Legenda Penguasa Dunia

Legenda Penguasa Dunia
Ep 67. Ruby Vs Raja Serigala


__ADS_3

Raja serigala melompat mundur menjauh dari Ruby yang menyerang dirinya, dia kembali menyerang Ruby dengan menambah kecepatan berlarinya.


Ruby berhenti bergerak setelah menyerang Raja serigala, dia menopang tubuhnya dengan sabit dan keringat bercampur darah menetes dari tubuhnya.


Raja serigala berlari memutari Ruby menunggu kesempatan untuk menyerang Ruby yang sedang terluka.


" Aku sudah tidak kuat." Ruby sudah sangat lelah di tambah luka yang ada pada tubuhnya.


Setelah Raja serigala melihat Ruby yang ingin tumbang, melompat ke arah Ruby dengan mulut membuka sangat lebar.


Ruby menahan gigitan serigala itu dengan batang sabitnya yang terbuat dari logam yang cukup keras dengan kedua tangannya, tetapi tekanan dorong dari serigala membuat Ruby terjatuh kebelakang.


Sekarang Raja serigala menimpa Ruby sambil terus menahan serigala yang menggigit sabitnya, Ruby mengatur nafas kemudian dia menghempaskan serigala yang menggigit sabitnya.


Tenaga dalam yang di miliki Ruby cukup tinggi yang tidak biasa untuk usianya yang masih sepuluh tahun.


Ruby mengingat semua latihan pernafasan yang di ajarkan Roner, dia bangkit berdiri setelah menghempaskan serigala yang menimpa dirinya.


" Kakek nenek akan aku membalas kematian kalian." Ruby mengingat kakek dan neneknya membuat dirinya bertambah kuat karena mendapat semangat.


Ruby memainkan sabit seperti jurus tombak yang di ajarkan Roner, tetapi gerakan sabit sangat berbeda dengan tombak.


Ruby memutar sabit kemudian menggenggam erat sabit menebas serigala yang berlari dengan cepat ke arahnya.


Serangan Ruby lebih dulu mengenai serigala dengan batang sabit yang cukup panjang membuatnya jarak serangan menjadi jauh.


Raja serigala terkena serangan Ruby hanya membuat beberapa goresan di tubuh serigala itu, Ruby terkejut melihat luka serigala kembali menutup.


" Apa serigala itu tidak bisa mati." gumam Ruby sambil terus menatap Raja serigala.

__ADS_1


Raja Serigala itu berusaha lari, dia ingin kabur karena tidak yakin dapat mengalahkan Ruby. luka yang di berikan Ruby memang tertutup kembali tetapi dia tetap merasakan sakit.


Ruby memutar sabit sebanyak dua kali untuk menangkap Raja serigala yang berusaha kabur, setiap putaran ayunan sabit memiliki kekuatan serangan yang kuat, sementara musuh yang terkena akan kesulitan bergerak dan mendekat padanya.


Sekarang serigala sudah berada di hadapan Ruby, Serigala itu tidak bisa kabur lagi. Ruby memutar sabitnya kemudian dia memotong kepala serigala dengan sekali ayunan.


Ruby menoleh ke arah tubuh kakek dan neneknya, dia menggila karena melihat orang yang di cintai mati, dia berjalan mendekati tubuh serigala yang sudah mati itu.


" Ah..." Ruby berteriak sambil menangis.


Tanpa keraguan sedikitpun, Ruby langsung menguliti Raja serigala tersebut dan memakan hatinya. kegilaan Ruby sudah tidak dapat dibendung lagi meskipun dengan kenangan manis bersama kakek dan neneknya.


" Panas." ucap Ruby sambil menahan rasa sakit di dalam tubuhnya.


Tubuh Ruby terasa terbakar setelah memakan hati Raja serigala kemudian dia pingsan, seluruh luka yang dimiliki Ruby sembuh.


Ruby tersadar, matahari sudah tepat berada di atas, dia melihat tubuh kakek dan neneknya. lalu ia mengangkat tubuh kakek dan neneknya satu persatu ke samping rumah, Ruby kecil membuat kuburan untuk mereka.


Di perjalanan Ruby banyak membunuh monster dan bandit yang menghadangnya, semua orang yang melihat hanya berpikir Ruby hanya anak kecil biasa.


Tapi mereka semua salah Ruby yang sekarang bagaikan monster kecil yang haus akan darah, walaupun Ruby suka membunuh tetapi dia tidak membunuh orang yang tidak bersalah.


Ruby memakan monster dan hewan hutan yang dia temui, tidak lupa dia berlatih dengan buku pemberian Roner.


Akhirnya Ruby berhasil mempelajari semua ilmu yang ada pada buku itu kemudian dia membaca buku dihalaman terakhir tertulis rahasiakan kitab ini jangan biarkan orang lain mengetahuinya.


Ruby menutup buku itu dan membaca sampul depannya, di situ tertulis kitab sabit pembela bulan.


" Apa yang harus aku lakukan dengan buku ini." gumam Ruby sambil memikirkan.

__ADS_1


Dia tidak tahu bagaimana cara untuk menjaga buku itu, Ruby kecil yang polos melihat ke arah api yang ad di depan lalu ia tersenyum.


" Aku bakar saja." Ruby membuang buku itu kedalam api, tidak butuh waktu lama buku itu menjadi abu.


Sekarang Ruby tersenyum, demi menjaga rahasia kitab sabit pembela bulan dia memusnahkan tanpa meninggalkan jejak.


Ruby kecil berhasil menguasai kitab sabit pembela bulan dalam waktu 2 tahun itu termaksud sangat cepat karena kemampuan mengingat Ruby yang sangat kuat.


Tanpa Ruby sadari dia masuk ke wilayah kerajaan Asion, dia menetap di sana cukup lama hingga mendengarkan rumor Arthur.


Ruby kecil langsung tertarik mendengar empat pahlawan yang ada di kerajaan itu, dia berpikir untuk mencari Arthur untuk merebut gelar pahlawan miliknya karena menurut rumor Arthur adalah pahlawan lemah.


Ruby melihat seorang pria yang sangat kuat, dia tidak tahu kalau itu pahlawan Arthur yang sedang dia cari.


Ruby mengawasi Arthur yang sedang membaringkan Rias yang sedang mabuk perjalan.


" Siapa yang sedang mengawasi aku ?." gumam Arthur tidak peduli.


Arthur terus menjaga Rias hingga dia tertidur lupa dengan seseorang yang mengawasinya tidak lain adalah Ruby.


Ruby mendekati Arthur yang sedang tertidur, dia memandang Arthur cukup lama hingga dia juga ikut mengantuk.


" Besok saja aku menantangnya bertarung." Ruby melepas jubah merahnya kemudian tidur memeluk Arthur, dia merasa kehangatan saat berada dekat dengan Arthur.


Ruby tidak takut pada siapapun karena dia sudah terbiasa hidup dengan berbagai macam bahaya dan bisa membedakan orang jahat dan baik.


****************************************


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


Dukung dengan Like, vote dan komen ya?.


****************************************


__ADS_2