
Pada saat ini Xian Zi tidak tahu asal-muasal nama pedang Embun Beku Mengambang, dia hanya mengetahui bahwa pedang itu di berikan Shao Yi Chen untuk Jing Yiran yang sebenarnya di berikan ketika mereka berada di sebuah kedai arak karena menunggu pesanan sup, setelah Shao Yi Chen mengembara lebih dari tiga bulan ke luar kekaisaran.
Mendengar apa yang di katakan Xian Zi, Lau Luo mencoba bertanya. "Kenapa Yiran-shixiong tidak pernah menggunakan pedangnya?"
Xian Zi melemparkan biji teratai dari cincin penyimpanannya dan dia kemudian menangkapnya menggunakan mulut, setelah tiga kali gigitan dia lalu menelannya. "Bukan berarti tidak pernah menggunakannya, hanya aku yang tidak pernah melihat Yiran-shixiong menggunakannya!"
Xian Zi lalu meletakkan cemilan biji teratai di meja lalu menawarinya untuk Lau Luo. "Shidi, kau mau biji buah teratai?"
Lau Luo menggelengkan kepalanya, sedangkan Xian Zi masih terus mengeluarkan berbagai cemilan dari penyimpanannya untuk dia makan sendiri.
Sebelum meja itu akan penuh dengan segunung cemilan, Lau Luo mengambil potongan buah yang terdekat sebelum dia memakannya yang cukup untuk menghentikan Xian Zi mengeluarkan benda-benda aneh dari cincin penyimpanan miliknya.
Xian Zi tersenyum puas, dia lalu menuangkan teh ke cangkir Lau Luo yang tinggal setengah dan dia mengisinya sampai penuh. "Jarang ada orang yang mau menemaniku mengobrol untuk waktu secangkir teh, aku merasa senang memiliki adik beladiri junior seperti mu. Lain kali kita akan mengobrol dan menikmati teh lagi dan bergosip juga.."
Di luar dongfu siang hari sampai malam hari hanya terlihat dua orang yang duduk, salah satunya tidak bisa berhenti untuk bercerita dan yang lainnya masih mendengarkan dan matanya menyipit acuh tak acuh karena sudah terlalu bosan
Lau Luo meminum tehnya, lalu memperhatikan Xian Zi melanjutkan ceritanya.
"Kamu tahu sebelah selatan puncak Yilin ada lubang besar, dan juga kerusakan parah di tanah sekitarnya? Aku mendengarnya dari Shixiong-kedua jika dulu tanah di Yilin masih rata. Pada saat itu Yiran-shixiong mencoba berlatih pedangnya, pedang itu menunjukan gertakan penolakan sebelum mengeluarkan energi yang bisa melukai dirinya sendiri karena mempraktikkan teknik Hujan Musim Semi. Aku tidak tahu lebih jelas seperti apa, kau bisa bertanya pada Yiran-shixiong sendiri.. setelah tekniknya melukainya sendiri, Yiran-shixiong mulai tidak pernah menggunakan Embun Beku Mengambang."
Xian Zi berkata dengan perasaan sakit. "Itu adalah terakhir kali pedang Embun Beku Mengambang di tarik dari tutupnya dan memperlihatkan bilahnya yang berwarna keperakan."
"Luo-shidi.." Xian Zi memanggilnya dan Lau Luo berdehem sedikit sebagai tanggapan.
Xian Zi menarik sebelah ujung alisnya dan dia kemudian bertanya pada Lau Luo. "Apa kau tidak penasaran dengan keadaan Yiran-shixiong?"
__ADS_1
*
Setelah satu bulan penuh Jing Yiran sudah mengumpulkan semua murid dari keenam puncak lainnya. Sama seperti ketiga murid lain dari puncak Yilin berkumpul, di belakangnya adalah murid-murid dari puncak lain.
Baik itu murid dari puncak Erlang Xiao, San Bian, Si Hua, Wu Hua, Liu Hua dan juga puncak Xia Hua sebagai yang terakhir sudah mempersiapkan diri di halaman sekte yang di total tidak termasuk Jing Yiran akan berjumlah dua puluhan murid yang akan ikut Konferensi Pedang Tunggal nantinya.
Setelah menjelaskan secara singkat, tidak lama kedatangan kapal apung terbang mendarat di depan mereka. Kapal apung itu sangat megah, wilayahnya sangat luas hingga bisa di tampung oleh hampir dua ratusan orang. Memiliki kamar seratus, dan beberapa bilik kamar kecil. Bisa di lihat dari dekorasinya adalah kemewahan. Biasanya kapal ini akan di gunakan untuk menjemput para partisipasi dari sekolah beladiri yang tidak memiliki kapal apung sendiri.
Jadi begitu melihat kapal apung untuk pertama kalinya, semua murid dari ke-tujuh puncak langsung berdecak kagum.
"Wow, aku baru melihat kapal semewah ini selama hidup ku! Apa kita akan menaikinya?"
"Setelah melihat ini, aku harap Patriak Gu Hangjun akan membeli setidaknya satu kapal apung untuk sekte kita!"
Jun Shao adalah satu orang yang berkata untuk memiliki satu kapal apung. Sekte Pedang Patah telah menjadi favorit di Kekaisaran Yin, meskipun cukup populer sektenya dan menjadi sekte taois terkemuka di bawah langit namun sekte itu masih kelas tiga jika di bandingkan dengan sekte besar lainnya.
