Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
ketika kamu datang


__ADS_3

"Kak Nabil!"


Laras bergumam dalam hati. Wanita cantik disebelah pria itu mencemaskan Nabil. Takut kena oleh kue terbang barusan.


Dengan cepat Laras mengendalikan diri. Rasa sakit yang dikasih pria itu menyelinap hebat mengandung kemarahan. Setelah lama menghilang ternyata pria itu sudah hidup bahagia dengan seorang perempuan. Dan perempuan itu ternyata bukanlah kakaknya.


Lalu kemana kakaknya Airin?


Berbagai pertanyaan hadir dalam benak Laras. semakin dirinya ingin tau semakin menyakitkan. Rasa keingintahuan itu seperti lubang semakin dirinya menggali semakin ia akan terpuruk sendiri.


Semua anggota keluarganya sudah terberai dan menjalani hidup masing-masing tanpa pernah mengasih kabar. Yang telama adalah Airin dan mamanya.


Sekarang ia bertemu dengan Nabil dalam keadaan yang tidak tepat.


"Kue aku!!" Laras melewati Nabil untuk menangisi kuenya yang telah hancur dilantai.


Wanita yang bernama Cleo itu menghampiri Laras seperti foto model diatas catwalk. Detak hellnya berirama dan enak untuk didengar. Lenggok jalannya pun demikian seperti perempuan terpandang dengan dagu diangkat keatas.


Cleo adalah gambaran wanita perfect yang disukai oleh pria yang juga mengangungkan penampilan. Bau parfumnya pun tercium dari jarak puluhan kilometer. Mungkin perempuan itu menjadikan parfum air mandinya.


"Kamu, tukang kue yang aku pesan kemarenkan?" tanya perempuan yang bernama Cleo itu pada Laras. Untuk yang satu ini, Cleo sangat jauh. Wajah memang cantik dan harum tapi tidak dengan tingkah lakunya.


"Iya kak!"


Kemaren Cleo memesan kue Laras secara online. Ia tidak tau kalau pemilik kue yang ia pesan itu seceroboh ini.


"Aku butuh kuenya untuk sekarang!!"


"Iya kak, maaf! maaf sekali!! aku tidak sengaja menjatuhkan kue kakak"


"Kamu ini gimana sih? kau tau betapa berharganya hari ini untuk aku?"


Mana Laras tau, bagi Laras tiap detik berharga baginya. Tidak ada waktu yang tidak berharga karena waktu mengajarkannya banyak hal termasuk luka.


"Sekali lagi maaf,...kalau kakak mau aku akan buatkan khusus untuk kakak dengan harga diskon"


"Aku sudah tidak berminat"

__ADS_1


"Sudah Cleo, .." Nabil menengahi Cleo yang sudah tampak kesal pada Laras.


"Bagaimana aku tidak akan marah, aku terlanjur berharap banyak pada perempuan ini!" Cleo menunjuk Laras.


"Kue itu tidak seberapa, kamu bisa membeli kue ditoko ternama bersama tokonya sekalian"


"Tetap saja perempuan itu harus diperingatkan, pantas saja miskin! dia tidak konsisten melayani pelanggannya"


Nabil melihat perempuan yang berjongkok dilantai. Perempuan yang menangisi kuenya dari pada melihat padanya. Apa serendah itu dirinya? tidak lebih berharga dari sepotong kue.


Sudah lima tahun mereka tidak bertemu bukannya membuat Laras rindu malah membuat perempuan itu tidak ingat padanya. Nabil curiga kalau Laras sudah amnesia.


Office boy datang membersihkan lantai dan Laras bangkit dari sana tanpa tenaga. Sebenarnya ia kaget karena bertemu Nabil tiba-tiba. Untungnya ada alasan untuk menangis. Rasa didadanya bercampur aduk. tapi apalah daya.


"Hey! siapa nama kamu?" tanya Nabil


Laras terkesiap, menyangka Nabil tidak ingat padanya. Lucu sekali, pria yang telah menitipkan anak padanya dengan cara rendahan lalu sekarang sudah lupa. Apa dirinya semudah itu untuk dilupakan?


"Maaf pak, nama saya tidak lebih berharga dari apapun! bapak tidak usah tau" balas Laras sengit setelah itu ia masuk kelift. Didalam sana ia mengusap dadanya sambil menangis. Beginikah rasanya bertemu kembali dengan pria yang telah menghancurkan masa depannya. Ternyata ia selemah ini. Masih cengeng dan belum dewasa.


