
Acara dimulai, para tamu duduk dikursi dan meja melingkar bersarung putih layaknya pelayanan hotel bintang tujuh. Matas Laras tidak lepas dari sebuah meja dimana Nabil dan temannya berada. Di meja itu terlihat Nabil dekat dengan tiga orang perempuan cantik bersama temannya yang bertopi pet itu.
Dua pria itu jadi bahan perhatian dan bahan pikiran Laras. Nabil ternayata ganjen juga kalau dekat cewek mungkin dikit lagi Nabil kayak kera dan para cewek itu jadi pisangnya. Sedangkan temannya tampak tenang dan adem seperti manusia tidak bersalah dan berdosa.
"Ras!"
Benz membuyarkan pikiran Laras dan melihat kepria itu dimana ia sekarang duduk didepannya bersama Siti.
"Apa?"
Benz tidak jadi melanjutkan ucapannya karena seorang MC cewek maju dan membacakan susunan acara. Semua tamu diam dan melihat ke MC tersebut. Di sudut lain terlihat Prita yang sudah mulai kesal dan dua pasang suami istri yang melihat tajam ketempat dimana meja Laras berada. Laras tidak menyadari hal itu karena tatapannya fokus pada dua pria disana. Pria yang sama-sama mencintai kakaknya tapi terlihat munafik keduanya karena bersama tiga orang perempuan sekaligus. Para perempuan itu menggoda Nabil dengan ganjennya. Ingin rasanya Laras melambrak mereka dan bilang merek pelakor, tapi kalau dirinya tidak dianggap sebagai istri ia bisa malu juga.
"Selamat datang untuk para tamu, malam ini adalah malam jalan menuju sejarah untuk cinta mereka bagi pasangan yang akan melangsungkan pertuangan ini" suara MC terdengar jelas diruangan itu.
"Jadi acara tunangan, kita dibohongi Ras" celetuk Siti, orang-orang yang duduk disebelah meja mereka melihat ke Siti karena suara anak itu agak kenceng karena kesal.
"Tapi syukurlah tuh anak tunangan terus nikah siapa tau dia insaf setelah jadi mak-mak" lanjut Siti sambil melihat pada Prita yang duduk bersama kedua orang tuanya. Kepala Laras ikut melongok penasaran melihat siapa calon suami Prita.
Seorang wanita cantik membawakan sebuah baki berisi kotak berwarna merah mungkin itu adalah kotak cincin. Para tamu mengedarkan pandangan dimana calon tunangan prita berada terutama para perempuan kepo yang penasaran dengan sipria tersebut.
"Untuk Prita dan Benz silahkan maju" ujar MC.
Laras dan Siti sontak melihat ke Benz.
"Aku baru tau, aku juga dibohongi soal ini" ungkap Benz jujur. Ia meraih tangan Laras dan memaksa untuk ikut.
"benz, jangan libatkan aku" ujar Laras tertahan. Benz tidak mau mendengar ia menarik tangan Laras kedepan suami istri yang berdiri dengan orang tua Prita.
"Ma, pa! kenalkan dia adalah Laras, perempuan yang Benz cintai"
__ADS_1
Benz menghadapkan Laras pada kedua orang tuanya. Orang tua Benz, Prita dan kedua orang tuanya melihat ke Laras.
"Jangan mulai lagi Benz, kesabaran aku sudah habis, lagi-lagi dia! aku sudah bersabar dengan sikap kamu yang seperti ini, ingat kita telah di jodohkan" mata Prita berkaca-kaca antara kesal, sedih dan marah.
"Jangan coreng wajah kedua orang tuamu di tempat seperti ini" desis mama Benz tertahan, ia malu pada para tamu. Mereka telah mengudang mereka tapi malah menyuguhkan drama keluarga.
"Papa dan mama meminta aku menikahi Prita hanya demi bisnis, maaf! sudah lama Benz menolak untuk hal itu! Benz hanya ingin jadi dokter dan menikah dengan perempuan pilihan Benz"
"Aku mau menikah denganmu bukan karena bisnis atau paksaan tapi karena kesadaran, jika kamu adalah pilihan terbaik bagi orang tuaku aku tidak menolaknya, terserah kamu mau jadi apa kedepannya aku tidak peduli" Prita berkata dengan tenang tapi dadanya sudah turun naik. Apapun yang ia lakukan demi pria itu selalu saja gagal padahal ia telah banyak mengorbankan malu dan uang demi dia.
