Laras Dan Nabil

Laras Dan Nabil
cewek


__ADS_3

Laras tidak mengerti dengan situasi seperti ini. Dimana semua orang melihatnya dengan mata berbinar kecuali Nabil yang bingung sama seperti dirinya.


"Ayo nak duduk" Vina menarik tangannya untuk duduk didekatnya. Sikap mama mertuanya sangat ramah. Tapi malah menimbulkan kengerian tersendiri bagi Laras. Siapa tau dibalik kebaikan mama mertua ada suatu hal yang tersembunyi.


"Terima kasih tante, eh mama...aku boleh gak istirahat dulu soalnya aku benar-benar pusing"


"Oh pasti bawaan dedek bayi ?"


"Dedek bayi?" mata Laras terbebelalak. Jadi mamanya dan mama mertuanya mengira dirinya hamil? pantesan mereka semua gembira bangat. Laras makin ingin cepat-cepat pergi dari sana.


"Dedek bayi? dia hamil?" tunjuk Nabil pada Laras.


"Iya, makanya Laras mual- mual" jawab Vina.


Laras mengibaskan tangan menyangkal tapi tidak berani bicara.


Nabil melihat Laras malas. Jadi cewek yang dinikahinya udah hamil. Mungkin karena pacarnya karena Nabil sama sekali tidak pernah menyentuh Laras.


Padahal dekat Nabil, Laras sok suci sekali.


"Kamu sebagai papanya bayi itu harus perhatian Nabil, mama tidak mau ya cucu mama kenapa- napa"


"Bukan tan eh ma, bukan.....!"


"Bukan apa?" tanya Nabil tajam.


"Bukan kak,...."


Pasti Laras pengen bilang bukan Nabil ayah dari bayi itu tapi takut bilang didepan mamanya.


"Kamu tenang ya Laras, ibu hamil tidak boleh capek, banyak pikiran,..."


Bukannya tenang Laras malah makin cemas. Kepalanya nyut-nyutan seketika. Ia tidak tau harus bagaimana memecahkan masalah ini. Sepertinya hidupnya tidak bakalan tenang. Teror seperti ini sangat mengerikan.


Laras melihat Hendra makan ayam dimeja makan dan kepala Laras kembali beraksi. dia permisi dengan menutup mulut menahan mual.


"Yuli! antar Laras kekamar" perintah Vina.


"Baik nyonya"


Mbak Yul membawa Laras kekamar Nabil di lantai atas paling ujung. Vina memerintahkan Nabil untuk ikut dan memijit tengkuk Laras dengan minyak kayu putih.


Anaknya itu enggan beranjak membuat Vina menarik tangannya untuk bangkit dan menyusul Laras.


"Kamu ini gimana sih? istri lagi sakit bukannya perhatian malah kayak gini! jangan bikin aja yang semangat, giliran susahnya gak mau"


"Ma, jangan paksa aku!'


"Mama tidak akan pajsa kamu kalau bukan karena itu anak kamu, memangnya kamu tdak sayang sama anak kamu sendiri?"

__ADS_1


Siapa yang tidak sayang pada anaknya coba, tapi itukan bukan anaknya. Ngapain repot- repot.


Vina kesal pada putranya itu ingin rasanya ia menyeret dan membenamkan dilaut Fasifik.


dengan ogah- ogahan Nabil pergi menyusul Laras dan itupun diantar dengan tatapan menyeramkan sang mama.


Ia berpapasan dengan mbak Yul yang senyum padanya.


"Selamat tuan!"


Nabil.membalas dengan tatapan tajam dan mbak Yul bergidik dalam hati.


Setiba dikamar terlihat gadis itu sedang tidur meringkuk. Dengan kasar, Nabil menarik selimut Laras.


Gadis itu kaget.


"Kak Nabi!"


"Siapa yang nyuruh kamu tidur disini?"


"Mbak Yul"


"Sana! ini tempat tidur aku"


"Trus aku tidur dimana?"


"Mana aku tau!"


Dasar pelit, celetuk Laras dalam hati.


"He! kalau kamu hamil oleh pacar kamu harusnya kamu suruh dia tangung jawab"


Nabil ternyata mengira Laras juga hamil. mengapa orang- orang suka sekali menyimpulkan apa yang belum terjadi pada diri orang lain. Mereka mengasih sudut pandang seenaknya.


orang selalu mengasih sudut pandang sesuai dengan penilaian hatinya bukan pikirannya. Seseorang bisa saja di cap buruk karena ia tidak menyukai orang tersebut.


