Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
para sahabat


__ADS_3

Pria berwajah pucat itu masih sakit dan ia masih duduk diatas tumpukan berkas didepannya. Ia benar-benar menyiksa dirinya sendiri. Sekretarisnya tidak berani meminta pria itu untuk istirahat karena Nabil dikenal sangat tempramental akhir-akhir ini. Desas-desus yang beradar mungkin saja Nabil tidak bahagia dengan pernikahannya.


Semua pegawai dikantor tau kalau ternyata istri pria itu adalah seorang perempuan yang jauh lebih muda darinya, sepertinya mereka dijodohkan. Padahal sebelumnya Nabil bersama seorang perempuan cantik yang kabarnya sangat pintar dan seorang model amatiran. Tapi kemudian Nabil terpaksa harus menikah dengan perempuan asing, mereka tidak tau latar belakang istri Nabil itu. Yang pasti, mereka mengira Nabil tersiksa karena pernikahan itu. Makanya Nabil berubah seratus delapan puluh derajat.


Tidak ada seorangpun yang tau kalau yang dinikahi Nabil itu adalah adik Airin selain orang terdekatnya yaitu keluarga dan teman-temannya. Selebihnya mengira Nabil terlibat perjodohan meski apa yang mereka bilang tidak sepenuhnya salah. Ia dan Laras menikah atas dasar menjaga image keluarga.


Laras, gadis yang delapan tahun lebih mudah darinya dan terkesan biasa saja. Tapi kabarnya gadis itu kuliah dijurusan kedokteran. Nabil tidak pernah bertanya pada gadis itu tentang apapun karena ia tidak tertarik sama sekali. Ia baik pada Laras karena ia cinta pada Airin.


***


Alunan musik yang keras dan cahaya lampu temaram mewarnai club yang terletak ditengah perkotaan. Disana banyak didatangi oleh remaja dan anak muda.


Tempat itu menjadi tempat kenangan baginya, lima tahun lalu di club ini. Chiko yang play boy menganggu bini orang dan ketahuan oleh suaminya. Dan terjadilah keributan.


Tempat itu seketika menjadi riuh. Seorang gadis belia berteriak panik melihat mereka baku hantam.


Nabil yang hanya bertiga tanpa ajudan jadi bulan- bulanan samsak para bodyguard wanita itu. Setelah mereka sekarat barulah mereka dilepaskan. Gadis belia itu menghampiri Nabil dan menolong pria itu untuk berdiri dan membawanya ke sudut ruangan.


" Lain kali kakak jangan kayak gini lagi ya, nyawa itu lebih berharga dari sekedar senang- senang...aku salut sama bapak tadi yang melindungi istrinya dengan hebat, kakak juga harusnya kayak gitu, nanti setelah menikah kakak harus melindungi wanita yang kakak cintai juga"


Gadis belia itu membersihkan luka di sudut wajah Nabil dengan sapu tangan. Bau bedak bayi masuk ke indra penciumannya.


Gadis belia itu membantunya dengan tulus. Nabil bisa membayangkan selembut apa gadis itu kelak. Pria yang bersamanya pasti betah.Hampir saja waktu itu Nabil memukul kepalanya sendiri karena tidak sopan.


Kepala gadis itu celingak - celinguk dan akhirnya wajahnya terlihat senang. Dia meninggalkan Nabil begitu saja dengan sehelai sapu tangan warna merah muda dengan nama yang dirajut, Airin.


Sapu tangan itu kebetulan ia simpan siapa tau ia bertemu gadis itu kembali dan ia akan mengasihkan pada gadis itu serta mengucapkan terima kasih. Tapi gadis itu tidak pernah muncul lagi dan ia sendiri akhirnya melupakan hal itu.


Barulah dua tahun lalu disaat ia mencari model untuk perusahaannya seorang karyawannya memperlihatkan foto- foto para wanita padanya dan ia menemukan nama Airin disana dan ia teringat pada sapu tangan warna pink dirumahnya.


Nabil memilih Airin. Disaat bertemu Nabil hampir tidak percaya dengan perubahan drastis gadis remaja itu. Sekarang Airin berubah lebih dewasa dan mempesona dan membuat Nabil pangling.


Nabil menyesap minuman didepannya dengan lamunan. Bagaimana bisa ia melupakan Airin. Ia mungkin saja terpukau pada gadis itu dari usia belia.


"Melamun aja lu"

__ADS_1


Arga mengagetkan Nabil.


"Ingat bininya dia" sambung Chiko terkekeh "harusnya dia tidak disini tapi dalam pelukan. istrinya"


Arga dan Chiko tertawa.


Arga adalah seorang seniman yang hobi menunjukkan identitasnya yaitu memakai kemeja dan topi pet. Rambut lurusnya dipanjangin dan kadang diikat dengan karet gelang. Sedangkan yang satu lagi adalah Chiko, ia sama seperti Nabil yaitu seorang CEO di perusahaan keluarganya sendiri. Dari mereka bertiga Argalah yang berhasil menjadi apa yang ia inginkan yaitu menjadi seorang seniman.


