Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
setelah menikah


__ADS_3

Laras memekik keras sambil memejamkan mata, takut.


Rem berdecit keras hampir saja Laras terlempar kedepan.


Asisten Nabil yang duduk di sebelah sopir melihat kebelakang " ada apa nona?"


"Aku pengen pulang" cicit Laras.


"Kita menuju pulang, sebentar lagi sampai, nona sabar ya" bujuk asisten berusia tiga puluh tahun itu.


"Aku pengen pulang kerumah aku bukan kerumah dia" Laras menunjuk Nabil.


"Rumah tuan akan jadi rumah nona juga kok jadi sabar ya"


"Aku gak mau serumah dengannya" rengek Laras.


"Turun!!!"


Suara itu terdengar dingin dan menakutkan.


Laras yang sedang merengek jadi ciut. Antara turun apa tidak.


"Tapi akukan bukan istri kakak, pernikahan tadi kan boongan"


"Memangnya siapa yang menganggap serius?" suara Nabil terdengar jengkel. Pria itu bicara sama sekali tidak menoleh padanya.


"Trus kenapa kakak bawa aku pulang? enak bangat kakak, aku kayak doorprize hadiah yang bisa dibawa seenaknya"


"Kamu bukan hadiah tapi malapetaka, karena aku cuma cinta pada Airin bukan pada kamu"


Sang sopir melihat pada Amoy, asisten Nabil minta pendapat. Sang asisten mengangguk dan mobil itu kembali berjalan. Amoy melihat sang nona dari kaca pengintai, nona muda itu terlihat menangis dan juga ketakutan karena di bentak sang tuan barusan. Sedangkan sang tuan tampak terpukul dengan keadaan. Pernikahan yang diimpikan berakhir dengan kekecewaan.


Setiba dirumah itu mereka disambut oleh seorang maid perempuan berusia empat puluh tahun membawa baki yang ditutup. Laras tidak tau apa isi baki itu.


Pria itu langsung masuk tanpa bicara dan maid itu melongok keluar lalu masuk kembali kedalam rumah sambil bertanya berbisik pada Laras "pengantin perempuannya mana?"


Laras angkat bahu "tidak tau mbak"


"Kamu siapa?"


"Aku?' Laras melihat didinding banyak sekali foto Airin dan Nabil. Mulai dari mereka pacaran sampai foto preweding mereka terpampang disana.


"Aku adik kak Airin" beritahu Laras pada maid itu "mbak namanya siapa?'


"Angelina Jolie, biasa dipanggil Yul atau biasa dipanggil mbak Yul, kamu?"


"Laras"

__ADS_1


"Kok kamu tidak tau kakak kamu ada dimana? memangnya kakak kamu tadi ketinggalan dijalan sebelum pulang?"


Laras pergi duduk kesofa dan mbak Yul baru menawarkannya sesudah itu " silahkan duduk, mbak Yul lupa" kekeh wanita itu.


Laras rasanya capek sekali. Ia ingin istirahat sejenak tapi dimana? dirumah itu hanya ada dua kamar. Satu dilantai atas dan satu lagi kamar bawah tangga.


"Kamu mau minum apa?' tanya mbak Yul pada Laras. Senyuman Laras mengembang. Dari tadi kek bertanya, kan wajah Laras tidak perlu sesewot itu.


"Susu rasa stroberry"


Dahi mbak Yul mengerut "disini gak ada susu rasa stroberry, tuan meminta hanya stok kopi"


Wajah Laras kembali buram. Kopi kesukaan Airin dan Nabil mereka memang satu selera.


"Air putih saja"


"Nah gitu dong, itu baru namanya tamu yang baik, minta air putih doang"


Mbak Yul mengambilkan air minum kedapur dan meletakkan didepan Laras " apa airnya pake sendok?"


Laras memutar mata jengah. Maid yang satu ini mempermainkannya menyuruh minum air putih pake sendok. Tapi ia masih bersabar dicandain demikian "Makasih"


Nabil turun dari lantai atas, pakaiannya sudah berganti dengan pakaian biasa, kaos dan celana bahan. Pria itu jalan buru-buru.


"Tuan mau kemana?" tanya mbak Yul pada pria itu.


Nabil tidak menjawab wajahya sangat kusut dan kecapekan.


"Biasanya tuan tidak seperti itu, dia kenapa?" tanya mbak Yul .


