Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
penghianat bertemu penghianat


__ADS_3

Inilah yang ditinggu Arga, berkumpul dengan kedua temannya, Chiko dan Nabil. Tapi yang paling ia tunggu adalah perempuan yang ada disebelah Nabil itu. Perempuan yang meninggalkannya tempo hari.


Arga dan Chiko sudah duduk menunggu Nabil. Pucuk dicinta ulam tiba, Nabil datang bersama Airin. Wajah perempuan itu sempat berubah saat melihat dirinya tapi kemudian Airin mengeratkan ke bahu Nabil. Seolah tidak ingin untuk melanjutkan langkahnya.


"Lo sama Arga sama-sama leletnya padahal gue yang lebih jauh dari kalian udah dari tadi duduk disini, kalian itu yaa gak ada on timenya" sambut Chiko pada Nabil dan Airin.


Nabil terkekeh apa yang dibilang Chiko memang benar, Chiko langsung dari Thailand kesana sedangkan ia dekat baru datang.


"Lo gak bawa banci kan?" tanya Nabil sambil melirik cewek bening yang bersandar dibahu Chiko.


"Enak saja bilang aku banci' balas cewek itu "kamu lihat baik-baik deh Bil, apa perlu aku pinjamkan kaca mata"


"Eh dia bisa bahasa Indo" Nabil semakin menggoda cewek itu. Ia tau si cewek yang berada didekat Chiko adalah bekas tunangan Chiko yang tinggal di Thailand dan bekerja disana. Mereka bertemu dua tahun lalu dan sekarang cewek itu berbeda jauh, makin cantik mengalahkan para wanita Chiko.


Gagal bertunangan bukan membuat sejoli itu bermusuhan tapi malah berteman baik. Entah bagaimana caranya bagi mereka. Chiko saja rela terbang ke Thailand untuk menjemput cewek itu.


"Kamu kira aku orang mana?" cewek itu menggas.


"Mana aku tau, kita kan belum kenalan"


"Jangan coba-coba" gas Chiko pada Nabil mengasih ultimatum.


"Tuh dibelain" cewek itu menjulurkan lidah merasa menang. Ia tidak peduli pada Airin yang terlihat tidak senang ia menggoda Nabil.


"Kalau boleh milih kamu pilih aku atau teman kamu" tanya sicewek itu.


"Pilih teman aku lah"


"Ih jahat!" cewek itu mendorong bahu Chiko keki.


"Untuk apa pilih kamu, kamu bukan siapa-siapa aku Flo"


"Oke! otewe nikah"


"Ogah"


Cewek yang bernama Flo itu mendorong bahu Chiko "siapa juga yang mau menikah dengan orang brengsek seperti kamu, sana -sini ada mantan, malas gue makai bekas gitu"


Arga dan Nabil tertawa ngakak, Chiko dapat pukulan telak dari Flo. Hal itu membuat Chiko tersenyum masam.


Sudut mata Arga melihat ke Airin dan membuat gadis itu deg-degan apalagi saat Arga mengetikkan pesan dan mengirim ke Airin.


aku mau kita bicara sekarant atau aku akab katakan pada Nabil tentang kita


Airin melihat ke Arga dengan geram, Arga selalu mengancam, ia membalas pesan tersebut


Jangan ganggu aku!!

__ADS_1


Aku datang menjemput kamu


Aku tidak akan pergi lagi dengan kamu


Tangan Airin bergetar ia sengaja menjatuhkan ponselnya kelantai agar Arga tidak lagi mengirim pesan padanya.


"Ponsel kamu jatuh Rin?" Nabil meraih ponsel Airin dilantai. Layar ponsel Airin sudah retak dan sudah tidak bisa hidup lagi.


"Yaaah" Airin berpura-pura sedih melihat ponselnya yang sudah tidak bernyawa. Arga menyeringai sinis pada Airin, perempuan itu mencoba bermain-main padanya. Ia tau Airin sengaja


"Sudah jangan dirisaukan, percuma ada Nabil" ujar Flo "dia bahkan sanggup membelikan kamu pabriknya sekalian, cowok kayak gitu diperas saja kayak kain basah udah kering tinggalin"


"Emangnya Airin kamu?" ledek Chiko.


"Bukan! kalau itu aku aku akan buat dia bangkrut dan nangis darah habis itu buang kelaut"


"Sadis amat sih"


"Ya iyalah kan aku benci dia" tunjuk Flo pada Nabil. Tingkah Flo mengingatkan Nabil pada cewek oleng yang suka nyinyir padanya, Laras his wife. Cewek yang berubah sikap di setiap arus. Tadi saja ia memasang wajah datar saat nabil menjemput Airin. Seolah mereka tidak kenal sama sekali. Ia mengabaikan Nabil dan menyelinap pergi kekamarnya.


"btw kok hanya satu yang dibawa sih? Laras gak diajak? parah kamu Bil, itu namanya tidak adil"


Airin makin kesal pada Flo, mulut cewek itu kelewatan dan Nabil malah mencandai dia. Dibanding dirinya Flo memang jauh lebih cantik. Rasa cemburu menyelinap didada Airin.