Asmosfir tempat itu berubah seketika. Para tamu akhirnya menyaksikan kesengitan itu dimana orang tua Benz merasa sangat kecewa pada anaknya. Keluarga Prita juga merasa dipermalukan karena pertunangan itu dianggap telah disetujui dua belah pihak sebelumnya.
Dan yang paling disesali dalam keadaan seperti ini adalah Laras karena gadis itu pertunangan Benz dan Prita jadi berantakan. Memang dilain pihak yang netral itu adalah hal biasa karena Benz berhak memilih siapa yang pantas jadi pendampingnya.
Mata kedua orang tua Benz melihat Laras tajam, ia seperti pernah melihat gadis itu tapi entah dimana.
"Kamu siapa?' tanya mama Benz dengan suara meninggi.
Semua orang melihat pada perempuan itu dengan rendah termasuk Nabil yang ada dimeja sana. Apa yang dikatakan anak dari rekan kerjanya sangat benar dan Laras sekarang tengah hamil mungkin saja pria yang bernama Benz itu ayah dari anak itu. Ia muak dengan suasana seperti ini. Laras memang rendahan pergi ke acara tanpa bilang -bilang. Gadis itu sangat jelek dengan semua yang ada pada dirinya, dandanannya, bajunya,tingkahnya..pokoknya jelek teramat jelek.
Peluh dingin sudah membasahi tubuh Laras sedangkan Benz sedang adu mulut dengan kedua orang tuanya. Tiba-tiba tangannya dicengekeram dengan kuat oleh seseorang.
"Katakan, apa dia ayah dari bayi kamu?" tanyanya.
Laras menggeleng "bukan"
Nabil melihat Laras tajam, gadis ini punya banyak pria disekelilingnya?
"Berapa orang ayahnya?"
__ADS_1
"Banyak" jawab Laras asal, sekalian saja Nabil menganggapnya perempuan murahan beneran. Nabil menarik tangan Laras dari sana dengan kasar. Perempuan ini sangat keterlaluan karena dirinya pertunangan orang lain jadi terhambat. Untung saja Prawira orang tua anak yang bernama Benz itu tidak ingat dengan Laras karena mereka waktu itu menghadiri pernikahannya.
Ia menarik tangan Laras kemobil dan setiba disana ia hempaskan dengan kasar. Amarah Nabil menggelegak dan anehnya gadis didepannya tetap dengan wajah polosnya.
"Kau bisa menghancurkan reputasi aku!"
Laras menatap Nabil dengan wajah tidak berdosanya.
"Kau !!! benar-benar ****** licik!!!" Nabil geram sambil menunjuk muka Laras "masuk!!!"
Nabil merintahkan gadis itu untuk masuk kemobil. Laras menurut namun ia melihat ada pria bertopi pet tidak jauh dari sana sedang berbicara lewat ponsel. Laras tidak jadi masuk ia mengejar pria itu.
"Hey! kamu mau kemana?!"
Laras tidak menghiraukan Nabil ia harus mendapatkan pria yang bersama Airin waktu itu. Gadis itu berlari seperti perathon tangguh, tiada ada elegannya sebagai seorang wanita.
"Tunggu!!!"
Pria bertopi pet itu mematikan ponselnya lalu melihat ke Laras "ya ada apa? kamu memanggil saya?"
"Mana kak Airin?"
Dahi pria itu mengerut "Airin?" tanyanya balik seolah tidak kenal dengan orang yang bernama Airin.
"Iya mana kakak saya?"
"Dia kayaknya udah gila deh Ga, gak usah didengerin" Nabil tiba dibelakang Laras.
"Aku tidak gila, aku tau kak Airin ada bersamanya' sanggah Laras.
__ADS_1
Arga tersenyum dengan ramah tapi dimata Laras tidak ubahnya seperti senyuman psikopat "kenalkan aku Arga temannya Nabil, kita belum kenalan kan?"