Selain itu, memiliki kapal apung sendiri akan sangat berguna saat acara besar seperti ini.
Untuk Cao Tao dan Deng Lun sendiri mereka berasal dari keluarga kelas tinggi, dan pernah melihat jenis kapal apung yang lebih besar. Jadi saat melihat kapal apung saat ini, mereka tidak terlalu terkejut.
Sebelum menaiki kapal, Jun Shao mendekati Zhang Ziyi dan mulai berkata serius. "Ziyi aku pasti akan memenangkan kompetisi ini. Begitu aku menag, aku pasti akan memberikan hadiahnya kepadamu."
Setelah melihat retakan kecil di pedang Jun Shao, Zhang Ziyi langsung mendecakkan lidahnya dan dia mencibir. "Aiya! Saat kau memenangkan kompetisi dan memiliki hadiah pedang baru kau pasti akan menyimpannya untuk dirimu sendiri jadi Jun-shixiong tidak perlu berkata palsu karena itu hanya akan membuang napas!"
Xia Xia merasa kasihan pada Jun Shao karena selalu mendapatkan cibiran pedas dari Zhang Ziyi, dia berkata lembut. "Saudari Ziyi, jangan terlalu kasar.. kau melukai hatinya."
__ADS_1
Setelah memberi "Hmp!" Zhang Ziyi merucutkan bibirnya acuh dan mulai berjalan menghampiri Chuxi di barisan murid puncak Erlang Xiao.
Melihat punggung Zhang Ziyi pergi, Xia Xia mencoba menghibur Jun Shao. "Jun-shixiong kamu sangat kuat, kamu pasti bisa memenangkan beberapa pertandingan di Konferensi Pedang Tunggal nanti, jika tidak sanggup tidak perlu menjadi juara yang pertama juga tidak apa-apa."
Jun Shao, "...."
XiaXia menggelengkan kepalanya. "Tidak maksud ku yang sebenarnya kamu sangat, sangat kuat."
Awalnya wajah Jun Shao terlihat mendung, saat Xia Xia mengakui bahwa dia kuat. Wajahnya langsung berubah cerah. "Apa kau pikir begitu? Aku tahu kau memiliki penilaian yang bagus dari yang lainnya! Aku yakin aku akan pulang dengan hadiah untuk Ziyi! Tentu saja kau juga akan mendapatkan cemilan kecil begitu aku kembali karena mengingat mulutmu selalu mengucapkan hal yang benar!"
Xia Xia tersenyum tipis, jika Jun Shao membeli cemilan. Itu pasti di beli berdasarkan selera Zhang Ziyi, karena selera Xia Xia berbeda dia pasti tidak akan sempat memakannya.
"Baiklah terimakasih, tapi itu tidak perlu."
Saat semuanya telah naik dan jangkar telah di angkat, itu menyisakan Jun Shao sebagai orang yang terakhir kali yang naik ke perahu apung. Dia mengangguk-anggukkan kepala pada Zhang Ziyi dan Xia Xia yang tetap tinggal karena tidak bisa mengikuti pertandingan dalam konferensi.
Adapun alasan Zhang Ziyi dan Xia Xia yang tidak mengikuti Konferensi Pedang Tunggal, itu karena kemampuan mereka tidak mencukupi. Sedangkan Lau Luo yang masih memiliki praktisi forqing qi pertama dan kultivasinya masih tetap tersendat di sana tanpa kenaikan sedikitpun, setelah menjadi murid pelantaran Inti di bawah dukungan Shao Yi Chen maka tidak ada satupun orang yang meragukan kemampuannya, jadi dia secara alami akan mengikuti Konferensi Pedang Tunggal di wilayah Cang'Su.
Berangkat dalam perjalanan ke Cang'Su akan membutuhkan waktu setidaknya tujuh hari. Di kapal apung yang mulai terbang, Jing Yiran memeriksa kalender Huang untuk memeriksa perjalanan mereka.
Meskipun dia sangat tidak mempercayai peramal, dan bahwa apa yang telah Ruan Mingchuan katakan padanya mengenai nasib buruk Lau Luo membuat Jing Yiran kali ini bersikap lebih hati-hati daripada sebelumnya.
Jing Yiran yang biasanya tidak pernah menyentuh Kalender Huang, kini mencari dengan serius kalender di tangannya yang bertuliskan hari-hari baik ataupun nasib buruk yang ada di atasnya dengan serius. Jika Lau Luo di takdirkan akan membawa bencana apa Jing Yiran bisa membimbing Lau Luo agar tidak menghiatam dan agar dia bisa sedikit demi sedikit mengajarinya seperti seorang kultivator taois yang berkultivasi di jalan kebenaran.
Tanpa sadar ketika dahinya menyusut dan berpikiran yang berlebih kepalanya tiba-tiba pusing, Jing Yiran memijat sedikit kepalanya saat berfikir.. sebenarnya apa yang akan menjadi pemicu Lau Luo menjadi bintang malapetaka yang akan hidup di penuhi kesengsaraan?
__ADS_1
Saat Jing Yiran berpikir, maka dia tidak akan mendapatkan kesimpulan tapi sebagai gantinya kepalanya semakin berdenyut sakit.