Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
gadis nyebelin


__ADS_3

Langkah Nabil sangat berat bersamaan begitu juga dengan bola matanya yang sudah lima watt. Ia diantar Amoy sang asisten, sampai dekat tangga rumah setelah itu baru Amoy pergi kembali kerumah sebelah dimana ia dan pak Karman tinggal.


Rumah yang sunyi dihiasi senyuman Airin tiap sudut rumah. Jika saja ia bersama Airin pasti ia tidak begini, pulang larut malam. Ia tidak akan tega wanitanya lama menunggu. Lebih baik ia habiskan malam bersama tanpa jeda sampai matahari terbit di ufuk Timur.


Lampu kamarnya masih menyala terang dan pintunyapun terbuka lebar. Dari luar tampak punggung seseorang dimeja belajar didepan tumpukan buku. Punggung itu tidak tegak lagi tapi sudah melengkung dan kepalanya bertumpu pada meja. Laras ketiduran dimeja belajarnya bahkan kaca mata gadis itu masih melekat diwajahnya.


"Hey! bangun!" Nabil mencoba membangunkan anak itu. Tapi matanya terkatup rapat. Sepertinya tidur anak ini seperti orang mati. Hatinya berparuh antara membiarkan saja atau bagaimana. Pasti pegal tidur dengan posisi seperti itu. Ia mencopot kaca mata Laras dan menggendong untuk ditidurkan disofa. Karena sangat sulit meletakkan tubuh gadis itu disana ia memindahkan ketemoat tidur.


Gadis itu tidak terbangun sedikitpun. Alis lentiknya tetap terkatup rapat dengan nafasnya yang teratur. Wajahnya bulat oval dan bibirnya yang agak tebal itu berwarna merah jambu meskipun tidak pernah dipoles lipstik sedikitpun. Begitu juga dengan alisnya yang juga tebal tidak pernah dibentuk seperti kebanyakan perempuan yang membikin alis melengkung seperti sabit atau dikasih pensil penghitam. Semuanya sangat alami termasuk kulit wajahnya.


Sepertinya Laras kelelahan, mungkin banyak tugas kuliahnya yang harus dikerjakan. Apalagi dia adalah anak kedokteran.


Nabil pergi tidur kesofa, ternyata tidur disana tidak mengenakkan padahal matanya sudah sangat mengantuk, tubuhnya lelah dan termasuk pikirannya. Bahkan membolak-balikkan badan saja tidak bisa. Ia bisa jadi patung jika tidur disana. Sementara kepalanya mulai sakit karena kantuk yang menyerang hebat. Akhirnya ia pindah keatas tempat tidurnya dan baru saja tidur ia sudah langsung lelap.


AAAAHH!!


Paginya ada teriak nyaring tepat didekat telinga Nabil. Ia yang sedang tidur nyenyak langsung terbangun karena kaget.


"Ada apa? ada apa?"


Nabil mengusap matanya agar terbuka untuk melihat apa yang terjadi. Laras menutup tubuhnya sebatas dada dengan selimut.


"Ada apa?' tanya ulang Nabil masih puyeng karena kantuk.


"Kakak gak apa-apain aku kan? katakan!!!!"


Nabil mengira ada apa, ternyata Laras teriak karena mereka berada diatas tempat tidur yang sama. Nabil mengusai rambutnya yang kusut dan menarik selimut untuk meneruskan tidurnya kembali.


"Kak Nabil! jawab! kakak gak ngapa-ngapain aku kan?" Laras menarik selimut Nabil.


"Apaan sih? pergi sana!"


"Aku tidak akan pergi sebelum kakak jawab!"


Nabil menarik selimutnya kembali untuk menutupi wajahnya. Tapi Laras terus menuntut jawaban. Gadis itu bakal malu jika Nabil sampai menyentuhnya. Karena kesal Laras menganggu tidurnya Nabil berkata 'dikit!"


Mata gadis itu langsung membola dan refleks ia menutup dadanya. Nabil menahan tawa, Laras menutup tubuhnya dengan tangan padahal masih pakai baju, gadis lebay!


"Apaan sih kakak! itu tidak boleh!!"


"Kenapa tidak boleh?" taya Nabil dengan sebelah mata masih memicing melihat ke Laras. Wajah gadis itu sudah bersemu merah seperti kepiting saus tomat. Gadis ini jaman now tapi tidak pernah tau dunia pasangan itu seperti apa. Ini adalah contoh jomblo akut yang tiap malam minggu sibuk dengan ponsel.