Laras duduk melamun dilantai bersandar dipinggiran tempat tidur. Nabil tidak peduli gadis itu tidur dimana, siapa tau Laras ingin tidur bareng pacarnya. Siapa tau kan?


Laras ternyata air tenang menghanyutkan. Nabil penasaran seperti apa cowok yang mau tidur sama gadis macam Laras. Laras itu tidak seksi, biji ketumbar dan tiang listrik. Atau istilah kerennya kutilang dara, kurus tinggi langsing dada rata.


"Aku paling benci melihat orang murahan, gadis kotor!"


Laras hanya diam. percuma dia membalas karena penilaian orang itu tidak akan berubah dalam sekejap apalagi Nabil tidak suka padanya.


"Pasti kamu menikah dengan aku karena kamu hamil" tuduh Nabil "atau jangan- jangan kamu yang minta pada Airin agar berkorban untuk kamu agar kamu mendapatkan pengakuan"


"Aku tidak seperti itu"


"Alah, jangan sok suci deh!"

__ADS_1


"Kalau iyapun aku tidak akan mengemis pada kakak, kakak tenang saja"


"oh jadi bener kamu hamil?"


"Mengapa kakak ingin orang lain meyakini ucapan kakak ?"


"Tinggal jawab saja iya atau tidak"


"Iya"


"Tuh kan, dasar gadis murahan! akhirnya ngaku juga!"


Pintu diketuk dari luar. Nabil mempersilahkan masuk. Ketika pintu terbuka mbak Yul masuk.


"Aku disuruh nyonya untuk mengantarkan susu hamil untuk nona Laras" beritahu mbak Yul. Ia membawa susu, roti dan buah segar kesana.


"Tidak usah mbak terima kasih" ujar Laras.


"jangan begitu nyonya, ini demi kesehatan bayi nyonya"


Laras sebenarnya tidak suka susu putih saja harus ada campurannya teh atau kopi. Apalagi ini susu hamil, rasanya pasti aneh.


Tapi demi meyakinkan tuduhan semua orang padanya maka ia meraih susu di baki yang di bawa mbak Yul.


Ia menenggak isi gelas itu sampai habis, dan Nabil yang melihat itu bergidik. Pria yang menghamili Laras harus nya tau bagaimana gadis ini.


"Makasih mbak Yul"


"Iya nyonya sama- sama"


Isi perut Laras bergejolak, susu yang ia minum sangat tidak enak dengan cepat ia berlari kekamar mandi.


Nabil tersenyum sinis, ia makin tidak suka pada gadis sok suci itu.


"Kamu berbeda dengan kakak kamu, Airin tidak murahan seperti kamu"


Laras tersenyum getir, Nabil bukanlah satu- satunya orang yang membandingkan dirinya dengan Airin. Orang tuanya juga kerap, jika mau pintar lihat ke Airin, jika mau sukses lihat ke Airin dan jika mau disukai banyak orang contohlah Airin. Ia sudah terbiasa dengan hal itu jadi ucapan Nabil tidak akan ngaruh. Ia tidak pernah marah dan pada siapapun yang membandingkannya karena Airin adalah kakaknya, kalau Airin disukai dan dipuji oleh banyak orang ia juga ikut bangga sebagai seorang adik.


"Minta pertanggung jawaban sama pacar kamu sana!"


"Ini udah malam, besok saja" balas Laras. Kepalanya sangat pusing dari tadi ingin tidur nyenyak saja melalui banyak drama.


"Pinjam bantalnya"


Laras menarik sebuah bantal dan meletakkan di lantai. Untung lantainya kayu yang diparnis jadi tidak begitu dingin.


Karena kelelahan, mata Laras mukai terkatup dan dalam sekejap ia masuk ke alam mimpi.


Sedangkan Nabil bersusah payah memejamkan mata. Setelah ia mengintip Laras dan gadis itu tertidur pulas ia bangun dan meraih ponselnya di atas nakas.

__ADS_1


Ponselnya sunyi, tidak ada laporan dari anak buahnya. Dan ia memencet nomor Airin siapa tau aktif.


Ternyata nonsens.


__ADS_2