KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Ujian memasuki sekte IV


__ADS_3

Ujian yang di adakan Sekte Pedang Patah sudah berlangsung satu hari lamanya dan karena tadi malam Lau Luo tidak bisa tidur nyenyak dia lalu mencoba berbaring tidur setelah dia memilih lahan bebatuan besar untuk bisa dia gunakan sebagai alas.


Xia Xia seharian ini mengamati juga Lau Luo seperti seekor buruan yang langka, senjata milik Xia Xia sudah tumpul dan tidak bisa di gunakan. Bagaimana cara dia mengalahkan Spirit Beast yang akan datang, satu-satunya pilihan Xia Xia adalah membentuk aliansi dengan Lau Luo. Tapi sepertinya orang itu sama sekali tidak peduli padanya, jadi dia hanya bisa mengikuti orang itu diam-diam.


Tentu saja Lau Luo menyadari jika Xia Xia terus mengikutinya, dia hanya membiarkannya karena Xia Xia tidak mengusiknya.


Di bawah batu besar Xia Xia bersembunyi, dia lalu mengikuti Lau Luo yang tiba-tiba bergerak cepat, Lau Luo melompat ringan kemudian mendarat di semak-semak setinggi setengah tubuh.


Xia Xia melebarkan matanya, dia ternganga syok dan membekap mulutnya yang hampir menjerit malu.


Dasar mesum! Dia buang air kecil tiba-tiba dan membuka celananya seolah itu hal sepele.


Xia Xia mengambil langkah ke belakang dan bersembunyi, saat Lau Luo berbaik dan menyelesaikan aksinya. Xia Xia tidak menyangka di tempat persembunyiannya ada ulat bulu yang memicu alerginya.


Ha..hacuu!


"Saudari perempuan, apa yang kau lakukan di situ? Apa kau mengintipku?" Lau Luo berdiri di hadapan Xia Xia.


"Ah?" Xia Xia mengaruk tengkuknya yang berkeringat.


"Haha.. Kebetulan sekali kita bertemu lagi di sini. Mengintip? Tentu saja tidak! Aku berasal dari keluarga baik-baik, aku tidak perlu melakukan hal sememalukan itu! Daripada mengintip mu lebih baik melihat pantat keledai.."


Lau Luo mengangkat satu alisnya. "Benarkah? Maka kau tidak perlu mengikuti ku sepanjang hari."


Melihat Lau Luo yang pergi, Xia Xia segera berlari ke sebelahnya. "Tidak! Sebenarnya aku mengintip mu! Aku tidak mengikuti mu seharian penuh!"


"...." Xia Xia menelan kembali perkataannya. "Tidak! Sebenarnya kedua hal itu, aku asal bicara."

__ADS_1


Xia Xia lalu menyilangkan kedua tangannya di depan. "Sama sekali tidak benar.. sebenarnya aku hanya bercanda."


Kebribadian Xia Xia sangat unik dalam hal berbohong, tentu saja Lau Luo.. "Aku percaya, aku kebetulan menemukanmu jadi kau tidak perlu mengikuti ku sejauh ini."


Xia Xia berjalan ringan, dia kemudian memasang ekspresi wajah yang sedih. "Dengan senjata ku yang tumpul aku pasti gagal di ujian kali ini, mungkin saja nanti mayat ku akan di makan binatang buas. Jika kau lulus di ujian ini tolong sampaikan pada orang dengan marga Xia, bahwa aku gugur dengan membanggakan karena melawan Spirit Beast tingkat empat."


Lau Luo menoleh ke arahnya. "Kau kalah melawan Spirit Beast tingkat dua, bagaimana aku bisa merubah cerita menjadi Spirit Beast tingkat empat?"


Xia Xia mengigit bibir bawahnya masam. "Kau hanya perlu berbohong sedikit, atau kau bisa bercerita dengan melebih-lebihkan kemampuan ku agar marga Xia tidak malu jika aku gagal di ujian ini.."


"Tentu saja aku sangat membanggakan untuk marga Xia, kau hanya perlu mengolah sedikit ceritanya dengan menyanjungku."


Dan menggoyangkan tangan Lau Luo. "Oh ayolah, mungkin Gua Iblis Tersembunyi ini akan menjadi makam ku nantinya. Agar keturunan ku tidak melupakan arwahku di sini, mereka bisa membakar tiga dupa untuk ku suatu hari nanti."


