Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
orang ketiga


__ADS_3

Laras sekamar dengan mbak Yul, tidur berdua diatas dipan sempit. Sudah beberapa kali mbak Yul membujuk Laras agar tidur kelantai atas tapi perempuan itu menggeleng tidak mau.


sampai larut malam mata Laras tidak mau terpejam. Akhirnya ia duduk dan melamun sendirian di sofa ruang tamu. Nabil masih belum pulang. Entah kemana pria itu Ia tidak mengasih kabar sama sekali.


Semoga saja Nabil tidak mabuk-mabukan dan juga dalam keadaan baik-baik saja. laras membuang semua pikiran buruk dalam pikirannya walaupun rasanya sangat susah.


"Kenapa aku teringat kak nabil terus sih? dia dimana sih?" gumam Laras. Ia melihat jam dinding hampir pukul dua malam.


Apa Nabil tidak pulang karena bertengkar tadi atau Nabil tidak pulang karena bersama Airin. Percayalah menduga itu menghasilkan sakit kepala dan migrain.


***


Pria bertubuh sedang itu melangkah masuk ketempat yang sudah ditentukan Nabil. Ruangan temaram penuh debu. Di sekeliling ruangan itu berkumpul para anak buah Nabil.


Pria itu datang bersama bersama tiga orang anak buah. Pria itu mungkin berumur tiga puluh tahun. Di lehernya ada tato naga yang melingkar. Perawakannya cukup tampan, gayanya mirip anak abge beranjak dewasa, memakai jaket dan kaos.


Mata Nabil menyipit melihat pria itu dan seketika darahnya mendidih.


"Wow tamu dari Tirta ternyata" pria itu menyebut nama perusahaan Nabil "ada apa? anda kangen saya?"


"Ternyata Dinar selemah ini? beraninya hanya menculik seorang perempuan, apakah kamu banci Nata?"


Dahi pria yang bernama Nata itu berkerut tidak mengerti "atas dasar apa kamu menuduh aku?"


"Jangan berbelit, apa kamu selemah itu? harus bersembunyi dengan kebohongan?" Nabil menggebrak meja lalu bangkit dari sana kedepan Nata.


"Kamu menculik calon istri aku lalu kamu berlagak tidak tau! aku kira perseteruan itu sudah berakhir tapi ternyata kalian tidak bisa dipercaya"


Nata hanya tenang bahkan saat Nabil menarik kerah bajunya.


"Percuma kamu memiliki perusahaan besar jika isi pikiran kamu cetek, ingat jangan sampai kesabaran aku habis dan kamu menyesalinya" ujar Nata tenang.


"Banyak bacot!" Nabil mendorong Nata, kasar.

__ADS_1


Nata menyeringai sambil tertawa sinis "seperti apa perempuan pasangan kamu hingga aku harus menculiknya? apa dia secantik bidadari? hingga aku harus menculiknya?"


Tendangan mengarah telak pada wajah Nata. Dengan cepat anak itu berkelit dan menendang kaki nabil balik. Nabil melompat keudara dan tendangan Nata hanya menyepak angin kosong. Nabil berkelit diudara dan memutar tendangannya. Kaki itu berhasil mengenai bahu Nata. pria itu tersurut kebelakang. nabil tidak mengasih jeda sedikitpun untuk Nata menguasai diri. Ia melepaskan pukulan bertubi-tubi pada pria berkulit langsat itu.


Nata jadi bulan-bulanan pukulan Nabil. Sedangkan tiga orang anak buah Nata takluk dibawah anak buah Nabil. Apa yang dibilang papanya tentang Dinar coprotion tidak sepenuhnya benar. Malam itu Nata sekarat dan ditinggalkan Nabil begitu saja didalam gudang itu. Sebelum pergi Nabil kembali mengingatkan agar Nata jangan menganggu yang berhubungan dengannya.


Pria itu meringis menggeliat dilantai tapi di sudut bibirnya tersenyum sinis. Nabil akan menyesali hal ini, ia bersumpah.


***


Laras kaget karena suara pintu didobrak dari luar dengan sangat kencang. Jantungnya berdegub cepat. Apa nabil pulang dengan keadaan mabuk lagi? untungnya mbak Yul juga terbangun oleh suara itu.


"Tunggu mbak Yul, pelan saja bukanya"


Mbak Yul membuka pintu itu pelan. Jantung Laras olah raga bebas apalagi Nabil pulang bersama dengan Airin.


