
Yuan Yi berteriak senang dan matanya berbinar ke arah Chuxi, "Selamat senior Chuxi!"
Chuxi membusungkan dadanya, kepalanya di angkat dengan angkuh. Dia berlambai pada Yuan Yi dan mendatangi Lau Luo yang sudah menekuk sebagian wajahnya.
"Kenapa? Apa kau malu?" tanya Chuxi pada Lau Luo. Chuxi mengangkat pundaknya acuh tak acuh. "Oh, ayolah kau tidak rugi apapun."
Chuxi mengambil kembali kertas Sekte Pedang Patah lalu menyuruh Shu Zi jiu dan Yuan Yi agar mendekat, Chuxi berbisik pelan. "Sesuai kesepakatan akulah yang akan ikut dengan Luo didi. Kalian tetap di sini, bukan berarti tidak bisa menyusul kami suatu hari.."
Apa yang di katakan Chuxi memang benar, jika mereka tidak bisa ikut perjalanan Lau Luo sekarang itu bukan akhir untuk tidak pernah bertemu lagi, mereka bisa menyusul Lau Luo ke Sekte Pedang Patah dan setidaknya apa yang harus mereka lakukan adalah belajar keras agar tidak di pandang remeh saat menjadi murid perguruan besar.
Yuan Yi seperti memiliki bara api di bola matanya, dia berkata semangat. "Baiklah! Aku akan menyusul kalian! Jadi tunggu aku senior Chuxi!"
Shu Zi Jiu memiliki fisik paling lemah di antara mereka sudah di pastikan dia tidak akan bisa beladiri, tapi Shu Zi Jiu memiliki kepintaran yang tinggi.
"Apa pemimpin sekte itu akan menerima murid seperti kami Chu meimei?"
Chuxi tersenyum mungil yang angkuh, "Jika partiak Gu tidak menerima Jiu-ge, aku pasti menampar wajah dan pantatnya sampai bengkak!"
Seperti yang di harapkan, Chuxi pasti akan berkata seperti itu.
Chuxi terkekeh samar, jika dia ingin menampar patriak Gu dia akan melakukannya. itu hal yang mudah bagi Chuxi, karena identitasnya sebagai cucu pemilik Sekte Pedang Patah, Gu Hanjun.
Chuxi berada di desa kumuh yang primitif selama beberapa tahun terakhir ini, dan masih menyembunyikan identitasnya sangat rapat dari Shu Zi jiu, Yuan Yi ataupun Lau Luo.
"Pasti kau akan terpenggal lebih dulu sebelum bisa menampar pantatnya." kata Yuan Yi yakin.
*
Lau Luo berada di gubuk jerami Kakek Shang, dia mengambil satu panah lalu menyimpannya di punggung dan dua parang tajam yang baru selesai dia buat, kemudian dia menyimpannya di pinggangnya.
__ADS_1
Dia mengepalkan tangannya sangat erat, matanya menelusuri garis tangannya sendiri seperti melihat peta yang berbahaya.
Lau Luo menghela nafas jenggal mendengar pergerakan Chuxi tidak jauh darinya, gadis kecil itu sudah menunggunya di sisi pintu dari tadi.
"Kau lama sekali." kata Chuxi.
Lau Luo keluar dari gubuk dan melihat wajah Shu Zi Jiu lama kemudian beralih ke Yuan Yi yang sudah berubah lembab basah karena menanganis sesugukan. Apalagi mulut dua orang itu membungkam dan tidak ingin mengatakan apapun padanya sebelum dia pergi. Lau Luo tahu jika Shu Zi Jiu dan Yuan Yi masih marah dengan pilihannya, tapi bagaimana lagi.. dia harus melakukan perjalanan dan bertambah kuat untuk melindungi mereka.
Ini adalah keputusannya, keputusan untuk menjadi lebih kuat untuk bisa melindungi mereka yang berharga.
Ekspresi Lau Luo memang kusut seperti pakaian compang-campingnya, dia menatap Shu Zi jiu dan Yuan Yi.
Dia mencoba berkata pada mereka dan menggaruk hidungnya kaku. "Bisakah aku memeluk kalian sebentar sebagai perpisahan yang terakhir sebelum aku pergi?"
Shu Zi Jiu memaksakan tersenyum secerah mungkin, dan langsung menenggelamkan tubuh Lau Luo yang lebih pendek ke pelukannya. Saat merasa hangat dari tubuh Shu Zi Jiu, Lau Luo mencengkram pakaian di pundak itu dengan kuat dan hampir menyesali pilihannya jika harus jauh dari mereka.
