KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Kultivasi tertutup


__ADS_3

"Yiran-shixiong, apa tujuan utama Zao Tian ini untuk menghidupkan kembali istrinya?"


Saat mendengarkan pertanyaan Lau Luo, Jing Yiran mau tidak mau mengangguk. "Itu sangat mungkin untuk menghidupkan kembali Nagong Yi."


Mereka kembali untuk menjelaskan keseluruhan situasi pada Nyonya Wei, namun tidak di sangka ketika mereka tidak tahu cara menjelaskan keseluruhan cerita mengenai menghilanya jasad Nagong Wei, Nyonya Wei akan terlihat lebih tegar. Bisa di anggap tugas ini sudah di selesaikan mereka untuk mengusir arwah penasaran di kediaman Nagong, namun kematian Nagong Wei adalah hal di luar batas tugas yang di berikan Shao Yi Chen, jadi Jing Yiran mengembalikan uang yang di bayar oleh Nyonya Wei untuk menyewa mereka.


"Xianjun, kenapa mengembalikan kembali upah kalian?" Nyonya Wei merasa sedikit tidak enak, dia sudah memanggil empat Xianjun dari puncak Yilin untuk menyelesaikan dan menghadapi permasalahan yang rumit, dan bahkan sampai salah satunya menghadapi kerasukan mayat oleh putrinya. Jadi Nyonya Wei tidak bisa menerimanya kembali.


"Saya merasa bersalah membuat Xianjun semua datang dari jauh-jauh hanya untuk kesusahan oleh keluarga Nagong suami saya. Saya seorang pelanggan sudah sewajarnya memberi sedikit uang, Xianjun tidak perlu mengembalikan upahnya kembali pada saya. Tolong terima saja, atau saya merasa bersalah karena merepotkan Yiran-xianjun."


"Bukan." Jing Yiran tersenyum lembut. "Nyonya, anggap saja keperluan untuk ketenangan arwah Nagong Yi dan Tuan Wei menggunakan uang ini dan sebenarnya kami tidak sedang mengembalikan upah."


Nyonya Wei mau tidak mau menerima uangnya. "Terimakasih Xianjun."


Lau Luo diam melihat betapa lembutnya Jing Yiran, meskipun Jing Yiran sebenarnya terlihat acuh tak acuh pada orang lain, tapi Jing Yiran adalah orang yang diam-diam memiliki kasih sayang yang dalam seperti sungai yang tidak akan mengering di musim kemarau sekalipun.


Seperti ada waktunya Jing Yiran akan berkata lembut dengan alis yang seperti pedang akan terkulai, dan bibir tipis akan tertarik dengan hangat dan penuh dengan rasa sopan santun. Tapi di beberapa waktu, ada juga sewaktu ketika Jing Yiran akan bersikap acuh dan dingin seolah-olah semua hal yang ada di depan matanya tidak terikat dengan dia, maka Jing Yiran hanya merilik sekilas membuat ekspereksinya dalam kelumpuhan wajah pada siapapun sampai-sampai semua juniornya di puncak lain akan diam di tempat karena tidak berani untuk mendekat dan tidak berani berbicara dengannya selain bersikap patuh dan hormat pada Jing Yiran yang seakan tidak akan mempedulikan mereka bahkan untuk sedikitpun.


Namun kenyataannya Lau Luo tidak pernah mendapatkan tatapan yang dingin itu selain ekspresi yang tanpa komplikasi apapun. Namun saat dia melihat sekilas mata Jing Yiran yang menyimpit, mata itu seolah-olah melihat apapun di depannya dengan cara merendahkan dan meremehkan.


Begitu keluar dari kediaman Nagong, dia memutar matanya. "Shixiong, kenapa harus mengembalikan uangnya?"


Jing Yiran merasa perlu mendidik Lau Luo karena dia senior tertua di puncak Yilin, terlebih lagi dia juga orang yang meminta Shao Yi Chen untuk menjadikan Lau Luo sebagai junior di puncak Yilin jadi ketika Shifu mereka tidak ada waktu untuk mendidik para murid, itu akan menjadi tugas Jing Yiran untuk mengganti posisinya.

__ADS_1


Jing Yiran hanya tersenyum, memutar jawabannya agar Lau Luo bisa tahu sendiri. "Ada waktu ketika kita harus memikirkan orang lain."


Begitu mendengar kata-kata Jing Yiran, Lau Luo terdiam sejenak. Mungkin sebagai seorang Xianjun terhormat jantung Jing Yiran sangat luas sampai-sampai akan memikirkan orang lain dan melindungi nyawa orang lain yang tidak di kenal.


Tapi bagi Lau Luo adalah tidak, karena jantungnya sangat kecil. Sangat kecil sehingga dia bisa menyerahkan satu dunia untuk bisa memegang satu orang saja.


Tentu saja hanya Shu Zi Jiu.


