
Sudah seminggu Nabil di Thailand menemani Chiko dirumah sakit. Anak itu koma karena kecelakaan mengejar Flo yang kembali kenegara tersebut. Arga juga kesana tapi hanya dua hari ia izin pulang duluan dengan seribu satu alasan. Tapi yang pastinya Arga pasti mau bertemu dengan pacarnya orang itu. Kekasih orang yang berhasil digodanya.
Chiko terbaring dengan bantuan selang oksigen. Kepalanya mengalami benturan dan tulang tangannya patah. Nabil tidak menyangka Chiko senekat itu. Akhirnya ia kena karna bucin. Waktu itu ia menyumpahi Chiko kena karma tapi sekarang ia kasihan dan tidak menyesal.
Flo dengan setia menunggui Chiko. Ia sepertinya juga terguncang hebat dengan apa yang dilakukan Chiko. Binar-binar cinta itu kembali hadir.
Flo sebenarnya benci dengan tingkah Chiko yang suka suka tidur sana -sini. Ia ngembek dan kembali kenegara itu karena tidak tahan dengan tingkah Chiko. Ia bukan perempuan yang kuat menahan luka. Kesabarannya ada batasnya meskipun mereka memutuskan berteman kembali tapi dibalik itu ada rasa yang tersimpan rapi hingga akhirnya rasa itu tidak kuat dan menabrak batas.
Berawal dari drama bucin ketika Flo akan pergi. Chiko melarangnya dan disanalah awal pertengkaran hebat mereka. Semua yang tersimpan rapi meluap, Chiko jujur dengan perasaannya sedangkan Flo melarikan diri kembali seperti yang sudah-sudah.
Dua anak manusia itu sebenarnya saling mencinta sejak lama. Chiko sibuk mencari perhatian Flo dan kebablasan dengankan Flo merasa dihianati lalu menutup diri.
Rumah sakit Thailand kembali menyatukan cinta Flo dan Chiko. Setelah Chiko siuman drama bucin tayang didepan Nabil no sensor dan berlangsung tanpa iklan. Chiko yang selama ini berwajah mesum sekarang berwajah alay dan lebay. Dan Flo yang sudah kena virus berbahaya dari Chiko lebih parah lagi.
Teman bangsatnya seberuntung itu. Dicintai sepenuh hati oleh perempuan sebaik dan secantik Flo. Flo membawa Chiko ke apartemenya untuk dirawat. nabil tidak tahu bagaimana endingnya mereka sebelum menikah. Ia harap Chiko tidak mencicilnya duluan pada Flo, secara temannya itu bernafsu seperti kuda. Meskipun tubuhnya sekarat, otak mesumnya masih sehat dan kuat.
"Ingat Chik, cintai Flo sepenuh hati! tutup mata kamu terhadap kaum waria Thailand, dia cantik-cantik lebih cantik dari pada Flo"
Bukan hanya Chiko yang mendelik padanya tapi Flo juga.
"Sekali lagi kamu ngomong habis kamu Bil!" ancam Flo galak.
"Begini nih kalau urusannya udah kelar, aku malah gak dianggap" balas Nabil
"Memangnya kamu disini siapa?" tanya Chiko lemah tapi rautnya ngajak berantem.
"Aku adalah tamu tapi Flo tidak melayani aku dengan baik" bibir Nabil terangkat ke atas. Ia bahagia menggoda pasangan ini dari pada gak ada kerjaan lebih baik bikin orang emosi.
"Yang, aku bun*uh teman kamu gak apa-apa kali ya... kamu gak usah punya teman kayak dia lebih baik kamu tidak punya teman sekalian" Flo merajuk pada Chiko.
"Silahkan! terserah kamu yang, aku serahkan nyawanya pada kamu"
__ADS_1
"Idiih pasangan psikopet, berantemnya pasti kayak orang tawuran, lempar-lempar pisau dan wajan"
"Serah orang dong!" potong Flo galak.
"Kalau kalian berantem, ntar panggil aku yaa, pasti seru liatin kalian"
"Anjirr nih orang mau di jual ke para banci kayaknya biar dia senewen di perk*s* waria"
"Iya gak apa-apa yang" dukung Chiko semangat membayangkan Nabil teriak-teriak minta tolong di gelitiki para pria jadi-jadian berlipsik merah menyala yang selalu dijumpai dijalanan kota.
