
Di sisi lain, orang yang di takdirkan menjadi bintang malapetaka yang akan membawa kehancuran bagi dunia tidak ada bedanya dengan orang biasa.
Lau Luo memiliki warna rambut hitam legam yang akan berkibar begitu tertiup angin, matanya juga terlihat seperti kristal hitam bewarna arang dan terlihat seolah-olah akan berkilat saat di timpa oleh sinar sedikit saja. Semua kulit-kulitnya yang dulu kering dan tulangnya kurus seperti kayu bambu saat di pemukiman primitif, sekarang jauh terlihat lebih segar seperti gandum yang berwarna putih namun tetap di ujung-ujung wajahnya akan ada kepucatan seperti selembar kertas minyak yang acuh tak acuh.
Sekarang lima tahun waktu sudah berlalu dan Lau Luo sudah keluar dari kultivasi tertutup yang menghabiskan waktu selama bertahun-tahun itu.
Ketika awalnya memiliki deretan gigi yang rapi saat tersenyum, namun seperti apa yang di katakan oleh Ruan Mingchuan orang yang sudah hampir menjadi remaja itu seolah-olah memang akan tumbuh tidak berperasaan dengan hati yang dingin.
Wajah kepucatan Lau Luo yang di dalamnya tanpa ekspreksi yang bisa di baca dengan jelas seolah menjawab dengan benar bahwa sekarang senyuman hangat pada siapapun sekarang jarang muncul, selain ekspresi acuh tak acuh dan sedikit kabut kedinginan di antara matanya yang hitam.
Dengan sisa-sisa noda dan titik darah mengotori tangannya yang menandakan sudah berakhir pertempuran dan pelatihannya, dia masih bisa tersenyum bahkan menampilkan senyuman hangat yang mungkin telah menjadi senyuman langka, seperti hilang kelangkaannya begitu di hadapannya selembar kertas kosong dan beberapa alat tulis maka dia sekarang terlihat tersenyum tetapi juga bukan sebuah senyuman.
Dia akan menulis secara singkat peristiwa kecil saat dia jauh dari Shu Zi Jiu, selama beberapa kurun waktu belakangan ini. Setelah dia cukup lama berkutat dengan kertas dan tinta selama kurun waktu matahari terbit, Lau Luo melipatnya dengan rapi. Entah apa yang di tulis Lau Luo sampai membutuhkan waktu setengah hari, tapi dapat terlihat bahwa kertas yang sudah di ikat di kaki burung itu terlihat lumayan tebal.
Saat dia menjalankan kultivasi tertutup seorang diri semua yang ada pada dirinya seakan sudah berubah, pembawaan Lau Luo sekarang lebih tenang dan sifatnya seperti seorang dewasa yang lebih daripada umurnya.. Jika tidak di yakini sebagai bintang malapetaka, seseorang akan percaya bahwa seseorang yang berumur sekitar dua puluhan tahun pasti telah mempertahankan bentuk mudanya karena sama sekali tidak ada jejak-jejak perilaku seorang remaja yang seharusnya.
Namun seseorang yang bisa melihat kejadian ini, dia akan menganggap Lau Luo sebagai anak yang normal. Tersenyum lembut setelah menerbangkan satu burung, bahkan matanya tidak pernah beralih sampai burung itu menjadi kecil dan kemudian hilang di wilayah terpencil.
Di wilayah terpencil, tepatnya di pemukiman kumuh yang terisolasi dari pemukiman lain. Seorang anak laki-laki sedang sibuk menanam beberapa sayuran segar di ladang sayur tidak jauh dari gubuk jerami milik mereka. Di tangannya adalah cangkir yang sudah rusak, di ujung cangkirnya mengalir air dan langsung jatuh ke tempat sayuran bayam. Shu Zi Jiu bukan seorang kultivator beladiri, dia juga belum melatih qi. Jadi dia hanya bisa menuangkan air agar sayuran di ladangnya cepat tinggi agar bisa di panen. Saat dia masih sibuk dengan urusan di ladangnya tiba-tiba ada satu burung yang seperti gagak datang ke arahnya.
__ADS_1
Begitu melihat siapa yang mengirim, Shu Zi Jiu langsung tersenyum dan bulu matanya langsung bergetar karena terlalu senang, matanya perlahan menyimpit dan bibirnya perlahan tertarik ke atas saat dia tersenyum sebelum dia membaca setiap patah kata dengan hati-hati.
"Untuk Jiu-ge yang terkasih, yang di sini selalu menantikan kesehatan dan kebahagiaan kakak laki-laki tersayangnya. Di bulan Yi Yue tanggal ke sepuluh. Aku mengadakan perjalanan dengan kakak perempuan Chuxi, bertemu kelompok bandit gunung. Setelah mengalami pertempuran yang sengit, kami di rawat di rumah pandai besi bernama Can Zao. Untuk itu kami bisa akrab dengan anaknya Can Sua. Dan aku mendapatkan pedang yang bagus untuk itu. Dan yang terakhir, sampaikan salamku pada Yi-ge."