*


Saat mereka sudah kembali ke puncak Yilin dan ketika sampai, Chuxi sudah tidak ada di rumah bambu selain menjadi dongfu yang sepi seolah tidak berpenghuni, semua sudut sedikit berdebu karena sudah berhari-hari semua tempat di sana tidak di bersihkan. Jadi tugas pertama saat mereka kembali adalah membersihkan daun-daun kering yang sudah menumpuk di halaman.


Puncak Yilin memang puncak yang paling luas dan juga memiliki murid paling sedikit, tapi bukan itu yang membuat Xian Zi menderita, itu karena puncak Yilin sama sekali tidak memiliki pelayan untuk membersihkan rumah bambu!


Shao Yi Chen orang yang tidak suka dengan orang asing, dia lebih suka tidak menempatkan satu pelayan di puncak Yilin dan lebih memilih membiarkan muridnya untuk membersihkan Yilin yang berada di puncak gunung dan menugaskan mereka sebagai babu dan Xian Zi adalah orang yang paling pas untuk tugas bersih-bersih itu.


Xian Zi tidak bisa membiarkan Jing Yiran memegang sapu untuk mencemari bakatnya dengan peralatan rumah tangga. Atau Shixiong kedua yang lebih suka berkultivasi menyendiri begitu tiba di Yilin dan Deng Lun yang sama sekali tidak akan keluar selama berhari-hari di dalam gua. Atau junior baru yang selalu menghilang tiba-tiba di setiap saat! Intinya bagi Xian Zi, selain kemampuan semua murid yang di bawa Shao Yi Chen tidak ada yang beres selain dia!


Jadi dia memutuskan untuk menemukan Lau Luo yang selalu suka tiba-tiba menghilang, saat dia berjalan dia melihat sosok Jing Yiran di depannya, jadi dia bertanya. "Sulit sekali melihat Luo-shidi, kemana dia selalu pergi?"


Karena di hentikan oleh Xian Zi, Jing Yiran menjawab yang sebenarnya. "Setelah kembali dari keluarga Nagong, dia bilang padaku ingin kultivasi tertutup selama lima tahun ke depannya."


Xian Zi yang mendengar kultivasi tertutup selama lima tahun tidak tahan untuk tidak terkejut. "Kenapa sangat tiba-tiba, berlatih kultivasi tertutup seorang diri itu sangat mengerikan, dan lagi itu selama lima tahun.."

__ADS_1


Jing Yiran juga menggelengkan kepalanya, entah orang lain bisa merasakan perubahan Lau Luo atau tidak tapi dia bisa merasakan sebuah ambisi yang besar dari orang itu. "Tidak ada alasan seseorang untuk tidak ingin menjadi kuat, jika kau ingin segera kuat lakukan kultivasi tertutup."


"...." Xian Zi tiba-tiba lemas melihat punggung Jing Yiran pergi, dia bergumam kecil dengan dirinya sendiri. "Jika aku tidak makan selama sebulan saja, aku pasti sudah mati terlebih dulu.. apalagi kultivasi tertutup selama bertahun-tahun.."


Dia menyimpitkan matanya dengan lemas dan melihat seseorang sepertinya sedang naik gunung. Saat bisa melihat orang itu Xian Zi bertanya. "Apa yang ingin kalian lakukan di sini sampai mendaki gunung?"


Zhang Ziyi hampir pingsan karena lelah, dia membuka matanya untuk melihat Xian Zi. "Aku ingin mengunjungi Tn.Luo.."


Dia segera mengoreksi dan cepat-cepat menggelengkan kepalanya. "Ehh, tidak sekarang Luo-shixiong?"


Xian Zi juga bertanya. "Shixiong? Kalian memanggilnya shixiong, berarti kalian juga murid dari Sekte Pedang Patah?"


Zhang Ziyi menangkupkan tangannya dan dia segera memperkenalkan dirinya sendiri. "Zhang Ziyi dari puncak Xia Hua."


Gadis di sebelahnya melihat Zhang Ziyi memperkenalkan diri, jadi dia menangkupkan tangannya. "Xia Xia dari puncak Xia Hua."


"Kalian junior dari puncak lain?" Xian Zi melihat Zhang Ziyi dan Xia Xia, sepertinya dia lupa jika dia sudah bertemu dengan mereka saat salah satunya berdiri seperti patung karena tidak berani bergerak dengan jebakan tipuan, atau seseorang menerobos dan berteriak untuk menghalangi pintu gua yang hampir tertutup. Sederhananya Xian Zi benar-benar lupa dan melihat mereka asing.


Xia Xia melirik Zhang Ziyi, kemudian mengangguk. "Ya."


"Lalu urusan apa kalian datang ke sini?" Xian Zi segera melihat ke arah mereka berdua.


Zhang Ziyi juga langsung mengatakan maksud kedatangannya. "Kami ingin mengunjungi Luo-shixiong."

__ADS_1


Mendengar tujuan mereka dengan susah payah naik gunung, Xian Zi tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. "Luo-shidi dia menjalani kultivasi tertutup."


"Kalian pergi saja karena percuma, setelah lima tahun kalian baru bisa kembali ke sini untuk bertemu dengannya. Jadi pulang saja sana.."


__ADS_2