
"Sudah dari dahulu angka tiga menjadi angka keramat. Dan fenomena alam asap tebal, yang menyelimuti bintang selama tiga puluh hari penuh akan menjadi pertanda buruk. Bukan hanya itu, di ketahui manik-manik di Shanmen sudah menjadi benda berkualitas suci yang di gunakan oleh para peramal, terpengaruhnya manik-manik dan juga tiga belas pilar pada tiga puluh malam berkabut sepenuhnya menandakan kemunculan bintang kehancuran ataupun bintang malapetaka." Ruan Mingchuan menyimpitkan setengah matanya saat dia berkata pada pria remaja di depannya.
"Bintang kehancuran sama halnya dengan bintang keselamatan yang langsung terpilih dari Kultivasi Surgawi. Namun bintang keselamatan bisa di yakini sebagai Putra Surgawi, anak terpilih sebagai bintang terang polaris yang keberadaannya akan membawa keselamatan seluruh umat manusia."
Ruan Mingchuan menekankan sekali lagi dan suaranya terlalu rendah ataupun tidak terlalu tinggi. "Sedangkan bintang kehancuran adalah sebaliknya, kamu tahu siapa yang aku maksudkan?"
Meskipun permainan bidak weiqi sangat halus dan nyaris berjalan lambat, tapi di aula itu seolah-olah suasananya berubah menjadi tegang. Jing Yiran meletakkan sepotong bidak kemudian menfokuskan untuk mendengarkan Ruan Mingchuan menjelaskan isi ramalannya dan untuk apa yang di maksudkan oleh Ruan Mingchuan, dia tidak menggelengkan kepalanya ataupun mengangguk kepala, dia tidak bergerak sedikitpun seolah-olah dia adalah patung yang tidak bisa di sentuh.
"Seperti yang aku katakan tadi bersama Yi Chen, bintang malapetaka ini akan ada hubungannya dengan muridnya yang terakhir.."
Jing Yiran masih bersikap tenang bahkan terkesan acuh, ramalan yang menentukan nasib dunia bahkan dunia beladiri itu sendiri sedang di bicarakan Ruan Mingchuan selama kultivasi tertutup dua ribu tahun. Meski terlihat begitu tenang di permukaan, tapi siapa yang tahu jika pikirannya sekarang seperti bertempur dengan puluhan pisau yang datang, dan pisau-pisau berkarat dan ujungnya berkopeng itu seakan menusuk ke arah tendon dan jantungnya sampai membuatnya mengeryitkan kening karena kesaktian dan seolah Jing Yiran merasa seperti sebuah pisau yang tajam itu tiba-tiba datang dan berputar di kepalanya membuat semua isi di dalam kepalanya tidak tahan untuk berdenyut, karena merasakan sakit dan pusing tiba-tiba dari apa yang di ramalkan Ruan Mingchuan akan ada hubungannya dengan nasib Lau Luo mendatang, dia menutup sedikit matanya, sedangkan wajahnya yang putih karena pucat, di kelopak mata ada sedikit kabut kesedihan yang melayang di antara matanya sebelum akhirnya menguap.
Jing Yiran mengigit bibir bawahnya tipis, dan perkataannya seolah terdengar mencibir.
"Pendeta taois Mingchuan langsung terus terang mengatakan semuanya kepadaku. Seolah kamu sangat yakin bahwa ramalan itu tidak ada hubungannya dengan ku maka pendeta taois akan menceritakannya kepada ku secara terus terang dan terbuka. Tapi aku bukanlah orang yang kuasa untuk mendengar nasib buruk para shidiku.. dan lagi ini menyangkut adik beladiri junior ku, bagaimana aku harus tetap menegakkan perasaan dan bersikap tenang setelah mengetahui semua ini?"
Ruan Mingchuan hanya tersenyum namun senyuman itu tidak begitu jelas. Hanya bertemu sebentar serta mengucapkan sepatah dua patah kata, dia langsung menyukai karakter seperti Jing Yiran. Karakter yang sangat lembut dan juga berbudi luhur, jadi Ruan Mingchuan mulai mengambil tangan Jing Yiran dan mulai membaca garis tangannya tapi dia tidak bisa membaca apapun.
__ADS_1
Setelah membaca garis tangan Jing Yiran, Ruan Mingchuan harus menelan sedikit rasa kecewa. Karena di dalam garis di tangan Jing Yiran, seakan tidak bisa di ketahui apakah dia menjadi bagian dari bintang keselamatan atau bukan, ataupun orang yang di takdir kan menjadi kekasih surgawi yang melindungi segalanya karena memiliki jiwa seorang taois yang besar dan menempuh jalan kebenaran.
Karena garisnya sangat tidak jelas, jadi Ruan Mingchuan semakin mengerutkan kening dan mulai bergumam kembali. "Ini sangat aneh, aku masih berharap kau adalah bintang keselamatan yang bisa menyelamatkan nasib umat manusia ketika dunia ini hancur.."
Sebelum Ruan Mingchuan mendesah nafas beberapa kali, dia juga berkata. "Hanya ada bintang kselamatan yang mampu menyelamatkan bintang malapetaka, namun bagaimanapun caraku meramalkannya. Aku tidak mampu menemukan satu orang yang cocok dengan bintang keselamatan ini, satu orang ini di tutupi oleh kabut yang tipis menjadikan keberadaannya sangat transparan. Dan untuk itu sangat sulit untuk menemukan siapa orang yang menjadi bintang keselamatan. Karena kita tidak menemukan siapa satu orangnya, ini akan menjadi satu dari sekian alasan Kultivasi Surgawi bahkan jika aku mampu mengintip sedikit dari ramalan di dalamnya, itu masih tidak dapat di ubah."
