KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Putra mahkota sebenarnya perempuan!


__ADS_3

Setelah melihat Lau Luo, Shu Zi Jiu dan Yuan Yi langsung memapahnya untuk memasuki gubuk jerami mereka, Yuan Yi mencibir ke arah Lau Luo. "Setelah beberapa hari tidak bertemu kau semakin terlihat tampan! Apa kau enak-enakan di luar sana? Membuat kami khawatir!"


Shu Zi Jiu juga menyadarinya, Lau Luo sekarang semakin terlihat bersih dan harum, bahkan kulit putih gandum itu terlihat lebih lembab dan segar yang jauh berbeda dengan sebelumnya yang di penuhi dengan seonggok kotoran.


Dia menegur Yuan Yi dengan suara lembut. "Sudahlah, yang terpenting Luo-didi kembali dan dia baik-baik saja."


Setelah diam lama dia berkata pada Lau Luo, dan tersenyum lembut. ''Kau pasti belum makan, aku menyimpan beberapa makanan untuk kepulangan mu, bagaimana dengan keadaan mu?"


Meskipun tersenyum dan berkata halus, raut muka Shu Zi Jiu terlihat lebih letih dan beberapa tahun terlihat lebih tua. Kantung mata hitam yang tidak pernah ada di antara mata Shu Zi jiu kini terlihat sangat jelas, membuat wajahnya yang dari awal pucat seolah-olah tanpa tenaga.


Beberapa hari terakhir dia mencari Lau Luo kemanapun bersama kakek Shang, tanpa mempedulikan kesehatannya, bahkan saat malam hari yang lebih dingin dia tidak perduli dengan hipertomia nya dan tidak memperdulikan ketakutannya pada cuaca dingin. Dia tetap mencari Lau Luo ke sepenjuru hutan namun tidak menemukan jejak apa-apa, dia tidak bisa tidur tenang ataupun memakan makanan, dan di hanya bisa menyimpan makanan yang di temuinya untuk kepulangan Lau Luo.


Setelah duduk di meja tidurnya Lau Luo menerima makanan yang terlihat segar dan lezat, dia memandang makanannya sangat lama yang membuat Shu Zi Jiu tidak tahan bertanya. "Kenapa? Kau tidak menyukainya?"


Lau Luo menggeleng kepalanya cepat, bibirnya segera merucut menahan giginya untuk terbuka, mata hitam legamnya tiba-tiba mengeluarkan air yang hangat seperti air terjun. Shu Zi jiu dan Yuan Yi langsung di buat terdiam.


Lau Luo tidak tega, dia menangis melihat Shu Zi Jiu mencari-carinya tanpa pandang bulu dengan kesehatannya sendiri. Shu Zi Jiu pasti mencarinya di tengah-tengah salju, yang bahkan dia memiliki hipertomia kedinginan!


"Ah Jiu-ge." Dia berkata dengan lemah. "Jangan mencariku sampai lupa kesehatan mu sendiri, bagaimana jika kau tiba-tiba membeku waktu hujan atau salju?"


Meskipun berusaha menahannya, kata itu keluar dengan gemetar di tubuhnya. "Ah Jiu-ge kau memiliki hipertomia ekstrim. Bagaimana kau bisa mencariku di tengah salju? Bagaimana jika hipertomia mu kambuh dan kau, kau.. dan bagaimana jika kau mati di sana karena kedinginan?"


Shu Zi jiu menarik bibirnya ke atas dan tersenyum lemah. "Tidak akan sampai mati, kau membuatnya berlebihan."


Bahkan orang paling bodoh seperti Yuan Yi faham betul bahwa hipertomia akut bisa membuat orang mati jika hipertomia ekstrim mereka kambuh.


Shu Zi Jiu seolah itu bukan apa-apa, dia lalu melirik ke arah Yuan Yi. "Kami tadi sudah makan."


Yuan Yi seperti tersengat lebah, dan dia mengangguk. "Benar."


Shu Zi Jiu memang telah makan, dia berkata jujur tapi berbohong dengan makan yang cukup baik. Dia memakan makanan di area yang berjamur, dan menyisakan makanan yang bersih untuk Lau Luo. Dan dia beberapa waktu ini dia sendiri mengganjal perutnya yang sakit mengunakan batu, dan sekarang masih menahannya, karena terbiasa menahan kelaparan tulang di lehernya terlihat.


Dia sekali lagi tersenyum lembut. "Sekarang makanlah dulu, aku akan membuatkan sup sayur untuk mu."


Ladang sayur kecilnya sudah tumbuh dan siap untuk di panen, dia merasa lega akhirnya bisa membuatkan makanan yang hangat untuk Lau Luo karena selama ini dia merasa kurang enak hanya bisa membuat Lau Luo memakan makanan yang kurang layak dari mengais pegunungan sampah.

__ADS_1


Sewaktu dia pertama kali di pemukiman primitif karena di buang oleh marga Shu untuk mati sebagai makanan anjing, dia mendapatkan cahaya hidupnya kembali saat menemukan bayi di bawah puing-puing keluarga Luo.


Dia menamai bayi itu sebagai Lau Luo, dan bayi itu adalah segalanya yang dia rawat dan alasannya untuk tetap hidup.


Tanpa mendapatkan perkataan dari Lau Luo, Shu Zi Jiu sudah bersiap membawa parang pemotong sayur dan menuju ladang sayur yang di tanamnya.


