KULTIVASI SURGAWI.

KULTIVASI SURGAWI.
Masuk ke portal Immortal Shangya


__ADS_3

Immortal Shangya masih berkata pada Lau Luo. "Oh, aku belum memberi penjelasan kan padamu."


"Kamu tahu artinya bintang yang di ramalkan?" Immortal Shangya bertanya padanya.


Lau Luo menatap tajam pria berperawakan tujuh belas tahun di depannya dengan rambut putih perak. "Tidak, apa hubungannya dengan ku?"


"Tunggu dulu, aku akan menceritakan alasannya aku kesini." Immortal Shangya segera bercerita serius.


"Kau, dengan qi iblis mu.. kau berpotensi menjadi bintang malapetaka di masa depan."


"Orang yang akan di ramalkan menjadi bencana di masa depan, yang tidak akan peduli dengan dunia, orang yang berdarah dingin dan orang yang akan menjalani kehidupan dengan penuh selaga macam penderitaan."


Immortal Shangya kembali bertanya pada bocah itu. "Apa kau percaya dengan adanya takdir bahwa kau akan percaya.. kau adalah orang yang di ramalkan sebagai bintang malapetaka di masa depan?"


Lau Luo terdiam sejenak sebelum menggelengkan kepalanya.


Immortal Shangya segera menepuk ruang kosong di sebelahnya. "Bocah kau duduk di sebelah ku, kita akan membicarakan masa lalu.."


Lau Luo mengikuti situasi, tapi bagaimanapun orang di sebelahnya sangat mencurigakan, jadi dia diam-diam mengumpulkan qi untuk menyerang.


Immortal Shangya tersenyum di sebelahnya dan berkata. "Kau tidak perlu diam-diam mengumpulkan qi untuk menusuk ku, jika kau mampu melakukannya yakinlah itu tidak akan berguna."


"Memang benar." Lau Luo berkata pada Immortal Shangya yang duduk di sebelahnya, "Aku akan menentukan sendiri siapa musuhku dan seperti apa takdir ku, entah itu bintang malapetaka atau tidak.."


"Tidak akan mempengaruhi ku."


Lau Luo masih sedikit berjaga dan menghela nafas karena Immortal Shangya bisa membaca pikirannya dengan tepat, dia kemudian mulai mendengar pria remaja di sebelahnya mulai bercerita.


"Dulu waktu aku turun pertamakalinya di badai petir kau masih bayi bocah, dan siapa bocah laki-laki yang cukup tampan yang membawamu dari reruntuhan bersama seorang kakek?"


Lau Luo mulai terdengar lembut di perkataannya. "Dia Ah Jiu-ge, Shu Zi Jiu dan kakek yang bersamanya adalah kakek Shang.. mereka yang menyelamatkan hidup ku pertama kali."

__ADS_1


Dan entah kenapa Immortal Shangya merasa lega melihat pertumbuhan Lau Luo. "Melihat mu tumbuh sebesar sekarang, sepertinya mereka merawat mu dengan cukup baik dan sikapmu juga bisa berubah begitu membicarakannya."


"Dia sangat berarti bagi ku, dan aku sangat menghormatinya." Lau Luo mengangguk tipis.


Untuk Shu Zi Jiu dia bahkan ingin melindunginya dan menjaganya semampu yang dia bisa karena Ah Jiu-ge adalah segalanya, juga alasan kenapa dia ingin menjadi kuat.


Entah itu Ramalan Bintang Malapetaka yang harus membuatnya menempuh jalan penuh penderitaan.


Asalkan dia bisa melindungi orang yang paling ingin dia lindungi, maka..


Itu bayaran yang sepadan.


*


Saat hari semakin gelap, Lau Luo dan Immortal Shangya sudah bertukar cerita hampir setengah hari penuh, tidak ada rasa canggung untuk orang asing. Immortal Shangya bahkan merasa sudah dekat dengan bocah di sampingnya.


"Bagaimana jika aku melatih mu?"


"Kau sangat bermurah hati untuk mengajariku secara langsung." Lau Luo sampai sekarang masih tidak bisa mempercayai Immortal Shangya, dia akan berusaha untuk melatih qi iblisnya sendiri dan juga setidaknya dia tidak ingin berguru dengan Immortal Shangya.


"Tolong bimbing murid ini, Shifu." Lau Luo menaruh lututnya di tanah, mata legamnya menatap pria perak berperawakan remaja tujuh belas tahun di depannya dengan sangat sungguh-sungguh.


Immortal Shangya yang di hadapi dengan perubahannya yang cepat. "...."


Dia mengatupkan bibirnya tidak percaya. "Kamu cepat sekali berubah, sedetik yang lalu kau menolak dan detik ini kau menyetujuinya. Sekarang kau terlihat bersahabat, mungkin suatu hari kau akan menghunuskan pedang mu ke leherku juga."