"Apaan sih lama bangat bukannya!!" ujar Nabil dengan suara meninggi.


"Maaf tuan saya ketiduran" jawab mbak Yul merasa bersalah. Mata mbak Yul yang tadinya sipit menahan kantuk langsung terbuka lebar demi melihat perempuan bergaun bagus didepannya. Dibahu perempuan itu tersampir jas yang tadi dipakai Nabil. Mbak Yul mengusap mata memastikan penglihatannya.


"Saya nyonya rumah ini" yang menjawab adalah Airin dengan nada tinggi. Pembantu kok banyak tingkah.


"Kakak tadi kemana saja?" tanya Laras pada Nabil. Ia mengabaikan Airin yang menempel pada bahu Nabil. Laras ingin marah, mengamuk mencakar wajah sang kakak. Tapi posisinya terombang-ambing jadi orang ketiga. Pria yang ia tunggu kepulangannya, pulang dengan kekasihnya.


Airin melangkah masuk pelan melihat sekeliling ruangan. Masih sama seperti sebelum ia datang kerumah itu. Tidak ada yang berubah. Wajah perempuan itu terlihat berseri dengan mesranya ia berterima kasih pada Nabil karena telah menjaga rumah mereka.


"Saya lapar siapkan makanan" perintah nabil.


Dengan cepat mbak Yul bergerak kedapur, tapi dihalangi Laras "biar aku saja mbak Yul, mbak istirahat saja"


"Tapi nona.."


"Gak apa-apa mbak Yul lagi pula beberapa jam lagi mbak Yul harus bangun menyiapkan sarapan"

__ADS_1


"Tidak nona, nona besok harus kuliah"


"Keras kepala, sana!" Nabil melihat tajam ke Laras. Laras jadi tersinggung apa karena Nabil ingin berduaan dengan Airin lalu ia menyuruh Laras pergi.


Airin pun melihat ke Laras sampai adiknya masuk kekamar pembantu. Ia berbisik pada Nabil, kamu gak apa-apain dia kan?" tanyanya dengan wajah penuh cemburu.


nabil malas ribut ia menggeleng dan Airin menjadi lega. Dari arah dapur bibir mbak Yul sudah menye sana -sini melihat sinis ke Airin.


"Kasihan nona Laras dapat suami kekasih kakaknya, jadi orang ketiga dalam hubungan kakaknya sendiri pasti menyakitkan dua kali lipat, lagian tuan Nabil kenapa gak pilih pernikahannya saja"


Dari balik daun pintu Laras tertegun, didepan sana pasangan itu sangat berbahagia. Jika ia mundur maka ia kalah dan jika ia maju, ia menghalangi cinta mereka.


"Ini nona Laras yang memasak, gimana rasanya tuan?" tanya mbak Yul.


Nabil melihat bayangan dekat pintu kamar mbak Yul, ia tau kalau itu Laras. Pria itu mengangkat bahu.


Airin terbatuk dan cepat-cepat minum air. Ia mendorong piringnya kedepan seketika. Jika dirumah maka Airin akan langsung mengambek seperti anak kecil dan bilang makanan itu tidak enak maka sang papa akan langsung membuka aplikasi gojek memesan makanan.


"Kenapa?" tanya Nabil heran.


"Aku ngunyah garam"


"Apa mau dimasakin sesuatu? minta sama mbak Yul"


"Gue mau mie telor saja, ada?" tanya Airin pada Mbak Yul.


"Ada nona"


"Ya sudah cepat masakin"


Mbak Yul tergopoh cepat kedapur setiba didapur ia memasang wajah sinis. Asli ia tidak suka pada perempuan macam Airin. Entah dari sudut mana sang tuan jatuh cinta padanya. Pria yang memandang fisik memang buta rasa tidak bisa membedakan mana yang emas dan sepuhan.


Dan ketika pesanan Airin jadi dan mbak Yul kedepan ia tidak menjumpai Airin dan Nabil disana. ia mendengar suara orang bercakap-cakap dilantai atas. Perempuan itu menggelengkan kepala semoga nona laras sudah tidur dan dia tidak kepikiran dengan kelakuan kakak dan suaminya.

__ADS_1


Do'a mbak Yul tidak terkabul, Laras melihat itu semua dan setelah itu ia membenamkan diri kedalam selimut menumpahkan kesedihannya disana.


__ADS_2