KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Menuju ke Cang'Su II


__ADS_3

Setelah membaca kalender itu, Jing Yiran kemudian mengatakan kepada orang yang mengendalikan perahu apung. "Kita sedang tidak terburu-buru untuk sampai ke kota Cang'Su. Putarlah kapal apungnya, kita akan melewati jalan memutar."


Orang yang menjalankan kapal mengangguk sebelum kemudian memutar kapal apungnya.


Karena orang yang menjadi pendamping kedua belum tiba meskipun kapal sudah lama berjalan, maka akan memberatkan berbagai tugas hanya untuk di urus Jing Yiran. Jadi dia tidak mengambil rute umum yang lebih cepat agar tidak bertubrukan dengan masalah nantinya.


"Kalian bisa mengambil kamar yang manapun namun kalian tidak boleh memilih kamar utama karena akan di tempati oleh pendamping. Dan juga jangan menimbulkan keributan, perjalanan ke Cang'Su sedikit lebih lama jadi kalian semua beristirahatlah."


Setelah mengatakannya adalah hari sudah mulai petang, dua puluhan murid yang ikut serta kebanyakan dari mereka terlihat lelah dan banyak juga dari mereka yang sudah mulai menguap.


"Ya! Yiran-shixiong!"


Mereka kemudian mulai mengambil kamar dan ketika satu persatu dari mereka bubar tidak lama kemudian menyisakan murid pelantaran inti selain Deng Lun. Karena jumlah murid puncak Yilin sangat sedikit, hubungan persaudaraan beladiri mereka akan menjadi lebih kuat dari pada persaudaraan beladiri di puncak lainnya.


Seperti biasa saat bosan Xian Zi akan mengeluarkan cemilan dari penyimpanannya, meletakkan di tangan dan memakannya. "Yiran-shixiong kenapa kita mengambil jalan memutar? Lakukan ke jalan pintas biasa, kita akan sampai ke Cang'Su lebih cepat."


Lau Luo mengetahui keputusan Jing Yiran yang lebih memilih jalan memutar untuk sampai ke kota Cang'Su jadi dia segera mengelaskannya pada Xian Zi. "Shixiong-ketiga kalau kita mengambil jalan pintas maka akan berpapasan dengan kapal apung yang kebetulan ke sana juga. Jika mereka melihat kapal apung dari sekte kelas tiga, apa mereka akan melewati kita tanpa membuat kita kesusahan terlebih dahulu?"


Tidak jarang saat perjalanan ke Cang'Su. Kapal apung yang mengangkut para beladiri akan terlibat pertempuran, jika menang dari pertempuran akan rugi dengan kerusakan kapal. Kalau tidak sengaja bertemu orang kuat, maka bangkai kapal tidak akan menyisakan jejaknya. Atau yang lebih serius jumlah nyawa akan berkurang daripada terakhir kali mereka berangkat.


"Apa yang di katakan Luo-shidi benar." Jing Yiran kembali menyimpan Kalender Huang ke dalam cincin penyimpanannya sebelum dia melanjutkan berkata pada mereka berdua. "Kalian segeralah kembali ke kamar dan beristirahatlah karena perjalanan akan memakan waktu sedikit lebih lama."


Setelah perkataan Jing Yiran jatuh tidak lama kemudian kapal tiba-tiba terasa sedikit berguncang, seseorang pria berumur tiga puluhan tahun berdiri di atas tiang utama kapal apung saat jubah seseorang itu berkibar lebat begitu dia mendarat seringan bulu di depan mereka.


Xian Zi yang melihatnya segera menyapanya dengan hormat. "Tetua puncak Ma Dao?"

__ADS_1


Ma Dao menyimpitkan setengah matanya dan dja membuka mulutnya acuh tak acuh pada Jing Yiran. "Kamu sudah di pilih Patriak Gu Hangjun sebagai pendamping, aku akan ke kamar. Jangan ganggu aku jika itu masalah yang tidak penting."


Xian Zi, "...."


Xian Zi yang tahu kepribadian Ma Dao sebagai tetua dan pendamping ternyata sangat, sangat tidak berkompeten dia tidak tahan untuk tersenyum sakit. Setelah tetua Ma Dao itu pergi, akhirnya dia bergumam.


"Yiran-shixiong apakah tetua puncak Ma Dao yang akan mendampingi perjalanan kami?"


"Seperti yang kamu lihat." Jing Yiran tersenyum pahit.


Xian Zi menepuk pundak Jing Yiran. "Semangat, perjalanan ini pasti akan sangat melelahkan.. tetua Ma Dao akan berbaring dengan segunung cemilan, sedangkan kamu Yiran-shixiong akan menjadi orang yang lebih bekerja keras."


Jing Yiran, "....."


Setelah beberapa saat. "Kamu benar."


