KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Kalian harus tetap tinggal di sini.


__ADS_3

Yuan Yi menunjuk ke gerbang pembatas yang besar yang tidak terlihat jauh dari mereka berkumpul. "Bukankah Sekte Pedang Patah ada di dalam Kekaisaran yang megah itu?"


Dia bertanya pada Lau Luo. "Gerbang itu di jaga dengan ketat, kau tidak bisa memasukinya."


"Aku akan mencari cara." kata Lau Luo.


Lau Luo juga belum memikirkan caranya melewati gerbang pembatas Kekaisaran Yin, sebenarnya dia tidak ingin berpisah dari Shu Zi Jiu dan Yuan Yi meski untuk sementara, tapi dia tidak suka dengan kehadirannya yang lemah yang tidak memiliki kekuatan apapun.


Dia mulai teringat dua tahun yang lalu, saat nafasnya tiba-tiba sesak Lau Luo melihat sosok siluet putih sutra dan Itu pertemuannya dengan pria dewasa yang rupawan, memiliki rambut putih bersurai cahaya yang pendek.


Pria itu terlihat sangat agung seperti loktus putih yang berhias di pakaian sutranya, aura yang keluar mendominasi suci, tapi Lau Luo bisa merasakan pria itu seolah-olah datang memberikan peringatan padanya.


Pria itu menunjuk ke tubuh Lau Luo dan berkata jika sesuatu yang ada di tubuhnya adalah apa yang akan menjadi bencana di masa depan, dan juga suatu saat kekuatan itu hanya akan membuatnya di liputi penderitaan tidak berujung.


Dia mengatakannya dengan tenang seperti tahu masa depan yang akan terjadi pada Lau Luo, tapi baginya peramal suci itu tidak tahu apapun, karena Lau Luo akan menulis kisahnya sendiri di tangannya! Jika dia ingin menjaga Shu Zi Jiu dan Yuan Yi maka tidak ada kekuatan yang berhak mencelakai mereka, dan jika dia bertekad untuk membahagiakannya Shu Zi Jiu, maka dia rela untuk menderita di dunia ini.


Dia harus bertambah menjadi kuat! Lau Luo berkata dengan dirinya sendiri saat merasakan kobaran tidak biasa jauh di dalam tubuhnya, seperti energi hitam yang gelap.


Dia melihat dua bocah yang bereaksi lesu di depannya. Shu Zi Jiu dari tadi tidak mengatakan apapun, sedangkan Yuan Yi masih mengamati kertas pendaftaran beladiri Sekte Pedang Patah.


"Bisakah aku ikut dengan mu Luo-didi?" kata Shu Zi jiu yang membuka obrolan ketiganya.


Mata legam Lau Luo menurun, dia menggelengkan pelan kepalanya. "Untuk sekarang, itu tidak bisa."


Yuan Yi yang mendengarnya dan langsung berdiri untuk menantang Lau Luo. "Ayo kita duel, jika aku menang kau harus membiarkan kami ikut denganmu!"


Setelah diam cukup lama Lau Luo menerimanya, dia berkata pada Yuan Yi. "Baik, tapi pemenangnya adalah orang yang menyerang bagian vital lawannya."


"Baiklah, aku akan mengingatnya." kata Yuan Yi, mereka bisa menyerang titik vital tanpa perlu memberi luka serangan.

__ADS_1


Yuan Yi mengeluarkan parang tajamnya, dia terlihat geram dengan pilihan Lau Luo. Dia menyerang Lau Luo terlebih dahulu, sedangkan Lau Luo memilih di posisi bertahan atau menghindar.


Hanya dengan hindaran kecil Lau Luo masih unggul dari Yuan Yi. Sedangkan Yuan Yi semakin geram dan berteriak keras, "Kau keluarkan parang mu! Kita akan berduel adil!"


Karena Yuan Yi mengeluarkan tenaga yang lebih besar dari sebelumnya, Lau Luo mengeluarkan parangnya dan berubah menjadi posisi bertahan. Dua parang saling berbenturan, tangan Yuan Yi sudah sedikit gemetar. Sedangkan Lau Luo terpaksa mundur beberapa langkah dengan penganggannya yang masih stabil.


Nafas Yuan Yi memburu cepat, tangannya semakin kebas setiap ayunan serangan dari setiap kali dia bertahanan.


Shu Zi Jiu melihat panik situasi Yuan Yi, jika Yuan Yi kalah mereka tidak bisa mengikuti Lau Luo pergi. Yuan Yi harus memenangkan duel ini! Itu harus!


