
Zhang Zihan tidak tertarik. "Apa untungnya untukku?"
Jing Yiran mulai menjelaskannya. "Jika kalian memenangkan permainan ini aku akan menyerahkan kepalaku dan nyawaku."
Zhang Zihan meludah acuh, lagi pula pihak lain adalah murid inti dari Sekte Pedang Patah, jangankan berurusan dengannya dia pasti tidak akan mudah mendapatkan kepalanya.
"Aku tidak peduli dengan kepalamu."
Semua orang, "...."
Zhang Zihan tertawa keras. "Kau akan menjadi pesuruh ku selama satu minggu, dan kau juga membantuku mendapatkan kembali Belati Petir Mutan penawaran seperti ini lebih bagus. Tandai sebagai kontak kutukan darah jika kau setuju."
Kontrak kutukan darah adalah perjanjian antara seniman beladiri yang menggunakan darah sebagai jaminan. Jika salah satu pihak yang membuat perjanjian melanggar, maka mereka akan mengalami kematian karena kontrak kutukan darah.
Zhang Zihan tersenyum. "Apa yang kau inginkan jika kau menang?"
Mendengar penawaran Zhang Zihan, Jing Yiran terdiam selama beberapa detik karena orang sepertinya lebih suka mati dari pada menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang budak.
Daripada nyawa, dia tipikal orang yang lebih memilih harga diri.
Zhang Zihan bertanya. "Kau takut kan?"
Hanya berselang beberapa detik Jing Yiran berkata acuh tak acuh. "Tentu saja kau harus meninggalkan tempat ini dan berhenti mencari Belati Petir Mutan."
Zhang Zihan langsung mengeluarkan aura pembunuhnya, aturan yang di buat Jing Yiran tidak adil di matanya.
"Kau menyuruhku untuk melepaskan pusaka kuno?!"
Warga yang dekat dengan Zhang Zihan paling berdampak dengan aura pembunuh yang di keluarkan Zhang Zihan, mereka kesulitan bernafas dan tubuh mereka berubah remang. Tidak sedikit dari mereka sudah menjadi lemas jatuh dan ke tanah.
Jing Yiran tidak terlalu terkena dampaknya, karena aura pembunuhnya tidak kalah dengan milik Zhang Zihan.
__ADS_1
"Baiklah, cukup tinggalkan desa ini dan jangan pernah lagi berurusan dengan mereka."
Zhang Zihan menarik kembali aura pembunuhnya. "Apa permainanmu?"
"Cukup mudah bagaimana jika kita bermain tiga lemparan?" Jing Yiran mengambil belati biasa dari cincin penyimpanannya. "Anggap ini sebagai Belati Petir Mutan, jika kau mendapatkan dua lemparan kau yang menang."
Zhang Zihan mengambil area, karena dia yang akan melakukan Kontrak Kutukan Darah. Jing Yiran menggigit ujung jarinya sampai berdarah kemudian menempelkan cap darah ke atas kertas mantra, Zhang Zihan melakukan hal yang sama.
"Tunggu, aku harus mengecewakan mu tapi bukan aku yang melakukan permainan ini." Jing Yiran berkata saat Zhang Zihan sudah bersiap ke posisi untuk menyerang, dia lalu menunjuk ke arah orang yang tertutupi oleh kerumunan.
Lau Luo mengangguk, daripada harus Chuxi yang melakukannya lebih baik jika dia.
Lau Luo kemudian melompat ke arah kerumunan dan mendarat dengan ringan, dia berjalan menuju Zhang Zihan sampai beberapa kerumunan membuka jalan. Saat Lau Luo sudah berada di tengah area, perlahan dengan pasti tubuh kecilnya tertutup dan tenggelam oleh kerumunan para warga yang berada di barisan depan.
Chuxi mengumpat ke Jing Yiran, dia lalu berlari ke kerumunan untuk menyusul Lau Luo. Dia berhenti di barisan para warga, dan mengeluarkan aura tajam menusuk pada Jing Yiran.
Jing Yiran tidak memperdulikan kemarahan Chuxi sama sekali sebagai gantinya dia berkata untuk Lau Luo dan Zhang Zihan.
Zhang Zihan melonjak naik pitam, "Apa kau kehilangan kewarasan mu Jing Yiran! Kau menyuruhku melawannya?!"
Bukan hanya bocah laki-laki itu berusia enam tahun, dia juga kelihatan lemah dan kurus. Dalam beberapa penglihatan, bocah di depannya bukanlah seseorang yang pandai bela diri.
Melainkan bocah biasa.