Butuh waktu lama dia memperbaiki gejolak di jantungnya bahwa dia sendiri hanya pergi sementara waktu, saat dia memiliki kekuatan yang besar, dia pasti akan kembali secepat mungkin!
Yuan Yi memilih bergabung setelah beberapa saat, dia mengusap ingusnya yang sudah bercucuran. "Kalian jangan melupakan ku!"
Chuxi juga tidak mau kalah, dia menyerbu ketiganya sangat keras yang membuat mereka jatuh berantakan ke tanah.
Shu Zi Jiu buru-buru bangkit dan memarahi Chuxi, gadis kecil itu menjulurkan lidahnya untuk mengejek. "Hei, ini bukan perpisahan kematian.. kalian tidak perlu sedramatis ini seperti tidak akan bisa bertemu lagi!"
Setelah beberapa saat, dari jarak jauh mulai terlihat rombongan bocah kumuh yang ramai, mereka ingin menyerbu Chuxi, tapi begitu Chuxi menatap tajam mereka, mereka berhenti di jarak lima meter.
"Senior Chu, kamu benar akan pergi? Lalu siapa yang akan memimpin kami?"
Semua yang kenal Chuxi saat pertamakali memang terasa aneh, dia adalah perempuan, bukan itu saja Chuxi paling muda dan pendek dari bocah kumuh lainnya. Tapi bocah yang lebih besar darinya memanggil Chuxi senior Chu atau kakak perempuan Chu, sekarang sudah tahu jika panggilan itu di sematkan untuk ketua geng mereka, sekumpulan puluhan bocah kumuh yang terbelakang dan busung kelaparan.
__ADS_1
Chuxi menunjukkan bocah yang paling besar. "Untuk seterusnya kau yang akan menjadi ketua, karena aku pergi."
Bocah itu menaruh kakinya di tanah dan berlutut, dia menerimanya sebagai ketua yang baru. Chuxi segera menarik tangan Lau Luo dan berlambai ke kerumunan yang sudah jauh.
Mata Lau Luo menyapu Shu Zi Jiu dan Yuan Yi, lalu beralih pada Chuxi. Chuxi berlari ke arah lain dari arah gerbang kekaisaran Yin, gadis itu menepuk kepalanya pelan melihat Lau Luo yang sudah mengeryitkan kening.
"Ah, aku lupa memberi tahu, kita akan melewati jalan rahasia. Itu lebih mudah daripada menerobos gerbang pembatas Kekaisaran."
Di dinding yang agak jauh terdapat tanaman yang merambat liar, Chuxi mengambil parang Lau Luo untuk memotong tanaman, setelah dinding itu bersih Chuxi menelusuri setiap jengkal seperti mencari sesuatu. Dinding itu bergeser dan terbuka lebar ketika pintu dengan ketinggian dua meter itu bergerak.
Pintu yang jarang di ketahui banyak orang, adalah jalan rahasia yang di buat keluarga Chuxi.
Dia lalu menyuruh Lau Luo untuk masuk. "Ini adalah jalan yang aman dari para penjaga."
Pintu itu terletak jauh dari pusat, mereka harus melewati beberapa desa kecil terlebih dahulu sebelum sampai di Sekte Pedang Patah.
Setelah sampai di dalam Lau Luo melihat ke sekeliling, banyak gedung tinggi dan beberapa bangunan yang padat. "Jadi seperti ini bagian dalam kekaisaran.."
Meski mereka melewati desa kecil, masyarakat yang memandang Lau Luo dan Chuxi juga akan langsung mendengus jijik. Dua bocah itu mengenakan pakaian compang-camping yang terlihat kumal dan mengeluarkan bau busuk, mereka terlihat seperti seorang pengemis ataupun budak yang melarikan diri.
"Sepertinya kita tidak di sambut ramah di sini."
Chuxi mengibaskan tangannya ke udara seperti angin lalu. "Biarkan saja, bagaimana jika aku mengajakmu lebih dulu untuk makan?"
Lau Luo pasti belum makan makanan yang paling lezat kesukaan Chuxi karena Lau Luo selalu tinggal di kedalaman hutan, dia pasti belum pernah makan daging kambing gunung.
Chuxi membawa Lau Luo ke restoran makanan yang tidak terlalu besar, dan meski mereka terlihat seperti pengemis, pemilik restoran itu menyambut mereka dengan senyum ramah.
Mereka duduk di salah satu meja yang langsung di hampiri oleh seorang pria baya. "Pemilik Tong, buatkan sup iga kambing dan minuman hangat untuk dua porsi!"
__ADS_1