__ADS_1


"Pokoknya tidak boleh! kakak tidak boleh mesum sama Laras!"


Gadis itu berlari kekamar mandi sampai disana ia memeriksa kalau ada tanda-tanda yang seperti dibilang teman-teman kampusnya kalau pria dan wanita dewasa tidur bersama maka akan ada merah ungu ditubuhnya. Kata Siti teman kampusnya yang dari kampung seperti habis di cubit setan mandi senja.


Setelah memeriksa tubuhnya tidak ada tanda apa-apa gadis itu lega. Itu berarti Nabil baru pulang dan mereka belum sempat tidur bersama.


"Udahan belum?" terdengar suara Nabil didepan pintu.


"Belum!"


"Cepetan!"


"Lima menit, kak lima menit!"


Yang dibilang lima menit itu hampir setengah jam Nabil menunggu. Ia kembali mengetuk pintu.


"Bentar kak! bentar!"


Boleh gak sih Nabil nyelonong saja masuk. Gadis ini bentarnya udah mau nyampe zaman meteor. Menyesal dia punya kamar mandi satu disana kalau akhirnya memakai kamar mandi tidak bisa satu berdua dengan gadis yang dicintainya. Harusnya ia punya kamar mandi lima biar bebas milih dari pada berurusan dengan orang kayak Laras yang leletnya minta ampun.


AAAAH!!


"Kakak mau ngapain?"


"Mandilah, memangnya kesini biasanya mau apa?"


"Tunggu bentar" Laras mengambil pakaiannya dan membawa keluar dari sana.


"Gadis aneh! aku tidak tertarik sama kamu"


Gadis itu tersenyum, seperti matahari pagi yang baru keluar dari peraduannya. Laras senang sekali, Nabil berkata demikian. Itu berarti dirinya tidak apa-apa.


Selesai mandi ia keluar dari sana untuk siap-siap pergi kekantor. Ia memasang dasi didepan cermin lemari pakaian. Laras mengumpulkan buku-bukunya untuk dibawa kekampus.


"Kakak tidak kepikiran untuk membuat satu kamar lagi gitu? kakak kan kaya, semuanya bisa kek sulap"


"Kalau mau waktu dekat kamu pindah ke hotel atau apartement saja"


"Sayang uangnya, dari pada dihotel mending aku dikontrakan saja"


"Kenapa tidak pulang saja kerumah orang tua kamu"

__ADS_1


"Kakak bantuin dong bicara sama orang tua aku, masa anak mereka sendiri diusir kesini"


"Udah, mama kamu tidak mau kamunya kesana dulu"


"Huft! kenapa aku gini amat ya? tidak ada seorangpun yang kasihan pada hidup aku"


"Kalau tidak, kamu pindah kemansion mamaku saja disana banyak kamar yang kosong"


"Ha???? gak-gak! terima kasih!"


Dahi Nabil berkerut, ekspresi Laras berlebihan saat ia menyebut mamanya.


"Mama kakak nyeremin, kalau bukan karena mama kakak aku tidak mau menikah waktu itu"


Laras sudah selesai dengan persiapannya ia mendorong Nabil seenaknya dari depan cermin hanya untuk memakai bedak bayi doang. Bau bedak itu.mengingatkan Nabil pada gadis belia yang ditemuinya di club.


Moodnya tiba- tiba memburuk, ia ingat gadis itu sekarang.


Airin dimana dia?


"Hey!!!!?"


Nabil kaget, Laras berteriak didepannya entah kapan wajah Nabil berada didepan wajah anak itu.


"Apa??? kakak minta cium?"


Nabil menggeleng "bukan, itu kamu"


"Oh jadi kakaknya yang ingin nyium gitu?" mata Laras membola didelan wajah Nabil.


PLAK!


Nabil dihadiahi sebuah jitakan di dahi yang tidak kalah kerasnya.


"Kakak jangan mesum!"


"Siapa yang pengen mesum sama kamu, rata gitu!" akhirnya Nabil kesal sendiri karena habis dijitak kayak gitu.


"Enak saja bilang aku rata, kakak tuh yang biji ketumbar"


Nih anak keliahatannya pendiam tapi aslinya cerewet minta ampun. Mulutnya tidak ada filter. Enak saja bilang dirinya biji ketumbar. Untung Nabil masih waras tidak mau sembarangan mempelihatkan.

__ADS_1


__ADS_2