"Seperti kamu tidak kuasa ini ada hubungannya dengan shidimu, aku juga tidak kuasa untuk menemukan siapa yang lain jika hari ini Kultivasi Surgawi tidak berkehendak."
Saat Ruan Mingchuan tidak bisa menemukan siapa bintang keselamatan, namun setelah kultivasi tertutup Ruan Mingchuan langsung berkunjung ke Yilin,di karenakan dia telah membaca sebuah ramalan yang cukup berkembang.
Ruan Mingchuan masih memainkan wiqinya, meski pihak lain sudah tidak berminat pada bidak hitam putih di atas kayu Torreya, dia tetap melanjutkan menjelaskan dengan hati-hati. "Menentukan bintang malapetaka sangat mudah."
Ruan Mingchuan menghela nafas sejenak. "Di katakan bintang malapetaka akan muncul di sertai fenomena berat, dan tidak ada fenomena yang lebih mengerikan yang terjadi sekitar enam sampai tujuh tahun yang lalu. Meski aku waktu itu masih menjalani kultivasi tertutup, masih ada peramal yang tidak mundur. Mereka mengatakan kepadaku, saat hujan badai lebat yang di sertai petir petir dan gundur. Tepatnya ketika ada kilat cahaya biru merobek langit seperti ular, dan langsung menghancurkan kediaman. Maka itu akan menjadi rumah kelahirannya bintang malapetaka.."
"Hanya ada satu rumah yang di hancurkan oleh guntur aneh itu yaitu di wilayah terpencil kediaman keluarga Luo, di pemukiman kumuh yang terisolasi."
Jing Yiran mendengar jelas apa yang di katakan Ruan Mingchuan. Dan dari awal sampai akhir, ekspreksi wajahnya seolah mengalami kelumpuhan dan hanya acuh tak acuh.
__ADS_1
"Sejak saat itu mudah bagi para peramal untuk mengawasi bocah itu. Dia akan memiliki nasib keluarga yang lemah, bahkan kasih sayang yang dia dapat saat ini juga sangat lemah dan hanya beberapa orang yang akan tulus menyayanginya. Sedangkan ribuan pedang siap terhunus ke arahnya oleh ribuan orang. Dia akan menjadi orang yang tidak berperasaan dan juga hati yang dingin, tidak peduli dengan nasib ataupun nyawa orang-orang biasa. Dia di takdirkan untuk menjalani kehidupan dengan putus asa dan menjalani banyak kesulitan. Dia akan memaksa orang-orang untuk berada di sisinya, meskipun ratusan orang berdiri di sampingnya. Dia tidak ada bedanya dengan bintang kesepian yang tidak bisa mendapat apa yang dia inginkan, ataupun memperoleh apa yang dia mimpikan."
Ruan Mingchuan lalu melihat wajah Jing Yiran yang seolah-olah tidak percaya apa yang baru saja dia katakan, dia kemudian menghela nafas. "Hatiku juga sakit untuk nasib anak ini, tapi jika kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Kau bisa meminta peramal lain untuk membaca nasib Lau Luo."
Jing Yiran tersenyum tipis, bahkan seolah-olah ingin tertawa mengejek. "Jika pendeta taois Mingchuan mengatakan demikian, bagaimana mungkin peramal lain mengatakan tidak? Mereka pasti akan mengatakan hal yang tidak akan jauh berbeda dengan apa yang sudah di katakan pendeta taois, aku tidak perlu mengeluarkan tenaga dan napas untuk hal yang lebih jelas."
Tidak ada peramal lain yang se-agung peramal abadi Ruan Mingchuan dari Kuil Shanmen, dan tidak ada ramalan yang lebih tepat dari ramalan Ruan Mingchuan yang dikabarkan kultivasinya hampir selangkah menuju abadi. Jadi ramalan Ruan Mingchuan akan lebih akurat dari yang lain, yang pastinya Jing Yiran mau tidak mau harus percaya dengan apa yang di katakan oleh Ruan Mingchuan.
Sejak percakapan tadi Jing Yiran tidak pernah mengatakan siapa yang akan di maksud oleh Ruan Mingchuan, bisa jadi itu Xian Zi ataupun Deng Lun dan dia hanya mengatakan adik beladiri junior karena tidak ingin mendapati pernyataan pahit. Setelah Ruan Mingchuan mengatakan nama Lau Luo dengan jelas, itu seperti palu yang berat menghantam hatinya dan seolah sepuluh ton batu menindihnya hingga membuat jantungnya dan semua darah di tendonnya mengalami sesak.
Namun setelah Lau Luo keluar dari kultivasi tertutup selama lima tahun, apakah ramalan Ruan Mingchuan yang mengatakan dia pembawa kehancuran akan menjadi kenyataan?
Saat memikirkannya Jing Yiran kembali menutup matanya dan dia tidak tahan untuk tersenyum pahit, dan jika ramalan itu terjadi untuk selanjutnya Jing Yiran juga tidak tahu apa yang harus dia pilih.
Jika Lau Luo seperti yang di ramalkan akan berkultivasi di jalan yang sesat, mengacaukan dunia dan menumpahkan darah orang-orang tidak bersalah ke mana-mana..
Maka dia akan menjadi orang pertama yang akan menghalangi jalan Lau Luo dan menghunuskan pedang ke arahnya.
__ADS_1