Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
disebuah pesta


__ADS_3

"Kau pasti tau dimana Airin kan?"


Nabil mendesak Laras agar mengatakan padanya dimana Airin berada. Laras yang memang tidak tau dimana kakaknya berada menggeleng "aku tidak tau kak"


"Jangan bohong!"


"Aku tidak bohong, aku memang tidak tau dimana kak Airin"


"Jangan kira aku tidak selalu memperhatikan kamu, selama Airin pergi wajah kamu biasa-biasa saja, tidak ada sedih-sedihnya, hanya dua kemungkinan, kalau tidak benci Airin maka kamu pasti tau dimana Airin" ujar Nabil sinis


"Aku tidak membanci kak Airin dan juga tidak tau dimana dia"


"Kamu jangan pura-pura, aku benci dengan pembohong!"


"Berulangkali aku katakan pada kakak, aku tidak bohong tapi kakak terus menuduh aku, jika aku tau dimana kak Airin berada pasti aku beritahu"


"Jelaskan alasan kamu tidak peduli padanya!"


Laras terdiam dalam hati rasanya sakit banget, kenapa Nabil bilang ia tidak peduli pada kakaknya sendiri. Meskipun kebahagiaannya sendiri dikorbankan demi Airin ia tidak apa-apa. Laras tidak pernah mengeluh kalau dia dijadikan babu oleh Airin dan dia juga tidak pernah mengeluh kalau dirinya dimarahai demi menutupi kesalahan Airin.


"Sepertinya psikis kamu terganggu, kamu tidak peduli dengan orang sekitar kamu, bahkan pada diri kamu sendiri saja kamu tidak peduli kalau tidak kamu tidak akan hamil seperti itu"


Nabil mengluarkan uneg-unegnya. Laras yang dianggap sok suci ternyata sangat muna agar dia tampak suci dimata pria padahal aslinya,...Para pria yang baru kenal dengan gadis itu pasti tertipu. Casing doang yang terlihat bagus tapi didalamnya sudah hancur.


Tapi dilain waktu Nabil kadang perhatian pada gadis itu karena Laras sedang hamil. Sejahat-jahatnya pria tidak akan menelantarkan anak orang yang ada dirumahnya. Ia memerintahkan mbak Yul untuk menyediakan segala sesuatunya untuk ibu hamil.


Nabil juga ingin melepaskan gadis itu saja tapi jika dipikir lagi, Laras bisa menjadi jalan untuknya bertemu dengan Airin.


***


Kamar kontrakan Siti seperti kapal pecah. Gadis yang berkantong pas-pasan itu mengeluarkan isi lemari dan memilah mana baju yang bagus untuk dipakai malam ini. Laras ikut membantunya.


Laras memakai dress sederhana berwarna orange dan Siti memilih dress berwarna putih. Isi lemari Laras dan Siti hampir sama tidak ada pakaian yang spesial ataupun yang bagus disana. Jadi kalau mereka memilih itu memilih dari biasa-biasa ke biasa-biasa saja. Laras kekampus lebih suka memakai kemeja dan celana dan Siti pakai kaos dan rok, dress adalah sesuatu yang langka bagi mereka apalagi dress mahal. Dirumahnya bukannya tidak bisa Laras meminta pada mama dan papanya tapi sekali beli dress ia harus berhenti bayar kuliah dan berhenti jajan. Berbeda dengan Airin yang pintar mencari uang dan bisa memenuhi keinginannya untuk beli tas, baju dan sepatu mahal.

__ADS_1


Mereka memakai alat mike up melihat tutorial di yutub. Laras beberapa kali cuci muka untuk menghapus bedaknya yang terlihat aneh. Siti yang sedikit terbiasa membantu anak itu untuk merias wajahnya.


"Aku udah cantik belum?" tanya Siti pada Laras sambil berputar.


"Biasa saja seperti Siti yang aku kenal"


"Percuma tanya ternyata" sungut Siti.


"Cantik kok, cantik! jangan ngambek"


"Percuma, lagipula kamu bilang cantik dadaku tidak berdebar-debar, B aja, hmm moga saja malam ini aku jadi cinderella yang berjodoh dengan pangeran tampan" Siti memperbaiki penampilannya didepan cermin lemari kayu usang warisan penghuni sebelumnya.


Pokoknya mereka harus tampil cantik agar tidak malu-maluin didepan teman-teman Prita yang semuanya orang kaya.


