
Meskipun masakannya sendiri sangat enak sampai membuatnya bisa membuka kedai makanan sendiri, tapi begitu di bandingkan dengan masakan Shu Zi Jiu, masakannya sendiri masih belum ada apa-apanya.
Dalam hal masakan dan seseorang yang paling berharga, tentu saja Shu Zi Jiu masih menempati posisi yang pertama.
Setelah Lau Luo berubah menjadi kuat untuk melindungi Ah Jiu-ge nya dan tidak bisa di kalahkan oleh kekuatan manapun, dia sudah merencanakan kehidupan yang sederhana, bukan sebagai seorang kultivator yang di takuti oleh ribuan orang, melainkan menjadi sosok orang yang biasa-biasa saja.
Dia hanya ingin menjadi seorang pelayan dengan tumpukan pesanan yang mondar-mandir dari satu meja ke meja lainnya, mencatat semua pesanan lalu menyerahkan pada Shu Zi Jiu untuk di masak sebagai koki utama. Dan juga Yuan Yi yang akan mengolah semua ternak agar menghasilkan daging dengan kualitas terbaik, dan Chuxi seorang gadis cantik yang akan membagikan brosur untuk menarik pelanggan lebih banyak.
Jadi jika ada pertanyaan selama hidupnya dia ingin menjadi seperti apa, Lau Luo hanya cukup memiliki satu kedai makan sederhana, dan hidup damai berempat seperti yang di janjikan mereka.
"Kau terlihat senang tadi, apa yang kau pikirkan?" Jing Yiran mengamati ekspresi Lau Luo, yang awalnya halus cerah sekejap berubah menjadi dingin dan gelap.
Lau Luo melengkungkan bibirnya dan wajahnya yang dingin langsung berubah tanpa ekspresi, seolah-olah tersenyum tapi yang jelas juga bukan senyuman yang sebenarnya.
"Shixiong kau memberitahukan junior ini untuk satu rencana yang damai, di sana aku memiliki restoran kecil, dan tiga orang yang aku sayangi. Jika aku kehilangan salah satunya, dan jika aku sendiri tidak memiliki kekuatan untuk melindungi mereka.. maka saat itu dunia sudah tidak akan ada artinya lagi."
Saat mendengarnya, Jing Yiran terdiam selama beberapa saat sebelum dia mengangguk mengerti. "Jika kau lemah, itu juga bukan salahmu jika kehilangan seseorang. Jika kehilangan satu orang, bukankah masih ada orang lain yang akan hidup di sisimu?"
"Jangan berkata seolah-olah duniamu akan runtuh, jangan menyalahkan dirimu sendiri jika kamu masih lemah." Jing Yiran menyimpitkan setengah matanya. "Bukankah sudah aku katakan, aku akan melindungi semua orang?"
"Siapapun yang hidup, yang bernafas dan yang bergerak. Baik itu orang-orang mu, orang yang tidak aku kenal, menurutku semuanya sama dan tidak ada perbedaan sedikitpun, aku akan membantumu melindungi mereka."
Jing Yiran mengangguk, dia berdiri dan menepuk nepuk pantatnya yang kotor. "Ayo kita keluar."
Pintu dari gua iblis itu sudah lama tertutup menurut perintah penatua Qing, jadi mereka harus menelusuri jalan keluar sendiri, namun saat mereka terus mencari pintu keluar, semua akses pintu keluar di gua itu juga masih tertutup.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kita bisa berkemah sebentar." Jing Yiran sudah duduk di sisi pintu sambil menyandarkan punggungnya ke dinding gua.
Saat malam sudah berlalu, keesokan paginya Jing Yiran merasakan batu di punggungnya bergetar dan perlahan pintunya juga terbuka.
Saat pintu terbuka Deng Lun melihat Jing Yiran kemudian berganti ke arah Lau Luo. "Nomor sepuluh, dan sepertinya kamu yang terakhir?"
Deng Lun melihat bocah di depannya adalah yang paling muda dari sepuluh yang sudah lolos, terlihat sekitar enam sampai tujuh tahunan, saat melihatnya dia tidak tahan untuk mengeryitkan keningnya melihat wajah di depannya.
Wajah itu masih memiliki garis merah layaknya remaja yang belum pubertas juga tidak memiliki aura dominasi, kulit seakan mengatakan jika orang itu lemah. Namun begitu Lau Luo tanpa sengaja tersenyum dingin pada Deng Lun, penilaian Deng Lun yang tadi langsung hancur berkeping-keping seolah seperti saat Penatua Qing yang menegurnya karena kesalahan yang membuatnya merasakan kedinginan seperti es.
Jing Yiran memperhatikan ekspresi Lau Luo yang baru tujuh hari ini yang lalu, awalnya Lau Luo hanyalah bocah yang manis dan suka tersenyum ramah dan sopan. Tapi sekarang wajahnya selalu terlihat datar bahkan hawa di dekat Lau Luo terasa sedikit membeku dan seolah-olah orang itu tiba-tiba mengalami kelumpuhan wajah yang membuatnya sedikit berekspresi.
"Apa ada yang membebani mu Xiao Luo?" Jing Yiran menepuk pundak Lau Luo yang langsung menyadarkannya dari lamunan karena kelihatannya orang itu sudah terhanyut dengan pikirannya sendiri.
