Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
dibelakang Nabil


__ADS_3

"Kamu ingin meninggalkan aku dan pergi dengan dirinya? tidak bisa! kamu tidak boleh pergi Airin!!"


"Ini bukan kemauan aku tapi kemauan Nabil, sahabat kamu! aku bisa apa?"


"Kali ini kita harus jujur tentang kita, aku tidak akan melepaskan kamu"


"Itu kemauan kamu! aku akan tetap memilih Nabil dari pada kamu"


"Airin!!"


Arga mencekal dagu Airin dengan kasar "kamu dan aku melangkah sudah terlalu jauh, kamu nyadar gak sih?" mata Arga berkilat marah menatap wajah cantik yang tidak pernah mengerti dengan dirinya.


"Lepaskan Arga, sakit! ini yang tidak aku suka dari kamu, kamu suka kekerasan, tidak seperti Nabil yang memperlakukan aku dengan baik, kamu itu kasar, aku benci!"


Airin menguakkan tangan Arga, ia merasakan pipinya kebas dan sakit.


"Itu karena kamu sukanya dikasari, jika kamu pergi dengan Nabil maka jangan salahkan aku! kalian tidak akan pernah bisa bersama, mengerti!" ancam Arga.


"Kamu yang tidak mengerti, kamu itu ingin enak sendiri! aku sudah turuti yang kamu mau, memilih rumah terpisah dari keluarga Nabil agar kamu bisa berkunjung kapan saja tapi kamu tetap saja begini" Airin mulai menangis, rahangnya sangat sakit karena cekalan Arga. Teganya pria itu padanya. ia paling tidak bisa disakiti apalagi oleh pria.


Melihat Airin menangis, Arga mulai melunak. Ia mendekati Airin dan membawa kepelukannya "maaf, maafkan aku! aku yang salah, aku terlalu cemburu pada hingga terbawa emosi, andai kamu tau, aku tidak bisa tidur memikirkan kamu dengannya"


"Kamu juga harusnya mengerti aku, bukankah aku selalu menuruti apa yang kamu mau? seandainya saja kamu tidak bersikap bodoh waktu aku dan Nabil menikah mungkin aku, kamu dan nabil baik-baik saja tanpa harus pergi jauh"


"Iya, maaf! semuanya salah aku, oke! jangan menangis lagi, kamu boleh marahi aku tapi jangan lama-lama, aku tidak sanggup"


"Kamu jahat"


"Iya, aku jahat, kamu boleh panggil aku apa saja asal kamu jangan marah" Arga menghapus air mata Airin dengan telapak tangannya dan senyuman perempuan itu kembali merekah.


"Aku tidak bisa jauh dari kamu, kalau kamu pergi lalu aku tidur dengan siapa?" bisik Arga. Wajah Airin merona apalagi ketika hembusan nafas Arga membasahi wajahnya. Wajah mereka dekat lalu menempel.


"Kau tau, aku bisa mati tanpa kamu" bisik Arga "tolong mengerti aku"


"Aku tidak bisa utuh untuk kamu, tapi aku selalu meluangkan waktu"


Mereka saling berpelukan bicara dengan nafas beradu.


-


-


-


"Arga!!! bray!!!"

__ADS_1


Arga dan Airin langsung melototkan mata saling menjauhkan wajah dengan panik. Itu adalah suara Nabil, mampus!!!


"Kamu tidak kunci pintu?" tanya Airin.


Arga menggeleng "sembunyi, cepat!"


Dalam keadaan panik, Airin melihat lemari tanpa pikir panjang ia masuk kesana. Bertepatan dengan itu Nabil masuk dengan suara riuh.


"Kamu masih tidur jam segini, hadeh!"


Arga tertawa gugup "hidup itu harus dinikmati, kalau ngantuk ya tinggal tidur"


"Masih mending, tadi aku mampir ke apartement Chiko ternyata dia lagi ML bersama cewek, dasar teman anji*g emang, masa dia begitu didepan Flo, gila gak tuh?!" Nabil menghenyakkan tubuhnya di sofa ruang tamu rumah Arga.


"Itu kan emang sifat dia" mata Arga melihat ke lemari dimana Airin berada. Takutnya Nabil melihat perempuan Airin.


"Tuh anak emang muna emang, dia hancur karena Flo, dia tidak sanggup menghadapi keegoisan Flo lalu mengancurkan hidupnya sendiri" Nabil melihat tas warna merah muda dimeja. Ia kenal dengan tas itu, mirip tas Airin.