"Ini demi kita gak dibilang dendam, kalau aku sih dendam sama dia mana mungkin aku lupa ejekan mereka, inipun juga belum tau apa rencana Prita sama kita"


"Jangan buruk sangka dulu"


"Kamu saja aku nggak"


"Iya deh lupa, kamu kan udah punya suami, suami diatas kertas" kekeh Siti "menyesal juga aku pulang kampung waktu itu dan tidak menghadiri pernikahan kamu"


"Udah malam nih kita berangkat" Laras mengambil kado yang dipersiapkannya dari rumah. Siti juga demikian, mereka membelikan boneka untuk Prita kemaren ditoko.


Setelah selesai berdandan mereka naik taksi online yang sudah dipesan lewat aplikasi. Laras sengaja tidak minta antar dengan pak Andi karena ia pikir ia tidak ingin merepotkan apalagi pak Andi adalah sopir dikeluarga Nabil. Ia tidak enak saja membawa sopir kepesta, tau dirilah pikir Laras.


Pesta Prita jauh dari pikiran laras dan Siti karena tidak ubahnya seperti pesta pernikahan yang wow. Dihalamannya saja berderet mobil mewah berbagai merk dan yang hadir kesana juga bukan hanya teman kuliah Prita tapi juga orang-orang dewasa memakai jas dan para perempuan cantik.


Seperti apapun percaya diri Laras dan Siti sekarang menjadi sangat minder. Mereka seperti remahan dalam setumpuk gorengan.


Rumah Prita layaknya istana. Kalau kata Siti luasnya seluas kebun milik bapaknya dikampung. Para tamu yang datang juga orang-orang yang berpengaruh dan tidak ada yang membawa kado seperti laras dan Siti.


Didalam rumah Prita tidak ada balon,ucapan selamat ulangtahun maupun kue yang ada hanyalah air warna-warni ditengah ruangan dan para koki yang sibuk mengantar makanan kemeja-meja. Rumah itu layaknya restorant hotel bintang tujuh dengan sarung warna putih.

__ADS_1


"Kita taruh dimana kadonya, tidak ada tempat peletakan kado" bisik Siti. Laras juga bingung tidak ada yang membawa kado kesana selain mereka bahkan mereka jadi bahan lirikan orang-orang yang ada disana. Ingin bertanya pada Prita tidak mungkin karena gadis itu sangat cantik malam ini dengan gaun silvernya. Ia sedang bersama kedua orang tuanya dan beberapa orang dewasa lainnya.


"Hanya kita yang bawa kado Ras, mungkin kado mereka sangat mewah"


"Apa kita serahkan saja pada dia?"


"Baiklah"


Mereka menghampiri Prita melewati banyak orang dengan pakaian berkelas. Laras tertegun, karena melihat ada Nabil disana. Pria itu sangat tampan dengan balutan toksedo hitamnya. Rambutnya disisir rapi dan wajahnya tampak segar.


Nabil juga melihat ke Laras tapi hanya sekilas setelah itu ia fokus pada para perempuan yang menyapanya.


Dan yang paling membuat Laras kaget adalah pria yang ada bersama Nabil. Pria yang bertopi pet dan memakai kemeja. Laras tidak mungkin melupakan pria itu.


Siti menyenggol bahu Laras dan bernyata setengah berbisik "sst itu kak Nabil bukan?" ia pernah melihat Nabil beberapakali dirumah Laras saat ia pergi kerumah temannya itu.


Laras mengangguk, matanya tidak lepas dari sosok pria bertopi pet itu. pria itu tampak akrab dengan Nabil, mereka tertawa-tawa bersama para perempuan bergaun indah dan cantik.


"Laras!!"


Panggilan toa itu membuat orang-orang melihat pada Laras termasuk Nabil. Benz yang berada didalam kerumunan memanggil seraya permisi melewati orang-orang. Wajah pria itu seperti mencemaskan Laras.


"Kamu dari tadi?"


"Baru saja"


Pria itu melihat barang bawaan Laras dan Siti "sebaiknya kadonya diletakkan dimobil aku dulu"


"Ada apa? apa karena kado kami berharga murah?" tanya Siti.


"Bukan begitu, kalian akan tau nanti"


"Firasat aku tidak enak" Siti bicara melihat ke Laras dan Benz "kita pasti dikerjain Ras"

__ADS_1


__ADS_2