Lau Luo tersenyum tipis. "Semua orang bisa berubah dan lagi, aku tanpa pendidikan. Aku hanya tahu membalas satu kebaikan orang lain dengan sepuluh kebaikan dan membalas keburukan orang lain dengan dendam. Jika Shifu berbuat baik padaku, aku akan berbuat baik juga."


Lau Luo sederhana, dia tidak ragu mengorbankan seratus nyawa tidak bersalah untuk satu nyawa yang penting untuknya, dan dia akan melindungi siapapun yang bersikap baik padanya.


Jika Immortal Shangya bersikap baik padanya, dia juga akan bersikap baik. Dia juga bisa mengorbankan nyawa orang lain yang tidak penting jika ada hal yang mengancam keselamatan Shu Zhu Jiu, Ah Jiu-ge, kakaknya.

__ADS_1


"Aku tahu kau akan menjadi orang jahat, tapi siapapun yang jahat akan hidup di liputi perasaan yang menderita." Immortal Shangya berkata dengan suara tidak rendah juga tidak tinggi.


"Jika orang lain tahu kau berpotensi mempelajari seni iblis.. kau harus berdoa bahwa hidup mu lebih buruk dari kematian. Kau harus menyembunyikannya serapat mungkin, dan jangan memberi tahu kau memiliki sedikit saja qi iblis. Aku akan mengajarimu untuk mengolah energi gelap itu menjadi energi petir dan api, namun jika qi iblis mu bertambah besar di masa depan.. penutupan seperti ini akan ada saatnya tidak berguna."


Kemudian Immortal Shangya memperatekkan teknik di tangannya. Petir berwarna kuning keluar dari tangan Immortal Shangya.


Immortal Shangya meluruskan jarinya, dalam satu kedipan mata batuan besar di depan mereka langsung terbelah dengan suara keras.


"Ini adalah petirku."


Immortal Shangya meniup jarinya. "Puh!" Dan dia bertanya pada Lau Luo, "Apa kau sudah mengamati caraku melakukannya dan itu berguna untuk menyamarkan qi iblis di tubuhmu."


Lau Luo adalah tipe orang yang tidak mudah belajar melalui teori, dia bisa meniru jurus melalui rasa sakit yang di terimanya seperti pertarungannya dengan Zhang Zihan. "Aku sudah mengamatinya, tapi kurasa akan sulit untuk aku mempelajarinya. Shifu, kau bisa mengarahkan petir itu langsung ke arah ku dan aku akan mempelajarinya dari dalam, itu.. lebih cepat."


Alasan Lau Luo menerima serangan secara langsung dari Zhang Zihan adalah untuk mempelajari tebasan angin. Melalui nyeri sakit di pertarungan, Lau Luo bisa tahu sebesar apa qi yang di gunakan lawan untuk menciptakan serangan, lalu menirunya.


Lau Luo melakukan tebasan angin ke batuan besar dan membandingkan kerusakannya dari petir Immortal Shangya. "Shifu, aku hanya tahu satu jurus ini saja. Untuk selebihnya aku akan menyulitkan mu untuk mengajariku."


Immortal Shangya, "...."


Immortal Shangya menyatukan alisnya karena tiba-tiba Lau Luo berdiri di tengah batu yang terbelah dan dia berkata padanya. "Aku akan mempelajarinya dengan cepat setelah menerima serangan secara langsung."


Ini sudah tiga hari bagi Lau Luo menjalani ujian di gua iblis tersembunyi, jadi dia tidak punya banyak waktu untuk mempelajari teori Immortal Shangya dalam waktu singkat.


"Bocah kau jangan bercanda.." Immortal Shangya tidak bisa melakukannya, petir dari seorang Immortal berbeda dengan petir biasa. Lebih cepat dan tajam, panas dan dampak kerusakannya enam kali lebih besar.


Immortal Shangya cukup memahami situasi. "Aku tahu kau terburu-buru karena harus keluar dari ujian ini kurang dari empat hari lagi, dan lagi kamu belum mendapatkan batu inti Spirit Beast."


Immortal Shangya membelah portal dan menawarinya. "Bagaimana jika aku mengajarimu setahun penuh di tempat ku? Satu tahun di sana hanya berselang satu hari di sini."


Lau Luo melihat portal berwarna keemasan, dia melirik Immortal Shangya sekilas lalu memasukinya dan sedikit berhenti.

__ADS_1


Immortal Shangya hanya mengambangkan senyuman ke arah Lau Luo. "Percayalah, aku tidak bermain trik apapun untuk membahayakan atau menipumu. Oh, bukankah kau sudah mengakui ku sebagai Shifu mu?"


Immortal Shangya semakin tersenyum. "Kau cukup lancang untuk mencurigai Shifu beladiri mu sendiri.. bocah."


__ADS_2