
Setelah melakukan panggilan alam, Chuxi merenggangkan pinggul dan kakinya yang kebas, dia beberapa kali mengendus kesal karena perutnya tiba-tiba mulas setelah memakan hampir setengah daging tikus Chi itu sendirian.
Dia mulai mengingat tiga orang lain yang memakan daging yang sama, dan dia berdesis. "Sepertinya hanya aku yang sakit perut sendirian, betapa tidak adilnya!"
Dia juga mengumpat untuk membantai sarang tikus Chi karena wajah jelek yang berbau busuk itu membuatnya sakit perut.
"Sialan! B*ngsat!!"
Chuxi melihat wajah bocah-bocah yang memujanya kini berlari dengan ekspresi panik, bocah itu berteriak keras agar Chuxi mendengarnya di kejauhan.
"Senior Chu! Senior Chu! Ada hal yang ingin kami katakan!"
Setelah Chuxi mendekat, mereka mulai bercerita yang membuat Chuxi mengepalkan tangannya keras.
"Jadi begitu.." kata Chuxi.
*
Chuxi kembali ke tempat pemanggangan daging. Atmosfer di sekitar tiga orang itu menjadi lebih sesak dan berat dari sebelumnya. Dia menghampiri mereka dan bertanya. "Apa yang terjadi di sini?"
Tempat itu menjadi sedikit kacau di banding terakhir kali ketika Chuxi sebelum pergi, dia mengambil kertas kusut yang berserakan di tanah dan tulisan Sekte Pedang Patah langsung menarik perhatian Chuxi.
Dia melihat ke arah Shu Zi Jiu dan Lau Luo merasakan mata mereka yang berubah lembab basah, dia beralih pada Yuan Yi.
"Kau bisa ceritakan pada ku?"
Yuan Yi menghela nafasnya berat dan mulai bercerita pada Chuxi, gadis kecil itu terlihat lesu kemudian berganti semangat, lalu Chuxi memegang pundak Yuan Yi dan mengangguk antusias.
Dia berteriak keras dan menaruh dua tangannya di pinggang. "Aku akan menjadi penantang ke dua!"
Yuan Yi, "!?"
Shu Zi Jiu dan Yuan Yi melihat ke arah Chuxi, mereka masih tidak percaya apa dia bisa mengalahkan Lau Luo, tapi gadis itu selalu menyombongkan diri jika dia hebat tanpa tanding.
"Pertarungannya sama menyerang bagian titik vital, tapi aku ingin pertarungan ini berjalan lima menit!" kata Chuxi.
Chuxi menunjuk ke arah Lau Luo. "Jika dalam lima menit kita masih imbang, aku akan ikut denganmu!"
Berbeda dari Shu Zi Jiu dan Yuan Yi, Lau Luo percaya jika Chuxi adalah gadis yang hebat. Ketika dua tahun yang lalu, Chuxi mengunakan qi sudah sangat terampil untuk pelampiasan saja.
__ADS_1
Maka sekarang..
Lau Luo menyeringai senang bisa menguji kemampuan Chuxi sekarang, dia lalu mengeluarkan parangnya dan meningkatkan kewaspadaan. Di sisi lain Chuxi masih tangan kosong, bahkan terkesan santai dan tidak serius sama sekali.
Dia terkekeh kecil. "Aku tidak menggunakan senjata, karena aku tidak mau menyakitimu segorespun wajahmu Luo-didi."
Dia melirik lengan Lau Luo dan langsung menatap ganas ke arah Yuan Yi, bulu kuduk Yuan Yi tiba-tiba berdiri tegak melihat gadis kecil itu memberi aura dendam ke arahnya.
"...."
Berbeda dengan pertarungan Lau Luo dan Yuan Yi, kali ini Lau Luo mengambil langkah pertama untuk menyerang. Chuxi menghindarinya mulus dan mengarahkan area di setiap serangan Lau Luo.
Chuxi tertawa renyah. "Fufufu.. kenapa serangan mu berhenti?"
Lau Luo merajut alisnya dan mulai menyerang lagi, Chuxi memberi perlawanan dan langsung memukul kaki Lau Luo menggunakan tangannya, kakinya menendang tangan Lau Luo yang memegang parang dengan sangat gesit dan kuat sampai parang itu terlempar keras dan berputar cepat memotong rambut Yuan Yi, kemudian menancap dalam ke batang pohon.
-Jlep!
Yuan Yi menelan ludah melihat gagang parang itu masih bergetar, dia berteriak ke arah Chuxi. "Hei! Ke arah mana kau menendang?! Kau hampir memotong leher ku!"
Chuxi menutupi giginya yang ingin terbuka lebar dan dia tertawa. "Sayang sekali parang itu meleset, jika kena.. akan aku goreng kamu."
