
Saat ilusi yang di putarkan oleh orang tua berjenggot sudah berganti, kali ini dia sendiri ada di dalam ilusi itu, Shu Zi jiu bertanya. "Luo-didi, kau kesal karena hari ini kita hanya makan lobak? Sesekali kita tidak makan daging buruan agar tekanan darah kita tidak naik."
Seseorang kultivator tidak perlu khawatir tentang tekanan darah tinggi atau rendah, tapi untuk Lau Luo, Shu Zi Jiu dan Yuan Yi mereka tidak mengetahui apa-apa mengenai jalur kultivasi, tubuh mereka tidak berbeda dengan manusia biasa.
Lau Luo hanya mendesah malas sekali dan sedikit menggerutu. "Aku seharusnya memiliki nama yang lain! Ah Jiu-ge, kenapa namaku Lau Luo? Itu membuat ku seperti orang lemah!"
Dia masih menggerutu. "Aku tidak suka!"
Shu Zi Jiu terlihat lebih senang, dia tersenyum dan berkata lembut. "Kau tidak menyukai nama mu sendiri?"
"Sangat tidak suka!" kata Lau Luo.
Shu Zi Jiu langsung semakin tersenyum, mengambil tangannya dan meletakkannya di dada Lau Luo tepatnya di jantungnya. "Nama hanyalah nama, kau ingin menjadi kuat seperti bukan anak kecil, atau bahkan begitu kuat sampai tidak terkalahkan oleh siapapun?"
"Semuanya tergantung apa yang ada di dalam sini, tekad untuk menantang langit.."
Senyuman Shu Zi Jiu sedikit menurun, dan dia bergumam sedikit. "Aku akan mencarikan nama dewasa yang lebih baik untuk mu jika kamu tidak menyukainya."
Lau Luo selama ini menyangka jika namanya adalah pemberian orang tuanya, dia tidak menyangka jika selama ini Shu Zi Jiu yang memberikan nama untuknya. Dia tersenyum gentir mengingat hari ketika dia mengeluh tentang namanya yang sangat jelek seperti orang tua, tapi sekarang nama Lau Luo-nya lebih bagus dari nama apapun di dunia.
"Hahaha.." Pria tua berjenggot putih itu tertawa lantang. "Namamu memang sedikit sangat jelek, tapi itu lebih cocok untuk mu nak. Hahaha, kau tahu artinya namamu nak? Itu artinya orang tua! Tapi kau bahkan tidak sampai setinggi upil!"
Lau Luo hanya menggaruk hidungnya yang terasa sedikit beringus. "Yah, kurasa sekarang tidak terlalu buruk juga.."
Saat dia berkata pada orang tua itu, tiba-tiba suara pedang menembus terdengar di antara mereka.
Lau Luo melihat ke arah ilusi Shu Zi Jiu berusia lima belas tahun tiba-tiba jatuh di hadapannya sendiri dengan pedang menembus jantungnya.
Ketika pedang itu di cabut oleh tangan orang lain, darah itu langsung keluar seperti kabut darah yang pekat dan langsung berubah menjadi sungai merah, sungai yang bisa mengotori semua pakaiannya dan semua salju di atasnya menjadi sangat mengerikan.
Di tengah kekacauan di hamparan salju yang membalok seperti es yang terletak di Pegunungan Kunlun seseorang berteriak ketakutan. "Itu.. sekarang terjadi keretakan langit!!"
__ADS_1
"Semuanya Aliansi Immortal segera mengaktifkan tabir untuk menambalnya jangan sampai para mayat dan roh-roh ganas menerobos kota!"
Dengan kepanikan keretakan langit seolah-olah langit sedang robek bernganga seperti cangkang yang pecah, di tengah-tengah para kultivator bertarung dengan para roh ganas, Lau Luo di dalam ilusi berlari ke arah Shu Zi Jiu untuk menemukan tubuh orang itu sudah sangat dingin seperti bongkahan es batu yang bisa membuat siapapun mengigil kedinginan yang hebat.
"Ah Jiu-ge!" Lau Luo langsung di buat gemetar dan matanya terbuka lebar, kejadian di depannya benar-benar terasa sangat nyata.
Seolah di buat tidak percaya, dia berusaha menopang tubuh Shu Zi Jiu yang sudah menjadi sangat pucat. Wajahnya seperti kertas minyak yang memutih, memucat dan berubah membiru.
Lau Luo melihat pemilik pedang, tapi wajahnya di tutupi siluet hitam yang membuatnya terlihat misterius meskipun dia tidak bisa melihatnya dengan jelas, dia bisa tahu seseorang itu mengenakan jubah seorang tetua di Sekte Pedang Patah.
Dia berteriak, meraung dengan semua fitalitas paru-parunya. "Apa yang kamu lakukan? Siapa orang yang kamu tusuk! Siapa yang baru saja kamu bunuh!"
Orang itu antara sedikit terkejut dan sedikit mengatakan sesuatu tapi hanya terdengar seperti suara rusak di telinga Lau Luo. Merasa apa yang di katakannya sudah selesai, dia kemudian lenyap bersama ilusi Shu Zi Jiu yang berangsur perlahan-lahan pudar di tangannya.
Lau Luo menggencangkan tangannya, hal yang baru saja terjadi dalam sekejap mata membuatnya mengatakan umpatan yang tidak pernah keluar dan tiba-tiba semua darah di kepalanya memanas, melebur dan membuat mendidih. "B*jingan mana yang berani untuk membunuhnya?!"
"Kau jangan mengumpat terlalu keras, yang barusan terjadi di depanmu semuanya tidak nyata." Orang tua berjenggot putih itu menggaruk dan mengorek telinganya untuk memastikan pendengarannya sendiri.
