KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Zhan Fething


__ADS_3

Jing Yiran menggelengkan kepalanya. "Kamu terbengong tadi."


Sebenarnya Lau Luo sangat khawatir dengan keselamatan Shu Zi Jiu, dan selama bertahun-tahun ini dia selalu terjebak di puncak Yilin dan sekarang harus mengikuti Konferensi Pedang Tunggal selama beberapa waktu ke depan. Dia ingin segera kuat dan melarikan diri dari sini untuk kembali ke pada Shu Zi Jiu untuk bisa menjaganya di sampingnya, tapi sekarang yang bisa dia lakukan hanya mengirimkan orang-orang idiot dari organisasi Yama yang dia bentuk ke perbatasan.


Lau Luo secara tidak sadar tersenyum dingin saat berkata pada Jing Yiran. "Aku tidak pernah melamun, Yiran-shixiong coba kau duduk di sana dan melihat ke arah jendela."


Jendela di ruangan itu langsung menghubungkan ke luar, Jing Yiran menyimpitkan matanya setelah melihat ke sana. "Apa itu?"


Lau Luo mengangguk. "Itu adalah kapal apung yang lebih besar dari ini. Bisa di katakan itu berasal dari sekolah beladiri kelas tinggi, di sana memiliki bendera berbentuk awan juga giok yang berwarna hijau. Tapi sangat di sayangkan, kita akan segera mendapatkan masalah karena mereka sedang menuju kesini."


Setelah sepuluh menit Jing Yiran bisa melihat jelas apa yang di bicarakan Lau Luo. "Penglihatan mu sangat tajam Luo-shidi, itu jarak yang begitu jauh aku sampai menunggu waktu sekitar sepuluh menit setelah agak dekat kemudian bisa melihatnya dengan jelas."


Kapal apung itu dua kali lipat lebih besar dari yang mereka tumpangi, jika terus seperti ini maka tabrakan tidak akan terhindarkan. Jadi Jing Yiran segera memberi tahu pengendali kapal untuk berbelok arah, tidak perlu repot-repot keluar ruangan dia hanya perlu mengirimkannya melalui transmisi suara.


Pengendali kapal juga seorang kultivator, jadi dia segera mengenali suara Jing Yiran, dia langsung membelokkan kapalnya.


Setelah kapal mereka berbelok, Jing Yiran masih memiliki waktu untuk menjelaskannya pada Lau Luo. "Kapal apung itu berasal dari Sekte Awan Giok, mereka para seniman beladiri kelas pertama. Mereka adalah lawan yang kuat, kita tidak bisa terlibat pertempuran untuk saat ini.."


Jing Yiran mulai naik ke geladak kapal dan Lau Luo mengikutinya tepat di belakangnya. Karena mereka berbelok pada tepat waktu, maka tabrakan tiba-tiba bisa terhindarkan meskipun ada sedikit kerusakan di sisi bagian kapal.


Akibat benturan yang lumayan keras, semua murid kemudian langsung keluar dari kamar. Mereka terkejut ada kapal apung yang berdiri di atas kapal apung mereka dan bahkan tiga kali lipat hampir lebih besar.


Seseorang tiba-tiba bertanya. "Apa yang baru saja terjadi?"


Memperhatikan orang yang turun, salah satu mulai berteriak. "I-itu Sekte Awan Giok!"


Jubah berwarna hijau adalah Sekte Awan Giok, beberapa orang langsung melompat dan berhenti di hadapan Jing Yiran dan juga Lau Luo.

__ADS_1


Seseorang yang berdiri paling depan di antara mereka langsung berkata dan bisa di lihat, dia adalah pemimpin dari para rombongan. "Kalian menghalangi jalan kapal ku sampai menyebabkan kerusakan di sisi sisinya. Maksud kedatangan ku adalah untuk meminta kompensasi!"


Setelah Zhan Chen mengatakannya Jing Yiran hanya menjawabnya acuh tak acuh. ''Kalau begitu, aku takutnya kami tidak mempunyai benda berharga untuk memberi kompensasi yang kamu minta."


Zhan Chen terlihat marah, namun matanya langsung tertarik dengan pedang di pinggang Jing Yiran. Setelah melihat dengan jelas Zhan Chen mengetahui itu termasuk sebuah artefak pedang langka, setelah melihatnya Zhan Chen menjadi menginginkannya.


"Kata siapa kau tidak memiliki benda bagus, kau bisa memberi pedang mu. Aku akan menarik kembali orang-orang ku dan menganggap hal ini tidak pernah terjadi bagaimana? Sedangkan tanda kepemilikan mu di pedangnya, aku bisa menghapusnya dan menjadikan pedang itu milikku sendiri!"


Meskipun seseorang dengan jelas menginginkan pedang yang di berikan Shao Yi Chen padanya, Jing Yiran tidak merasa marah sedikitpun. "Jika kau layak mendapatkannya secara alami aku akan memberikannya padamu."


Jing Yiran masih bersikap tenang, dia berkata dengan lembut. "Selain shidi-ku, tentu saja."


Karena tiba-tiba menerima pedang di tangannya Lau Luo sempat tertegun. "Apa?"


Seperti membujuk anak kecil, Jing Yiran tersenyum manis. "Luo-shidi kau tidak memiliki pedang untuk Konferensi Pedang Tunggal, kau harus menggunakan pedang Embun Beku Mengambang ya?"


Jing Yiran, "...."


Tentu saja tidak menumpahkan permasalahan Zhan Chen pada Lau Luo, itu karena ada alasan kenapa Jing Yiran sekarang tidak bisa menarik pedang Embun Beku Mengambang, jadi dia hanya melambaikan tangannya.