Mereka kini bertarung dengan tangan kosong, kepalan demi kepalan. Chuxi melompat ke atas dan mendarat di ranting pohon. "Aku menyita parangmu, aku takutnya kau menggores wajahku yang.. sangat cantik ini."
Auch! Chuxi meniup tangannya yang terasa kebas dan merah, dan dia berdesis. "Kau cukup kasar pada perempuan!"
Lau Luo menghiraukannya, dia tahu jika Chuxi belum menggunakan semua kekuatannya di awal pertandingan sampai sekarang. Mereka berdua membelokkan serangan mereka, Chuxi mundur satu langkah untuk mengambil jarak.
"Semua gender di mataku sama."
Chuxi semakin terkekeh, gigi kelinci kecilnya semakin terlihat manis. Dia menyerang lebih dulu melompat dengan gesit dan mencambukkan rambut hitam panjang ke wajah Lau Luo.
"Bagaimana? Apakah harum?"
Yuan Yi yang melihat Chuxi seperti bermain-main mulai tidak tahan. "Berhenti bermain-main!"
Chuxi langsung melotot ke arah Yuan Yi. "Panggil aku senior Chu!"
Lau Luo menepis rambut kedua Chuxi, dia mulai berdecak kesal. Andaikan dia masih memegang parangnya dia akan memotong rambut Chuxi tanpa peduli. Chuxi yang seperti tahu umpatan Lau Luo kini mendesah kecil.
__ADS_1
"Itu sebabnya aku menyita parang mu!" kata Chuxi.
Waktu sudah berlalu empat menit, Shu Zi Jiu memainkan jarinya dengan cemas. "Chu meimei, kurang satu menit lagi.."
/Meimei : adik perempuan.
Seperti terkena stimulus Chuxi menambah kecepatan di setiap pergerakannya, setiap serangan dia akan memberi tiga pukulan yang lagi-lagi di tepis Lau Luo.
Gerakan Lau Luo terdesak, beberapa kali kaku dan berantakan. Itu wajar karena dia memakai naluri dan belum pernah belajar tentang beladiri. Sedangkan Chuxi setiap langkah serangan sangat anggun dan tenang, terkesan ringan seperti tarian.
Chuxi bergumam pelan merapalkan sesuatu yang tidak di dengar Lau Luo, Chuxi hampir menyerang titik vital Lau Luo tapi pria kecil itu masih bisa menepisnya.
Chuxi berdecak kesal, hanya tersisa tiga puluh detik lagi. Dia mengambil tarikan nafas tenang. "Baiklah, aku akan mulai bersungguh-sungguh!."
Lau Luo menyerang arah jantung Chuxi sangat cepat menggunakan tangan kanan, Chuxi seketika tersentak dia tidak bisa menghindari ini--
Tapi tiba-tiba gerakannya membuat tangan Lau Luo langsung berhenti, Chuxi langsung tersenyum mengambang. "Ku kira kau tidak mempedulikan gender."
Lau Luo tersenyum tipis, karena Chuxi dengan sengaja selalu mengarahkan tangannya pada burungnya, sedangkan serangannya selalu di arahkan Chuxi dengan sengaja ke dadanya.
Lau Luo, "...."
Setelah beberapa saat. "Jangan membuat dadamu sebagai perisai."
Chuxi semakin terkekeh dan menutupi dada datarnya menggunakan tangan. "Fufufu.. Kita masih muda, saat kita dewasa kau bisa mendapatkannya."
Lau Luo menyipitkan mata legamnya, dia berkata ringan. "Aku tidak tertarik."
Chuxi, "...."
Chuxi langsung marah dan menyerbu ke arah Lau Luo, tepat saat lima menit Chuxi menepis ringan burung Phoenix kecil di antara kaki Lau Luo.
Shu Zi Jiu dan Yuan Yi mendelik ngeri, rahang mereka hampir jatuh ke tanah. Lau Luo seketika merinding dan berkedik..
Untuk sesaat, Yuan Yi mengumpat keras, Chuxi tahi kau!!
Lau Luo memalingkan wajahnya yang berubah merah dan hijau padam, Chuxi memang pernah melihatnya saat empat bocah itu mandi bersama di sungai. Tapi Phoenix kecilnya di sentuh langsung oleh seorang gadis itu hal yang sangat berbeda!
Gadis kecil itu tertawa senang, dan mengenduskan hidungnya dengan bangga.
__ADS_1
"Aku menang, itu juga area vital aku juga akan ikut pergi!"
Setelah beberapa saat. "Kenapa harus ke Sekte Pedang Patah, apa bisa aku memilih ke sekte lain saja..