"Memangnya mbak kenal kak Nabil dari kapan?"


"Lima tahun, mbak pindahan dari rumah mamanya, baru sehari disini buat bantu-bantu mbak Airin dirumah ini"


"Jadi kak Nabil sudah mempersiapkan ini semua ya?"


"Tentu saja, tuan Nabilkan cinta sama Airin, kemaren wajahnya berbinar-binar banget sampai bilang gak bisa tidur, katanya ia deg-degan menunggu hari"


Laras ikut prihatin mendengar hal itu pantas jika Nabil sekarang frustasi dengan keadaan.


Pintu rumah diketuk dari luar. Mbak Yul bergegas membukakan pintu. Seorang driver ojol menyerahkan sebuah koper 'ini pakaian mbak Laras beserta buku-buku kuliahnya"


'Makasih!!"


Mbak Yul membawa koper itu kedalam. Laras kaget melihat barang-barangnya sebanyak itu dikirim kesana. Ini pengusiran namanya. Ia kan tidak berminat dirumah Nabil lama-lama.


"Kok pakaian kamu yang dikirim sih Ras, jangan jangan....." mata mbak Yul melotot histeris "kamu adalah nyonya Laras!"

__ADS_1


"Apaan sih mbak Yul, aku ngantiin sementara sampai kak Airin datang kok" ujar Laras, wajah mbak Yul makin tidak terkondisikan lebaynya.


"Nyonya Laras! maafkan mbak Yul yang tidak menyambut kamu dengan layak, padahal mbak Yul sudah menyiapkan semuanya" mbak Yul berubah panik seperti orang yang telah membuat kesalahan besar.


"Mbak Yul jangan gitu deh, aku bukan nyonya"


"Tidak nyonya, maafkan mbak Yul! mbak Yul berjanji tidak akan mengulanginya lagi"


Mbak Yul akan tetap sungkeman sampai Laras memaafkannya. Laras tidak enak diperlakukan demikian.


"Ya mbak Yul, aku maafin"


"Makasih nyonya, makasih!"


Cepat-cepat mbak Yul pergi kedapur tidak lama kemudian ia membawa baki yang tadi dikundangnya kedepan, beras, dan air dikendi.


"Apaan tuh mbak Yul"


"Ini tuh acara penyambutan calon pengantin yang sama persis dengan film India yang mbak Yul tonton" Mbak Yul membuka tutup baki dan terlihatlah cairan berwarna merah disana.


"Mbak Yul ada saja-saja deh, udah ah aku capek! esok aku kuliah"


"Tapi ini sudah mbak Yul sediakan jauh-jauh hari, ayolah nyonya Laras"


Mbak Yul mendekati Laras, gadis itu membuat tameng dengan kedua tangannya "gak, gak mbak Yul! aku ini bukan pengantin sesungguhnya! esok ya! kalau kak Airin datang mbak Yul pakaikan padanya, laras bantu kok"


Mbak Yul jadi ragu ucapan Laras ada benarnya juga. Akhirnya ie mengalah.


"Mbak, aku cepak bangat dan gerah " keluh Laras. Jika dirumah ia pasti sudah tidur tidak mempedulikan mamanya ngoceh menyuruh mandi.


"Oh iya, mbak Yul hampir lupa, ayo! mbak Yul sudah siapkan semuanya"


"Kemana mbak?"


"Ikut saja"


"Gak mau, aku numpang mandi dan tidur dikamar mbak Yul saja lagian besok aku juga pulang kok"


"Lh mana bisa gitu, masa nyonya ninggalin tuan, kan suami istri"


"Mbak Yuuul, aku bukan istri kak Nabil"


"Udah nikah tadi kan?" mbak Yul nunjuk Laras "iyakan? nikah itu gak main-main lho, dosa kalau ninggalin suami gitu aja! nyonya Laras mau masuk neraka?"


"Mbak Yul jangan takutin Laras deh, Laras rajin shalat kok"


"Ya kalau rajin shalat juga harus patuh pada perintah suami lho"

__ADS_1


"Paan sih mbak Yul, aku pengen pulang saja"


Laras mengambil kopernya ditangan mbak Yul tapi baru saja sampai pintu wajahnya mendadak pucat. Disana ada Vina bersama suaminya Hendra.


__ADS_2