
Tidak ada pilihan lain selain menjalankan Pesona tingkat S, jika Pesona kali ini gagal juga Zhang Ziyi akan melakukan tahap penyerahan.
Zhang Ziyi menaruh dua tangannya di pinggul dan tertawa arogan. "Fufufu! Kali ini pasti berhasil! Inilah pesona tingkat S dengan rencana yang sangat sempurna!"
Zhang Ziyi menatap jembatan menggantung di depannya, bukan hanya itu saja jembatan yang menghubungkan dua jurang itu sangat lapuk dan mudah ambruk. Zhang Ziyi mencoba melemparkan krikil di atasnya, saat krikil itu menyentuh permukaan kayu.. krikil itu langsung jatuh ke dasar jurang.
Saat seseorang jatuh di ketinggihan seperti itu, tubuh mereka pasti hancur dan terbelah menjadi beberapa bagian. Satu penjaganya menoleh ke arah Zhang Ziyi. "Nona Ziyi, kamu ingin membunuh mereka atau menangkap mereka?"
Zhang Ziyi sedikit marah. "Apa yang kau katakan? Yang penting kita mendapatkan apa yang kita cari, ahaha.. setelah ini pasti Zihan-ge mengelus bangga kinerjaku karena aku loli yang imut!"
Penjaga, "...."
Zhang Ziyi menunjuk dua batu yang besar. "Cepat sembunyi di sana!"
Lau Luo memikul satu tombak besar di punggungnya, karena sekarang dia dan Jing Yiran sedang mengantarkan pesanan senjata dari toko Can Zao.
"Entah kenapa rasanya sedikit lega akhir-akhir ini.." Sambil memikirkan hari-hari riuh Chuxi dan Can Sua sering berdebat karena masalah sepele.
Karena toko senjata Can Zao bukanlah rumah, dia hanya memiliki dua set tempat tidur yang masing-masing biasanya di tinggali Can Zao dan Can Sua. Dan selama satu minggu ini memiliki tamu tiga orang, Can Zao membagi kamarnya.
Pembagian kamar adalah Lau Luo, Jing Yiran dan Chuxi sekamar. Sedangkan kamar yang lainnya di tinggali Can Zao dan Can Sua.
"Bagaimana bisa ayah sekamar dengan anak gadis dewasanya?! Tidak! Aku ingin sekamar dengan Saudara Luo!" Can Sua.
Chuxi tersentak tidak terima. "Apa?! Dari segi manapun aku yang harusnya sekamar dengan Luo-didi!"
Can Zao meringis sedih karena dia harus tidur di kursi panjang selama seminggu ini, Lau Luo dan Jing Yiran sekamar. Chuxi dan Can Sua di kamar yang lain.
Jing Yiran mengangguk setuju. "Kamu benar Xiao Luo, mungkin pertengkaran mereka sudah beralih ke tahap baru yang lebih dekat. Kamu tidak perlu khawatir mereka bahkan sekarang berbelanja bersama."
"Bagaimana denganmu Xiao Luo, apa tidurmu nyenyak tidak terganggu apapun?"
Lau Luo langsung menjawabnya. "Aku sudah bilang, Yiran-shixiong kau selalu mendengkur keras."
Jing Yiran, "...."
Jing Yiran berkata dengan pasti. "Tapi tadi malam aku tidak mendengkur sama sekali."
__ADS_1
Lau Luo mengangguk setuju.
Jing Yiran, "...."
Jing Yiran terlihat lebih kesal. "Kenapa pemilik Zao menyuruhmu seperti seorang babu. Seperti sekarang, kau tidak harus mengantar pesanan senjatanya."
Dan lagi mereka tinggal gratis di toko Can Zao selama seminggu ini, Lau Luo segera menjawabnya. "Aku berhutang karena menghancurkan pedang Zuanshi. Jadi apapun yang paman Zao suruh akan aku lakukan, apalagi ini hanya permasalahan kecil."
Jing Yiran melihatnya sejenak. "Sebenarnya aku ke desa ini juga karena ingin membeli pedang itu, jika itu sudah kau rusak, aku tidak bisa mendapatkan pedang apapun."
Lau Luo segera bertanya. "Yiran-shixiong, sebagai murid dari puncak Yilin kamu tidak mungkin tidak memiliki pedang."
Jing Yiran berkata tanpa ekspresi apapun. "Aku memiliki Embun Beku Mengambang, karena tidak bisa aku gunakan, aku akhir-akhir ini tidak pernah menggunakannya."
"Jika ada pertarungan kecil, aku cukup membuat tabir bukan menggunakan senjata, jika tidak cukup juga aku akan melukis jimat."