"Siapa tahu bocah tadi bisa hidup seratus tahun lagi, seribu tahun lagi.. apa kamu tidak tahu beberapa hal juga bisa berubah?"
Orang tua itu juga berkata malas. "Anggap saja itu peringatan masa depan yang paling tidak ingin terjadi. Sekarang sudah selesai, aku akan mengembalikan mu pada Immortal Shangya."
Orang tua berjenggot putih itu kemudian menjentikkan ujung jarinya.
Mengetahui formasinya semakin melemah, Immortal Shangya melemparkan berbagai kertas mantra ke sana. Karena dia juga merasa tidak akan cukup hanya melemparkan satu, Immortal Shangya melemparkan seribu mantra sihir penarik roh. Dia merapalkan mantra dan menyatukan tangannya. "Dengan adanya aku di sini! Formasi Pemurnian Tubuh tidak akan pernah gagal!"
Seribu kertas mantra langsung membungkus setiap inci tubuh Lau Luo yang mengalami kontruksi, perlahan kembali membentuknya menjadi lebih cepat. Pasir berlian masuk melalui celah sampai cahaya kekayaan keluar sepuluh kali lipat lebih terang.
Satu persatu kertas mantra itu terkelupas dan jatuh ke tanah, ketika semua kertas tidak ada yang menempel di tubuh Lau Luo, itu langsung menampilkan semua susunan otot, tulang dan organ di tubuh Lau Luo sudah berubah menjadi pasir berlian, terlihat lebih berotot dan keras, rambut legamnya juga berubah menjadi sedikit memanjang dan dia juga menjadi sedikit lebih tinggi juga tidak sekurus sebelumnya.
Saat membuka matanya, dia melihat wajah pucat Immortal Shangya yang kehabisan energi spiritual, sebelum orang itu pingsan dan jatuh ke tanah Lau Luo sudah lebih dulu menangkapnya dengan cepat.
__ADS_1
Immortal Shangya adalah orang yang menariknya dari gerbang alam baka, jadi dia akan mengingat kebaikan ini sampai mati.
Tapi saat mengingat masa depan apa yang akan terjadi dengan Shu Zi Jiu, Lau Luo masih saja gemetar hebat di tangannya. Dia akan menjadi kuat sampai bisa menentang langit, sampai tidak ada kekuatan yang bisa membahayakan orang di sekitarnya!
Entah itu bintang malapetaka, orang yang di takdirkan sebagai penghancur, orang yang dalam semua kehidupannya di penuhi penderitaan dan rasa sakit..
Dia tidak akan peduli!
Asalkan Shu Zi Jiu sampai seribu tahun bisa selamat dan orang itu baik-baik saja, dia tidak peduli apapun konsekuensinya!
Saat gejolak di jantungnya kembali stabil dia melihat orang di tangannya yang pingsan, Lau Luo meletakkan Immortal Shangya di punggungnya, dia langsung melesat pergi menggunakan ilmu qigong ilmu meringankan tubuh yang setiap langkahnya menjadi sangat ringan.
Kemudian dengan hanya sekali helaan nafas mereka sudah berada di kamar bagian sayap barat. Dia di menutupi Immortal Shangya yang sudah pingsan itu dengan selimut. "Shifu, ini sudah satu tahun.. aku harus kembali, terimakasih untuk semuanya."
Lau Luo tertawa tipis, meskipun ini terlihat konyol saat mengucapkan salam perpisahan dengan orang yang tidak sadar, tapi dia juga bukan orang yang tidak tahu membalas Budi kebaikan orang lain.
"Aku harap kita mengambil jalan yang sama dan tidak pernah menjadikan Shifu sebagai musuh terberat yang tidak ingin aku lawan di masa depan.. mungkin kelak aku.. menjadi seorang kultivator iblis." Sekarang pria perak itu hanya berbaring pingsan di atas dipan karena kehabisan energi spiritual setelah mengaktifkan seribu lembar kertas mantra sihir penarik roh tanpa henti.
Dia berkata pelan dan sangat singkat, sesingkat itu pula Lau Luo sudah menghilang menggunakan ilmu qigongnya, yang menjadikannya seperti keberadaannya tidak pernah ada di sebelah Immortal Shangya sebelumnya.
Berhenti di tengah portal yang sudah tidak aktif, Lau Luo mengigit tangannya, dia lalu menggambar portal yang baru di tanah. Portal yang menghubungkan dunia milik Immortal Shangya yang sebenarnya tidak akan bisa di aktifkan oleh orang lain, tapi sekarang Lau Luo sudah belajar darinya yang membuatnya bisa terhubung langsung dengan teknik milik Immortal Shangya, jadi peraturan untuk membuka portal tidak akan mempan untuk Lau Luo, dia bisa menggunakannya sebebas pemilik aslinya.
Setelah mengumamkan mantra, portal itu langsung menelan Lau Luo sampai tidak tersisa dan mengirimnya kembali ke gua iblis tersembunyi yang kepergiannya hanya berlangsung selama satu hari.
Setelah berdiri di atas batu besar di dalam gua, telinga Lau Luo langsung mendengar jeritan Xia Xia. "Kau tega meninggalkan seorang gadis sendirian dengan pemicu jebakan?! Aku akan mati di sini saat bergerak! Kau harus membantuku keluar dari sini!"
"Oh! Ayolah! Aku sudah berdiri di sini selama sehari setengah! Kau harus menyelamatkan ku!"
"Aku akan meminta dewa untuk mengambil roh mu sampai ke alam baka jika kau tidak datang menyelamatkan ku!"
"Huh! Ku harap tubuh mu hancur lebur! Itupun seratus kali lebih baik saat kau meninggalkan gadis baik seperti ku!"
__ADS_1
"Oh, ayolah ayolah! Siapapun keluarkan aku dari sini!!"