KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Energi spiritual ku habis!


__ADS_3

Chuxi terkejut begitu melihat bilah yang patah di tangannya. Jika orang mampu melihatnya, dia sama seperti syok di musim gugur karena terlalu sangat terkejut.


Dia menatap Fang Fu tidak percaya. "Kamu... Kamu.. kamu.. ka- sambung kembali! Aku hanya meminjamnya!"


"Aku itu tidak di sengaja." Ujung bibir Fang Fu berkedut setelah melihat ekspresi di wajah Chuxi. "Baiklah, tenang aku pasti akan menggantinya setelah pertandingan kita selesai."


Fang Fu melihat ke arah Chuxi dan dia menyimpitkan setengah matanya. "Tapi kau..? Bisa untuk sedikit serius kali ini?"


Setelah beberapa saat mereka kembali beradu serangan, tiga pukulan pertama Chuxi terlihat memimpin pertarungan dengan bilah yang sudah rusak. Fang Fu mendesah ringan kemudian menggunakan pedang Ilusi untuk membuat sekitar puluhan pedang langsung mengelilingi Chuxi dan ujungnya siap untuk menyerang.


Begitu mereka kembali bertarung maka hanya suara pertempuran dan belokan yang terdengar, Chuxi terpukul mundur dalam posisi bertahan. Meskipun begitu wajahnya tidak terlihat panik sedikitpun, melihat gaya pertarungan Fang Fu yang menggunakan teknik ilusi dia menyempatkan bibirnya untuk tersenyum sedikit. "Ingatlah untuk mengganti kerusakannya."


Saat dia mengatakannya Chuxi menunjuk area penonton, anak kecil yang menyaksikan keduanya tapi matanya menangis. "Berikan padanya, karena aku meminjam dari dia."


Lalu beralih ke arah Fang Fu. "Kakak Fang itu pasti berjanji menggantinya kau jangan menangis, mengerti?"


Suara dari arah penonton anak kecil yang menangis tiba-tiba berhenti. Meraih jubah lengannya kemudian dengan cepat mengusap matanya. "Dengan pedang yang sangat.. sangat besar!"


Chuxi, "Tentu."


"....." Ujung bibir Fang Fu kembali berkedut.


Fang Fu segera melakukan teknik ilusi lain, kali ini dia terlihat terbelah menjadi dua dan kedua bayangannya sangat mirip, sulit untuk menilai di mana dia yang asli atau mana yang Fang Fu ilusi. Pukulan mereka nyata dan daya tekanan yang di berikan mereka sama, Chuxi seperti melawan dua orang secara langsung dan dia hanya sendirian.


Satu menyerang dari depan dan yang lainnya menyerang dari belakang Chuxi. Fang Fu tidak melewatkan sedikitpun celah, begitu ada kesempatan pertahanan Chuxi melonggar dia langsung menancapkan oedang ilusi ke arah jantungnya, tanpa keraguan apakah gerakannya akan merebut nyawa orang lain atau tidak. Karena mata Fang Fu simpit, matanya masih melengkung ke atas dan menyerang dengan acuh dan memontun yang luar biasa cepat.

__ADS_1


Jika bukan karena refleks Chuxi yang sedikit lebih cepat dari Fang Fu, pasti sekarang yang terluka bukan lengannya melainkan dadanya karena terkena ilusi Ppedang.


Konferensi Pedang Tunggal tidak melarang pembunuhan untuk kemenangan mereka. Hanya ada dua aturan, yang pertama kemenangan karena lawan mereka menyerah dan yang kedua ketika lawan mereka tidak bisa menyerang lagi dalam hal luka serius atau kematian itu tidak lagi penting. Jadi saat Fang Fu menyerang dengan niat membunuh sekalipun, masih tidak akan membuat Chuxi membelalakkan matanya karena terkejut.


Dia mengeryit pelan saat merasakan nyeri di lengannya. "Baiklah, sesuai keinginan mu."


Dalam setengah nafas, muncul senjata dari dalam jubahnya. Senjata itu hanya sepanjang beberapa puluh sentimeter, cukup untuk genggaman satu tangan. Ketika senjaga itu terlihat maka sebuah belati berwarna keperakan muncul dan di bagian bilahnya terukir petir mutan di ujung permukaannya.


Melihat ini, Lau Luo mengeryitkan kening. Dia tahu bahwa Belati Petir Mutan di sembunyikan oleh Chuxi, dan karenanya dia harus melawan serius Zhang Zihan waktu itu sampai dia harus mengalami jahitan yang parah dan luka silang yang berganga.


Tapi Shu Zi Jiu, Yuan Yi dan juga Chuxi, mereka adalah saudaranya jadi apapun masalah mereka, dia akan mentolerirnya karena menyayangi mereka dan kali ini mungkin dia harus memperhatikan Chuxi lebih jauh.


Saat kembali memperhatikan arena, tempat itu dalam sekejap menjadi menyilaukan dan di sekitar Chuxi ada petir putih yang menderu-deru ke atas langit dan seakan ular keperakan berkelok-kelok di sekitarnya menjadi lebih terang. Setiap serangan Chuxi melesat dengan cepat dan juga tepat, sampai membuat Fang Fu kewalahan.