Chiko yang terkenal paling playboy mengajak seorang perempuan sewaan untuk duduk bersama mereka. Dia memang suka gonta-ganti perempuan semaunya. Pria yang konon pernah patah hati tersebut tidak lagi mempergunakan hatinya untuk cinta. Katanya hatinya sudah mati. Lebih baik jalani hubungan tanpa cinta dan tanpa tangung jawab.


"Gua belum juga menemukan Airin" beritahu Nabil mengungkapkan keresahannya pada para sahabatnya yang mungkin sudah seperti saudara karena sudah lama kenal dan selalu bersama dalam suka dan suka sampai detik ini.


"Mungkin sudah saatnya lu move on melupakan Airin, jika dia cinta lu tidak mungkin dia meninggalkan lu dihari pernikahan kalian" ujar Chiko. Pria itu mencoba mengajak Nabil berpikir realistis. Tidak mungkin tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba seseorang pergi begitu saja.


"Chiko mungkin ada benarnya, sebaiknya tidak lagi berharap dengan Airin" tambah Arga.


Nabil mengusap wajahnya dan menuangkan wine kegelas. Meskipun semua orang bilang demikian dan dunia menentangnya untuk tidak lagi memikirkan Airin ia tidak bisa.


"Gimana kalau lu gas saja Bil, pilih yang lu suka" tawar Chiko pada Nabil "cari perempuan yang mirip Airin, pasti ada"


"Gu bukan lu, yang mengemukakan nafsu ketimbang perasaan! gua gak suka menyentuh perempuan yang bukan gua suka" balas Nabil.


"Mencium perempuan tanpa perasaan, ogah!"


"Gini, nih! biasa saja malah gua makin ketagihan" Chiko mencium wanita disebelahnya dan sang wanita senyum- senyum genit.


Arga menuangkan minuman kegelas dan meminumnya. pria itu tampak gelisah diduduknya. Sebentar-sebentar ia melirik jam tangannya.


"Eh sejak kapan lu jadi orang sok sibuk nyet?" tegur Chiko penasaran.


"Ada seseorang yang sedang nungguin gue"


"Jatuh cinta nih kayaknya"


"Bukan cewek selingkuhan yang sering lo ceritainkan?" desak Nabil.

__ADS_1


Arga mengambil minuman didepannya dan menuangkan gelasnya, lagi. Lalu pria bertopi pet itu tertawa.


"Bukanlah! gua gak tertarik lagi sama milik orang lain, yang ini punya gue kok"


"Kalau saling cinta ya gak apa-apa sih! gue mendukung lu mau punya orang kek, punya alien kek, kalau saling suka ya itu hak semua orang dong" bela Chiko.


"Gua setuju sama pemikiran lho, kalau saling cinta atau saling suka sama suka kayak lo sama cewek disamping lo sekarang, ya itu bukan salah gue"


"Itu berarti lo sama cewek itu?" tanya nabil penasaran.


"Gua bilang enggaklah, dia sekarang bebas dan milih gua" jawab Arga.


" Belit- belit jawaban lo, bilang aja iya! orangnya masih sama"


" Gua pake jurus playboynya monyet depan itu" tunjuk Arga ke Chiko.


Chiko yang mendengar hal itu langsung senang karena ajarannya berguna bagi Arga dan Arga berhasil memiliki cewek tersebut seratus persen.


"Anjir lo" desis Nabil. Ia tidak tau wajah cewek yang kerap diceritakan Arga tapi Arga sering cerita bahwa ia pacaran sama cewek orang dan sicewek itu kabarnya cinta Arga dan cowoknya. Berkat ajaran gila Chiko sekarang cewek tersebut bergantung padanya.


Itu berarti sicewek tersebut tidak suci lagi.


Tawa Chiko meledak. Arga berhasil menguasai cewek tersebut "kapan-kapan lo harus mengenalkan sama kita-kita"


Arga menanggapi dengan senyuman tipis.


"Gua harus cabut sekarang, dia ngungguin gue" Arga permisi dari sana dan sebelum pergi ia menepuk bahu Nabil mengingatkan sekali lagi kalau Nabil tidak usah memikirkan yang pergi lebih baik fokus pada istrinya saja.


Tinggallah Nabil bersama Chiko yang sibuk dengan wanitanya. Biasanya Nabil bersama Arga, sama-sama tidak tertarik pada perempuan manapun dan membiarkan Chiko dengan sifat playboynya. Tapi sekarang ia sendiri, Chiko sepertinya juga sengaja memancingnya.


"Lo rugi Bil, istri lo lu anggurin gitu aja! biar gimanapun lo punya kewajiban sebagai suaminya" Chiko mulai mengompori isi kepala Nabil.


"Dia adik Airin tidak mungkinlah gua meniduri dia, gua bukan lu" sanggah Nabil. Ia bisa gila bersama Chiko lebih baik ia cabut dari sana dan pergi kemana saja.


Chiko tertawa "jangan gitulah, kalau bukan untuk lo, lo harus melepas Laras buat orang lain kelak, saran gua! ambil hati gadis itu sebelum lo nyesal"

__ADS_1


"Tidak mungkinlah gua suka sama dia"


"Awas suatu saat nanti lo jangan menjilat ludah sendiri"


__ADS_2