Meski ini sedikit berbahaya, Shu Zi jiu melirik ke arah Yuan Yi dan mundur beberapa langkah ke arah perapian.


Yuan Yi melihatnya langsung tersentak, "Jiu ge!"


Mata Lau Luo terbuka lebar, dia segera panik melihat Shu Zi Jiu yang menjatuhkan diri ke perapian dengan sengaja. Dia buru-buru berlari untuk menyelamatkannya, tapi Yuan Yi masih mementingkan duel di antara mereka dan melepaskan serangan lebih beruntun dari sebelumnya.


Yuan Yi masih melepaskan serangan, Lau Luo tidak bisa menghindarinya mulus sampai lengannya terkena tebasan yang tajam dari parang Yuan Yi.


Mengacuhkan luka di lengannya yang berdarah, Lau Luo menatap khawatir Shu Zi Jiu yang sudah berhasil di tangkapannya.


Dia berteriak. "Apa yang kau lakukan tadi?! Jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi!"


Perkataan itu terdengar begitu sayu membuat Shu Zi Jiu menyesali apa yang di lakukannya, dia gugup gemetar melihat luka di tangan Lau Luo. Darah itu mengalir deras yang langsung membuatnya seketika berdecak syok dengan perasaan bersalah.


Meskipun khawatir, Yuan Yi tidak melupakan kemenangannya. "Kali ini aku yang menang, kau harus mengaku kalah dan biarkan kami ikut denganmu."


Lau Luo meringis nyeri dan kemudian tersenyum ringan. "Sepertinya aku yang menang."


Bersama ucapan Lau Luo, krikil memantul di beberapa pohon kemudian melesat ke jantung Yuan Yi, serangan itu pelan dan mendarat seringan bulu.

__ADS_1


Lau Luo bertanya pada Yuan Yi, terlepas dari seberapa tajam luka yang di buat Yuan Yi pemenangnya masih sama, seseorang yang bisa menyerang titik vital lawannya.


"Yi ge, antara lengan dan jantung mana bagian yang paling vital?" Tanya Lau Luo, dia menatap Yuan Yi dengan senyuman ringan yang tidak berubah. "Maaf, tapi aku pemenangnya di sini."


"...."


Yuan Yi membatu begitu juga Shu Zi Jiu, mereka sudah melakukan hal gila untuk menang. Lebih tepatnya Shu Zi Jiu tidak menghargai hidupnya saat mendengar Lau Luo akan pergi.


Dia langsung bergerak cepat merobek kain compang-campingnya untuk membalut luka Lau Luo, dia menatap luka Lau Luo yang dalam dengan mata yang menjadi sendu.


Shu Zi Jiu menelusuri luka itu dengan jari-jarinya yang gemetar.


"Aku.. aku tidak bermaksud membuatmu terluka.." Perkataan itu tergagap, menunjukkan seberapa menyesalnya dia.


Lau Luo memeluk pundak gemetar itu dengan erat dan berusaha menenangkannya. "Tidak apa, ini goresan kecil."


Saat Lau Luo melirik Yuan Yi, Yuan Yi memalingkan wajahnya. Andaikan dia kuat, dia tidak akan menarik Shu Zi Jiu melakukan hal gila untuk membuat Lau Luo tetap tinggal.


Yuan Yi mendengus kasar. "Saat kau mati karena jauh dari kami, aku akan membongkar mayat mu untuk mencambuknya seratus cambukan!"


"Kalian harus tetap tinggal di sini.." Bahkan Lau Luo sendiri tidak tahu hal apa yang akan menantinya, mungkin kehilangan nyawanya bukan lagi hal yang mustahil di perjalanannya, untuk itu dia tidak ingin membawa Shu Zi Jiu ataupun Yuan Yi bersamanya.


Dia tersenyum. "Aku adalah orang yang jahat, aku dengar orang jahat memiliki umur yang panjang untuk hidup lebih lama."


Lau Luo tertawa renyah, lalu berubah menjadi senyuman kecil. "Aku khawatir kau tidak punya kesempatan untuk mencambuk mayatku."


__


:) karena mereka miskin yang tinggal di pelosok, mereka gak punya pedang untuk bertarung, jadi jgn heran kalau Lau Luo cuman make parang, yaitu semacam senjata yang terbuat dari benda-benda tajam.

__ADS_1


__ADS_2