
Setelah memasuki ke dalam portal milik Immortal Shangya, Lau Luo mengedarkan mata hitamnya ke tempat yang luas dan tidak berujung dengan hamparan pasir putih di sekitaran kaki-kakinya, dia baru pertama kali melihat tanah yang tidak padat juga salah satu tanah yang sangat berbeda dengan tanah gersang yang biasa dia tinggali di pemukiman primitif.
Tanah di sekitaran mereka selain berwarna putih bersih apabila di injak juga akan lembut yang berbeda dengan tanah becek yang ada di dalam gubuk jeraminya.
Karena selama beberapa waktu ini dia belum makan, dia bertanya pada Immortal Shangya. "Shifu, apa buah di sini bisa di makan?"
Lau Luo melihat pohon seperti kelapa dengan dua buah besar yang menggantung dan ke kanan kiri, dia lalu memotongnya menggunakan tebasan angin dan menangkapnya di karenakan Immortal Shangya tidak melarangnya berarti buah ini bisa di makan.
Immortal Shangya juga bertanya saat dia selesai makan. "Apakah rasanya enak?"
"Kurasa ini lumayan." Karena tiga hari belum makan, Lau Luo melahap apa yang dia lihat di depan matanya.
Immortal Shangya mengambil satu dari Lau Luo, lalu membelahnya, begitu keluar air berwarna putih dan segar langsung mengalir, Immortal Shangya segera mengambilnya dan meminumnya juga. "Mata mu cukup tajam bocah, dari sekian banyak buah-buahan di sini, kau memakan buah yang berkualitas paling terbaik."
Immortal Shangya melirik tubuh bagian bawah Lau Luo. Lau Luo secara alami mengambil langkah mundur saat Immortal Shangya memegang pinggang kanannya yang dia gunakan untuk menyimpan pedang.
"Aku bertanya.. apakah pedang mu berat?" Immortal Shangya mendecakkan mulutnya dan langsung mengambil pedang Lau Luo dan kemudian dia langsung melenyapkannya ke dalam cincin ruang miliknya sendiri.
Lau Luo mengeratkan giginya, dan menghela untuk tetap tenang meskipun kehilangan pedangnya tapi pedang yang di buat Can Zao sebelumnya juga bukan satu-satunya senjatanya, karena dia masih memiliki senjata jarum di cincin penyimpanannya dari rampasannya saat pertarungannya dengan Zhang Zihan.
"Apa yang kamu lakukan?" Lau Luo mengeryitkan keningnya melihat Immortal Shangya memukul batu spiritual ilahi.
Dentingan palu terdengar, Immortal Shangya mulai membentuk batu spiritual ilahi menjadi hal lain. Mencampurkan semua bahan, lalu membakarnya di sebuah tungku, tidak butuh waktu lama cahaya kekayaan dari peralatan berkualitas tinggi mulai keluar.
"Membuat hadiah untuk murid ku." Immortal Shangya masih sempat menjawabnya.
Langkah terakhir, Immortal Shangya meniup dan memadamkan apinya. Karena dia memiliki petir yang sepanas api di tungku pembakaran, dia hebat dalam membuat berbagai macam jenis benda dan dia sering di sebut-sebut sebagai Immortal Pengrajin yang sudah memasuki langkah keabadian.
Karena akar rohnya lebih cocok menjadi kultivator yang membuat kerajinan yang biasa di kenal sebagai seorang Pengrajin dalam dunia kultivasi, Immortal Shangya sering membuat bahan-bahan miliknya sendiri jadi dia memakaikan apa yang terbentuk dari dalam tungku ke tangan Lau Luo.
__ADS_1
"Selama setahun penuh kau harus memakai beban ini di tanganmu." Berpikir tubuh Lau Luo masih kecil, seperti kurang gizi dan kurus seolah-olah busung yang kelaparan, Immortal Shangya harus memberi pelatihan untuk meningkatkan ketahanan fisik Lau Luo.
Dia memperhatikan semua tulang-tulang yang terlihat menonjol itu hanya bisa tersenyum kecil.
Berbagai sumber daya kualitas ribuan tahun mulai muncul di depan Lau Luo. Immortal Shangya mulai mengenalkan satu persatu, mengambil sumberdaya kualitas tinggi yang terlihat menyerupai batu di depan mereka.
Saat memperhatikan seberapa kurusnya Lau Luo yang seperti segelondongan kayu berjalan, ada kabut kesedihan tipis di antara matanya. Immortal Shangya segera berbicara dengan suara bercanda. "Yang ini adalah Cahaya Giok Pengkilap berusia seratus tahun untuk keremajaan kulit."
"Oh, ini! Ini.. Kedelai Hitam seratus ribu tahun, sumber daya yang aku besarkan seperti anak sendiri!"
Sudut mulut Lau Luo berkedut pelan dan rahangnya hampir jatuh. "Shifu.. kau jangan bercanda."
Immortal Shangya memberikannya ke tangan Lau Luo dan dia menatapnya serius. Dari kekayaan yang terlihat, sumber daya itu bukan hanya langka, tapi juga pasti berkualitas sangat tinggi.
