Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Membersikan Wilayah Kota


__ADS_3

Ace mengajak mereka semua kembali ke markas kelompok Alpa untuk melanjutkan pembicaraan yang masih belum selesai.


Arthur dan empat temannya mengikuti dibelakang, mereka berjalan keluar dari arena menuju markas kelompok Alpa.


Di pertengahan jalan mereka di hadang seorang prajurit yang menjaga pintu gerbang benteng Alpa.


“Ketua, kita mendapat masalah!.” sang prajurit berkata dengan wajah pucat, dia tidak pernah membayangkan apa yang terjadi pada benteng Alpa.


“apa yang terjadi?” tanya Ace yang masih belum mengerti dengan situasi yang ingin dikatakan prajurit.


“kita diserang!.” ucap sang prajurit terbata-bata karena panik mengetahui jumlah musuh yang menyerang.


Arthur dan temanya mendengar hanya bisa diam, mereka tidak peduli sebanyak apapun musuh pasti mereka akan habisin tanpa tersisa.


Berbeda dengan Ace, dia mulai panik mengingat anggotanya sudah di habis oleh teman-teman Arthur.


Ace tidak tahu bagaimana dia akan mempertahankan benteng Alpa yang di bangun selama ini dengan jumlah anggota yang tidak lebih dari lima puluh orang.


“Berapa jumlah mereka?.” tanya Arthur.


“Seratus ribu orang dengan senjata lengkap.” ucap prajurit.


Ace, Evan dan Elien mendengarnya cukup membuat mereka hampir pingsan, dari kemampuan mereka tidak dapat menghabisi semua musuh yang ada.


Di sisi lain, Rachel, Kris, Spike dan Jave berusaha menahan tertawa mereka dan Ace meminta bantuan ke pada Arthur untuk membantunya mempertahankan benteng Alpa dari serangan musuh yang datang.


Arthur melihat ke arah Ace, sebenarnya merasa kasihan tetapi dia cukup senang melihat wajah panik Ace.


Arthur menerima permintaan Ace, mereka semua pergi ke gerbang untuk melihat situasi yang terjadi.


Arthur bertemu Agus saat ingin menuju gerbang dan mengajaknya ikut bersama mereka.


Agus ikut dengan mereka dengan rasa bingung yang ada dalam pikirnya. dia ingin bertanya tetapi semua orang dalam ke adaan serius.


Evan yang melihat Agus, menceritakan sekilas kejadian yang terjadi di luar benteng Alpa.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua sampai depan gerbang benteng Alpa dan langsung mendekati prajurit yang sudah siaga dari tadi.


“bagaimana situasi sekarang?.” tanya Ace setalah berada dekat dengan prajurit.


Prajurit bingung apa yang harus mereka katakan. mereka tidak sanggup harus melawan semua musuh yang ada.


“Ketua, sebaiknya kita menyerah.” ucap salah satu prajurit.


Seratus ribu orang sudah tepat berdiri di depan mereka dengan seorang pemimpin yang bernama Teo, dia adalah anggota Asosiasi Langit Biru.


Asosiasi Langit Biru sudah berdiri hampir tiga tahun semenjak terjadi kehancuran di kota Alpa.


Teo melihat ke arah 4 orang yang dia kenal secara bergantian. tetapi pandangannya terhenti saat melihat Arthur yang berdiri di antara mereka.


Teo merasa Arthur memiliki aura pemimpin sangat kuat dan dia juga belum pernah melihat pemimpin Asosiasi Langit Biru.


“Apa yang kalian inginkan di sini?” teriak Ace dengan lantang.


“Kami ingin mengambil alih kota Alpa.” jawab Teo.


Rachel juga tidak tahu kalau ada benteng di tengah kota Alpa, dia tahu saat mengelilingi kota.


“Ini rencana mu?” Arthur berbisik kepada Rachel.


Rachel menganggukkan pelan, padahal Arthur hanya meminta mereka berempat untuk memeriksa situasi kota.


Ace sudah tidak sabar ingin menyerang Teo yang berdiri tenang di depannya, mereka memiliki kemampuan bertarung yang sama.


“Apa itu pemimpin asosiasi?” gumam Teo sambil melihat Arthur berbicara dengan santai dengan Rachel.


Teo kemudian memandang ke arah Rachel, dia minta instruksi selanjutnya. tetapi Rachel memberi isyarat tetap tenang disitu.


Ace maju menyerang Teo tetapi Arthur mencegahnya, dia tidak ingin mereka berdua ada yang terluka.


“Arthur, kamu niat membantu kami atau tidak?.” tanya Ace yang sudah mulai kesal.

__ADS_1


“Apa yang aku dapatkan jika membantu kalian?.” tanya balik sambil sedikit tertawa. Ace marah dengan sikap Arthur padanya.


“Rachel sudah cukup bermainnya, perintahkan mereka untuk membersikan wilayah kota ini dari mayat hidup untuk kita tempati.” Arthur berhenti mengerjai Ace.


Ace yang mendengar bingung, begitu juga Evan, Elien dan semua prajurit yang ada di benteng Alpa.


“Apa maksudnya, ini Arthur?.” menatap Arthur dengan bingung.


“Mereka semua adalah anggota Asosiasi Langit Biru.” Arthur tertawa, dia cukup senang melihat ekspresi Ace yang terkejut.


“Aku tidak menyangka kalau kekuatan tempur anggota mereka begitu mengerikan dari mana mereka semua?” batin Evan.


Arthur menjelaskan semua orang itu adalah orang yang mereka selamatkan saat mengelilingi sekitar wilayah yang ada di kota Alpa.


Saat mereka tahu kalau masih banyak orang yang selamat, Arthur dan teman-temannya memutuskan untuk mencari kota untuk menjadi markas mereka dan pilihannya tertuju kota Alpa yang hancur ini.


Ace akhirnya paham yang di bicarakan Arthur dan meminta dirinya untuk bergabung dengan Asosiasi Langit Biru beserta semua orang yang ada di benteng Alpa, menurutnya lebih baik bergabung dengan kelompok yang besar.


“Kalau kalian ingin bergabung harus mengikuti aturan kami.” Kris berjalan mendekati mereka.


Ace menyetujui ucapan Kris, dia memandang Evan dan Elien menanyakan mereka juga kemudian Evan dan Elien mengangguk setuju.


Rachel mendekati Teo, dia meminta Teo dan seluruh anggota yang bisa bertarung untuk membersikan wilayah kota dari mayat hidup.


“Rachel, apakah itu ada pemimpin kita?.” bisik Teo sambil menatap ke arah Arthur.


“iya, dia pemimpin kita dan namanya adalah Arthur Linford, dia lebih suka tidak banyak yang mengenalnya sebagai pemimpin. kalau kamu ingin berbicara dengannya tidak apa-apa, Arthur orangnya baik.” ucap Rachel mengetahui ada yang ingin di sampaikan Teo pada Arthur.


Rachel melambaikan tangannya sambil memanggil Arthur untuk datang menghampirinya.


***


Terima kasih sudah membaca.


Dukung dengan Like dan Vote.

__ADS_1


__ADS_2