga serangan, Lau Luo melirik pedangnya yang tidak mengalami goresan apapun.


Melihat helaan kecewa dari Lau Luo, Can Zao buru-buru berkata. "Pedangmu sudah lumayan kuat, bertanding imbang dengan senjata tingkat tinggi. Apa kau sudah menyalurkan qi di pedangmu?"


"Belum." kata Lau Luo.


Dia mulai menyalurkan qi, seketika pedang itu berubah menyala seperti akar spiritual Lau Luo.


"Aku tidak butuh senjata yang lumayan kuat." Karena yang dia butuhkan hanya senjata yang sangat kuat.


Can Zao juga melakukan hal sama, dia mulai menyalurkan qi ke dalam Zuanshi. Hanya sekali benturan, salah satu pedang mereka langsung patah.


Can Zao terbelalak tidak percaya ke arah pedang Lau Luo dan rahangnya hampir terbanting ke tanah karena sangking terkejutnya. "Apa itu benar pedang yang baru saja aku tempa?!"


Lau Luo mengangkat pedangnya yang masih utuh tanpa lecet, dia kali ini merasa puas. "Baiklah, aku akan menyimpan pedang ini."


Can Zao melupakan hal yang lebih penting. "Kau! Menghancurkan Zuanshi yang ku tempa selama dua tahun! Bocah udik, bayar!!!"


Dia mulai terlihat frustasi, kepalanya berdenyut sakit. "Bahkan seorang patriak ingin membelinya aku tidak memberikannya, kau malah merusaknya hanya dengan satu serangan."


Can Zao memijit pelipisnya, Zuanshi bukan hanya di tempa selama dua tahun, tapi juga mempunyai seratus persen kandungan berlian yang sangat mahal, sederhananya dia sangat rugi besar jika senjata itu hancur.

__ADS_1


Dia benar-benar ingin menangis berdarah-darah.


"Kau harus membayar harga kerusakannya!"


Can Sua terkejut, ini tidak lebih buruk dari perampokan dua bocah miskin yang untuk membayar sup saja sudah sangat kesusahan. "Ayah!"


Chuxi mengeluarkan kantong uangnya. "Berapa harganya? aku akan membungkam mulut mu dengan uang, pak tua!"


Chuxi melihat nominal pedang Zuanshi yang langsung membuatnya mengalami pening kepala, tahi ahh bagaimana itu bisa mahal sekali!


Chuxi, "...."


"Sepertinya kami harus berhutang dulu.." Chuxi mencoba tersenyum, dia mengatupkan giginya yang ingin mengumpat.


"Aku akan menyicilnya begitu aku punya uang." Lau Luo menyarungkan pedangnya. Setelah mendaftar dan menjadi murid Sekte Pedang Patah Lau Luo akan mengambil misi yang banyak untuk mengganti rugi pedang Zuanshi.


Can Zao menghela berat. "Aku tidak mengharap apapun kau akan membayarnya atau tidak, kau bayarlah dengan melindungi putriku."


Lau Luo mengangguk. "Tentu, akan aku lakukan."


Chuxi membawa Lau Luo pergi keluar toko. "Terimakasih bantuannya hari ini pak tua."


"Apa kau ingat perkataan mu dulu ayah?" Can Sua melihat berbinar.


Can Zao tidak mengingatnya. "Perkataan apa Can'er?"


"Saat ayah menempa Zuanshi kau sangat bangga saat itu, sampai-sampai ayah pernah bersumpah jika ada seorang pria yang merusaknya.. ayah akan membiarkanku menikah dengannya."


Can Sua melihat ke arah pintu tanpa berkedip. "Jika itu dengan saudara Luo, aku tidak keberatan."


Can Zao seketika berbatuk menatap permusuhan ke arah Lau Luo yang meracaukan putrinya!


Tiba-tiba mata legam itu berbalik dan melihat ke arah Can Sua. "Trimakasih untuk hari ini."


Can Zao ingin mengumpat keras melihat pria kecil yang menggoda Can Sua di depan matanya yang bahkan orang udik primitif itu, belum seumur jagung!


"Paman Zao, apa nama pedang ini?"


Sial!


"Bi*ch!"

__ADS_1


__ADS_2