Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
bertamu


__ADS_3

Decit rem mendadak terdengar dari dua arah. Hampir saja kecelakaan beruntun terjadi. Para sopir kemudian menjulurkan kepala di jendela mobil untuk melihat kedepan, melihat apa yang terjadi.


"Ada seorang wanita sedang bertengkar dengan pria, sepertinya mereka pasangan" beritahu orang- orang.


"Pasangan gila! mereka kira jalanan punya mereka, kalau bertengkar cari tempat sana! jangan membahayakan nyawa orang lain" umpat yang lainnya.


Sementara itu Nabil sudah menarik Airin ke pinggir. Bamper mobil nyaris mengenai Airin kalau saja sang sopir mini bus itu tidak rem mendadak. Wajah wanita itu pucat. Ingin rasanya Nabil mengeluarkan sumpah serapah dan makian kalau tidak ingat dengan Kirana yang ada padanya. Bocah kecil itu menyurukkan kepalanya ke bahu Nabil mencari perlindungan.


Nabil membawa Kirana kedalam mobil diikuti Airin. Harusnya perempuan itu sadar, baru saja Nabil berkata kalau seharusnya Airin berpikir dulu sebelum bertindak tapi perempuan itu tidak mengerti.


Suasana dalam mobil itu hening sampai tiba dirumah. Dan ketika di depan pintu kerumitan kembali terjadi ketika Airin melihat ada Laras disana bersama pria bermata elang itu.


Hal itu rumit bagi Airin. Ia tidak ingin bertemu Laras lagi bahkan seumur hidupnya. Ia benci Laras dan keluarganya. Apalagi Laras merenggut kedekatannya dengan Nabil lagi.


Laras melemparkan senyuman pada Airin tapi tidak direspon sedangkan mata Nabil berbinar cerah seperti melihat berlian yang sangat berharga karena Laras ada disana.


Sang mama, Vina menyambut kedatangan Kirana. Rupanya Vina berada dirumah itu.


"Kira lama bangat perginya, eyang ditinggal sendirian"


Nata menatap Laras seolah berkata, lihat Ras! anak kamu tidak diterima disini. Dari tadi Alan duduk disana tidak sekalipun disapa oleh Vina. Begitu melihat anak Airin Vina langsung senang. Hanya poin itu yang membuat Airin merasa menang. Vina perhatian pada Kirana.


"Sudah sejak tadi Ras?' tanya Nabil yang hanya menyapa Laras dan melihat Laras seorang, yang lain ketutupan ta*


"Dari mall langsung kesini" jawab Laras datar dan tegar.


Sang kakak hanya duduk didepannya tanpa berniat ingin bicara. Wajah Airin pucat dan tidak senang dengan keadaan.

__ADS_1


"Kamu ingin minum apa Ras?" tanya Nabil lembut. Membuat roma Nata berdiri.


"Tidak usah kak, kita mampir cuma sebentar"


Kakak? kedengarannya lembut sekali, kenapa Laras memanggil Nata hanya dengan sebutan nama padahal mereka seumuran. Nata mau juga dipanggil kakak.


Nabil ikutan duduk didepan Laras untuk menyapa Alan. Bocah itu asyik dengan robot dan bola ditangannya. Alan sangat lucu dan cerewet mirip Laras. Nabil iri kenapa Nata bisa menghasilkan bocah itu dengan Laras. Harusnya dia yang diposisi itu. Tapi kenapa tiap diperhatikan wajah Alan mirip dia waktu kecil. Alan perpaduan antara dirinya dan Laras.


"Umur Alan berapa tahun Ras?" tanya Nabil. Siapa tau Nata bohong soal Alan.


"Ngapain kamu tertarik dengan anak aku? sini Alan, sama ayah" panggil Nata curiga pada Nabil. Tidak mau ia membagi Alan dengan pria itu karena Alan adalah anaknya bukan anak Nabil. Nabil pasti tidak tau kalau Laras pernah hamil dan menjalani hidup berat sendirian.


"Apa kakak sudah lama tinggal disini?" tanya Laras pada Airin.


"Sudah' jawab Airin singkat.