Jing Yiran mulai melemparkan belatinya. "Percayalah, aku mempunyai mata untuk bakat." Dia berkata pada Lau Luo. "Jika kau menang adik kecil, aku tarik kamu sebagai adik laki-laki ku yang sesungguhnya.''
Lau Luo bersiap dengan lemparan Jing Yiran, dia menjawab tenang. "Itu tidak perlu."
"...."
Menjadi satu saudara dengan Jing Yiran merupakan keinginan banyak orang, Jing Yiran adalah orang terkemuka sebagai murid inti Sekte Pedang Patah di Puncak Yilin. Dia menunjukkan bakat yang luar biasa, saat usia delapan tahun Jing Yiran sudah sampai di praktisi ranah Dou Zhe tingkat lima. Sedangkan saat ini usianya menginjak dua belas tahun dia berada di ranah Dou Master tingkat dua.
__ADS_1
Jing Yiran hanya membutuhkan waktu selama empat tahun untuk naik enam tingkat ranah praktisi, bakatnya luar biasa jika di bandingkan murid perguruan manapun, karena ranah praktisi Dou Master biasanya di capai saat seseorang berada di usia dua puluhan tahun.
Sedangkan Jing Yiran hanyalah anak yang masih berusia dua belas tahun.
Kehidupan Jing Yiran sudah di pastikan akan menjadi kultivator ternama setelah dewasa, banyak yang ingin mendekatinya atau sekedar menjalin hubungan baik. Tapi Lau Luo mengatakan dengan tenang 'Itu tidak perlu' Jing Yiran semakin tersenyum dan ingin tertawa pahit.
Terlepas dari cucu pemimpin sekte yang membawa bocah kecil itu, Jing Yiran lebih mempercayai matanya yang mengenali bakat.
Lau Luo mengeluarkan pedangnya dan dia segera mengeluarkan dari tutupnya. Nafasnya memberat dan pandangannya tiba-tiba berubah.
Zhang Zihan mengertakkan giginya saat mengetahui sepasang mata legam itu menatapnya tidak fokus, dia lalu melepaskan pedangnya dan menebaskan arah pelarian Lau Luo dengan beberapa gelombang tebasan untuk memblokir jalan serangan.
Lau Luo menghindar dan menepis gelombang serangan dengan menggunakan pedang, dia bergerak lincah dan secara gesit mengubah pola serangan baru. Zhang Zihan tidak tinggal diam, dia langsung memberi gelombang serangan lebih banyak.
Pedang yang di gunakan Zhang Zihan bukalah pedang bisa, pedang itu merupakan senjata spiritual tingkat lima yang bisa menebas tebing yang keras dan memotong tulang seorang kultivator seperti tahu. Dan jika Lau Luo terkena satu serangan Zhang Zihan, dia akan mengalami luka yang serius.
Lau Luo bergerak untuk menghindari serangan Zhang Zihan, tapi gelombang itu terus datang secara bertubi-tubi tanpa jeda sejenak. Kaki Lau Luo sudah jatuh ke tanah saat tulang lengannya sudah berderit menahan puluhan serangan, bagaimanapun dia masih bocah yang tidak baru berusia enam tahun yang belum belajar tentang beladiri ataupun kultivasi.
Dia tidak bisa bertahan lebih banyak.
Zhang Zihan tertawa keras. "Kau sudah cukup hebat menahan serangan kau saat masih muda. Tapi ketahuilah nak, kemenangan ini sudah di pastikan aku yang mendapatkannya!"
Lau Luo mengambil jarak sekitar lima meter dari Zhang Zihan, dia melirik belati yang masih melayang di udara. Dia langsung melesat ke arah belati untuk mengambilnya, tanpa di sadari serangan Zhang Zihan mengincarnya dengan jumlah tiga kali lebih banyak.
Tulang lengan Lau Luo semakin bergeser saat menepis serangan beruntun Zhang Zihan, serangan itu semakin cepat dan berat yang membuat Lau Luo semakin kewalahan. Beberapa gelombang serangan yang tidak bisa dia tepis berhasil memberinya luka di kedua kakinya, meski luka itu tidak cukup dalam namun akan berdampak berat untuk pertarungan selanjutnya.
Zhang Zihan memukul belati di udara dengan gelombang pedangnya, belati itu memutar berbelok terpental jatuh kemudian tertangkap sempurna oleh tangan Zhang Zihan.
Dia tersenyum licik dan tajam ke arah Lau Luo. "Ku sarankan menyerah saja bocah, satu lemparan berhasil ku dapatkan, apa kau ingin melanjutkan permainan selanjutnya?"
"Kau ingin mati ya.."
__ADS_1