Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
malam itu


__ADS_3

Minum-minuman berakohol bukanlah hal yang asing bagi Nabil dan ke bar juga adalah hobinya. Jika waktu itu ia ke bar hanya untuk kumpul-kumpul dengan teman-temannya sambil sedikit minum tapi kali ini ia sudah mulai keluar jalur karena kefrustasiannya.


Seorang bartender cewek memakai baju minim selalu menuangkan minuman kegelasnya saat ia mengangkat gelas dan meminum hingga tandas.


"Tambah lagi tuan?" tanya bartender itu dengan senyuman manisnya. Rambut pinknya yang berkepang dua bergoyang saat bertanya. Cewek itu dengan senang hati melayani Nabil. Matanya tidak lepas dari sosok pria tampan itu.


Sementara itu para cewek yang mangkal ditempat itu mulai mendatangi Nabil dan cewek bartender itu tidak bisa berbuat banyak karena tidak boleh membuat tidak nyaman para tamu. Tugasnya hanyalah mengambilkan minuman dan jika ada yang mau ia boleh.melayani orang itu tapi masalahnya Nabil tidak mau padanya meskipun ia berpakaian seronok dengan baju juga warna pink terbuka dibagian dada.


Pikiran Nabil sangat kusut dan membiarkan saja para perempuan yang sering mangkal di bar itu memepet sekehendak hati ketubuhnya dan membangunkan macan yang sedang tidur. Selama ini ia sangat menghargai dirinya dan juga pasangannya. Ia percaya pada cinta yang suci tanpa noda dan sama-sama menjaga diri. Cukuplah hanya pasangannya yang leluasa menyentuh tubuhnya. Ia tidak ingin tersentuh tangan kotor yang menyentuh banyak tubuh.


Bartender berambut merah jambu itu melipat tangan didagu. Jika ia berada diposisi mereka alangkah beruntungnya. Nabil adalah cowok langganan disana tapi tidak pernah sekalipun mau digoda para wanita. Cowok seperti itu sangat langka disaat ini. Perempuan disampingnya tidak akan pernah sakit hati karena pasangannya selalu menjaga hatinya dengan tidak menganggu perempuan diluar sana.


Nabil hampir lepas kendali, didalam sana sudah bergelora hebat hampir tidak terkendali. Aliran darahnya terasa sangat panas disertai dengan degub yang tidak beraturan. Skali terkaman maka perempuan itu akan terbawa gejolak apalagi disana juga menyediakan kamar kosong VIP. Dalam setengah kesadarannya ia teringat dengan Laras dan membayangkan perempuan itu adalah Laras tanpa sadar ia mendorong perempuan itu hingga terjungkal.


Perempuan itu heran tadi mengasih celah sekarang malah marah. Tapi mereka bisa apa? pria itu sangat tampan dan mereka tidak tega untuk mengasari balik. Ia seperti sepiring makanan lezat yang mahal dan tidak seorangpun yang bisa mencicipinya.


Nabil meninggalkan tempat itu dirinya seperti bipolar yang mempunyai kepribadian ganda. Dirinya ingin dan tidak terbendunf tapi juga tidak bisa menjamin kalau dirinya tidak akan kasar pada para perempuan itu karena bayang an tentang Laras. Gadis berwajah polos tapi murahan dan sudah menggugurkan kandungan pula.


Entah mengapa melihat para perempuan itu isi kepalanya mengarah pada Laras mungkin karena dandanan dan kegenitannya mirip Laras.


"Tuan, tuan tidak apa-apa?" tanya Amoy cemas karena sang tuan tidak biasanya minum berlebihan. Nabil sangat menjaga tubuhnya dan biasanya minum tidak sampai menimbulkan mabuk parah. Sekarang wajah tuannya itu terlihat pucat dan jalannya juga sempoyongan.

__ADS_1


Mata Nabil menyipit dan perutnya terasa bergejolak. Ia menggeleng.