Mereka lalu berjalan kaki kembali ke toko senjata Can Zao, karena pesanan kali ini berada di luar desa Lau Luo dan Jing Yiran mengambil rute terdekat dengan melewati jembatan gantung di dua jurang dan tebing.
Jing Yiran mengamatinya, saat daun kering bertiup ringan dan mendarat di jembatan, permukaannya lalu mengalami keretakan, dia berhenti dan bertanya.
"Apa kamu pernah melihat tabir?"
Jing Yiran mengangguk, setelah dia mengibaskan tangannya sebuah tabir terbentuk di sekitar mereka satu persatu. Tabir itu sangat tipis dan nyaris transparan dan berwarna biru hangat, meskipun secara sekilas sebuah tabir sangat tipis namun kenyataannya lebih kuat dari pada pertahanan menggunakan array dan berfungsi untuk banyak hal yang tidak bisa di lakukan oleh array biasa.
"Yiran-shixiong, di atasnya.." Lau Luo melihat ke atas di ujung tabir yang mengelilinginya.
Jing Yiran menjawabnya tidak terlalu cepat dan tidak lambat. "Itu gambar bunga belladona."
"Jika energi spiritual ku habis, tabir ini akan segera hilang. Namun jika aku mati, tabir ini juga.."
"Juga akan hilang dan akan sulit menemukan tabir gambar belladona lagi."
*
Bibir Zhang Ziyi mengertak rapat dengan wajah yang berubah hijau kesal, dia sudah mengerahkan pesona tingkat S tapi masih tidak berhasil.
Saat melihat targetnya melewati jebakan yang dia persiapkan dengan tabir, dia tidak tahan untuk mengumpat. "Dasar tempurung babi!"
__ADS_1
Dia menahan marah dan berteriak ke dua penjaganya. "Kau pasti tidak menjalankan rencanaku dengan matang kan?!"
"Tidak nona Ziyi. Jika kamu tidak yakin, kamu bisa mencobanya.." Penjaga itu membela dirinya sendiri.
Zhang Ziyi masih tidak percaya, dia lalu melewati Pesona S yang dia buat sendiri, hanya satu langkah kaki jembatan gantung itu langsung terputus. Kayu-kayu yang jatuh di ketinggian jurang langsung hancur menjadi debu.
Burung gagak melihat Zhang Ziyi di seutas tali.. dan tidak tahan untuk langsung berkicau.
"...."
"Nona Ziyi, untunglah aku tepat waktu melempari mu seutas tali. Kalau tidak...." Kau akan tinggal menjadi kenangan.
Zhang Ziyi mengertak marah. "Dasar tidak berguna! Cepat tarik aku!"
Zhang Ziyi mengendalikan nafasnya yang memburu, dia terkapar di tanah dan jantungnya seakan menciut keluar dari tubuhnya, dia hampir mati jatuh ke jurang karena rencananya sendiri. Kalau tidak... dia akan berubah menjadi ceceran daging yang jatuh.
"Zihan-ge! Misi ini sangat mustahil!!!"
Penjaganya buru-buru menghampirinya. "Nona Ziyi, lakukan pesona penyerahan.."
Seperti mendapat ide yang baru, Zhang Ziyi langsung bangkit. "Kau benar juga! Apa yang kau katakan memang benar!"
Mereka langsung menuju toko senjata Can Zao, begitu Zhang Ziyi melihat Can Sua dan Chuxi dia secara refleks menahan nafas.
Chuxi melihat ke arah Zhang Ziyi. "Hei gadis, aku sedikit merasa familiar dengan wajahmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
"...." Bukankah ini tidak sampai setengah hari kau menertawakan ku di kubangan lumpur busuk? Kau tidak ingat wajahku?
Zhang Ziyi menghela lega, tapi sebelum itu Can Sua menyapanya. "Saudari, kau jauh terlihat lebih berseri di banding terakhir kali aku melihatmu di kubangan lumpur, apa benar lumpur itu berkhasiat mencerahkan wajah?"
"...."
Zhang Ziyi menunjuk wajah Lau Luo. "Bocah laki-laki! aku kesini sebagai hadiah Zihan-ge untuk mu! Kau harus menerimaku!"
Chuxi sepertinya salah dengan telinga mereka, "Apa yang kau katakan tadi?"
"Aku bilang... aku hadiah sebenarnya dari cincin penyimpanan Zihan-ge!" Masih menunjuk ke arah Lau Luo. "Karena dia sudah menerima properti kakakku, bocah laki-laki itu juga secara tidak langsung sudah menerimaku!"
__ADS_1
Can Sua terlambat bereaksi, dia lalu menoleh ke arah Lau Luo dan dia langsung mengeryitkan kening. "Saudara Luo, apa kamu masih tidak puas hanya dengan aku dan saudari Chuxi saja?"