"Iya, parah nih Nabil padahal yang halal ada masih saja menjalani yang haram" timpal Arga.


"Doyanlah! lagi pula pacarnya gak tau" Arga melirik Airin, wajah perempuan itu mendadak merah. Arga merasakan sebuah kaki mendorong betisnya minta ia berhenti bicara.


"Anjay lo" maki Nabil


"Biar bukan cuma gue saja yang sok suci disini, lo suka gonta-ganti cewek, Nabil menikahin adiknya Airin, nah gue? gak mau ketinggalan dong! kelak dineraka gak ada gue gak rame"


"Lo aja yang keneraka sana, gue kesyurga sama perempuan gua"


"Gue cuma sama pacar orang kok bukan istri orang, lagi pula dia kesenangan sama gue dari pada sama pacarnya" Arga mengedipkan mata pada Airin. Perempuan itu sangat kesal pada Arga karena makin kurang ajar. bagaimana kalau Nabil tau? ia tidak mau Nabil sampai tau hal itu sampai kapanpun. Kapok ia bersama Arga, ia tidak ubahnya sebagai perempuan ******.


"kenapa gak lo nikahin saja?" tanya Nabil penasaran dengan Arga.


"Sudah berapa kali gue lamar dia, ya dia maunya jadi perempuan ****** saja tanpa status"


"Masih pengen sama pacarnya kali" sanggah Chiko.


"Kalau iya ngapain dia sama gue?"


"itu keberuntungan lu bro, nikmati saja"


Airin gerah, Nabil dan Chiko tidak tau yang dibicarakan Arga adalah dirinya. Perempuan itu ngacir dengan alasan ke toilet. Melihat Airin pergi, Arga pun menyusul perempuan itu.

__ADS_1


Alangkah kagetnya Airin saat Arga juga menyelinap masuk ketoilet perempuan dan mengunci pintunya.


"Kamu apa-apaan sih? buka pintunya!"


"Kamu sengaja kan memecahkan ponsel kamu?' geram Arga.


"Kalau iya kenapa?"


"Kamu lupa aku punya nomor Nabil? aku bisa minta padanya"


"Jangan pernah libatkan Nabil dalam hal ini"


"Diantara kita ada dia, kamu harus bersama aku, atau ada untuk aku kalau tidak kamu akan tau akibatnya"


"Kamu mengancam aku?"


"Ini bukan ancaman sayang tapi peringatan"


"Kamu jangan pernah mengasih tau siapapun, ingat itu!!!"


"Oh kamu maunya kita tetap seperti ini? main belakang? oke! tapi kenapa kamu meninggalkan aku? ha?"


"Karena aku ingin pergi, aku bisa gila bersama kamu"


"Aku juga bisa gila karena kamu! kamu pergi seenaknya saja dan kembali pada dia, kamu kira itu tidak menyakiti aku? "


"Sudahi ini Arga, lupakan hal ini"


"Bisakah kamu melupakan aku?" suara Arga merendah dan menarik bahu Airin untuk merapat padanya "katakan! bisakah kamu melupakan sentuhan aku? tidak kan? kita akan tetap begini sampai kapanpun meskipun kamu menikah dengan Nabil dan aku menikah dengan perempuan lain...hal gila ini akan terus tanpa henti"


Roma Airin merinding, suara Arga mengandung g*irah yang sangat mengerikan. Hembusan nafasnya terasa hangat menyapu daun telinga Airin. Selanjutnya, hal yang paling gila itu terjadi Airin tidak kuasa menolak keinginan Arga karena ia juga terbakar dalam g*irah.


Dan permainan kilat penuh nafsu itu tercipta


Sementara itu Nabil yang sedang berbincang dengan Chiko menunggu Airin dengan lama, Arga juga menghilang entah kemana. Ucapan Laras melintas dibenaknya ia berencana akan menyusul tapi kemudian Airin datang dengan langkah terpincang. Nabil bergegas menyongsong Airin dan memapahkan kekursi. Dengan cemas ia memeriksa kaki Airin.


Tidak lama kemudian Arga datang sambil menelepon dan ia mematikan ponselnya setelah duduk dikursi.


"Perempuan itu maunya aku bersamanya tapi dia juga tidak mau meninggalkan prianya, aku bisa gila" keluh Arga. Chiko dan Nabil percaya saja dengan apa yang diucapkan Arga.


"Cari perempuan lain saja Ga, lo gak bakal bahagia dengan perempuan seperti itu" nasehat nabil sambil memijit kaki Airin lembut takut Airin kesakitan.


"Aku maunya begitu, ...eh kaki Airin kenapa Bil?" tanya Arga pada Nabil kemudian.


"Tergencir dikamar mandi" jawab Airin.


Arga menahan tawa, jalan Airin tidak sempurna karena permainan mereka barusan di toilet.

__ADS_1


Bodohnya, Nabil percaya begitu saja


__ADS_2