Begitu membaca tulisan yang terlihat sangat tapi, Shu Zi Jiu tidak tahan untuk tersenyum hangat karena setelah bertahun-tahun lamanya jika mengingat waktu ketika Lau Luo mulai meninggalkan pemukiman primitif dengan Chuxi yang hampir sepuluh tahun yang lalu. Shu Zi Jiu kembali membalik kertas itu dan mulai membaca bagian yang kedua.
"Untuk Jiu-ge yang terkasih, yang di sini selalu menantikan kesehatan dan kebahagiaan kakak laki-laki tersayangnya. Di bulan Er Yue tanggal sembilan. Kami tiba-tiba memiliki teman baru bernama Zhang Ziyi, kami sering memanggilnya Ziyi. Dia memiliki kepribadian yang terang, namun tidak seterang Jiu-ge. Lalu dan yang terakhir, sampaikan salamku pada Yi-ge."
Shu Zi Jiu mengeryitkan keningnya dan kembali membacakan. "Untuk Jiu-ge yang terkasih, yang di sini selalu menantikan kesehatan dan kebahagiaan kakak laki-laki tersayangnya. Di bulan San Yue tanggal lima belas, kami dan kakak perempuan Chuxi memasuki ujian Sekte Pedang Patah. Menjadi murid di puncak Yilin dan aku memiliki tiga shixiong, ketiga kakak laki-laki beladiri senior baru. Namun tidak sebaik hati perasaan kakak laki-laki Jiu-ge. Kakak beladiri senior tertua adalah Yiran-shixiong, meskipun menjadi senior tertua tapi Yiran-shixiong memiliki umur paling muda dari shixiong kedua dan ketiga, dia terkesan acuh namun berbudi luhur, tapi tidak akan sebaik Jiu-ge. Dan kemudian yang terakhir, sampaikan salamku pada Yi-ge."
Shu Zi Jiu tidak bisa menahan senang mengetahui perjalanan Lau Luo yang bisa di bilang mulus, bakat Lau Luo bisa terbilang luar biasa untuk itu dia tidak terlalu terkejut jika Lau Luo akan menjadi salah satu murid di bawah naungan Dewa Puncak Shao Yi Chen dan saat memikirkannya dia merasakan kebanggaan merayap ke hati dan jantungnya.
Tapi seperti sekarang, dia hanya mampu menelan keinginan pahit dan memendamnya jauh ke dalam dirinya.
Saat dia memikirkan ini, Yuan Yi datang ke arahnya. "Jiu-ge! Hari ini aku mendapat lima burung Pipit! Dua dari lima aku akan memakannya untuk dua hari, jadi Jiu-ge akan mendapatkan tiga."
Yuan Yi muncul dari balik jalan dengan burung yang sudah mengantung di masing-masing tangannya. Shu Zi Jiu tersenyum dan mulai memilah sayurannya. Memasukkan ke keranjang bambu sampai setengah penuh. "Baiklah, aku akan mulai memasaknya. Hari ini kau menginginkan sup atau makanan nasi?"
"Apa persediaan beras kita masih ada?" Melalui hasil buruan Yuan Yi, mereka bisa menjualnya di pasar terdekat dan menukarnya dengan kepingan logam. Karena itu mereka bisa memiliki uang untuk membeli beras yang menjadi barang mahal di karenakan pemukiman kumuh berada di hutan yang jauh dari persawahan dan sisa keuangan mereka akan di gunakan untuk kebutuhan lainnya.
__ADS_1
Jika persediaan beras mereka habis, maka Yuan Yi perlu berburu dan menjualnya, itu bukanlah hal yang sulit. Jadi dia berkata. "Kita memakan nasi sekarang."
Dia memperhatikan ekspresi Shu Zi Jiu yang tiba-tiba seperti bunga yang cerah jadi dia bertanya. "Jiu-ge kau terlihat begitu senang, sampai aku melihatnya akan berfikir bunga bisa tumbuh di wajahmu sendiri."
Shu Zi Jiu tersenyum. "Coba kamu tebak?"
Yuan Yi menarik sebelah ujung alisnya. "Melihat seberapa besar senyuman mu, ini pasti akan ada kabar gembira dari Luo-didi?"
Shu Zi Jiu mengangguk kemudian memperlihatkan sekitar sepuluh kertas tebal, Yuan Yi langsung membacanya. Dia tersenyum hampir secara keseluruhan adalah kabar baik, namun dia membaca sampai membaca ke kertas terakhir, dia merasa satu jarum kecil sudah menusuk kulitnya. Sangat panjang surat yang di tulis Lau Luo selama beberapa tahun ini, tapi Yuan Yi hanya menemukan kata..
Dan yang terakhir, sampaikan salamku pada Yi-ge.
Lalu, dan yang terakhir, sampaikan salamku pada Yi-ge.
Dan kemudian yang terakhir, sampaikan salamku pada Yi-ge.
"...."
Saat membacanya dia merasa semua gigi-giginya dan gusinya tiba-tiba ngilu.
__ADS_1