"Tidak tidak, aku akan mencarikan mu sumber daya terbaik." Immortal Shangya menebaskan tangannya ke wajahnya. Dia melemparkan sumberdaya tidak berguna lain yang sudah menumpuk di sebelah Lau Luo dari berbagai macam jenis sumber daya salah satunya Buah Ketampanan Surgawi, Loktus Penarik Pria berusia sembilan ribu tahun dan Gingseng Menggoda Wanita berusia tiga ratus tahun.
Lau Luo, "...."
Lau Luo hanya berdehem sedikit, Immortal Shangya benar-benar di luar dari ekspektasinya dalam hal lain dan karena dia masih merasa lapar, dia lalu memakan Buah Ketampanan Surgawi yang sepertinya belum ada efek apa-apa.
"Kau memakannya, efeknya akan muncul saat kau berumur tiga puluh tahun."
Kemudian Immortal Shangya mengeluarkan buah yang sama sekali tidak memancarkan cahaya kekayaan, terlihat biasa saja dan tidak terlihat termasuk dalam sumber daya. "Aku menemukan sumber daya yang cocok untuk tubuhmu, kemarilah dan cepat makan ini."
Lau Luo sedikit ragu karena di permukaannya sudah mengeluarkan jamur berwarna hijau, dia langsung menelannya dalam sekali gigitan. Setelah melewati kerongkongan dan jatuh ke perut, kesakitan luar biasa langsung menyerangnya.
Dia langsung melolong buas. "Ka-kau meracuniku?!"
Jika itu darah hitam yang berbau busuk, Lau Luo masih bisa tenang untuk memahami jika itu adalah darah penyakit. Tapi lama kelamaan dia muntah darah segar dalam jumlah banyak, organ dalam tubuhnya seperti terpelintir, dia merasa tidak kuat lagi untuk tetap berdiri stabil dan dia langsung tersungkur ke tanah dengan menyedihkan.
__ADS_1
Keadaannya tidak berbeda dengan seekor kambing gunung yang di sembelih, kecuali di leher Lau Luo tidak ada sayatan senjata tajam.
Immortal Shangya terlihat datar, dia bahkan sempat tersenyum sejenak. "Kau lebih baik dari yang kupikir, jika itu orang biasa mereka pasti sudah tidak bisa bertahan dan jiwa mereka lebih memilih meninggalkan tubuh mereka. Bocah, aku hanya ingin mengetes mu, apakah keinginan hidupmu tinggi ataukah rendah?"
Immortal Shangya melebarkan matanya, bahwa hal yang terjadi sekarang adalah di luar jangkauannya. Setelah memakannya dan tidak bisa mengeluarkan darah segar lagi, kaki Lau Luo perlahan hancur, kemudian di susul dengan kehancuran tangannya, tubuhnya, dan semua organ miliknya.
Di samping kepanikan, Immortal Shangya memasang formasi pada Lau Luo yang hanya menyisakan kepala. Perlahan, kepala itu mulai terkikis dan hanya meninggalkan mata yang berwarna hitam. Semua anggota tubuh Lau Luo menyerah untuk hidup dan hanya di matanya saja masih memancarkan keinginan hidup yang tinggi.
Immortal Shangya berusaha keras untuk menjaga formasinya, dia merasa sesak yang semula berdiri dengannya adalah bocah laki-laki dengan tubuh utuh. Immortal Shangya seakan tidak percaya bahwa yang dia pertahankan di dalam formasinya hanya mata tanpa nyawa.
"Bocah! Apa keinginan hidupmu hanya serendah ini?! Kau sinting!"
*
"Shifu, kau berhenti? Kau terlihat melamun tentang sesuatu.."
Lau Luo menepuk pundak Immortal Shangya yang tiba-tiba diam saat mengambil sumber daya di tangannya.
Immortal Shangya mengumpat keras. 'Sial! Jika mataku tidak menampilkan masa depan, aku pasti sudah menyuruhnya untuk memakannya! Hampir saja aku membuat kesalahan!'
"Kamu lihat sendiri kan sumberdaya ku sudah berjamur? Aku tidak tahan untuk menghancurkannya menjadi kepingan." Immortal Shangya menghancurkan sumber daya itu dengan petirnya.
Lau Luo terpaksa mundur mengambil jarak seratus meter menghindari petir Immortal Shangya dan dia sedikit terdiam saat mata legamnya menyipit ke arah pria yang masih terlihat remaja itu di kejauhan, perlahan kabut di sekitar Immortal Shangya mulai menghilang.
Immortal Shangya tiba-tiba bertanya ke arahnya. "Apa kau sebenarnya, sebenarnya.. tidak ingin hidup?"
Lau Luo hanya diam tidak menanggapinya, tidak bergerak sedikitpun dan dia terlihat seolah tidak berniat untuk menjawab pertanyaannya.
Immortal Shangya bertanya sekali lagi.
__ADS_1
"Kenapa?"