"Aku Shixiong mu! Bagaimana pun di situasi apapun aku tidak akan membahayakan mu Luo-shidi, apa kamu mengerti?!"


Namun Embun Beku Mengambang sebenarnya sudah bertuan, jadi sama saja ketika Zhan Chen mengincar pedang Jing Yiran dia menumpahkan semua masalah pada Lau Luo yang sepertinya Zhan Chen datang untuk membuat masalah, dan sebenarnya orang dari Sekte Awan Giok itu terkenal angkuh dan seperti merak yang suka mengibaskan ekornya ke mana-mana.


Sekte Awan Giok Hijau sama-sama seperti Sekte Pedang Patah yang terletak di benua timur. Juga sama keduanya memiliki tujuh puncak. Namun letak mereka sangat berjauhan, satunya terletak di utara Kekaisaran Yin dan yang satunya terletak di selatan Kekaisaran Yang.


Mungkin karena nama letak kekaisaran adalah garis Yin dan Yang, jika seseorang melihat murid-murid dari Sekte Awan Giok, mereka pasti lalu akan membandingkannya dengan Sekte Pedang Patah.

__ADS_1


Ini di karenakan beberapa tahun yang lalu, kejadian yang tidak pernah di lupakan oleh banyak orang. Sekte Awan Giok masih menjadi sekolah beladiri kelas pertama di benua timur, namun setelah kekalahan pemilik puncak pertama Sekte Awan Giok dari Shao Yi Chen, menjadikan sekte itu turun menjadi kelas dua.


Ini sangat memalukan bagi Sekte Awan Giok untuk kekalahan dewa puncak mereka pada Shao Yi Chen, mengingat pertempuran itu baru terjadi beberapa tahun yang lalu Sekte Awan Giok pasti mempunyai dendam pada murid Sekte Pedang Patah terutama murid pelantaran inti yang di terima oleh Shao Yi Chen, jadi ketika mereka melihat Lau Luo dan Jing Yiran yang ada di bawah naungan Shao Yi Chen, maka mereka tidak akan mudah melepaskannya.


Dan sekarang di hadapan mereka.. Jing Yiran dan Lau Luo, murid dari Shao Yi Chen yang terkenal dengan puncak Yilin tentu saja Zhan Chen akan mencari-cari alasan untuk mempersulit mereka.


Mengingat dendam masa lalu antara gurunya, Zhan Chen tiba-tiba ingin tertawa.


Semua orang yang ada sangat terkejut dengan kecepatan Zhan Chen! Terbang ke arah keduanya seperti elang yang sedang memburu mangsanya dan melemparkan dirinya dan juga pedangnya ke arah pria yang baru saja memegang pedang Embun Beku Mengambang!


Bahkan sebelum serangan Zhan Chen dapat mengenai Lau Luo, seluruh daerah yang merasakan tekanannya terasa sangat berat. Seperti kegilaan yang tiba-tiba datang, kabut yang mengerikan membuat semua murid yang hadir ketakutan sampai tidak ada tempat bagi Lau Luo untuk menghindar ataupun lari menghindari serangan Zhan Chen dengan tepat waktu.


Sudah dapat di pastikan bahwa pria yang mendapat serangan pedang Zhan Chen akan gemetar ketakutan, dan kekalahan menguasai hati mereka. Namun yang mengejutkan bahwa serangannya telah berhenti oleh satu ayunan dari pedang Embun Beku Mengambang!


Saat itu Jing Yiran juga tidak tahan untuk terkejut.


Tanpa di duga, Jing Yiran sempat terkejut bahwa Lau Luo dapat dengan mudah menarik pedangnya yang sebenarnya Embun Beku Mengambang sudah mengakuinya sebagai tuannya, dan sebenarnya mustahil untuk di tarik orang lain! Meskipun dia melihat jika Lau Luo menjadi salah satu orang yang di akui oleh oedang Embun Beku Mengambang, tapi dia masih saja tercengang bahkan Shao Yi Chen yang kultivasinya setinggi langit masih tidak bisa menariknya!


Bentrokan dalam sekejap terjadi, yang satunya memiliki aura kabut yang dingin. Dan sisi pedang Zhan Chen adalah nyala api panas yang membuat semua orang merasakan bergantian untuk mengigil dan berkeringat.


Hal yang memalukan bagi Zhan Chen bukan karena serangannya di tangkis, melainkan sekarang yang beradu pukulan dengannya adalah seorang remaja yang belum memasuki usia puber yang belum mencapai usia tujuh belas atau delapan belas tahun!


Namun sebelum pertarungan keduanya lebih berlanjut dan berkonflik lebih jauh, tiba-tiba sebuah pedang berwarna keperakan menancap di antara keduanya dan datang dengan kecepatan tercepat, ketika pedang itu terjatuh dan menancap mulus maka langsung memaksa keduanya untuk menghentikan pertarungan mereka dan Lau Luo ataupun Zhan Chen sama-sama mengambil langkah mundur.


Sosok yang melemparkan pedang itu menjentikkan ujung jari kakinya dan berdiri tegak yang tidak jauh dengan mereka, suaranya juga terdengar sangat rendah.


"Zhan Chen, hentikan sekarang juga. Apakah pantas bagimu untuk menggertak seseorang murid yang ingin mengikuti Konferensi Pedang Tunggal? Jika kau ingin melakukannya, kau seharusnya menahan diri untuk pertarungan yang sesungguhnya."

__ADS_1


__ADS_2