Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
dua sisi


__ADS_3

Nabil mengintrupsi Laras dengan kasar. Bagaimana tidak gadis itu sangat keterlaluan menuduh Arga menculik Airin padahal temannya itu ikut mencari jejak kekasihnya itu. Malam ini ia semakin tau siapa Laras sebenarnya. Dibalik sikap polosnya ternyata ia sangat berbahaya.


"Kalau bukan karena aku curiga sama kamu maka aku sudah menjadikan kamu umpan hiu!"


Nabil mencak-mencak setiba dirumah pada Laras. Bahkan tanpa sengaja tangannya hampir melayang pada wajah gadis itu. Kalau saja ia tidak sadar


"Aku tidak bohong kak, Argalah yang membawa kak Airin"


"Kamu mau mengalihkan dosa kamu pada orang lain, justru kamulah yang harus diwaspadai, gadis murahan yang tidur dengan banyak orang"


"Tapi aku tidak pernah tidur dengan kekasih sahabatku sendiri" Laras menjawab ucapan Nabil pelan dalam ketakutannya. karena kenyataannya ia memang tidak pernah tidur dengan kekasih sahabatnya, sahabatnya hanya Siti dan benz saat ini dan dua-duanya sama-sama jomlo. Jangankan kekasih sahabat, tidur bareng pria saja hanya dengan Nabil itupun dengan terpaksa.


'Aku kenal Arga, tau dengan sifat Airin jadi percuma kamu bicara! lebih baik kamu urus diri kamu sendiri" Nabil melihat keperut Laras yang masih rata "urus bayi kamu!"


"Bayi aku udah gak ada"


Nabil ikut shock, gadis itu bicara tanpa beban sama sekali. Pantas saja tadi Laras larinya kencang saat mengejar Arga.


"Aku dan pacar aku sudah mengugurkannya"


"Wanita iblis, pasti kamu ingin bebas tanpa menikah"


"Iya, ribet harus hamil" ujar Laras asal. Ia pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat gerah sekaligus ingin mendinginkan otaknya dibawah guyuran air. Ia tidak salah, Argalah kekasih Airin tapi mengapa Nabil membela pria itu tanpa menyelidikinya terlebih dahulu malah menuduhnya yang bukan-bukan.


***


Keadaan rumah yang ada di dekat sungai itu sangat sepi karena jauh dari penduduk, penghuninya hanya ada dua orang disana. Satu seorang perempuan cantik dan yang satu lagi adalah seorang pria yang hobi melukis. Pria itu masih amatir dalam merintis keinginannya untuk menjadi pelukis terkenal kelak. Semua langkahnya masih bergantung pada kedua orang tuanya yang untungnya lumayan kaya. Maka ia bisa bersantai sejenak menghadapi dunia yang mungkin saja kejam bagi orang-orang yang kurang beruntung diluar sana.


Dua minggu mereka bersama setelah melewati berbagai rintangan yang memacu adrenalin.


Bagaimana tidak, wanita yang ia gilai hampir saja menikah dengan sahabatnya sendiri dan karena kegigihannya untuk merayu maka ia berhasil membawa lari wanita itu.


Sekarang status mereka belum resmi tapi hubungan mereka sudah sangat jauh. Pada akhirnya sang wanita lelah dengan kehidupan yang terkungkung dari dunia luar. Ia terbiasa dengan kehidupan bebas melihat dunia.

__ADS_1


Bersama pria ini kehidupannya sama sekali tidak menjanjikan. Ia tidak ubahnya sebagai pemuas nafsu. Berbeda dengan pria sebelumnya yang memuja dan memanjakannya.


Sekarang wanita cantik itu melamun melihat keluar jendela jika senja tiba dan jika semua pekerjaan rumah sudah beres memasak, mencuci dan lain sebagainya sedangkan pria yang menjajikan syurga asyik dengan lukisannya yang tidak laku-laku.


