
Jun Shao menyarungkan pedangnya kembali setelah dia melakukan puluhan serangan pada beruang Spirit Beast dan sampai semua tenaganya habis tapi hanya meninggalkan goresan kecil di kulitnya dan beruang itu masih meraung keras, menusuk telinga Zhang Ziyi. Dia tidak tahan dengan suara yang memekakkan, jadi Zhang Ziyi langsung menutup telinganya.
"Jun Shao! Cepat kalahkan dia! Apa kau udik yang tidak bisa mengalahkan seekor beruang?!"
Zhang Ziyi mendukungnya dengan semangat. "Jika kau mengalahkannya aku akan memijat punggung mu!"
Jun Shao menulan ludahnya meskipun dia tergiur dengan tawaran Zhang Ziyi. Tapi mengalahkan Beruang Spirit tidak semudah mengatakannya saja.
"Intimidasi qi!"
Jun Shao mengeluarkan aura qi untuk menekan pergerakan Beruang Spirit, dia kembali tercekat saat Intimidasi qi milikinya di patahkan dengan mudah dan hanya bertahan sebentar.
Gruarrr! Beruang itu kembali mengaum ganas, Spirit Beast itu mengambil bebatuan besar dan melemparkannya ke arah Jun Shao dan Zhang Ziyi.
"Ziyi! Menghindar!"
Jun Shao menarik tangan Zhang Ziyi. Saat terlambat beberapa detik saja bebatuan besar itu pasti telah meremukkan Zhang Ziyi. Jun Shao menaikkan kepalanya bangga saat metode pahlawannya berhasil, dia melirik ekspresi wajah Zhang Ziyi.
"Bodoh! Pergelangan tangan ku sakit, kau tiba-tiba menarikku keras apa kau ingin mencopot tanganku sampai ke tulang-tulang ku juga!" Zhang Ziyi mengusap tangannya yang membekas dan nyeri.
Jun Shao, "...."
Jun Shao tersenyum masam. "Beruang spirit melemparkan serangan, Ziyi kau tidak melihat bebatuan besar yang melayang tadi ke arah wajah mu?"
Zhang Ziyi menengok bongkahan yang sudah hancur menjadi kerikil-kerikil besar dan dia menghela nafas. "Fyuh, untunglah aku selamat. Ini tidak termasuk hitungan aku akan memijit punggung mu, kau harus mengalahkannya sampai mati meskipun kau mati kau harus mengalahkannya!"
Jun Shao, "...."
Sekali lagi Jun Shao menggunakan Intimidasi qi untuk menekan Beruang Spirit, dia melompat dan langsung beradu bentrokan dengan cakar tajam.
Jun Shao melihat peluang kecil dan langsung mengedarkan matanya di kaki kiri beruang Spirit. "Ziyi! Kau lihat kakinya sudah terluka?! Aku akan menyerangnya dari depan! Kau serang bagian belakangnya begitu aku membuat celah!"
Zhang Ziyi mengeratkan pedang di genggamannya, meski dia tidak tahu apa yang bisa dia lakukan..
"Baik! akan aku lakukan!"
__ADS_1
Jun Shao mengangguk mantap, dia mulai menyalurkan qi ke senjatanya.
Aura qi yang di keluarkan Jun Shao kali ini menekan berat Beruang Spirit, begitu Spirit Beast itu berhasil di tekan, retakan tanah tercipta sekitar tiga meter.
Jun Shao tidak kehilangan kesempatan tapi dia langsung memotong tangan kanan beruang Spirit dan menyisakan kaki kiri beruang Spirit yang sudah terluka.
Saat dia terpukul mundur ke belakang dengan keras dan membuat satu tulang rusuknya patah, dia langsung memutahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Dia tertegun panik, melihat cakar kiri beruang Spirit masih menyerangnya.
Jarak ini terlalu sempit, Jun Shao tidak bisa menghindari serangan atau menahan serangan karena pedangnya terlepas dari tangan.
Saat hampir beberapa detik cakar yang besar itu menembus mata Jun Shao, serangan itu berhenti dan memperlihatkan wajah Zhang Ziyi sudah tersenyum mengejek dan mencibir ke arahnya.
Zhang Ziyi mencabut pedangnya dari punggung Beruang Spirit. "Aku yang mengalahkannya dan menyelamatkan mu, aku tidak butuh kau untuk memijit punggung ku dan trimakasih."
Jun Shao, "...."
Dia yang membuat celah dengan mempertaruhkan nyawa, Ziyi kau hanya menusuknya dari belakang dengan sangat aman.
Jun Shao mengambil pedangnya yang terlepas kemudian memotong beruang spirit menjadi dua bagian. Dia lalu mencabut batu inti Spirit Beast yang berwarna kuning menyala.
