
Paginya Laras dibangunkan oleh ketukan pintu dan tiga orang pelayan masuk membawa baki berisi pakaian, sarapan dan baki berisi buah.
"Pagi nona! kami mengantarkan ini untuk nona" sapa para pelayan itu ramah.
Laras bergidik melihat segelas susu yang dibawa salah seorang pelayan, pasti itu susu ibu hamil lagi.
"Terima kasih, bisa taruh disana dulu, saya belum mandi"
"Baiklah nona"
Para pelayan itu meletakkan dimeja kaca tempat Nabil biasa santai dengan laptopnya. Setelah itu para pelayan itu pergi.
Ia melihat Nabil masih tertidur pulas ditempat tidur. Dengan cepat Laras membawa gelas berisi susu itu kekamar mandi dan menghabiskannya disana. Ketika meletakkan gelas Laras tidak sengaja menjatuhkannya dan gelas itu menjadi pecahan kaca dilantai.
"Ada apa sih?" Nabil yang mendengar suara grasak-grusuk terbangun. Ia kesal pada gadis itu karena menganggu tidurnya.
"Tidak sengaja kak" ujar Laras dengan rasa bersalah.
"Pagi- pagi udah berisik"
"Maaf"
"Bisanya minta maaf doang"
Nabil melihat Laras membersihkan pecahan kaca dilantai. Sepertinya gelas bekas susu.
"Kamu sudah minum susunya?" tanya Nabil. Ini bukan sok perhatian tapi karena ia peduli pada anak Laras yang tidak berdosa itu. Ia benci pada Laras tapi tidak pada anaknya.
"Sudah"
"Yang rajin makan makanan bergizi dan minum susu, kasihan anak kamu..habisin sarapan kamu"
"Ya kak"
"Memangnya pacar kamu kemana sih?"
"Gak tau" Laras menjawab karena ia memang tidak punya pacar.
"Makanya jadi cewek jangan murahan"
"Udah terlanjur, mau gimana lagi"
"Bodoh"
"Bukan bodoh tapi cinta"
"Makan tuh cinta"
Nabil berlalu kekamar mandi.Laras melihat punggung pria itu, lalu tersenyum meskipun ia tidak hamil tapi ia senang Nabil punya sedikit perhatian.
***
Laras bersama Siti berjalan di halaman kampus ditangan mereka ada pop es dan cemilan. Siti, gadis berkulit sawo matang dan berambut ikal minum sambil jalan dan ngoceh dengan Laras.
Tiba-tiba Prita dan dua temannya menghadang Laras dan Siti.
__ADS_1
Siti yang sering adu mulut dengan Prita menjadi kaget "eh ada kuntilanak pakai paku"
Sabila dan Andera melengos, jika bertemu Siti pasti itu doang yang mereka ejekin. Siti sering dibilang jelek dan kampungan oleh ketiga orang itu tapi Siti tidak kehabisan akal untuk membalas balik dengan mengatakan mereka pakai paku dan jika tidak pakai paku maka mereka juga jelek seperti kuntilanak. Siti mengatakan dirinya jujur tidak usah pakai paku segala lebih baik apa adanya.
"Ada apa pasukan paku? kalian mau membully lagi? kek anak abege saja" sindir Siti.
"Gua kesini mau ngundang kalian" jelas Prita
"...oh akhirnya kamu laku juga, selamat ya" ucap Siti sambil mengulurkan tangannya.
"Dengerin dulu orang ngomong!" balas Andrea sengit.
"Kita ngundang kalian untuk datang keacara ulang tahun aku malam Minggu nanti"
"Oh, selamat juga kalau gitu, selamat bertambah tua" Siti kembali bicara, Laras menyenggol lengan anak itu agar tidak melanjutkan ucapannya. Siti akhirnya diam
"Kalian datangkan? aku tidak mau anak-anak mengira aku dendam sama kalian dan tidak ngundang-ngundang, kecuali kalau kalian memang juga dendam sama kami"
"Kita gak dendam kok, mana mungkin" sanggah Laras jujur.
"Baguslah kalau gitu, datang ya" ujar Prita sebelum berlalu.
Setelah trio paku itu pergi Siti melihat ke Laras "kamu yakin? biasanya mereka selalu merencanakan hal yang aneh-aneh pada kamu, kamu juga sih dekat dengan Benz, kalau dekat jangan nanggung Ras, jadikan saja Benz suami bereskan biar Prita jadi gila"
Dari kejauhan terlihat Benz berjalan bersama teman fakultas. Pria itu melambaikan tangan pada Laras.
