
Di sisi lain tempat perawatan Chuxi, Jun Shao mendatangi Zhang Ziyi. "Ziyi, kau tidak menemani senior Chuxi?"
Setelah Jun Shao pernah merasakan sendiri kekuatan aura pembunuh Chuxi, dia mulai berkata hati-hati agar tidak menyinggungnya. Dan lagi Chuxi menempati posisi pertama, jadi wajar saja jika seseorang menanyakan Jun Shao kenapa dia memanggilnya senior.
Zhang Ziyi merajut alisnya. "Hah, sejak kapan kamu sebegitu hormatnya pada saudari Chu!? Oh, apa itu karena kau baru saja di gertak dia terakhir kali dan membuktikan kau adalah pria yang lemah? Dan lagi, siapa yang ikut lari saat di hadapi Spirit Beast?"
"Kamu idiot seperti amplas kayu!" Zhang Ziyi kembali mencibir.
Jun Shao "...."
Zhang Ziyi hanya menggelengkan kepalanya melihat Jun Shao, saat dia berjalan pergi, dia menghentikan kakinya dan berbalik ke tempat perawatan. Mendengar topik yang ada kaitannya dengan barang di carinya, Zhang Ziyi berdiri di sebelah Deng Lun dan mengintip pembicaraan Chuxi dengan pemimpin sekte.
Mulut Zhang Ziyi terbuka lebar. "Jadi selama ini bukan Tn. Luo yang membawanya?"
Saat Deng Lun mendatangi Cao Tao, Zhang Ziyi langsung menghampiri Chuxi dengan senyum pemikat dan menyambutnya dengan penuh semangat.
"Saudari Chu, apa kau lelah ingin aku memijat punggung mu?"
Chuxi, "Tidak."
"Apakah selimutmu dingin? Kau ingin aku menghangatkannya?"
Chuxi, "...."
"Apakah kamu lapar? aku akan mencarikan makanan untuk mu."
Chuxi, "Tidak dan terimakasih."
__ADS_1
Zhang Ziyi menatap Chuxi dengan mata berbinar terang, dia juga mengigit bibir bawahnya. "Apa kau bersedia.. Menjadikan aku sebagai budak mu?"
"Ziyi, omong kosong apa yang coba kau katakan? Oh, ayolah! Mengingat hubungan baik kita selama ini kau tidak perlu sampai berbuat demikian. Tentu saja jika kau bersikeras untuk mengabdi untuk ku aku hanya akan terpaksa menerimanya."
Chuxi sambil tersenyum ketika memikirkan Zhang Ziyi menjadi budak yang mematuhi semua perkataannya. Itu bukan hal yang buruk!
Zhang Ziyi mengulurkannya. "Bayaran ku sangat mahal. Saudari Chu, cukup jika kau memberikan Belati Petir Mutan milik Zihan ge-ku. Kau akan mengetahui diriku jika aku seribu kali lebih akan berguna!"
Chuxi berkata dengan lembut tapi wajahnya menunjukkan ekspresi yang picik. "Kamu cukup percaya diri. Tapi nyawa dan semua yang kau miliki bukan nominal yang cukup untuk bertukar."
Zhang Ziyi, "...."
Zhang Ziyi melihat wajah Chuxi. "Kau terlihat sangat tenang saudari Chu, apa kau tidak menghawatirkan Tn. Luo sekarang dia selamat atau tidak? Dia belum kembali, dan pintu gua juga sudah di tutup juga.. ujiannya sudah berakhir."
Chuxi memang sama sekali tidak meragukan kemampuan Lau Luo, bahkan nalurinya seperti mengatakan jika Lau Luo kembali dia akan jauh lebih kuat dari sebelumnya. Mungkin saja sekarang Lau Luo lupa kembali dari ujian Sekte Pedang Patah karena dia tertidur pulas di ranting pohon, atau sedang membakar daging panggang karena kelaparan.
Gua iblis tersembunyi adalah tempat yang sangat luas dan berbahaya untuk mencari satu orang, tapi kekuatan Jing Yiran sekarang cukup kuat untuk menyangkal Spirit Beast ataupun Demonic Beast yang mendekat. Dia sudah berjalan lebih dalam, namun tidak menemukan apapun atau jejak kehadiran orang hidup di sini selain beberapa binatang liar di dalam gua.
"Xiao Luo, jangan bilang kau sudah di telan Demonic Beast sampai tidak tersisa.." Jing Yiran tertawa getir, Lau Luo memang bisa mengalahkan Zhang Zihan yang dou zhe tingkat tiga dan dia menyaksikannya sendiri dengan mata kepalanya.