Sudah satu setengah hari perjalanan di mulai dan Ma Dao sama sekali tidak berpartisipasi dalam mengurusi murid-murid selain Jing Yiran, jadi dia semakin tersenyum pahit begitu membuka kamar utama dan melihat Ma Dao sedang berbaring malas-malasan sambil memakan cemilan seperti yang di katakan Xian Zi sebelumnya.


Ma Dao melihat ke arahnya dan bertanya jenggal. "Oh? Kau? Mengapa apa ada masalah? Jangan membuka pintuku kalau bukan urusan penting."


Jing Yiran mengamati sekitar, menemukan beberapa set tempat tidur sudah di penuhi segunung sampah makanan meskipun kamarnya lebih luas, namun berantakan dan hampir tidak muat untuk di tinggali seekor kecoa sekalipun. Jadi daripada sekamar dengan pendamping malas-malasan, dia berencana untuk pindah. "Bukan apa-apa, aku berencana mengambil barang-barang ku."


"Lalu siapa yang akan membersihkan ini?" Ma Dao menunjuk sampah sisa bungkus makanan di sebelahnya.


Jing Yiran tanpa sadar sudut bibirnya berkedut. Ma Dao dan juga Shao Yi Chen sama-sama suka lepas dari tanggung jawab. Namun berbeda dengan Shao Yi Chen, Ma Dao suka membebani tugas yang sepele.

__ADS_1


"Kau kan murid pelantaran inti dari puncak Yilin yang sangat di sayangi oleh langit, hanya membersihkan sampah apa kau tidak bisa melakukan itu?"


Jing Yiran ingin mengatakan. "Tetua puncak Ma Dao, apa aku punya hutang emas pada mu? Kenapa kau selalu menggunakan berbagai alasan untuk mempersulit?"


Tapi karakter Jing Yiran tenang dan acuh, jadi dia pasti mengatakan. "Secara alami semua orang bisa melakukan bersih-bersih."


Jadi sebelum meringkas semua barang-barangnya untuk pindah ke kamar lain, kamar itu sudah sangat bersih.


Karena jumlah kamar berjumlah lebih dari seratus, maka jika mengambil kamar jauh akan merepotkan sambil menjadi seorang pengurus yang akan membimbing semua murid dari ketujuh puncak seorang diri, karena tidak ingin bolak-balik dan kerepotan maka secara alami Jing Yiran akan memilih kamar yang terdekat.


Namun ketika membuka kamar yang dia pilih sudah di tempati oleh orang lain terlebih dahulu bisa di lihat orang itu berpunggung dengan Jing Yiran. Melihat bahwa rambut pihak lain berwarna hitam sedikit berantakan, bisa di pastikan dia tidak pandai mengurus diri, orang itu mengenakan pakaian putih, jubah lengannya juga sangat panjang. Tangannya menopang kepala di sandaran kursi, lengannya secara spontan teringkas memperlihatkan cincin baja yang melekat di tangannya yang seolah tidak pernah dia lepas dan sangat mencolok di kulitnya yang gandum dan agak kepucatan.


"Aku tidak tahu kamar ini sudah di miliki, aku akan mencari kamar yang lain."


Lau Luo sedang terpejam melamun di kursi mendengar seseorang membuka pintu di belakangnya, dia menengok bahwa menemukan Jing Yiran dengan segudang barang-barang yang dia bawa.


Dia lalu membuka mulutnya dan bertanya. "Yiran-shixiong mengapa barangmu banyak sekali? Jangan berjalan lebih jauh untuk mencari kamar lain sambil membawa barang yang terlihat berat itu kamu bisa di kira ingin pindahan rumah, kamu bisa di sini."


Jing Yiran merasa apa yang di katakan oleh Lau Luo ada benarnya, meski barang bawaannya sangat berat tapi bagi seorang kultivator tidak ada bedanya dengan mengangkat kertas. Dia juga tidak ingin berjalan lebih jauh untuk di lihat beberapa murid lainnya seperti seseorang baru pindah rumah.


Jadi dia segera menganggukkan kepalanya. "Tentu, jika Luo-shidi tidak merasa keberatan sedikitpun."


Setelah mendapatkan persetujuan tempat tinggal Jing Yiran mulai menata semua barang-barangnya dan dalam waktu sekejap mata meja di kamar itu langsung penuh dengan segudang barang-barang. Dia juga terlihat kerepotan, jadi Lau Luo berjalan di sebelah Jing Yiran untuk mengambil beberapa dan berinisiatif merapikannya.


Dia bertanya. "Shixiong, mau ku bantu?"

__ADS_1


Bukannya mengangguk, Jing Yiran malah balik bertanya. "Apa yang tadi kamu lamunkan?"


"...." Setelah beberapa saat. "Aku tidak melamun."


__ADS_2