Melihat petirnya langsung lenyap sebelum menyentuh Fang Fu, Chuxi mendecakkan giginya. Dia mengigit tangannya sampai berdarah kecil, mengukirnya di tepi bilah. Untuk sekejap mata, Belati Petir Mutan kembali lebih terang dari sebelumnya dan petir itu menjadi lebih tenang dan setengah air di atas Danau Ye dan menjadi lebih tahkluk yang sebelumnya seakan mengamuk di sekitar pertarungan mereka, sekarang petir-petir itu menjadi lebih halus.


Saat melihat bagaimana senjata yang di miliki oleh Chuxi orang-orang yang mengetahui barang-barang langka, terutama senjata kuno berteriak karena terkejut. Terutama saat melihat bilah yang menyala-nyala keperakan di depan mata mereka.


"Tidak mungkin! Yang benar saja! Itu adalah teknik Bintang Bersinar Di Kegelapan dan bukankah itu teknik yang jarang sekali orang bisa menguasainya?!"


Pandangan melayang menjadi kekaguman. Para penonton untuk sesaat berdecak, panggung itu seperti lentera yang tiba-tiba menyala. Kekaguman ada di mata mereka, tapi untuk murid ahli beladiri yang memiliki senjata yang hebat tidak akan membuat mereka untuk berdecak kagum seperti Zhan Chen yang berdiri di barisan peserta.


Seseorang yang melihat teknik Chuxi masih tidak tahan untuk berteriak tidak percaya. "Itu yang sebenarnya! Seberapa berbakat dia di masa depan karena menguasai seni petir yang sulit di kendalikan, memang benar bahwa dia adalah seorang cucu dari pemimpin sekte?!"


"Benar, benar! Itu adalah Bintang Bersinar Di Kegelapan, teknik yang hanya bisa di kuasai hanya dalam seribu tahun sekali!"

__ADS_1


Kilatan cahaya kemudian melintas di tengah-tengah arena. Seperti nama tekniknya karena bel Fang Fu berungsur tanah maka merubah arena menjadi gelap dan lembab, tetapi melalui bilah di tangan Chuxi cahaya putih keluar seolah-olah bintang telah bersinar di ruang kegelapan, namun tidak menyilaukan dengan kecerahan yang pas saat di lihat.


Chuxi tersenyum melihat tulisan di bilahnya sangat rumit dengan susunan gaya aksen kuno, belati yang bersinar dengan kecermelangan tinggi menandakan kekuatan serangannya telah meningkat sebanyak lima belas persen, tapi dengan aliran spiritual dari Chuxi serangan Petir Mutan akan naik sebanyak tiga puluh persen.


Dalam helaan nafas setelah Bintang Bersinar Di Kegelapan di lancarkan, bel tanah di jubah Fang Fu langsung pecah menembus semua pertahanannya.


Karena tabir di sekitar Fang Fu sudah menghilang, petir dengan cepat ke arahnya tanpa hambatan. Namun begitu petir itu benar-benar mampu menyentuh kulit Fang Fu, cahaya itu langsung padam seperti nyala lilin kemudian di guyur dan hilang tanpa meninggalkan jejak dan mengusap seketika.


Saat serangan Chuxi tidak kunjung menyentuhnya, Fang Fu bertanya. "Saudari beladiri Chuxi, kenapa serangan mu tiba-tiba berhenti. Apa kau merasa kasihan pada ku?"


Fang Fu membuka matanya, membuka telinganya untuk mendengar cibiran yang datang dari cucu pemimpin sekte yang angkuh itu.


Entah karena apa, tiba-tiba serangan yang hampir mengenai titik fital Fang Fu habis sebelum bisa menyentuh sehelai ujung jubahnya, jadi Chuxi mengeryitkan keningnya. "Jangan salah paham mengira aku melunak, ini karena energi spiritual ku habis!"


Bukan cibiran atau tatapan sinis yang Chuxi benci, tapi jika ada seseorang yang mengira dia terlalu baik maka hanya akan menghancurkan harga diri kesombongannya ke jurang paling dalam. Dia orang yang suka blak-blakkan, mengumpat, berbuat seenaknya, dan kasar. Tantu saja kata 'Baik hati' atau 'Rendah hati' tidak cocok menempel di kepalanya.


Chuxi dengan luka di lengannya masih mencibir tanpa henti. Dia mengingat saat Fang Fu menyerangnya menggunakan ilusi pedang tanpa ragu mengincar jantungnya, untung saja refleks Chuxi sangat cepat dan serangannya hanya mengores lengannya.


"Ini jelaskan? Kau menyerang ku dengan niat membunuh, begitu ada kesempatan kenapa harus melunak? Jadi spekulasi aku mengampuni mu itu tidak mungkin, jangan salah paham!"


Melihat sulaman bunga begonia di jubah Fang Fu, Chuxi tiba-tiba merasa ingin terkekeh mengejek. "Sudah ku bilang angka ganjil itu terburuk, mungkin saja jika nama sekte mu adalah Begonia Kelopak Enam kau yang akan menang. Jadi untuk kekalahan mu.. kau hanya perlu menyalahkannya pada nama sekte mu!"


Fang Fu, "...."


Murid Sekte Begonia Kelopak Lima, "...."

__ADS_1


__ADS_2