"Baru saja diomongin tuh anak muncul pertanda panjang umur dia"
Benz meninggalkan teman-temannya dan menghampiri Laras dengan senyuman lebarnya.
"Aku bakal jadi lalat gak ya?" tanya Siti.
"Temen apa demen?"
Laras tidak menjawab karena Benz sudah sampai dekatnya.
"Pergi keultah Prita?" tanya Benz.
"Ya elah kamu kesini cuma mau tanya itu doang? kirain ngajak Laras nonton" cibir Siti.
"Tanya Larasnya dia mau apa tidak? berapa kali ngajak keluar dianya sibuk terus" jawab benz.
Siti melihat ke Laras, temannya ini sok jual mahal padahal ia tau Laras juga menyukai Benz.
"Kamu ikut?" tanya Laras.
"Kalau kamu pergi aku juga pergi tapi kalau tidak aku ogah"
"Aku pergi"
"Aku jemput ya"
Laras berpikir sejenak lalu menggeleng "aku sudah janji sama Siti"
Laras melihat ke Siti minta pertolongan dan untung temannya itu mengerti walaupun ragu Siti mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Tidak bisa diganti ya Sit?" tanya Benz.
"Maaf ya Benz, kita sama-sama minim dalam hal berdandan amkanya kita bareng biar bisa dandan bareng dan milih baju juga, karena ulang tahun prita kan mewah tuh gak mungkinlah kita malu-maluin kesana"
"Ya sudah, aku ngalah! kalau begitu kita bertemu disana saja ya Ras"
Laras mengangguk lalu permisi. Ia dan Siti menuju kelas sedangkan Benz pergi kekantin.
"Kamu membuat aku banyak dosa Ras, menyuruh membohongi Benz"
"Supaya gak bohong aku setujui ucapan kamu tadi, kita dandan bareng tapi di kosan kamu ya"
"Oke, tapi kamu sengaja menolek Benz ya? apa kamu takut pada Prita?" tanya Siti.
"Bukan begitu, aku hanya takut kalau mereka melihat Benz"
"pasti Prita kan?"
"Bukan"
"Sabila dan Andrea?"
Laras menggeleng.
"Trus siapa?"
"Mertua aku"
"Ha?" wajah Siti kaget lalu kemudian tertawa "kamu lucu Ras, sama kayak Prita yang suka ngehalu, memangnya sejak kapan kamu punya suami? jangan-jangan suami online ya? aku juga banyak suami online Ras, mulai dari artis lokal sampai mancanegara"
Siti memegang perutnya karena tertawa. Baginya Laras lucu, halunya udah ketinggian mungkin karena efek jomlo gak ada yang ngumbar janji bakal dikawinin.
"Aku gak ngehalu Siti, aku beneran udah nikah tapi sebagai pengantin pengganti sih"
"Kamu punya bakat jadi novelis kayaknya dari pada jadi dokter, memangnya kamu menggantikan siapa?"
"Kak Airin"
"Ha kak Airin? pria yang keren itu? kok bisa sih?" suara Siti meninggi karena kaget.
"Huss jangan kenceng-kenceng, ntar ada yang dengar! gak enak jugakan karena dia bukan suami aku yang sesungguhnya, tapi masalahnya mamanya galak, aku takut"
"Iya, iya cerita dong"
"Kak Airin kabur sama selingkuhannya dan aku menggantikan kak Airin sementara"
"Kenapa tidak selamanya saja, cowoknya kak Airin keren lho"
"Dia cinta kak Airin bukan aku"
"Ya tapi kaan kak Airin selingkuh"
"Yang namanya cinta bisa sajakan dia memaafkan kak Airin nantinya dan aku disana sementara waktu mungkin untuk menjaga nama baik keluarganya saja, mungkin mereka malu kalau anaknya gagal nikah"
Siti jadi terenyuh mendengar cerita Laras pasti temannya itu tersiksa banget tinggal bersama pria yang tidak mencintainya apalagi pria itu mencintai kakaknya.
__ADS_1
"Yang sabar ya Ras"
"Aku tidak apa-apa kok" Laras bicara sambil meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak apa-apa jadi penutup kesalahan Airin terus.