KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Arwah penasaran Nagong Yi V


__ADS_3

Nyonya Wei terkejut, dia langsung menatap Lau Luo tidak percaya, bahwa omongan yang di lontarkan oleh orang itu sama sekali tidak masuk akal.


"Xianjun ini pasti salah paham! Bagaimana bisa Yi'er ingin balas dendam pada suamiku?!"


"Tidak ada masalah apapun pada mereka! Seberapa besar suamiku memperlakukan Yi'er, suamiku sangat menyayanginya. Yi'er tidak seharusnya membalas dengan air tuban, kenapa dia ingin balas dendam? Dia ingin menjadi putri kami yang durhaka? Tidak, apa kasih sayang kami tidak cukup selama ini.."


Jing Yiran tidak mengetahui situasinya dengan jelas, dia diam mengamati Nonya Wei, namun dia juga merasa apa yang di katakan Lau Luo ada benarnya. "Nyonya Wei tolong tenang dulu. Ini bukan kasus arwah penasaran, tapi keterikatan arwah pada dunia fana."


Dia lalu berbicara dengan suara pelan. "Jika arwah Nagong Yi masih tetap di sini, dia tidak akan punya kesempatan kembali ke langit untuk mengalami roda reinkarnasi. Apa Nyonya Wei ingin melihat Nagong Yi menghabiskan sisa enam kehidupannya dengan terus terikat di sini?"


Nyonya Wei buru-buru berkata. "Tentu saja tidak, Yiran-xianjun. Hanya saja ini mungkin terjadi kesalahpahaman.."


Jing Yiran mengangguk kemudian melihat ke arahNagong Wei yang baru tiba. "Kenapa kita tidak bertanya pada orangnya secara langsung?"


Nagong Wei berusaha menyembunyikan kepucatan nya. Dia tiba-tiba merasa salah satu Xianjun yang dia undang, menatapnya dengan sangat dingin. "Apa? Apa yang kamu maksud Yiran-xianjun?"


Jing Yiran melirik Lau Luo kemudian bertanya pada Nagong Wei. "Tuan Wei, apa hubungan mu dengan kematian Nagong Yi? Kamu jelaskan dengan benar, jangan menyembunyikan apapun dari kami. Tapi jika kalian menyembunyikan sesuatu, arwah Nagong Yi tidak akan pernah kembali ke langit dan akan terus menghantui seluruh tempat di kediaman ini."


Nagong Wei terlihat sangat marah, dia sudah tidak memperhatikan perkataannya dengan sopan santun dan dia berteriak sangat panik. "Apa maksud mu?! Kalian mencurigai ku membunuhnya?! Aku katakan, saat itu aku kedatangan tamu yang memaksa ku pergi keluar desa! Kamu kira aku dengan hati akan membunuh Yi'er sendiri?"


"Yi'er mati karena para rampok! Itu karena Zao Tian tidak pecus memperhatikan hartanya dan istrinya, kenapa kalian mencurigai ku dan malah menyalahkan ku?!"


Lau Luo berkata dengan simpati. "Kematiannya sangat mengenaskan, apakah pembunuh Nagong Yi sudah membayar harga mereka?"


"Aku sudah mengeksekusi mereka, mereka telah membunuh Yi'er! Mereka pantas mendapatkannya." Nagong Wei segera berkata dan membela dirinya sendiri.

__ADS_1


Lau Luo kemudian bertanya. "Pembunuhan di balas pembunuhan, darah dengan darah, dan mata dengan mata. Apakah seperti itu?"


Nagong Wei tiba-tiba merasa takut. "Ya! Te-tentu saja!"


Lau Luo kemudian melirik Nyonya Wei. "Nyonya Wei, bagaimana dengan balasan untuk orang yang melecehkan Nagong Yi?"


Nyonya Wei tidak bisa membayangkan sebelum kematian Nagong Yi dia akan mengalami pelecehan, dia sudah menyayangi Nagong Yi. Dia ingat ketika berusia balita dua tahun mengemis makanan, saat itu dia menarik tangannya dan memberinya makanan kecil. Sekarang balita itu sudah meninggal, dan dia adalah putrinya.


Kematian Nagong Yi menimbulkan kesedihan untuk Nyonya Wei, dia selalu ingin membuka kasus penyelidikan namun berakhir gagal karena larangan suaminya. Namun hal yang mengejutkan dari kematian itu, karena Nagong Yi sempat mengalami pelecehan. Bagaimana bisa dia baru tahu akan hal ini?


Nyonya Wei sangat terkejut, dia berkata dengan marah. "Aku harap kehidupannya tidak lebih baik dari kematian!"


Nonya Wei tidak tahu, tapi di sebelahnya. Arwah penasaran Nagong Yi sudah memeluknya. Nyonya Wei bertanya pada Lau Luo. "Xianjun, siapa yang melakukannya pada putriku?!"