Nabil juga ngeri membayangkan hal itu. Romanya bergidik tapi dalam otaknya ia membayangkan Chiko yang berada disana. Diciumi para banci agar anak itu kapok berbuat maksiat. Bayangkan Chiko teriak-teriak berada ditengah mereka yang sedang kepalaran. Bisa habis Chiko dalam sekejap.
"Ngapain senyum-senyum sendiri?" tanya Flo penasaran. Flo mengiranya Nabil senang berada ditengah para banti itu dan itu malah membuat Flo ngeri sendiri. Teman Chiko yang satu ini ternyata mempunyai orientasi seksual yang menyimpang juga.
"Orang senyum tanda bahagia, iri amat!"
Flo bergidik ngeri dan Nabil tersenyum senang karena berhasil membuat Chiko dan Flo menyerah menghadapinya.
Ia pulang tanpa mengasih tau Airin dan Ia minta tolong pada Amoy untuk memastikan keberadaan gadisnya agar ia bisa mengasih kejutan. Seminggu ia pergi Airin selalu bilang rindu siang dan malam dan ia juga demikian. Rasanya ia tidak ingin kalah oleh Chiko dan Flo.
Ia menyiapkan sebuah moment romantis untuk mereka agar menjadi bingkai kenangan sampai kakek nenek.
"Airin lagi dimana Amoy?"
"Dia lagi di mall tuan"
"Baiklah jangan sampai hilang jejaknya, aku akan datang sebelum dia pulang"
Tidak lama kemudian Amoy kembali memberitahu,
"Sepertinya nona Airin menginap disebuah hotel tuan, dia mengunjungi sebuah hotel sedang chek in, aku kirim alamatnya ketuan, lebih baik tuan langsung saja kesana"
__ADS_1
Nabil tersenyum, ia menyiapkan semuanya untuk melamar Airin kembali. Ia menuju hotel dimana Airin berada.
Ia meminta nomor kamar Airin pada resepsionist dan memperlihatkan data diri serta hubungannya dengan Airin setelah itu Nabil langsung kesana. Ditangannya tergenggam mawar merah, bunga kesukaan Airin dan juga tas yang berisi cincin berlian.
Sebelum membuka pintu, sejenak ia tersenyum dan mencium bunga ditangannya.
"Surprize!!!"
Tangan Nabil memutar handle sambil berseru riang.
Dan Airin benar-benar terkejut begitu juga dengan Nabil yang mematung ditempatnya, bunga yang ia bawa beserta dengan kotak cincin jatuh tanpa sadar kelantai.
"Kalian????"
Baik Airin maupun Arga kaget luar biasa bahkan mereka tidak menyadari kedaaan pakaian mereka yang tidak lengkap.
Airin menutup mulutnya dengan tangan sedangkan Arga mundur dan mengusap wajahnya sembari membaiki pakaiannya.
Emosi Nabil memburu, jadi selama ini yang diceritakan Arga adalah Airin? Arga pulang duluan dari Thailand untuk menemui Airin?
Nabil menarik Arga dan menghadiahinya bogeman mentah dan pukulan.
"Inikah yang disebut teman? ha? aku tidak menyangka kau begini Arga! pagar makan tanaman! kau bodohi aku!..... teman bajingan!"
Nabil kalap, ia memukul Arga habis-habisan. Belum pernah ia seperih ini. Dihianati oleh teman sendiri. Selama ini Arga begitu menggebu menceritakan asmaranya dengan kekasih orang lain, tenyata perempuan yang diceritakannya adalah kekasihnya sendiri.
Arga hanya diam membiarkan pukulan itu mendarat ditubuhnya. Membiarkan Nabil melampiaskan emosinya. Ini sudah diprediksi Arga. ia pantas menerima dan ia juga pasrah.
Airin menggigil ketakutan, ia tidak mampu berbuat banyak. Otaknya blank tidak tau harus membela Nabil atau Arga. Ia tau Nabil pasti marah dan kecewa padanya. Untuk membujuk Nabil dalam keadaan begini tidaklah baik. Bisa-bisa ia jadi adonan roti.
Disisi lain Arga juga sedang babak belur. Pria itu bisa mendekam dirumah sakit karena Nabil. Dan jika berurusan dengan kantor polisi namanya akan ikut terseret. Reputasinya bisa hancur. Perempuan itu mengemasi barangnya dan lari dari sana.
__ADS_1