Airin melihat ke Nabil. Tadi pria itu marah-marah dan sekarang berubah jadi lembut di depan Laras.


Laras melihat ke bocah perempuan yang sedang bersama Vina. Jadi nama keponakannya itu Kirana. Laras memanggil Kirana dan mendekatinya. Tapi malah dijauhkan Vina darinya dengan berdalih kalau Kirana tidak biasa dengan orang asing.


Padahal Laras adalah tantenya Kirana kenapa Vina bilang dirinya orang asing. Pastinya Laras asing adalah dimata Kirana.


Vina selalu memperhatikan Kirana dan mencueki Alan. Sapaan Laras hanya ditanggapi sepatah, dua patah seperti terpaksa. Seolah tidak suka dengan kedatangan Laras.


"Cepat bicara Ras, disini gerah! rumah ini ventilasinya jelek dan AC nya juga murahan" Nata mengibaskan bajunya seperti gerah beneran aslinya ia benci melihat Nabil cara Mabil pada Laras.


"Pintu rumah ini terbuka lebar untuk kamu, silahkan pergi" usir Nabil serius. Ia tidak suka melihat Nata apalagi dekat dengan Laras.

__ADS_1


"Diusir Ras, ayo!" ajak Nata. Laras masih bergeming duduk disofa melihat kekakaknya.


Nabil melemparkan bola ke Alan mengajak anak itu bermain. Alan melemparkan bola itu balik ke Nabil dengan tertawa. Mata Vina melirik tajam pada Alan. Perempuan itu tidak suka dengan kehadiran Laras dengan Nata . Makanya Vina mengacuhkan mereka semua dan memilih bicara dengan Kirana. Mata Vina melirik ke Alan karena bocah itu mirip dengan Nabil. Tapi ia takut salah lagi karena pikirannya sedang mengawang pengen cucu.


Nata ingin pergi dari sana tapi Laras masih ingin bicara dengan kakaknya yang sok iya itu. Kalau kakaknya yang seperti itu Nata pasti sudah menjadikannya umpan buay*. Untungnya dia anak tunggal jadi tidak ada saudara yang merepotkannya.


"Apa yang ditinggu disini Ras? apa kamu dan kakak kamu itu berbahasa batin?" sindir Nata pada Airin.


"Diam kenapa sih?" ujar Laras.


"Iya ini diam tuan putri tapi apa kamu tidak jengah datang bertamu kerumah ini? lebih baik kita dirumah kita, disana kita bisa iya-iya sampai pagi"


Nabil terbatuk kering.


Laras langsung melototkan mata dan Nata tersenyum senang. Sedangkan yang lainnya seokah tidak punya telinga karena ucapan Nata barusan.


Membayangkan Laras dan Nata membuat kepala Nabil pening. Pikirannya sudah berkelana jauh. Cemburu itu makin membuncah ia menghabiskan segelas air didepannya.


Nata bukannya tidak tau hal itu. Ia senang berada diatas angin. Suatu hari nanti ia akan membuat Nabil mati berdiri. Inilah yang dinamakan keberuntungan Nata. Sekali menyelam minum air. Derita Nabil adalah kebahagiaan berlipat ganda untuknya. Ternyata ada banyak keuntungan mencintai kekasih musuh.


"Aku ingin istirahat, lain kali saja bicaranya lagi pula tidak ada yang pentingkan?" tanya Airin pada Laras "atau kamu kesini ingin bertemu dengan Nabil?" tanya Airin tajam.


Laras menggeleng "bukan, kenapa kakak bilang begitu?"


"Jangan sok polos deh Ras, kamu itu adalah wanita munafik! ingin semua pria di bumi ini berpusat padamu kan? apa kamu tidak cukup dengan satu pria? kau memang pantas menjadi ******"


"Jaga bicaramu Airin!" tegas Nabil.

__ADS_1


Sedangkan Nata sudah meradang marah seandainya yang bicara itu pria maka saat itu juga Nata akan menghabisinya. Tangannya sudah bergetar hebat jika Airin melanjutkan bicaranya maka ia bersumpah akan menjadi pemb* nuh untuk kesekian kalinya.


__ADS_2