Cleo tidak tau, air mata perempuan barusan melemahkan seluruh sendi Nabil. Aliran darah pria itu terasa panas dengan jantung seperti perathon yang hampir mencapai garis finish diawal.


"Cleo, kamu tunggu didalam, aku ada urusan sebentar'


"Tapi Nabil, mama kamu sudah menunggu kita!!"


Suara Cleo akhirnya hilang karena Nabil sudah masuk lift dan menghilang disana. Cleo menyusul Nabil setelahnya.


"Ada seorang perempuan memakai kaos dan jeans hitam, jangan biarkan dia lewat" Nabil menelepon security didepan.


Setelah itu ia meninju-ninju lift karena lelet. Jangan sampai Laras lolos. Ia ingin memeluknya. Ia rindu Laras.


Keluar lift ia bergegas mencari Laras diloby dan bertanya pada security "Mana dia?"


"Maaf tuan, tuan menelepon setelah nona itu lewat"


****!!!

__ADS_1


Cleo muncul sambil menelepon dan ia bertanya pada Nabil "kamu mengejar apa sih?" tanya ingin tau karena Nabil seperti orang kehilangan.


Nabil tidak menjawab matanya mengarah ke jalanan mencari sosok yang barusan membuat bumi gonjang-ganjing.


"Ayo cepetan! mama kamu sudah telepon!" ajak Cleo. Ia mengloudspeaker agar didengar Nabil.


"Kamu pergi duluan saja, aku akan nyusul!" Nabil berlari kemobilnya. Cleo yang sedang berbicara dengan Vina diseberang sana tidak bisa berbuat banyak ia menjaga image didepan orang tua Nabil. Mobil Nabil meninggalkannya begitu saja. Dengan hati dongkol Cleo menolak antaran sopir. Ia mengemudikan mobilnya sendiri menuju rumah keluarga Nabil.


Sementara itu dijalanan, mobil Nabil sudah beberapa kali melanggar lalu lintas karena mengebut dan menerobos lampu merah. Laras hanya bersepeda tidak mungkin perempuan itu cepat melintas dijalan raya.


Mobil Nabil bolak-balik mencari perempuan itu. Menyesal tadi dia tidak mengurung saja perempuan itu dalam ruangannya. Perempuan itu seperti jin bisa datang dan hilang begitu saja. Sekali datang meninggalkan kondisi yang porak poranda. Lima tahun lalu juga begitu. Laras pergi begitu saja. Berbulan ia menunggu dan akhirnya sadar kalau Laras pergi meninggalkannya. Jika perempuan itu tidak untuknya lalu untuk apa ia muncul lagi mengacaukan kehidupannya.


Ia telah menyusun kehidupannya sedemikian rupa untuk masa depannya. Tidak mudah membangun hubungan kembali dengan seorang perempuan. Setelah hampir jadi tiba-tiba saja semuanya roboh begitu saja.


Ponsel Nabil berbunyi, Nabil meletakkan headset ketelinganya. Suara mamanya langsung berdenging.


"Kamu suruh Cleo menyetir dan datang sendiri? kamu ini bagaimana sih? ingat kamu itu sudah tua, masa itu saja diajarin! hargai wanita, cintai dia! mama tidak mau tau ya, pokoknya Cleo harus jadi mantu mama"


"Mama mengurus urusan aku atau ulang tahun pernikahan mama sih?"


"Mama dan papa membatalkan acara ini sampai kamu dan Cleo ada dekat mama"


Bau ucapan mamanya mulai tidak sedap sudah pasti yang membatalkan acara adalah mamanya. Papanya tidak mungkin, karena sang papa alergi dengan acara- acara perayaan seperti itu.


"Kamu itu bukan anak kecil lagi Nabil, kamu butuh pendamping"


"Aku dan Cleo baru kenal ma"


"Baru kenal apanya? kamu dan Cleo itu sudah hampir setahun, kamu menunggu apa lagi? kalian sudah cukup matang untuk menikah"


"Aku tidak akan menikah!!"


"Kamu jangan prank mama dan Cleo deh, ini tidak lucu!"


Mamanya mematikan sambungan dari seberang sana.


"Aku tidak prank mama, aku sudah menemukannya ma dan aku rasa aku tidak sanggup tanpa dia"

__ADS_1


__ADS_2