Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
pria kurus yang kejam


__ADS_3

Laras tidak tau berapa lama ia dalam ruangan gelap itu hingga ia tertidur disana dan ketika ia membuka mata. Ruangan itu sudah terang karena lampunya sudah dihidupkan. Matanya yang menyipit kaget melihat banyak kerangkeng disana dan tiga buah berisi harimau yang terluka bekas kena tembakan. Binatang itu adalah korban dari perburuan liar. Dua ekor diantaranya tidur bermalas-malasan dengan tubuh gemuk sedangkan satu ekor lagi terlihat gelisah dan aktif tubuhnya terlihat agak kurus seperti sedang kelaparan.


Ruangan itu ternyata tidak terlalu besar, seperti kurungan penjara hewan. Bau amis darah tercium diruangan itu dan membuat perut Laras mual dan pusing.


Suhu tubuhnya naik. Ia mengnggil kedinginan, bibirnya sangat pucat dan pecah-pecah karena kekurangan air.


Didinding ruangan ada beberapa pintu yang tertutup rapat mungkin bisa terhubung ketempat lain. Ada juga tombak dam parang serta alat untuk berburu teroajang didinding.


Lift dibelakang Laras terbuka dan si pria kurus kemaren masuk diikuti anak buahnya. Beberapa diantaranya membawa daging segar dengan plastik penuh darah. Para pria itu menjulurkan daging segar ke dua ekor harimau yang sedang malas-malasan itu.


"Tuan Nata yakin?" tanya salah seorang anak buahnya.


Si pria tinggi kurus itu tidak mengubris mungkin pertanyaan anak buahnya seperti nyamuk yang berdenging ditelinganya "Siapkan rekamannya" printah pria kurus yang bernama Nata itu.


"Sudah tuan" jawab seseorang pria yang sudah siap dengan layar kameranya.


Nata melihat ke Laras yang masih duduk melihat mereka. Perempuan itu tidak bicara apalagi memohon untuk dilepaskan. Nata sebenarnya penasaran pada anak ini yang sama sekali tidak ada takutnya. Harimau yang seekor itu sengaja ia siapkan khusus untuk menyantap perempuan itu. Ia akan merekam dan mengirim videonya pada Nabil biar pria itu tau rasa bagaimana melihat wanita yang dicintainya dihabisi oleh harimau buruannya.


"Siapkan makanannya"


Laras yang sedang lapar mengira dirinya akan dikasih makan ternyata ia salah. Pria bandit dibelakangnya menarik dirinya dan salah seorang dari mereka membuka kunci kerangkeng besi.


Dua pria di dekat Laras mendorongnya hingga Laras terjatuh bersimpuh didepan Nata.


"Katakan permohonan terakhir kamu sebelum kamu lenyap tanpa bekas"


Laras lelah ingin istirahat perutnya juga lapar dan kepalanya pusing. Untuk buka suara saja ia tidak sanggup. Ia benar-benar sangat lemas. Tangannya yang ia jadikan untuk bertumpu dilantai bergetar hebat.

__ADS_1


Terakhir ia mengisi perutnya hanya pagi saat bersama Nabil. Entah sudah berpa lama ia tidak makan dan minum. Pria kurus ini sangat kejam dan pelit.


"Katakan!!!" bentak Nata marah.


Mata Laras luyu seluruh indranya kurang berfungsi. Pikiran dan tubuhnya sangat lelah. Mata Laras berkunang sepatu yang dipakai pria itu saja tampak lebar dan banyak dimata Laras.


Ujung telunjuk pria itu mendorong kepala Laras dengan mudah kelantai. Dengan susah payah Laras mengangkat kepalanya kembali dan mencoba untuk berdiri.


"Perempuan ular!! ini adalah hari terakhir kamu, kamu akan lebih berguna jadi santapan hewan didalam sana dari pada kamu hidup menyusahkan para pria saja"


Laras tidak mengerti kapan dirinya menyusahkan si pria kurus ini? kurus-kurus ternyata jahat juga mungkin karena makan sumpah. Makanya jangan jahat jadi orang, percuma kaya dan banyak anak buah tapi tidak menikmati kehidupan.