Masa depan tentang kematian Shu Zi Jiu yang di perlihatkan kakek tua itu membuat otot di wajah Lau Luo tiba-tiba memanas dan semua tangannya menggertak dan mengengam keras, wajahnya berubah berkabut serta aura hitam sudah keluar dengan senyumannya sendiri yang perlahan-lahan terlihat tenggelam.
Dia tidak punya tenaga jika satu-satunya orang yang berharga untuknya akan.. mati.
Dia bisa menjadi seseorang yang melatih qi iblis.. dia rela menjadi orang yang sesat, orang yang di kutuk dan di cela ribuan kultivator.
Menjadi bintang malapetaka yang membawa kehancuran untuk orang lain, menjadi kaisar iblis yang haus darah.. apapun itu, asalkan dia bisa mengubah kematian Shu Zi Jiu menjadi hidup seribu tahun lagi.
Lau Luo hanya menarik sudut bibirnya dan tertawa dingin. "Tidak ada apapun."
*
__ADS_1
Sekte Pedang Patah terletak di Gunung Yiling, yang berfokus pada seni berpedang dan sekte ini memiliki tujuh puncak. Sayap barat Xia Hua adalah yang paling bawah, dan Puncak Yilin adalah yang teratas dari ketujuh puncak.
Namum Puncak Yilin tidak pernah merekrut lebih dari tiga murid selama bertahun-tahun lamanya. Murid-murid Puncak Yilin, adalah murid dari Pelantaran Inti yaitu Jing Yiran, Xian Zi dan Deng Lun yang di pilih secara langsung oleh Dewa puncak Shao Yi Chen.
Sebelumnya, sepuluh yang telah lolos dalam ujian sekarang mereka akan melakukan duel untuk membuktikan kemampuan mereka, kemudian saat mereka memperlihatkannya kekuatan mereka masing-masing maka akan ada pemimpin puncak yang akan memilih mereka untuk merekrut mereka ke dalam bimbingannya.
Can Sua tidak di perbolehkan Can Zao untuk mengikuti ujian sekte, hal ini di karenakan Can Sua tidak berbakat dalam bidang kultivasi dan beladiri, dan juga karena dia hanya mengetahui kemurnian bahan logam untuk di tempa sebagai senjata mengikuti skill dari Can Zao.
Dia berdiri di depan aula untuk mengikuti pertarungan duel dari Lau Luo dan juga Chuxi. Ketika Can Sua melihat Lau Luo berjalan di sebelah Jing Yiran, jantungnya langsung tergagap kencang, kakinya tersandung dengan bunyi keras karena matanya tidak lepas dari Lau Luo untuk mengamati langkah di sekitarnya karena orang itu, sedikit menjadi jauh lebih tampan dari sebelumnya..
"Saudara Luo!"
Seperti Jing Yiran, Can Sua langsung menghujani Lau Luo dengan pertanyaan karena perubahan fisik di tubuhnya. Lau Luo menjawab seadanya jika dia tidak sengaja menelan sumber daya kebangkitan fisik seperti Buah Ketampanan Surgawi, saat mendengarnya tentu saja Can Sua merasa sangat tidak percaya.
Di sebelah lain juga Penatua Qing berdiri di tengah aula yang besar, hampir seluruh aula di tutupi dengan karpet warna biru terlihat mewah dari kelihatannya terbuat dari bulu dan kulit binatang spirit langka. Di tengah-tengahnua juga terlihat memiliki motif berbagai lambang tujuh puncak dari Sekte Pedang Patah, di sulam dengan epik menggunakan benang emas dan juga perak.
Can Sua mengambil kursi di pinggir aula yang di khususkan untuk warga umum, sedangkan tujuh kursi yang terletak di ketinggian hanya untuk tujuh dewa puncak, selain itu juga ada kursi khusus untuk tamu dari sekte tetangga. Can Sua bisa bernafas lega setelah melihat nama di papan peserta, Lau Luo, Chuxi dan Zhang Ziyi tidak dijadikan satu panggung untuk duel.
Begitu nama peserta pertama di umumkan itu langsung menjadi panggung Zhang Ziyi untuk melawan lawannya dengan praktisi satu tingkat lebih tinggi darinya.
Melihat dua orang di platform Can Sua menjadi sedikit tegang dengan nasib Zhang Ziyi, alisnya merapat khawatir dia bertanya pada Lau Luo di dekatnya. "Saudara Luo, apakah kamu berpikir saudari Ziyi ada kemungkinan untuk menang?"
"Dari segi kemampuan, dia kalah." Lau Luo berkata dengan jelas. Sudut matanya tanpa ekspresi, jika dia ada di posisi Zhang Ziyi dengan praktisi yang setara, dia tidak ada kata untuk kalah karena dia akan meraih kemenangan dengan cara apapun.
Mata adil Jing Yiran melengkung dengan elegan dia juga tersenyum pelan melihat pertarungan beberapa juniornya itu.
__ADS_1
"Bagaimana ada kemungkinan untuk menang? Konstitusi lawannya adalah tingkat tiga, dan satu tingkat lebih tinggi dari Zhang Ziyi."
"Konstitusi Zhang Ziyi sangat dangkal dan rendah, bahkan di nilai dari tenaga, dia sudah kalah jauh dengan tubuh pendek dan lebih kecil dari lawannya. Bahkan jika Zhang Ziyi kali ini menang.. bukankah langit terlalu bias?"