Semua berawal dari lukisan sialan itu. Dimana dirinya minta dilukiskan dan pria itu menyanggupinya. Dan berawal dari lukisan sialan itu pulalah hubungan mereka terjadi begitu saja. Hubungan yang tidak normal bagi pasangan yang belum menikah.


"Ga, gua pengen pulang" ujarnya pada pria yang sedang melukis senja itu.


"Jangan mulai Airin, diluar sana para anak buah Nabil sedang gencar mencari kamu"


"Ya udah aku keluar saja, aku capek"


"trus apa yang akan kamu lakukan? menikah dengannya? ingat Airin kamu bukan gadis suci lagi"


"Maksud kamu apa brengsek?"


Arga yang sedang melukis berhenti sejenak dan memandang wajah gadis disebelahnya.


"Aku hanya bicara fakta, kalau kamu lega karena menikah, ayo kita nikah!"


"trus nikahnya sama siapa? Nabil?"


"Tentu saja"


"Mungkin saja dia telah menikah dengan seorang perempuan" dan perempuan itu adalah adik kamu sendiri sambung Arga dalam hati. Ia tidak mau mengasih tau Airin karena Nabil tidak mencintai Laras oleh karena itu masih ada peluang perpisahan bagi hubungan mereka


"Siapapun perempuan itu tidak akan pernah menggantikan posisi aku dihati Nabil, Nabil hanya cinta aku"


"Dan kamu cinta aku"


"Jangan mimpi Arga, aku tidak pernah cinta sama kamu"


"Berulang kali melakukannya tanpa penolakan apakah itu tidak cinta? kita sudah sejauh ini bersabarlah sebentar lagi setelah ini kita bebas ingin kemana saja'

__ADS_1


"Aku bosan! aku benci! kamu bajingan!"


Arga bangkit dari duduknya dan menghampiri gadis itu dengan dada menggelegak karena amarah.


Hanya satu cara untuk menghentikan mulut pedas itu bicara yaitu dengan cara meraupnya dengan rakus sampai nafas gadis itu terngah-engah lalu berlanjut pada hal berikutnya. Tangan Airin yang tadi mendorong Arga sekarang lemas tidak bertenaga pada akhirnya ia terlena oleh alur tersebut.


Matahari sore mengintip dari balik jendela malu-malu menyaksikan insan yang berbeda watak itu bergumul jadi satu.


Hati Airin menolaknya tapi tidak dengan tubuhnya yang mudah terbuai dengan sentuhan Arga yang sangat memabukkan.


"Aku tidak akan menikah dengan mu" Airin menegaskan pada Arga setelah tubuhnya bermandikan keringat dan tergolek disebelah pria itu.


"Tidak apa kamu menolak penawaranku karena aku tidak akan pernah berhenti untuk menawarkan pernikahan itu padamu, kamu satu-satunya tempat aku berbagi, tempat aku bercurah dan tempat aku kembali"


"Kau dan Nabil jauh berbeda"


"Tentu saja aku bukan dirinya"


"Dia memperlakukan aku layaknya ratu, menyesal aku meninggalkan berlian demi sebongkah kerikil seperti kamu"


"Aku tidak pernah memaksa kamu sebelumnya tapi sekarang kita sudah jauh dan kita harus mempertanggung jawabkan hal ini, kamu tidak mungkin untuk kembali dan aku juga sudah siap untuk menghadapi semuanya, ayo kita keluar dari sini menghadapi permasalah kita"


"Kamu saja! aku tidak! aku akan kembali seperti Airin biasanya tanpa sedikitpun membawa kamu kedalam hidup aku"


"Masih ingin?"


"Sudah! aku lelah!"


"Makanya diam"


"Kamu syetan! iblis jahanam! bajingan!" maki Airin.


"Semakin kamu marah semakin aku tidak akan menjedakan hal ini, kita sampai pagi"

__ADS_1


Arga mengambil obat diatas nakas dan meminumnya. Terlambat Airin untuk mencegah. Untuk kesekian kalinya ia harus meringkuk ditempat tidur karena tidak bisa bangkit pada keesokan hari.


__ADS_2