Lau Luo mengambil batu inti Spirit Beast dari pakaiannya dan melemparnya pada Xia Xia. "Dengan batu Spirit Beast tingkat dua kau sudah lulus ujian, kau bisa menceritakan sendiri kisah mu pada marga Xia sendiri."


"Tapi, berhenti mengikuti ku."


Dia lalu menyimpan batu kuning menyala itu dengan hati-hati. "Bagaimana cara mu bisa mendapatkan batu inti Spirit Beast yang lain? Kau kan sangat lemah hanya forqing qi tingkat satu.."


"Masih ada enam hari." Ujian bertahan hidup di gua iblis tersembunyi untuk bertarung melawan binatang buas selama satu minggu penuh, dan sekarang satu hari sudah berlalu. Masih ada enam hari bagi Lau Luo untuk bisa mendapatkan batu inti Spirit Beast jenis lain.


Mereka kemudian berjalan ke gua iblis tersembunyi lebih dalam, begitu mereka berada di tengah-tengah gua, ruangan itu sangat luas dan gelap. Berbagai jebakan mungkin sudah terpasang secara tersembunyi dengan baik dan dapat di picu setiap saat.


Sekitar puluhan patung berdiri, Lau Luo mengamati setiap patungnya. "Kau jangan sembarang menyentuh apapun di sini dan memicu jebakan yang berbahaya."


"Kau terlambat memperingatkan ku, aku sudah menyentuh berbagai benda di sini." Xia Xia segera menarik tangannya cepat dari patung kecil di dekatnya, sampai menimbulkan gesekan dan patung itu berubah dari posisinya.

__ADS_1


Bersama itu, lesatan angin menebas cepat. Suara mendesing datang, Lau Luo melompat dan membelokir anak panah yang melesat. Ribuan jarum perak keluar dari dinding menembak ke arah Lau Luo dan Xia Xia seolah seperti hujan yang ganas.


Lau Luo mengambil kerah Xia Xia dan melompat beberapa meter sambil menagkis jarum perak menggunakan pedangnya sendiri.


"Bukankah aku sudah memperingati mu untuk tidak memicu jebakan?"


"Kau seharusnya memperingati ku lebih cepat sebelum aku menyentuh benda benda itu!" Xia Xia menarik kerah lehernya, berusaha melonggarkannya karena dia serasa tercekik.


"Kau tidak bisa ya lebih lembut membawaku.. Uhuk! ini mencekik ku.. aku kehilangan nafas."


Xia Xia sudah merasakan kakinya kembali menyentuh tanah, dan dia segera mengusap lehernya sendiri yang sudah memar.


Panah perak itu tidak ada habisnya, Xia Xia lebih memilih mundur dan membiarkan Lau Luo menangkis setiap anak panah yang datang ke arah mereka. "Semangat! Aku mendukungmu di sini dengan melihat!"


Klang! Xia Xia menciutkan jantungnya begitu satu panah itu lolos dari jangkauan Lau Luo dan mengenai perutnya. Dia mengelus perutnya yang terasa nyeri.


"Fyuh, untunglah itu mengenai Batu Inti Spirit yang aku simpan di dalam pakaian, jika tidak.."


Setelah seratus meter, dan tidak ada lagi serangan yang keluar dari dinding, Xia Xia langsung menuju ke arah Lau Luo. "Kau meloloskan satu panah tadi, dan itu mengenai ku."


Lau Luo meliriknya sebentar, hanya menghela dan menyarungkan pedangnya. "Jangan bergerak dari situ kau akan memicu jebakan yang lain."


Xia Xia berhenti bergerak, dia lalu mengamati simbol di bawah kakinya. "Apakah di bawah kakiku pemicu yang lainnya?"


Lau Luo pergi begitu saja. "Apapun yang terjadi jangan bergerak dari situ.. jika jebakan aktif lagi kamu bisa mati."


Xia Xia, "...."

__ADS_1


Menonton punggung Lau Luo pergi, dia langsung bergetar dan takut. "Kau tega meninggalkan seorang gadis sendirian dengan pemicu jebakan? Aku akan mati di sini saat bergerak! Kau harus membantuku keluar dari sini!"


"Hei, berbalik dan kembali bantu aku keluar dari sini!"


__ADS_2