"Harusnya tuan tidak minum-minum ingat kesehatan tuan"


"Kamu tidak usah menasehati aku" tukas Nabil kasar "aku tidak butuh nasehatmu, pergi!" Nabil menendang perut Amoy hingga pria itu tersedak dan dengan ringisan ia membukakan pintu untuk Nabil tapi pria itu malah meningalkannya disana.


Semua kemarahan Nabil menguap kepermukaan. Airin yang pergi, dirinya yang terpaksa menikah dengan Laras dan kehidupannya yang merasa direcoki. Sopir yang ada didepan merasa cemas dengan tuannya tapi tidak berani untuk ikut campur karena nabil sangat temperamental apalagi barusan ia menyuruh jalan tanpa menunggu Amoy.


Nabil meracau tidak jelas dan ketika berada dirumah dengan langkah tehuyung ia mengegedor pintu dengan kasar tidak lama kemudian Laras datang membukakan pintu dengan gagang sapu yang terangkat tinggi mungkin ia menyangka yang datang itu adalah penjahat.


"Oh ternyara Kak Nabil!" ujar Laras lega tapi kemudian wajahnya berubah panik "astaga!! kakak mabuk?"


"Ih kakak apaapaan sih lepaskan"


"Aku tidak akan melepaskan kamu lagi sayang, tidak! kamu harus disini, disisiku! aku gila tanpa mu,..aku mencintai kamu"


"Cinta, cinta apaan? lepaskan kak! lepaskan!" nafas Laras sangat sesak diperlakukan demikian. Tapi bukannya malah melepaskan Nabil malah bertingkah kasar dan ******* bibir Laras. Tubuh gadis itu menegang diperlakukan demikian. Ini adalah ciuman pertamanya, seenaknya saja di rampas oleh pria yang konon katanya sangat membenci dirinya.


Laras meronta dengan sekuat tenaga dan berhasil melepaskan diri dari Nabil. Ia lari kekamarnya sambil mengusap bibirnya yang terasa asin karena darah. Mungkin saja bibirnya robek oleh kekasaran Nabil barusan.


Pria itu mengejar Laras dan berhasil masuk kekamar itu sebelum Laras menutup pintu.

__ADS_1


Ia menarik Laras dan menghempaskan kekasur. Punggung Laras sangat sakit karena kasur itu sangat tipis dan juga kecil hanya muat untuk satu orang. Kepalanya juga nyaris bocor karena ujung tempat tidur.


Pria itu menangkap Laras dan membawa kekungkungannya. Bola matanya menggelap. Dan apa yang dibangunkan oleh para perempuan tadi sudah berkobar hebat. Ia bagai seorang musafir yang mendaki mencari sumber air. Ia daki, daki dan daki sampai akhirnya ia menemukan telaga dan larut disana lalu terkulai lemah tanpa menghiraukan apapun selain dirinya yang telah sampai dipenghentian dan hal itu berulang lagi dan lagi.


Singa manis yang selalu berada dikandangnya terlepas sudah dan menjadi buas mencabik mangsa yang sudah pasrah berada dalam genggamannya.


Dalam racauannya hanya ada nama Airin. Laras yang sudah hancur makin tidak berbentuk. Hati gadis itu bagai diremas-remas.


***


Nabil meringis dan membuka mata. Ia berada dikamar asing tidur diatas kasur sederhana dan sempit. Ia mencoba mengingat kejadian semalam dengan kepala pusing. Mulai dari ia pergi ke bar dan minum -minuman yang banyak. lalu ia ingat semalam ia bersama Airin dan,...


Apa yang ia lakukan sayup-sayup berputar dikepalanya dan,..penyesalannya telambat apalagi ketika ia melihat noda merah di sana. Ia tertegun, gadis itu mengaku banyak pacar dan telah pernah mengugurkan kandungan. Tapi apa yang ia lihat sekarang?


Nabil hampir tidak percaya dengan semua ini berulang kali ia mencoba menyadarkan diri sampai akhirnya ia memutuskan,..


Ini adalah kecelakaan jadi tidak usah dipikirkan.


Tidak!


jangan dipikirkan lagi,..

__ADS_1


__ADS_2