*


Di sisi lain, tepatnya di luar gubuk jerami mereka, Chuxi menatap intens bocah di depannya. Dia mengendus kesal yang membuat pipi tembamnya semakin mirip dengan balon.


"Aku ingin berbicara padamu!" Chuxi berkata pada Mo Yiyang dan menyeret tangannya untuk menjauhi gubuk.


Mo Yiyang mengikuti pasrah saat melihat raut kekesalan di wajah gadis kecil itu, setelah sampai di tempat yang agak jauh Chuxi langsung menepis tangannya. "Pergi dari sini! Jauhi Luo-didi, kau hanya bisa mencelakainya!"


Mo Yiyang bertanya seolah memastikan telinganya, "Aapa yang kau katakan?"


"Pertama, terimakasih untuk mu karena kami sempat kehilangan Luo-didi beberapa hari ini." Kata Chuxi. "Membuat Jiu-ge dan kami semua khawatir!"


Mo Yiyang semakin tidak di buat mengerti oleh ucapan Chuxi, dia menaikkan alisnya. "Apa yang sebenarnya kau katakan?"


Gadis itu terlihat kesal dan marah, dia menyembunyikan gigi kelincinya di balik pipi bulat dan semakin terlihat menggemaskan untuk mata siapapun yang melihatnya, tapi tidak untuk Mo Yiyang sekarang yang lebih kebingungan dari pada untuk tertegun takjub.


Dia meneguk ludahnya yang tersendat di kerongkongan, dia bertanya dengan gugup. "Kau tahu apa yang aku sembunyikan?"


Chuxi memalingkan wajahnya cepat, "Tentu saja! Tidak ada hal yang bisa di sembunyikan dari mata seorang perempuan!"


Selama ini dia merasa selalu aneh, Mo Yiyang memiliki kulit yang halus seperti perempuan dan lagi kulit seorang pria tidak mungkin seputih itu!


Mo Yiyang tersenyum samar. "Jadi kau tahu aku seorang perempuan?"


Kemudian melanjutkan. "Jangan beri tahu pada siapapun."


"Jadi siapa namamu sebenarnya?" Tanya Chuxi.


"Yiyang." Setelah beberapa saat.

__ADS_1


Chuxi mendengus kesal. "Apa itu namamu sebenarnya? Aku tanya nama marga mu!"


Mo Yiyang sedikit diam, lalu dia berkata. "Anak pertama keluarga Mo, Mo Yiyang."


Chuxi terbelalak terkejut, meskipun dia mengira Yiyang berasal dari keluarga bangsawan tapi dia tidak mengira Mo Yiyang berasal dari keluarga kaisar.


"Jangan pernah mengatakan pada siapapun jika putra mahkota Kekaisaran Yin adalah seorang gadis." Kata Mo Yiyang dengan serius.


Chuxi mendekat ke arah Mo Yiyang seperti mengingat sesuatu, "Ah! aku baru ingat, jika di sini ada seorang putra mahkota yang palsu, dan kau yang asli."


Dia terkekeh sinis dan mencibir. "Apa keduanya palsu?"


"....."


Mo Yiyang mengepalkan kedua tangannya keras, dia paling tahu maksud perkataan Chuxi.


Karena dia juga seorang Putra Mahkota yang palsu.


Sebenarnya Mo Yiyang memiliki seorang adik laki-laki yang layak menyandang Putra Mahkota, tapi adik laki-lakinya memiliki kelainan mental dan kemudian dialah yang terpaksa menjadi seorang Putra Mahkota serta menyembunyikan identitas dan gendernya, mengubur dua hal itu jauh-jauh ke dalam dirinya dan dagingnya.


Dia selalu hidup seperti ini dalam kebohongan publik, sebenarnya dia sudah lelah, dan dia tidak pernah di pandang sebagai perempuan di kekaisaran Yin.


Dia menaikkan alisnya kasar, kali ini sepasang matanya mengkilat kemarahan, dia berkata tegas pada Chuxi. "Aku yang asli!"


Chuxi memutar matanya, dia tersenyum yang memiliki arti di balik senyumannya. "Kau tahu, hidup ini menyedihkan yang tidak pernah membelai lembut seseorang. Jika kau tidak ingin aku membongkar identitas putra mahkota mu, kau harus memenuhi satu syarat dari ku."


Asalkan rahasianya tetap aman, Mo Yiyang akan melakukan apapun untuk menyembunyikannya. Dia berkata pada Chuxi, "Dan apa yang kau inginkan?"


"Pergilah dari sini." Dia meredam suaranya. "Kami semuan muak dengan mu, dan lagi terlibat dengan salah satu keluarga kekaisaran.. apa menurutmu kamu tidak akan membuat kami berada di situasi yang sulit?"


Setelah itu, Chuxi melanjutkan perkataannya dengan serius "Aku akan membantumu keluar dari sini."


Mo Yiyang terdiam beberapa saat, bukankah ini yang dia inginkan, keluar dari pemukiman kumuh primitif ini dengan cepat! Tapi sewaktu Chuxi mengatakannya, dia seperti tidak merelakannya.


"Baiklah, jika itu bisa menepati janji mu aku akan pergi dari sini."

__ADS_1


Dan melanjutkan. "Kau bisa memegang janjiku."


__ADS_2