Arga juga melihat ke benda yang sama, ia meraih tas itu dan meletakkannya ke belakang "tas mama aku ketinggalan"


"Oh!" ujar Nabil hampir saja ia salah sangka.


"Kamu datang sendirian? mana asisten songong kamu?" Arga melihat keluar, sengaja mengalihkan perhatian. Airin didalam sana pasti kepayahan. Lemari itu tidak terlalu besar untuk bersembunyi disana. Jika saja tidak ditutp rapat maka Airin akan kelihatan apalagi dia tadi pakai baju warna mencolok.


"Bikin sana sendiri, tamu nyusahin emang"


"Pelit"


"Anggap saja rumah sendiri" tawa Arga hambar. Rasanya beda tawa tulus dengan tawa khianat. Ucapan itu keluar jika mereka tidak ingin membuatkan teman makanan. Lalu bilang anggap rumah sendiri biar mereka bergerak kedapur sendiri dan bikin sendiri.


"Lama-lama aku gadein ini rumah"


"Tidak apa biar aku pindah rumah, aku juga sudah bosan tinggal disini sendirian" Arga melirik ke lemari mengedipkan mata pada Airin.


"Aku pusing Ga, disatu sisi aku ingin memulai lembaran baru dengan Airin, disisi lain aku tidak ingin pergi entah karena apa?"


"Trus?"


"Terus apanya? aku bingung dengan diri aku sendiri" Nabil menghembuskan nafas "mungkin karena aku takut hal itu terjadi lagi ya? aku trauma ditinggal nikah waktu itu dan setelah kedua kalinya,..entahlah"


"Ini anak datang cuma buat curhat, ayo sana bikin kopi" Arga menarik tangan Nabil untuk kedapur. Segala cara ia lakukan agar Nabil beranjak dari sana dan Airin bisa pergi atau bersembunyi ketempat yang mendingan.


"Aku gak selera lagi, kamu saja sana"


"Pemalas emang'

__ADS_1


"Hemat tenaga sebelum nikah"


"Ya elah, bilang saja kamu dan Laras sudah pernah" pancing Arga.


"Pernah apanya?"


"Tidurlah"


Bagi Nabil ia dan Laras adalah privacy ia tidak akan pernah menceritakan hal itu pada siapapun. Padahal didalam lemari Airin sudah tegang menunggu kelanjutan ucapan Nabil.


"Sering!" jawab Nabil.


Airin langsung menutup mulut tidak percaya dan Arga kelihatannnya juga sudah gembira. Selangkah lagi Nabil dan Airin akan retak.


"Bagaimana kalau Laras hamil dan kamu menikah dengan Airin, lagian kenapa kamu gak sama Laras saja?"


"Karena Airin cinta pertama aku"


"Gila, gila.."


"Kamu kira kami tidak sama- sama tidur tiap malam, dia tidur dikamar bawah dan aku tidur dikamar atas, sama-sama tidur berlainan tempat" tawa Nabil hambar.


Airin mengusap dada lega dan Arga langsung kecewa.


"Ah cemen, masa istri kamu dianggurin"


Nabil kembali tertawa, biarlah kenangan itu ia simpan dalam hati.


"Keluar yok, bar" ajak Arga.


"Aku capek"


"Makanya jangan terlalu sibuklah"


Nabil mengusap kepalanya yang terasa berat. Ia ingin curhat tapi ini bukanlah gayanya. Ia tidak bisa seperti Chiko dan Arga yang bercerita masalah pribadi mereka pada saat ngumpul.


Ponsel Nabil berdering, dari kantor. Setelah berbicara beberapa saat ia mematikan ponselnya dan permisi pada Arga. Airin langsung lega begitu juga dengan Arga.


"Kamu beneran gak ngopi nih?" tanya Arga basa - basi.


"Teman kampret, udah mau pergi baru ditawarin, basi!!"


Nabil keluar dari rumah itu diantar Arga kepintu, Nabil melihat sepasang sepatu warna coklat. Sepertinya ia kenal dengan sepatu itu, mirip sepatu pesanan Airin waktu ia pergi ke Jepang setengah tahun yang lalu.


Kenapa ada dirumah Arga? bukan karena sama lagi dengan milik mama Arga kan?

__ADS_1


__ADS_2