"Tidak mungkin!" Kaki Nyonya Wei langsung terasa sangat lemas, dia jatuh ke tanah sambil menatap wajah Nagong Wei dengan ngeri. "Tidak mungkin! Ini pasti tidak mungkin! Suami katakan! Apa yang di katakan Xianjun tadi salah!"


Nagong Wei belum mencerna apapun, tapi dia sudah bisa merasa bahwa kejahatannya mulai terungkap seperti telur busuk yang tidak bisa di sembunyikan lagi bau kebusukannya. Seperti bangkai busuk, sekeras dan serapat apapun dia mencoba menyembunyikan, pasti aroma bangkainya akan bisa tercium seseorang.


Dia berteriak sebelum Nyonya Wei mempercayainya. Nagong Wei meludah dan mencibir. "Kalian hanyalah anak-anak yang rambutnya belum sepenuhnya tumbuh! Jika bukan memperhatikan fakta bahwa aku menghormati Dewa puncak Shao, aku tidak perlu repot-repot memanggil kalian sebagai Xianjun!"


"Istri, apa kau lebih mempercayai omongan bocah seperti mereka dari pada aku sendiri?!" Dia bertanya pada Nyonya Wei yang sudah jatuh ke tanah. "Siapa yang tahu jika mereka membuat rekaan untuk merusak namaku!"


Xian Zi yang dari tadi memperhatikan mulai berteriak. "Siapa kamu sampai kami perlu repot-repot menjatuhkan nama mu, apa kamu seorang kaisar, ketua dari sekte besar?! Hanya keluarga kelas tiga, kenapa puncak Yilin kami perlu berurusan dengan keluarga seperti mu jika bukan karena kami merasa iba dengan kasus arwah di sini?!"


Nagong Wei menekan perkataannya, tapi tidak berani melanjutkan. "Kau!-

__ADS_1


Deng Lun juga maju dan berkata pada Nyonya Wei. "Nyonya, jika kau tidak percaya dengan yang di katakan Luo-shidi. Kenapa kita tidak mendengarnya menjelaskan?"


Dia melirik Lau Luo. "Bagaimana? Luo-sihidi apa kau mau menjelaskannya?"


Lau Luo mengangguk dan mulai menceritakan semua yang dia ketahui dari arwah penasaran Nagong Yi. Awal mula keluarga Nagong mengangkatnya, pernikahan dengan Zao Tian, kematian mereka. Dan keterlibatan Nagong Wei dalam dua kasus, pembunuhan dan pelecehan.


Semakin mendengarnya, warna wajah Nagong Wei semakin memucat. Matanya sangat tajam seperti ingin menebas leher orang yang dengan santai menceritakan aibnya dan dia segeramenghampiri Nyonya Wei. "Istri kau tidak mempercayai apa yang di katakan bocah ini kan?"


Nyonya Wei diam, dia kemudian mengangkat kepalanya menatap wajah Nagong Wei. "Lalu! Alasan apa arwah Yi'er masih terikat di dunia fana bukan untuk balas dendam kepada mu!"


Nagong Wei membujuk. "Karena para perampok itu di eksekusi di rumah Nagong, jadi arwah Yi'er berkeliaran di keluarga Nagong."


Nyonya Wei menelan mentah-mentah penjelasan Nagong Wei. Dia sudah jauh merasa, kenapa dia hanya mendengar suara Yi'er tapi tidak pernah mengganggunya. Tapi berkebalikan Nagong Wei sangat ketakutan setiap malam. "Kamu juga yang membunuh Zao'er?"


Tanpa sempat mengatakan tidak, tiba-tiba peti mati di belakang keluarga Nagong itu meledak. Suaranya sangat keras sampai menimbulkan gelombang yang besar, dan tiba-tiba kabut hitam keluar dari peti mati dan langsung menyeret Nagong Wei.


Semua orang sangat terkejut, bagaimana proses itu berlanjut membuat mereka ketakutan. Asap hitam itu menarik Nagong Wei dan juga mengisi tubuh Nagong Wei dengan kabut hitam busuk yang hampir membuat semuanya meledak, karena terlalu penuhnya darah keluar dari tujuh lubang di tubuh Nagong Wei, tubuh mayat itu terlihat sangat mengerikan dan tersiksa.


Begitu melihat penampakan mengerikan di depannya, Xian Zi tidak tahan untuk merasa mual dan dia langsung muntah.


Jing Yiran berkata pada Lau Luo. "Apa kau bisa melihat di mana arwah Nagong Yi?"


Lau Luo baru menyadari jika arwah penasaran Nagong Yi sudah tidak ada, dia melihat ke arah Jing Yiran dan dia kemudian menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku tadi masih melihatnya, tapi sekarang tidak. Tapi aku rasa ini ada hubungannya dengan ledakan yang tadi."

__ADS_1


__ADS_2