Seharusnya si kurus inilah yang harus dijadikan umpan harimau itu. Biar dunia lebih baik tanpa dirinya. Para anak buahnya juga sangat bodoh padahal mereka bertubuh kekar dan berotot tapi maunya saja disuruh oleh pria macam ini, mana mulutnya kayak perempuan lagi. Taunya cuma nuduh.


"Kamu tidak ingin bicara? baiklah! mungkin harimau itu yang akan bikin kamu mengeluarkan suara! masukkan perempuan ini kesana"


Laras kembali diseret oleh dua orang pria kepintu kandang.


"Tunggu dulu aku ingin bicara dengannya" ujar Laras lemah tanpa mampu menyingkirkan tangan yang mencengkeramnya. Laras melihat ke Nata dengan tawa mengejek "ha..ha, kau sampah! ....pria sampah! ...aku tidak takut dengan kamu, kamu kurus seperti sampah banyak kuman, aku yakin kamu adalah jelmaan ulat dari sampah yang berasal dari sampah dan juga akan jadi sampah, kau sampah! cuihhh!! Laras meludahi muka Nata.


"Perempuan ular! kau?!!!'


Anak buah Nata bergegas membersihkan pipi tuannya yang barusan diludai Laras. Pria kurus itu murka tangannya bergerak hendak memukul.


"Iya aku memang ular, kamu mau apa pria kurus sampah, kau kurus pasti karena makan sampah, harusnya kau ada di penampungan sampah! kurus! jelek!! pasti kamu adalah pria yang paling mengenaskan didunia, perempuan mana yang sudi padamu? jikapun ada dia pasti lebih memilih bunuh diri dari pada disamping kamu"


Laras yang pusing mengulang-ulang ucapannya. Kepalanya seperti dikerumuni oleh ribuan semut kecil karena kurang asupan. Laras terus memaki meskipun dirinya mungkin akan mati. Hatinya patah tanpa harapan, pria kurus itu tidak akan pernah tau rasanya bagaimana patah hati.

__ADS_1


"Kau?!!!" tangan Nata refleks mencengkeram leher Laras. mata perempuan itu balas menatap Nata dengan tajam dan wajah memerah.


"Pria hina" ejek Laras terbata.


"Ih!"


Nata mendorong Laras kelantai dengan marah. Perempuan itu terhuyung dan jatuh dan tidak bisa bangkit lagi. Nafasnya sesak dan pandangannya menggelap.


"Hey bangun!"


Mata Laras terbuka sedikit dan bergerak untuk bangun "sini kau pria sampah! pria kurus!" ujar Laras lemah penuh kebencian. Ia benci pria itu, tanpa angin dan tanpa hujan menculiknya dan menyiksanya disini. Mana ingin dilenyapkan lagi.


"Pria kurus kerja bandit, kamu punya dendam apa sama aku?"


"Kamu masih bertanya perempuan ular? jika kamu tuduh aku membunuh banyak orang aku tidak apa karena itu memang hobi aku, tapi kamu menuduh aku menculik kamu sebelum menikah dan juga menuduh aku memp*rkos* kamu, kamu waras? kamu ingin sekali ya dicabuli? akan aku suruh macan itu melakukannya pada kamu"


Laras paham sekarang, semua ini pasti ulah sang kakak cantiknya dan dirinya yang dituduh. Mengapa setiap ada masalah dengan Airin, dirinya yang jadi tumbal. Kali ini yang terparah, ia menyerah.


Nata memerintahkan anak buahnya untuk menarik Laras. Perempuan itu sangat kelelahan dan tidak punya tenaga lagi akhirnya jatuh lemas kelantai.


Nata sangat kesal, ia ingin perempuan itu masuk kesana dalam keadaan sadar agar ia merasakan ketakutan sebelum kematian dan juga merasakan kesakitan yang luar biasa. Ia akan senang melihat perempuan itu menjerit dan perlahan mati.


"Perempuan ular! bangun!!"


Laras tidak kunjung bangun. Ia sudah pingsan. Nata meradang marah ia mendorong pria yang membuka kerangkeng tadi kedalam.


Macan kelaparan itu mengaum, tidak lama kemudian terdengar suara pekikan dan teriakan yang menyayat.

__ADS_1


__ADS_2