Zhang Ziyi melihat tangan yang di ulurkan di depan depannya dengan sepenuh hati, dia lalu mengambilnya.
*
"Aku memberimu penawaran yang terbaik, kau malah tidur?!"
Huf! Xia Xia terperanjat marah, dia ingin memberi pukulan kecil pada orang di sebelahnya, tapi tiba-tiba tanah gua itu bergetar.
Spirit Beast cacing itu keluar dengan lemas, Lau Luo menghampirinya. Dia memukul ringan kulit Cacing Spirit saat dia mengambil pedang di pinggangnya dan menebaskan beberapa serangan.
Klang!
Kulit Cacing Spirit sangat keras, meskipun cacing itu hanya Spirit Beast tingkat 2, meskipun demikian semua kelebihannya terletak di kulitnya sebagai pertahanan.
Setelah menyalurkan qi ke pedangnya, pedang itu kemudian bisa memotong binatang itu dengan mudah seperti memotong sebuah tahu.
__ADS_1
"Kamu bisa memotongnya? Senjataku sampai berubah tumpul dan itu masih tidak cukup untuk memberi goresan saja, tapi kau dengan mudahnya memotongnya.." Xia Xia merasa tidak percaya, kulit Cacing Spirit itu lebih keras dari pada bebatuan spiritual yang terkenal tidak mudah di hancurkan.
Xia Xia melihat ke pedang Lau Luo yang berwarna hitam. "Apa nama pedangmu?"
"Bi*ch." Lau Luo masih memotong Cacing Spirit, begitu cacing itu terbelah, lumpur busuk langsung keluar dari dalamnya.
Xia Xia merasa tidak terima, dia hanya bertanya karena penasaran dengan pedang yang mampu membelah kulit keras yang melebihi bebatuan spiritual,
tapi dia tidak mengira akan membuat orang itu bisa mengumpat marah ke wajahnya.
"Jika kau marah karena kotoran hitam itu sangat busuk, kau tidak perlu mengumpat ke arahku. Dengan mengatai aku wanita j*lang atau bi*ch, karena aku berasal dari keluarga yang baik-baik dan umpatan mu sangat merusak harga diriku.."
"Aku tidak bermaksud mengatai mu, Pedangku namanya memang Bi*ch."
"Oh.. Pedang Bi*ch. Lebih baik kau menamainya seperti pedang Embun Beku Mengambang seperti nama pedang Yiran-xianjun, dari pada nama pedang umpatan seperti itu." Xia Xia menggaruk wajahnya canggung dia merasa telah di permainkan saja..
Xia Xia terlihat lebih bersemangat. "Atau dengan nama Pedang Duka Surgawi, itu lebih bagus!"
"Aku akan bercerita yang sudah jarang di dengar beberapa orang. Kau tahu aku akan bercerita tentang apa yang terjadi sekitar dua ribu tahun yang lalu, Kaisar iblis Mobei-jun yang membuat Formasi Tigram Zheng-Tai pertama kali yang terkenal dengan pedangnya bernama Duka Surgawi, termasuk pedang dengan qi iblis kental yang tidak pernah terkalahkan.."
Xia Xia bergumam sendiri. "Pedang Duka Surgawi.. adalah pedang yang laknat."
"Setelah kaisar iblis Mobei-jun di kalahkan seorang kultivator taois nomor satu, banyak yang masih takut dengan Duka Surgawi.. jadi Aliansi Immortal menyegel pedang itu di tempat yang tidak mudah di ketahui."
Xia Xia masih bertanya. "Apa kau tahu cerita keretakan langit yang pernah melegenda selama dua ribu tahun yang lalu?"
Lau Luo mengkerutkan alisnya. "Tidak, tapi sepertinya itu pedang yang cukup bagus."
"Pedang itu memang sangat bagus, tapi karena pedangnya hanya bisa di kendalikan dengan qi iblis, tentu saja hanya cocok di pakai oleh kultivator sesat.." "
"Tapi ku sarankan di masa depan, jangan pernah memilikinya."
Lau Luo sedikit berdehem sebagai jawaban. Dia lalu menyarungkan kembali pedangnya dan dia langsung mencabut Batu Inti Spirit.
Menonton Lau Luo memasukkan Batu Inti spirit ke dalam pakaiannya sendiri, Xia Xia langsung merasa serat. "Kau benar-benar mengambilnya? Kau tidak bisa begitu, Cacing Spirit itu adalah milikku kau tidak bisa melakukannya!"
__ADS_1
Lau Luo sudah meninggalkan Xia Xia yang mematung dan dia langsung berbalik pergi. Lagi pula, tidak ada aturan yang melarang untuk mencuri buruan orang lain.
Selain untuk Shu Zi Jiu, dia tidak tertarik bersikap baik pada orang lain. "Dari awal aku memang berniat mencurinya, kenapa kau berpikir aku berniat membantu mu?"