Tapi di dalam gua iblis tersembunyi, bukan hanya selevel kultivasi Zhang Zihan bahkan lebih tinggi bisa sebagai lawan yang mengancam Lau Luo. Saat memikirkannya, Jing Yiran langsung menyebarkan energi spiritualnya pada jarak tertentu, dan tidak butuh waktu lama dia bisa merasakan kehadiran orang dalam radius dekat di sekitarnya.
Ketika dia hampir sampai, dia bisa merasakan aroma lezat daging panggang yang tercium tidak jauh dari sana juga dia bisa melihat jejak sisa pembakaran yang baru saja di tinggalkan seseorang. Beberapa angus kayu bakar dan beberapa daging tusuk yang belum di makan masih terlihat. Meskipun di dalam gua, Jing Yiran bisa merasakan sedikit angin sepoi-sepoi dan suara lonceng gemericik sedikit terdengar, dia mengikuti arah sumber suara.
Lonceng hitam dan rumbai hitam menggantung dan bergerak saat tuannya berbalik.
Jing Yiran mengatupkan giginya saat melihat bocah laki-laki yang di carinya tertidur pulas. Hanya baru satu minggu tidak bertemu tapi Jing Yiran sudah menemukan jejak keanehan.
__ADS_1
Perawatan bocah yang tidur di depannya itu terlihat ramping, dan terlihat lemah tapi daging yang kurus itu menjadi lebih berisi dari terakhir kali seolah-olah bukan lagi menyisakan tonjolan tulang yang mudah patah, kulitnya juga tampak lebih putih cerah dan mengkilap. Karena Lau Luo pernah memakan Buah Ketampanan Surgawi, sekarang wajahnya juga terlihat menjadi tampan seolah-olah seperti karya seni yang di pahat dengan perawatan terbaik dan tidak menemukan kecacatan sedikitpun.
Dia mengenakan jubah sederhana berwarna putih tipis, menyatu dengan kulitnya tampak transparan terkesan seperti sarjana kecil terkemuka yang mulia. Lau Luo tampak menjadi lebih tinggi dari terakhir kali Jing Yiran temui, dan juga rambut hitam itu lebih panjang dari terakhir kali mereka bertemu beberapa hari yang lalu sebelum pelaksanaan ujian Sekte Pedang Patah.
"Xiao Luo?" Meskipun Jing Yiran yakin seseorang di depannya adalah Lau Luo dia masih memastikannya
Alis Lau Luo merajut dan bulu matanya sedikit bergetar saat dia membuka matanya. Bibirnya melengkung ke atas namun terlihat juga seakan tersenyum dingin. Meskipun senyuman itu sangat dingin, tapi fitur di wajahnya sangat halus yang membuat orang lain bisa terpesona dan tertegun sejenak.
Lau Luo melompat ke tanah saat suara lonceng hitam di rumbainya kembali berbunyi.
Dia mengangguk, "Yiran-Shixiong?"
Senyuman Lau Luo begitu dingin, tapi perkataannya masih bisa terdengar lembut dan setelah jeda sejenak, dia kembali bertanya. "Shixiong, kenapa kau berada di sini?"
"Tentu saja penatua Qing menyuruh untuk mencari orang yang tertinggal di dalam sini." Jing Yiran melihat postur Lau Luo yang bertambah tinggi dan dia segera mengkerutkan alisnya.
Bertanya, "Kau terlihat jauh berubah di bandingkan terakhir kali aku melihat mu seperti bertambah tinggi. Xiao Luo Apa kau tidak sengaja menemukan sumber daya yang memiliki ramuan ajaib untuk meningkatkan tinggi badan?"
"Mungkin." Lau Luo menjawabnya dan dia segera menawari makanan. "Shixiong, aku baru saja selesai memanggang daging. Apa kamu mau mencobanya?"
"Ya, tentu."
Jing Yiran memakan porsi yang di berikan Lau Luo, meskipun daging itu di panggang dengan resep sederhana tapi rasanya sangat enak. Tidak buruk, di bandingkan dengan buatannya.
Jadi dia berbasa-basi sambil memakannya. "Kau pandai sekali dalam hal memasak. Xiao Luo, hanya saja menjadi seorang kultivator apa kau tidak pernah memiliki keinginan membuka kedai makan saja?"
Lau Luo melihatnya dan tersenyum. "Coba tebak."
__ADS_1
Jing Yiran mengigit daging panggangnya. "Jika aku bisa menebak, aku tidak akan bertanya."